(Pemotongan tumpeng oleh Gubernur dan di berikan kepada Kadis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan)

Gubernur Maluku Said Assagaff,  menandaskan pendidikan sekarang ini menjadi ujung tombak untuk peningkatan prestasi guru dan siswa di Maluku. Demikian hal ini disampaikan Gubernur, pada Upacara Hari Guru Nasional (HGN)  ldan HUT PGRI Ke-72 tahun 2017, yang berlangsung di Lapangan Merdeka Ambon,  Selasa (28/11).

  


Gubernur mengatakan,  Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Maluku memberikan apresiasi penuh kepada guru yang telah bekerja keras, mendidik anak - anak bangsa di Maluku. Hal itu terlihat, karena dari bulan Januari - November 2017 ini banyak siswa Maluku yang boleh meraih prestasi ditingkat Nasional maupun Internasional baik itu pada bidang akademik maupun non akademik.


Gubernur menegaskan,  kedepan tantangan semakin besar, maka guru mesti terus tingkatkan mutu pendidikan karena sekali lagi pendidikan menjadi ujung tombak. Olehnya itu,  mari berkarya hingga menjadi teladan.
Dengan demikian, Gubernur berharap, guru harus semakin dewasa dan cerdas, sehingga bisa menciptakan generasi emas Maluku, maka untuk itulah mulai dari saat ini guru mesti menata segala kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan. Dan mesti saya katakan,  guru harus tampil beda dengan menggunakan pakaian seragam batik kusuma pada setiap tanggal 25 bulan berjalan, supaya masyarakat mengenal lebih dekat jati diri guru karena telah mengenakan pakaian seragam tersebut.


Pada kesempatan ini juga Gubernur menyinggung soal sertifikasi bagi guru di Maluku, guru berhak untuk menerimanya namun itu tidak mudah mendapatkannya,  karena ada ketentuan - ketentuan yang harus dilengkapi oleh guru yakni guru harus mengajar satu minggu selama 24 jam. "Kalau itu telah dilengkapi, maka saya kira guru berhak mendapat sertifikasi, tidak boleh ada yang menghalang - halangi, "tandas Gubernur.
Sementara itu,  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio,  mengatakan sangat bersyukur atas kerjasama para guru dan Pengurus PGRI baik itu Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

Untuk itu,  saya berharap dengan momentum usia guru ke-72 tahun ini guru semakin berkualitas untuk menjalankan tugas sebagai guru yang profesional. ()

(Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) Ke-72 tahun 2017)

Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) Ke-72 tahun 2017 yang jatuh tepat pada (25/11), dan oleh Pengurus PGRI serta Panitia HGN yang melaksanakan jalan santai, dihadiri Gubernur Maluku Said Assagaff,  Sekda Maluku Hamin Bin Thahir, bersama SKPD Lingkup Pemprov Maluku dan Pemkot Ambon, serta  ribuan guru dan siswa yang berasal dari Kota Ambon, Kecamatan Salahutu, Leihitu,  dan Leihitu Barat.

Gubernur dalam sambutannya, memberikan perhatian penuh kepada bidang pendidikan, untuk itu pendidikan di Maluku harus bangkit, ilmu itu tidak akan pernah habis.


Olehnya itu, di HUT Ke-72 ini saya mintakan guru dan siswa mesti bersama - sama menuntut ilmu. Dan para guru harus menjadi teladan serta disiplin, hingga bisa mencerdaskan anak bangsa di Maluku.
Lebih dari itu mesti profesional, sebab guru itu pekerjaan yang mulia dan guru harus berjuang, agar menghasilkan siswa - siswa yang berkualitas.
"Saya tidak pungkiri ditahun ini berbagai lomba yang diikuti oleh Maluku dan telah banyak mengharumkan nama Maluku baik itu siswa normal maupun berkebutuhan khusus, ini semua berkat polesan para guru,"tuturnya.

(Pengurus PGRI serta Panitia HGN yang melaksanakan jalan santai, dihadiri Gubernur Maluku Said Assagaff,  Sekda Maluku Hamin Bin Thahir, bersama SKPD Lingkup Pemprov Maluku dan Pemkot Ambon, serta  ribuan guru dan siswa yang berasal dari Kota Ambon, Kecamatan Salahutu, Leihitu,  dan Leihitu Barat.)


Dengan demikian,  Gubernur mintakan seluruh guru di Maluku dari kota sampai pelosok, harus bangkit gelorakan semangat Kihajar Dewantara.
Sembari berujar. di pelosok masih butuh hadirnya guru seperti yang terjadi di Kabupaten Aru, kiranya para guru punya keinginan terutama anak daerah untuk bisa ciptakan siswa yang baik disana.

(Pengurus PGRI serta Panitia HGN yang melaksanakan jalan santai, dihadiri Gubernur Maluku Said Assagaff,  Sekda Maluku Hamin Bin Thahir, bersama SKPD Lingkup Pemprov Maluku dan Pemkot Ambon, serta  ribuan guru dan siswa yang berasal dari Kota Ambon, Kecamatan Salahutu, Leihitu,  dan Leihitu Barat.)


Sebelum meninggalkan Lapangan Merdeka Ambon, Gubernur dan rombongan menyempatkan diri untuk mengikuti lomba Marching Band yang diikuti oleh siswa Maluku yakni SMAN Siwalima Ambon,  SUPM Waiheru Ambon, SMAN 1 Ambon,  SMAN 2 Ambon, SMA Xaverius Ambon,  MAN 1 Ambon,  MTSN Batu Merah, SMAN 1 Leihitu Barat,  MAN 1 Leihitu, SMA Mediatrix Ambon, SMAN 1 Leihitu, dan MTSN 1 Malteng. Gubernur sangat terharu hingga akan memberikan hadiah bagi juara pertama berupa perlengkapan Marching Band. Sedangkan juara dua Sekda akan berikan pakaian lengkap  dan Kadis juga akan berikan hadiah bagi juara tiga.

Peserta Marching Band 


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio, mengatakan dari HUT PGRI dan HGN tahun ini kami PGRI yang adalah satu satunya organisasi profesi yang punya andil besar dalam mewujudkan manusia bermartabat. Dimana dari gurulah maka kita bisa peroleh ilmu. Untuk itu semua masalah guru jadi perhatian kami, namun kita tidak langsung minta dan dikabulkan semua ada mekanismenya.
Dirinya sangat terpaku melihat begitu gesitnya siswa di Maluku memainkan Marching Band hingga kedepan harus menjadi perhatian para guru. ()

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Maluku M. Saleh Thio

Dari 34 Provinsi di Indonesia, Gubernur Maluku Said Assagaff mewakili Provinsi Maluku, terima Anugerah Penghargaan Kihajar Dewantara 2017 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Dan begitu banyak agenda yang tidak bisa ditinggalkan, maka Gubernur mengutus Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Maluku M. Saleh Thio ke Ibu Kota Negara untuk menerima penghargaan tersebut. Terkait hal ini,  kepada pers diruang kerjanya,  Selasa (21/11), Kadisdikbud Provinsi Maluku M. Saleh Thio,  mengatakan sebelum penghargaan itu diterima tanpa diketahui oleh Pemerintah Provinsi Maluku bahkan Dikbud Provinsi Maluku, Kemendikbud menurunkan tim untuk melihat secara langsung keberadaan Pemerintah Provinsi Maluku dalam menangani masalah pendidikan, yang salah satunya adalah menyangkut Tekonologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Lanjutnya, hasil yang didapatkan Maluku telah melakukan proses itu dengan baik walaupun rentang kendali berbasis kepulauan. Bahkan penyebarannya sangat baik sudah terasa di sekolah - sekolah. Selain itu juga keberpihakan pemerintah kepada tenaga operator dan ada lagi luncuran program Anak Beta Cerdas Digital (ABCD) yang digagas oleh SMA Kristen YPKPM Ambon ini kiranya dapat dijalankan pada semua sekolah di Maluku. Inilah yang membuat Gubernur Maluku bersama lima Gubernur lainnya di Indonesia masing - masing Gubernur Jawa Tengah,  Gubernur Jawa Barat, Gubernur Jawa Timur,  Gubernur Sulawesi Utara,  dan Gubernur Kalimantan Selatan.

Dimana penghargaan itu ada kategorinya, Gubernur Maluku mendapat kategori Anugerah Kihajar Khusus. Sebagai kepala dinas, saya merasa bahagia karena mendapat kesempatan dari Gubernur untuk menerima penghargaan tersebut. Dan juga pada kesempatan yang sama, saya turut memberikan pemaparan menyangkut kondisi pendidikan di Maluku. Dengan demikian,  menyangkut TIK kedepan Gubernur berharap ada hubungan yang akrab antara Gubernur dengan dunia pendidikan yang dilakukan secara Digital. "Ini akan kami respon hingga bisa terealisasi agar dunia pendidikan di Maluku dari tahun ke tahun semakin berkualitas,"tandasnya.  ()

Dikbud Gelar UTN Bagi Para Guru

Uji Kompetensi Guru (UKG) kini diubah nama menjadi Ujian Tulis Nasional (UTN) tahun 2017 terkait kebijakan Pemerintah Pusat maka Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku, diberikan tanggungjawab untuk menyelenggarakan UTN yang dimulai dari guru jenjang SD sampai SMA Sederajat.

Penanggungjawab melalui Dikbud Bidang Ketenagaan dan peserta yang diambil melalui data Dapodik dan rekrutmen peserta berdasarkan kajian dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bukan ketentuan dari Dikbud, dimana Dikbud hanya sebagai perpanjangan tangan untuk terlaksananya UTN. Hingga untuk tahun 2017 sudah dua kali dilaksanakan kegiatan UTN. 

          

Jumlah peserta yang pertama diikuti 557 guru dari 11 Kabupaten/Kota, dan yang lolos hanya 44 guru, dimana pelaksanaannya pada bulan Maret lalu.
Dan sekarang ini kembali lagi dilakukan UTN tahap dua pada bulan November ini dengan jumlah peserta sebanyak 531 guru, berdasarkan jumlah yang tidak lulus pada tahap pertama.

Lebih lanjut penanggungjawab pelaksana dari Dikbud Bidang Ketenagaan Fahri Leka, menambahkan kedepan ini sangat diharapkan ada perhatian para guru untuk mengikuti UTN, sebab ini merupakan pintu masuk untuk mendapatkan sertifikasi. ()

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Maluku M. Saleh Thio,

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku, kemarin, menggelar komba kompetensi siswa (LKS) jenjang SMK dengan 26 mata lomba dan diikuti oleh 11 kabupaten/kota. Kepala Dinas M. Saleh Thio, mengatakan lomba ini berlangsung tiap tahun dan Maluku pun turut punya nama ditingkat Nasional bahkan Internasional.

Untuk itu, sangat diharapkan siswa Maluku yang ikut LKS miliki karakter baik. Selain itu semangat yang tinggi karena memiliki mental juara, hingga siswa harus beretika dan tidak boleh anggap remeh, harus memacu diri sehingga bisa bersaing dengan daerah lain. Sebab prestasi yang didapatkan itu akan membanggakan kita semua. 

"Saya berharap siswa SMK punya sportifitas yang tinggi, agar dapat mewakili Maluku di tingkat Nasional, dan saya juga mintakan kepada dewan juri berikan penilaian seobjektif mungkin, supaya terlihat siswa Maluku yang terbaik dimana menjadi produk unggulan,"ungkapnya. Lebih lanjut dikatakan,  wasit harus patuh aturan dan tingkatkan profesionalisme demi kemajuan Maluku kedepan. Sementara itu, Kabid Pembinaan SMK Gatot Sihabuddin,  menambahkan sesuai dengan lomba yang diturunkan dari Pusat ada kurang lebih 50, namun yang diikuti oleh Maluku hanya 26 mata lomba.

Kami berharap siswa dapat bertanding sebaik mungkin agar bisa mewakili Maluku pada ajang tingkat Nasional. "Kalau tahun lalu ada yang meraih juara pertama, hal itu juga harus terukir dari peserta yang ikut sekarang ini. Kiranya apa yang menjadi dambaan kepala dinas dapat terwujud, dimana harus ada utusan Maluku yang mengibarkan panji siwalima berkumandang,"tuturnya. ()

Kepala Seksi Kurikulum Netty bersama Pengawas Provinsi maupun Kabupaten Malteng

Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan yang berkualitas di Maluku, maka Dikbud Provinsi Maluku melalui Bidang SMA dalam hal ini Seksi Kurikulum, melakukan kunjungan ke sekolah - sekolah tepatnya pada Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Malteng yakni SMA 1, SMA 2, SMA 4, dan SMA 5.

Kepala Seksi Kurikulum Netty Badriah, kepada koran ini,  kemarin,  mengatakan kegiatan ini dilakukan atas kerjasama dengan Pengawas Provinsi maupun Kabupaten Malteng. Tujuannya untuk melihat proses pembelajaran pada sekolah - sekolah tersebut, kemudian melakukan tatap muka dengan para guru dan mengadakan sosialisasi menyangkut Kurikulum 2013 (K - 13).

dok.2 Kepala Seksi Kurikulum Netty bersama Pengawas Provinsi maupun Kabupaten Malteng

Lanjutnya, pada pertemuan itu ditemukan masih ada para guru yang melakukan proses pembelajaran tidak sesuai ketentuan, hingga telah diberikan pembinaan agar guru bisa mengerti. Selain itu juga masih banyak terdapat guru honor pada desa Allang dan Wakasihu.

Semuanya itu kami akan berkoordinasi dengan pimpinan, agar persoalan yang terjadi di Kecamatan Leihitu Barat, dapat tertangani dengan baik antara lain kita bisa mengembangankan profesionalisme guru melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP). "Sekali lagi, semua ini kita lakukan untuk melihat serta mengukur kemampuan siswa maupun siswa dalam proses pembelajarannya mulai dari kelas,"tandasnya. ()

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Muhammad Saleh Thio, didampinggi Pengurus PGRI Maluku

melakukan pertemuan bersama Gubernur Maluku Said Assagaff

Menjelang Peringatan Hari  Guru Nasional (HGN) dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ke-72 tahun 2017 di bulan Nopember mendatang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku akan menggelar berbagai lomba, yakni Hipme PGRI, Karya Tulis Ilmiah, Marshing Band dan Senam PGRI.

"Untuk lomba Marshing Band di peruntukkan kepada siswa, sedangkan lomba lainnya diperuntukkan kepada guru. Dimana untuk tempat pelaksanaan lomba akan berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku dan SMA Negeri 1 Ambon,"ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Muhammad Saleh Thio, didampinggi Pengurus PGRI Maluku, kepada wartawan usai melakukan pertemuan bersama Gubernur Maluku Said Assagaff, kemarin.
Dikatakan, berbagai lomba dimaksud akan mulai berlangsung pada 17 Nopember, yang akan dicanangkan langsung oleh Gubernur, di Lapangan Merdeka Ambon. Begitu juga pada acara puncak Peringatan HGN dan HUT PGRI, yang akan dipimpin langsung oleh Gubernur selaku Inspektur Upacara (Irup).

"Dari hasil pertemuan bersama kami, Gubernur bersedia untuk mengikuti kedua kegiatan dimaksud,"tuturnya.
Menurutnya, kedua kegiatan tersebut di bawah sorotan tema "Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru Dalam Meningkatkan Disiplin dan Etos Kerja untuk Penguatan Pendidikan Karakter". Yang diharapkan, mutu pendidikan tetap menjadi komitmen bagi seluruh insan pendidikan di Maluku.

Untuk itu, kata Thio,  perlu ada terobosan dari PGRI, melalui upaya maupun program dalam mewujudkan Maluku cerdas. Ditanya mengenai pemerataan guru, kata orang nomor satu di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, pihaknya sementara ini lagi mengkaji terkait hal tersebut.
"Sementara ini kita lagi kaji, tempat mana yang kebanyakan guru maupun  kekurangan guru. Setelah itu baru kita lakukan penataan lebih lanjut,"tandasnya.  ()

Penanggungjawab Dana Bos Provinsi Henny Saimima, kepada koran ini diruang kerjanya, Kamis (2/11), mengatakan penyaluran dana Bos jenjang SD dan SMP untuk Triwulan III telah tersalur ke 11 kabupaten/kota.

Dikatakan,  penyaluran Bos ini langsung ditransfer ke rekening kepala sekolah dengan jumlah yang diberikan masih sama yakni untuk siswa jenjang SD bantuan yang diberikan sebesar Rp. 800 ribu persiswa pertahun. Sedangkan siswa SMP sebesar Rp. 1 juta persiswa pertahun. Lanjutnya, untuk tahun 2017 ini dilakukan penyaluran dana Bos sebanyak empat kali, karena itu masih tinggal satu tahap lagi yang akan disalurkan pada bulan Desember yakni triwulan IV.

Dirinya berharap, melalui penyaluran dana Bos ini juga harus ada perhatian penuh dari sekolah - sekolah guna mempertanggungjawabkan bantuan dari Pemerintah Pusat (Pempus) ini karena dengan pertanggungjawaban tersebut membuat Maluku bisa kembali mendapatkan penyaluran dana Bos dari Pusat.

"Sekarang ini untuk bantuan dana Bos tidak hanya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang mempunyai tanggungjawab, tetapi sudah ada lagi Kementerian Keuangan,  sehingga pertanggungjawaban itu sangat penting. Hingga Dikbud bisa melakukan pertanggungjawaban,"tuturnya. ()

KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU

  • KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU
    Jenderal  Ahmad Yani  Kelurahan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau
    Ambon - Maluku, 97124
  • 0911 352389 - 352367
  • (fax) 0911-352389

Copyright © 2016 Thinkweb. All Rights Reserved