(Suasana Rakor DAK Penugasan Ruang Praktek Siswa SMK Provmal 2017)

Dinas Pendidikan dan Kebudayan (Dikbud) melalui Bidang SMK, menggelar Rapat Koordinasi Dana Alokasi Kusus (DAK) Penugasan Ruang Praktek SMK, berlangsung di BIZ Hotel, Selasa (30/5/2017).

Kepala Bidang SMK Dikbud Maluku Drs. Gatot Sihabuddin, M.Pd atas nama Kadis membuka dengan resmi kegiatan tersebut mengatakan, Rakor DAK bertujuan untu memfasilitasi para Kepala SMK, Ketua Panitia pembangunan serta Bendahara, sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) dan peraturan yang berlaku.

Selain itu, memberikan pemahamaan tentang cara pembayaran dan pertanggungjawaban, serta bagaimana membuat pertanggungjawaban khusus DAK, sesuai peraturan keuangan dan dapat membuat laporan pelaksanaan, pembangunan ruang praktek sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Diungkapkan, dalam memasuki bulan kelima dimana SMA dan SMK yang sudah menjadi kewenangan Dikbud Provinsi, sudah melakukan berbagai tanggungjawab akses pendidikan dengan baik dan benar, semuanya ini guna mewujudkan pembangunan pendidikan di Maluku .

Ada tiga aspek yang menjadi fokus utama pemerintah dalam pembangunan pendidikan yakni; aspek Aksesibilitas dan Relevansi Pendidikan, Penegakan Kurikulum dan Daya Saing, serta aspek Kekuatan Managemen Pendidikan.

Sedangkan aspek Penugasan, Mutu dan Daya saing pendidikan, terdapat tiga indikator dalam mewujudkan aspek tersebut yaitu; Pendidikan, Kompeten dan Profesional, serta Proses pembelajaran yang berkualitas.    

Sementara itu Ketua Panitia Rakor Semy Molle melaporkan, kegitan ini bertujuan untuk memiliki pemahaman tentang pelaksana pembangunan ruang praktek SMK, memahami pertanggungjawaban khusus DAK, sesuai peraturan keuangan yang telah ditetapkan.

Rakor DAK dan Penugasan Ruang Praktek SMK diikuti oleh 54 orang peserta berasal dari 8 kabupaten/kota di Maluku, berlangsung selama tiga hari dengan biaya kegiatan berasal dari DPA SKPD Dinas Pendidikan Provinsi Maluku tahun anggaran 2017.(TM04)

Sumber: http://www.tribun-maluku.com/2017/05/dikbud-gelar-rakor-dak-penugasan-ruang.html

(Narasumber RKPD Tahun 2017)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku menggelar Forum Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), guna meningkatkan kualitas pendidikan
di daerah ini.

Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Pemerintahan, dr. Frona Koedubun, M.Kes mewakili Sekda Maluku Hamin Bin Taher, SE membuka dengan resmi kegiatan tersebut, berlangsung di Marina Hotel, Kamis (9/3/2017).

Dikatakan, Peraturan Pemerintah nomor 147 tahun 2016, tentang Pedoman organisasi perangkat daerah bidang pendidikan dan kebudayaan, dalam sub urusan manajemen pendidikan mengalami perubahan kewenangan pendidikan menengah dan pendidikan khusus kewenangannya berada di Pemerintah Provinsi, sedangkan PAUD dan pendidikan dasar menjadi wewenang Pemerintah Kabupaten/Kota.

Untuk itu Pemprov Maluku berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di mana tahun 2016 lalu Angka Melek Huruf mencapai 99 persen, capaian APK SMA/SMK 87 persen, meskipun capaian hasil integritas penyelenggaraan UN 2016 masih berada di bawah 75 persen.

Sedangkan hasil Uji Kompetensi Guru tahun 2016 meningkat 51,02 persen jika dibandingkan tahun 2015 hanya mencapai 47,38 persen.

Pemprov terus mendorong penggunaan dan BOS yang tepat sasaran sehingga penguatan kapasitas dalam pengelolaan pendidikan menjadi sangat penting, guna peningkatan mamajemen perencanaan dan pengawasan menjadi efektiv, evisien dan bertanggungjawab, melalui pendekatan perencanaan pengawasan pendidikan dan kebudayaan.

Sementara itu ketua Panitia Husein Welaulu melaporkan, tujuan Forum RKPD adalah menyamakan persepsi, menyampaikan dan mensosialisasikan arah kebijakan, serta membangun koodinasi dan menyususn rencana kerja tahun 2018.

Peserta yang mengikuti RKPD berjumlah 60 orang dengan sumber dana DIPA Dinas Dikbud Provinsi Maluku tahun 2016.

(Sumber: http://www.tribun-maluku.com/2017/03/dikbud-maluku-gelar-forum-rkpd.html) 

(Peserta dan Narasumber RKPD Tahun 2017)    

(Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio)

(Suasan tanya jawab para peserta dengan Narasumber)

       

                              

                                      

                                                                               

(Ketua Panita UN Provinsi Maluku Junus Kesaulija, S.Sos, M,Si)

Ketua Panitia UN Propinsi Maluku Nus Kesaulija, mengatakan persentase nilai Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2016 - 2017 untuk Propinsi Maluku dengan jumlah peserta ujian sebanyak 30.907 dari 600 sekolah SMP Sederajat, nilai ketuntasannya malah sangat berbanding yakni tuntas pada mata pelajaran tertentu dan hanya naik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Misalkan mata pelajaran IPA tuntas 11.718 dan tidak tuntas 19.189. Matematika tuntas 14.064 dan tidak tuntas 16.843. Bahasa Inggris tuntas 15.848 dan tidak tuntas 15.059. Sementara Bahasa Indonesia naik tuntas 20.687 dan tidak tuntas 10.220.

"Jadi, untuk Propinsi Maluku jenjang SMP Sederajat mengalami penurunan disetiap mata pelajaran,"ujarnya, kepada pers dikantornya, kemarin. Dikatakan, sesuai dengan hasil evaluasi Dikbud Propinsi Maluku tiga tahun terakhir ini untuk tahun ajaran 2014 - 2015 peserta ujian 30.629 dari 567 sekolah, nilai ketuntasannya per mata pelajaran bervariasi yakni nilai ketuntasan lebih banyak dari pada nilai tidak tuntas. Untuk tahun ajaran 2015 - 2016 jumlah siswa ujian 30.458 dari 591 sekolah, ketuntasan nilai lebih tinggi dari pada tidak tuntas. Contohnya mata pelajaran Bahasa Indonesia tuntasnya 23 ribu dan tidak tuntas 7 ribu lebih.

"Kalau kita lihat tahun ajaran 2016 - 2017 untuk Propinsi Maluku memang nilai tertinggi ada pada Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), tetapi kita lihat integritasnya artinya nilai kejujurannya itu,"ungkapnya. Menurutnya, untuk UN SMP Sederajat tahun ajaran 2016 - 2017 di Maluku persentase nilai rata - rata per mata pelajaran mengalami penurunan, karena terpengaruh pada beberapa sekolah yang melaksanakan UNBK.

Karena kita tahu bersama bahwa UNBK itu betul - betul jujur, sedangkan UNKP itu perlu dievaluasi dalam arti nilai mereka tinggi itu apakah jujur atau tidak. Kata kepala Balitbang seperti itu untuk saya, kalau kita kaitan dengan daerah memang dievaluasi ada beberapa kabupaten/kota dua tahun terakhir ini lemah yakni Bursel dan SBT. Sekalipun tahun ini SBT nilainya bagus tapi integritas atau kejujurannya itu seperti apa.

Olehnya itu, waktu penyerahan hasil ujian tepatnya 1 Juni ke Dinas Pendidikan kabupaten/kota, kami paparkan persentase UN tiga tahun terakhir, karena kewenangan Pendidikan Dasar termasuk (SD dan SMP) itu sudah menjadi tanggungjawab kabupaten/kota, maka dengan referensi tiga tahun terakhir ini menjadi pola pikir (PR) untuk kabupaten/kota supaya bisa merubah mainsetnya untuk tahun depan bisa sedikit mengalami perubahan seperti pelatihan guru mata pelajaran ditingkatkan dan lainnya itu tanggungjawab kabupaten/kota. Hingga tahun ajaran 2017 - 2018  nilai UN ini juga ada kenaikan, karena betul - betul tiga tahun terakhir ini nilai UN itu mengalami penurunan. ()

( Wakil Direktur Polman Astra Tonny Pongoh bersama Kadisdikbud Propinsi Maluku M. Saleh Thio)

Untuk meningkatkan prestasi SMK di Propinsi Maluku, maka Dikbud  melalui bidang SMK seksi kurikulum melakukan gebrakan, menjajaki kerjasama dengan Politeknik Manufaktur (Polman) Astra, yang berkecimpung dibidang pendidikan.

Perjuangan dari seksi kurikulum akhirnya mendapat respon positif, hingga sejak, pekan kemarin, Wakil Direktur Polman Astra Tonny Pongoh, telah hadir di  Propinsi Maluku Kota Ambon dengan melakukan kunjungan awal ke SMK Siwalima Langur Kabupaten Malra. Selanjutnya hadir di Kota Ambon, bertatap muka dengan para siswa dan guru pada SMK 3 dan SMK 4, yang bertujuan untuk merekrutmen siswa masuk pada Polman Astra. Dari pertemuan tersebut, sempat terjadi dialog yang bertujuan untuk membangun SMK di Maluku, agar kedepan SMK semakin lebih baik dari sekarang.

Dikesempatan yang sama juga, kemarin, Pongoh bersilaturahmi dengan Kadisdikbud Propinsi Maluku M. Saleh Thio, dalam rangka rekrutmen siswa SMK untuk mengikuti pendidikan dengan memproleh beasiswa. Kepada pers, Pongoh menuturkan, Polman Astra merupakan lembaga pendidikan dibawah PT Astra, dengan mempunyai misi pendidikan dan advokasi.  Dan di tahun ini terus punya kepedulian, dimana melirik kawasan Indonesia timur khususnya Propinsi Maluku.

Sebab melihat daerah ini sangat strategi dan paling siap untuk dilakukan seleksi bagi siswa yang siap memperoleh beasiswa, agar dapat melanjutkan pendidikan di Polman Astra. "Yang kita rekrut yaitu siswa punya prestasi dalam juara LKS serta juara kelas, dimana yang paling utama menjadi perhatian kami adalah siswa yang ekonominya lemah atau kurang mampu,"ujarnya. Untuk Maluku sudah dua siswa yang terpilih dari juara LKS masing masing Alexander Matitale dan Harly Hutauruk. Kini kami sementara melakukan seleksi untuk 13 siswa, masing - masing 7 siswa dari SMK 3 dan 6 siswa dari SMK 4. Selain siswa kita juga telah komitmen dengan Kepala Dinas untuk mengadakan pelatihan dan magang selama dua minggu kepada guru sesuai dengan bidang keahlian yang diguluti mereka dan itu juga akan berjalan tahun ini.

"Harapan kami dari kerjasama ini semua siswa mesti berprestasi dan selesai mengenyam pendidikan di Polman Astra dapat kembali untuk membangun Maluku. Dimana siswa SMK Maluku mesti terus berpeluang masuk ke Polman Astra. Sementara itu, Kadisdikbud Propinsi Maluku M. Saleh Thio, mengatakan ini merupakan suatu berkat untuk Maluku hingga kami sangat merespon positif program yang diluncurkan oleh Polman Astra kepada SMK di Maluku."Suatu hal baik yang patut kita syukuri, karena cara seperti ini akan menambah semangat peserta didik di Maluku terutama siswa SMK,"tuturnya. Dengan demikian, saya harapkan kepada semua siswa SMK agar dapat tingkatkan proses belajar sehingga  berkualitas, untuk memenuhi kriteria yang ditentukan oleh Polman Astra. "Sekarang ini sudah dua siswa yang resmi mendapat beasiswa, hingga diharapkan para guru dapat berikan dukungan penuh untuk bertambah lagi siswa memperoleh beasiswa sesuai dengan bidang yang mereka guluti. ()

Setiap tahun Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Kemendikbud RI, menyelenggarakan lomba bagi para guru di seluruh Indonesia termasuk Propinsi Maluku Kota Ambon.

Untuk tahun ini, Maluku mengadakan seleksi dari 32 guru berprestasi yang berasal dari 11 kabupaten/kota, di dapatkan 8 guru terbaik untuk mewakili Maluku diajang Nasional, Guru yang berhasil masing - masing untuk jenjang SMA guru berprestasi, Muhammad Jafar Joi Sangadji dari SMAN 3 Ambon, Kepala Sekolah berprestasi Jumila Lattar dari SMA Muhamadiyah Tual dan Pengawas berprestasi Elvis Kolelsy dari Kota Ambon. Sedangkan untuk jenjang SMK guru berprestasi Grace Krisna Loroiani Saiselor dari SMKN 1 Tanimbar Selatan, Apolos P. B. Masek Kepala Sekolah berprestasi SMK Wuarlabobar dari MTB, Pieter Loupatty, Pengawas SMK berprestasi dari Kota Ambon, Hennyw Wenno  Kepala Sekolah berprestasi dari SKB Haruru Maluku Tengah (Malteng), serta Johana Heleng Babena Kepala Sekolah SMAN Tiakor MBD. 

Pada acara pengumuman pemenang sekaligus penutupan, kemarin, Kadisdikbud Propinsi Maluku M. Saleh Thio, dalam sambutannya yang disampaikan Kabid Pembinaan SMA Nus  Kesaulija, mengatakan  setelah berjuang selama dua hari maka telah didapatkan 8 guru terbaik dari 32 peserta. Dan itu sudah merupakan penilaian dari dewan juri yang  profesional, hingga bagi ke 8 guru sesuai dengan predikat masing - masing, saya mintakan berjuanglah dengan sebaik mungkin, kami masyarakat Maluku mendukung dengan doa, agar kehadiran peserta dari Maluku jangan sebagai pengembira, namun dapat membuahkan hasil yang maksimal. "Harus nyatakan kalau guru di Maluku bisa, untuk itu mesti banyak baca serta disiplin tinggi, agar apa yang diimpikan bisa terwujud.
Kalian semua harus kompak serta menjunjung tinggi rasa kebersamaan,"tuturnya.

Diharapkan, melalui pendidik berprestasi ini, kualitas dan pengelolaan pendidikan di sekolah - sekolah akan lebih meningkat. Selain itu para pendidik mesti bermotivasi, menumbuhkembangkan kreativitas dan inovasi. Sementara itu, Panitia Pelaksana Netty Badriah, menambahkan kegiatan seleksi guru, kepala sekolah dan pengawas berprestasi ini berlangsung selama dua hari, dan diikuti 32 peserta dari 11 kabupaten/kota di Maluku. Dan yang berhasil lolos ke tingkat Nasional sebanyak 8 peserta. Mereka itu akan mendapat pembekalan dari para dosen Unpatti untuk persiapan diri ke tingkat Nasional pada bulan Agustus nantinya. (Aza)

   

(Ketua Panita Netti Badriah, S. Pd, M. Si dan Kabid Pembinaan SMA Junus Kesaulija, S.Sos, M,Si)

  

                             (Pemberian Hadiah dari Ketua Panitia)                                

(Para Juara Seleksi Guru Berprestasi bersama Drs Dominggus Patty, M.Si dan

Prof. Dr. F. Leiwakabessy, M.Si)

Sebanyak 7 guru berpestasi yang terdiri dari Guru SD/SMP, Kepala SD/SMP, Pengawas SD/SMP dan Kepala Sekolah TK berhasil mengsisihkan 60 peserta dan siap wakili Maluku ditingkat Nasional pada Agustus mendatang.Mereka bertanding selama dua hari dan akhirnya ditetapkan oleh dewan juri 7 guru yang terbaik untuk siap berjuang ditingkat Nasional.

(Kepala Bidang Ketenagaan Drs. Dominggus Patty)

Dalam arahannya, Kadisdikbud Propinsi Maluku M. Saleh Thio, yang diwakili Kepala Bidang Ketenagaan Drs. Dominggus Patty, menuturkan sebanyak 66 peserta dari 11 kabupaten/kota, sudah berjuang dengan baik dan hasilnya sudah diumumkan ada 7 guru yang berhasil lolos. Kami berharap, mereka dapat berjuang untuk harumkan nama Maluku ditingkat Nasional, hingga Maluku turut punya nama ditingkat Nasional. Masih satu bulan lagi, untuk itu bagi para pemenang teruslah giat  lakukan pemantapan, agar sekali lagi Maluku bisa bicara ditingkat Nasional.

(Ketua Panitia M. Husen. Henaulu, M. Si)

Sementara itu, ketua panitia pelaksana Husen Henaulu, menambahkan 7 guru itu masing - masing untuk guru SD/MI berasal dari SDN Kabean Maluku Tenggara atas nama Albertus Avloubun, untuk guru tingkat SMP/MTS dari SMPN 8 Kota Ambon atas nama Hans Maitimu. Sedangkan untuk kepala sekolah berprestasi tingkat SD dari SDN 1 Latihan SPG, atas nama Corneles Moniharapon Kota Ambon. Untuk tingkat SMP dari SMPN 15 Kota  Ambon atas nama Markus Pattiapon. Untuk tingkat TK dari TK Bukit Taeno Kota Ambon atas Nama Susilaswaty Syauqi, dan bagi pengawas sekolah berprestasi untuk tingkat SD dari Kota Tual atas nama Siti Hindun Lakuy, untuk tingkat SMP dari Kota Ambon atas nama Samuel Lesnussa. Seperti yang diharapkan oleh pemerintah yakni bisa mengharumkan nama Maluku, untuk itu belajarlah dan belajar selama satu bulan kedepan, agar supaya bisa berbuat yang terbaik bagi Maluku. (Aza)

        

 (Penyerahan Penetapan Pemenang Kepada Disdikbud Provinsi Maluku)                (Pemberian Hadiah kepada para Juara)

(Ketua Panitia Bersama, Kepala bidang Ketenagaan, dan Para Juri)

              

                       (Para Peserta dan Panitia Menyanyikan lagu Indonesia Raya)                      

Sebanyak 66 tenaga pendidik dari lima kabupaten/kota yakni Kota Ambon, Malteng, Malra, Aru, MTB, Kota Tual, SBB, SBT, Buru, Bursel, dan MBD, mengikuti seleksi guru, kepala sekolah dan pengawas berprestasi tingkat Propinsi Maluku, yang berlangsung di hotel Golden Palace, Senin (5/6).                                                                                                                                  

     

(Sambutan dari Ketua Panitia M. Husen. Henaulu, S.pd, M.Si)                    (Kabid Ketenagaan Dominggus Patty)

Mewakili Kadisdikbud Propinsi Maluku M. Saleh Thio, Kabid Ketenagaan Minggus Patty, mengatakan pemerintah sekarang ini sangat memperhatikan SDM dan keikutsertaan para guru asal Maluku, salah satunya terkait dengan SDM yang bermutu.Dengan demikian, guru harus bermotivasi sesuai dengan kinerja yang dimiliki agar peroleh penghargaan sebagai wujud perhatian pemerintah. Dan yang paling utama guru harus menjadi motivator kepada para pendidik untuk juga berprestasi pada semua kabupaten/kota di Maluku.

Ini semua untuk menjawab tantangan era globalisasi. Ingat pendidik adalah profesi yang paling mulia hingga berlombalah dengan sportivitas yang tinggi, disiplin dan loyalitas, demi kepentingan daerah ini.Lanjutnya, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun, jadi kiranya para guru dapat berjuang untuk memperoleh yang terbaik untuk mewakili Maluku di tingkat nasional.Kepada dewan juri, saya mintakan untuk dapat memberikan penilaian yang sejujur - jujurnya agar para guru merasa puas.

( Ketua Panitia M. Husen. Henaulu, S.pd, M.Si)

Sementara itu, Ketua Panitia Husen Henaulu, menambahkan tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru, kepala sekolah dan pengawas. Dan mereka harus bangun komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan secara merata. Selain itu, pemenang akan mewakili Propinsi Maluku ditingkat nasional pada bulan Agustus mendatang. (Aza)

(Presentasi dari beberapa Peserta)

 

(Para Juri Sedang memberikan Penilaian)

                         

Lebih dari Seribu siswa/i Sekolah Dasar berbaris di Lapangan SMA N 1 Ambon, Kota Ambon. Mereka datang dari sekolah-sekolah yang berada di Kota Ambon maupun Kabupaten Maluku Tengah. Salah satunya SD N 1 Mamala-Morela yang berlokasi di Desa Mamala-Morela, Jazirah Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Mereka sudah harus melakukan perjalanan dari subuh. Semangat para siswa dan guru Mamama-Morela juga nampak pada antusias seluruh siswa dan guru dari perwakilan 86 sekolah di Kota Ambon.

           

Biasanya setiap tahun, mitra lokal Kuark di Kota ambon sering mengadakan OSK  tetapi dalam jumlah sekitar ratusan peserta saja. Tahun ini berbeda, Kota Ambon diberikan kesempatan istimewa menjadi tuan rumah Pembukaan Olimpiade Sains Kuark yang diikuti oleh 92.000 peserta dari 34 Provinsi  di seluruh Indonesia. Tahun ini, Kerjasama Heka Leka dan PT Kuark Internasional  membawa harapan bagi seluruh anak-anak Maluku di berbagai pulau-pulau di Provinsi Maluku. Sebelumnya, kesempatan olimpiade hanya diikuti oleh anak-anak yang mampu membayar uang pendaftaran OSK sedangkan bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi harus menahan diri. Kini, sebuah kesempatan datang bagi anak-anak yang tinggal di desa, pulau, kabupaten atau kota Ambon. semua anak-anak Maluku memperoleh tiket gratis mengikuti Olimpiade Sains Kuark (OSK). Lebih Kurang 4231 peserta OSK yang serempak berebutan tiket semifinal OSK di Provinsi Maluku.

              

     

 

Pada Olimpiade ini bukan hanya siswa/i mengerjakan lembaran soal OSK dalam ruang ujian tetapi setiap peserta Olimpiade diberikan kesempatan  mengasah daya sains melalui Festival Sains Kuark. Festival Sains dibuat dengan tujuan untuk menolong anak mengalami dan mencintai sains dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Walaupun di bawah panas matahari, Peserta OSK di Kota Ambon terlihat bersemangat bermain sambil memecahkan tantangan pada setiap Stand Games Sains.

     

     

 

Jika ada usaha pasti akan berhasil. Ya, mereka sangat menikmati semua permainan sains ini.  Teruslah belajar dan berlatih anak-anak Maluku. Semoga kelak dari antara kalian semua akan lahir banyak Ahli Sains Indonesia

      

Maju Anak Maluku. Katakan “Aku Jagoan Sains. Salam Maluku Cerdas.

Sumber Beritahttp://www.hekaleka.org/2017/02/20/1219-siswa-beributan-tiket-semifinal-osk-di-kota-ambon/ 

KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU

  • KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU
    Jenderal  Ahmad Yani  Kelurahan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau
    Ambon - Maluku, 97124
  • 0911 352389 - 352367
  • (fax) 0911-352389

Copyright © 2016 Thinkweb. All Rights Reserved