(Keluarga Besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku)

Keluarga Besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku,  Sabtu (16/12),  menggelar Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw 1439 H, di  Rumah Dinas Kadis yang berlokasi di Jl. Dr. Latumeten Ambon.

  

(Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw 1439 H, di  Rumah Dinas Kadis Pendidikan dan Kebudayaan)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio,  mengatakan sangat bersyukur karena tahun ini bertepatan dengan Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw bersama keluarga dirinya baru bisa menikmati rumah dinas, hal itu semua karena kemurahan Allah Swt.

(Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio)

Hingga selaku pimpinan,  saya mengajak seluruh keluarga Dikbud untuk terus menyerahkan diri dan menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah Swt, dalam tugas dan tanggungjawab selaku bagian yang tidak terpisahkan dalam dunia pendidikan.
Sementara itu, Tauziah yang disampaikan Ustadz Haji Fahrur Rozi Hasanussi,  mengatakan momentum Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw sekaligus masuk rumah dinas ini merupakan suatu keberkahan hingga dijadikan hari Spesial.

Dan inti dari perayaan ini adalah pahami kembali sejarah hidup manusia agung yaitu Nabi Muhammad Saw. Dimana yang bersangkutan adalah makhluk mulia dan oleh Dialah kita memperoleh berkat. "Jadi siapa pun dia mesti menganggungkan kebesaran Allah Saw, dengan mencontohkan Allah Swt tidak pernah meminta apapun dari kita malahan dia yang memberikan nafas hidup dan berkat seperti hari ini yang dinikmati oleh Dikbud, "tuturnya.

(Suasana Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw 1439 H)


Dalam Perayaan Maulid ini juga terlihat Majelis Taklim Nur Amaliah sangat bersuka cita, bersama dengan seluruh warga Dikbud di rumah dinas kadis. Mereka berharap kebersamaan ini terus menjadi kekuatan untuk menyatukan semua perbedaan yang ada pada Dinas ini.  ()

                   

(Perayaan Maulid Nabi Muhammad Saw 1439 H, di  Rumah Dinas Kadis Pendidikan dan Kebudayaan)

(Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku, kemarin, menggelar pelatihan mata pelajaran uji kompetensi keahlian bagi guru produktif jenjang SMK.


Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio, mengatakan pelatihan ini memiliki nilai strategis untuk memberikan pengetahuan lebih bagi para guru produktif di jenjang SMK. Karena itu, kegiatan ini sangat tepat untuk membekali para guru produktif SMK dengan pengetahuan uji kompetensi.

"Jadi saya minta, para guru produktif jenjang SMK dari 10 Kabupaten/Kota kecuali Kota Ambon, agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik, sehingga saat kembali kesekolahnya masing - masing bisa memberikan yang terbaik bagi sekolahnya, lebih lagi bagi anak didik,"tuturnya.

   

(Suasana pelatihan mata pelajaran uji kompetensi keahlian bagi guru produktif jenjang SMK.)


Sembari mengakui, sampai hari ini SMK masih terhambat dengan fasilitas, untuk itu kedepan Dikbud akan terus berupaya melihat serta membenahi semua kekurangan yang ada pada sekolah kejuruan, sehingga kedepan SMK bisa berubah penampilannya.


Sementara itu, Panitia Pelaksana Fentje Mandaku, menambahkan tujuan dari kegiatan itu adalah untuk memperluas pemahaman guru produktif menyangkut keahlian sesuai bidang yang mereka miliki hingga dapat tingkatkan ketrampilan mereka serta yang paling penting bisa terapkan semua ilmu kepada para anak didik. ()

Gubernur Maluku Said Assagaff,  merasa bangga menerima siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 4 PDK Jepon Nanlohy, diruang kerjanya,  Rabu (22/11), yang mengikuti lomba Kihajar Dewantara tingkat Nasional 2017 yang berhasil meraih Juara Favorit jenjang SD,  SMP,  dan SMA. Gubernur mengatakan ini merupakan suatu penghargaan besar dibidang pendidikan, karena ada dua kategori yang diperoleh yakni menerima Penghargaan Anugerah Kihajar Dewantara Khusus, yang diberikan kepada dirinya selaku Gubernur dan juga siswa Maluku yang berjuang melawan 34 Provinsi di Indonesia, hingga keluar sebagai juara favorit.

(Gubernur Berasama Kadis dan Staff Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Juara Favorit Lomba Kihajar Dewantara Tingkat Nasional siswa Sekolah Dasar (SD) Negeri 4 PDK Jepon Nanlohy)

Gubernur mengakui,  masih banyak lagi anak Maluku yang mempunyai kemampuan seperti Jepon. Untuk itu, sebagai Gubernur,  saya mendorong Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio, agar dapat memperhatikan semua proses pendidikan di Maluku, dan anak - anak yang mempunyai kemampuan haruslah disekolahkan pada SMA Negeri Siwalima.
Gubernur menuturkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku telah berbuat banyak sampai dengan akhir tahun ini,  karena banyak prestasi tingkat Nasional yang diraih oleh Pemerintah Provinsi Maluku baik itu dibidang Pengetahuan maupun Olahraga.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio,  saat menyerahkan Penghargaan Anugerah Kihajar Dewantara Khusus kepada Gubernur,  dirinya bersyukur dari 34 Provinsi di Indonesia, Gubernur Maluku masuk pada rangking lima. "Ini semua dikarenakan keberpihakan Gubernur terhadap TIK baik untuk anggaran maupun komputer,"ujarnya.
Lanjut Thio,  sampai dengan Gubernur menerima penghargaan ini ada empat juri yang terdiri dari Dewan TIK, Pakar Nasional,  Direktur Tekom, dan Kemendikbud,  dengan penilaiannya yakni pertama rencana strategi pembangunan daerah Provinsi Maluku 2014 - 2019 terkait pengembangan pendidikan berbasis TIK.

(Penyerahan Penghargaan Anugerah Kihajar Dewantara Khusus kepada Gubernur oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio)

Kedua, regulasi kebijakan Pemda berupa Perda,  Pergub, SK Gubernur yang memihak kepada pengembangan pendidikan berbasis TIK. Ketiga,  pemberian bantuan sarana dan prasarana pendukung pengembangan pendidikan berbasis TIK. Keempat,  peningkatan kompetensi TIK pendidik dan tenaga kependidikan lewat SKPD teknis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku dan UPTD Balai Teknologi dan Komunikasi Pendidikan Provinsi Maluku. Thio menambahkan,  untuk tahun 2016 lalu ada 223 warga masyarakat Maluku telah mengikuti pelatihan TIK dan di tahun 2017 ini terjadi peningkatan sebanyak 538. ()

          

(Pemotongan tumpeng oleh Gubernur dan di berikan kepada Kadis Dinas Pendidikan dan Kebudayaan)

Gubernur Maluku Said Assagaff,  menandaskan pendidikan sekarang ini menjadi ujung tombak untuk peningkatan prestasi guru dan siswa di Maluku. Demikian hal ini disampaikan Gubernur, pada Upacara Hari Guru Nasional (HGN)  ldan HUT PGRI Ke-72 tahun 2017, yang berlangsung di Lapangan Merdeka Ambon,  Selasa (28/11).

  


Gubernur mengatakan,  Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Maluku memberikan apresiasi penuh kepada guru yang telah bekerja keras, mendidik anak - anak bangsa di Maluku. Hal itu terlihat, karena dari bulan Januari - November 2017 ini banyak siswa Maluku yang boleh meraih prestasi ditingkat Nasional maupun Internasional baik itu pada bidang akademik maupun non akademik.


Gubernur menegaskan,  kedepan tantangan semakin besar, maka guru mesti terus tingkatkan mutu pendidikan karena sekali lagi pendidikan menjadi ujung tombak. Olehnya itu,  mari berkarya hingga menjadi teladan.
Dengan demikian, Gubernur berharap, guru harus semakin dewasa dan cerdas, sehingga bisa menciptakan generasi emas Maluku, maka untuk itulah mulai dari saat ini guru mesti menata segala kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan. Dan mesti saya katakan,  guru harus tampil beda dengan menggunakan pakaian seragam batik kusuma pada setiap tanggal 25 bulan berjalan, supaya masyarakat mengenal lebih dekat jati diri guru karena telah mengenakan pakaian seragam tersebut.


Pada kesempatan ini juga Gubernur menyinggung soal sertifikasi bagi guru di Maluku, guru berhak untuk menerimanya namun itu tidak mudah mendapatkannya,  karena ada ketentuan - ketentuan yang harus dilengkapi oleh guru yakni guru harus mengajar satu minggu selama 24 jam. "Kalau itu telah dilengkapi, maka saya kira guru berhak mendapat sertifikasi, tidak boleh ada yang menghalang - halangi, "tandas Gubernur.
Sementara itu,  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio,  mengatakan sangat bersyukur atas kerjasama para guru dan Pengurus PGRI baik itu Provinsi maupun Kabupaten/Kota.

Untuk itu,  saya berharap dengan momentum usia guru ke-72 tahun ini guru semakin berkualitas untuk menjalankan tugas sebagai guru yang profesional. ()

(Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) Ke-72 tahun 2017)

Hari Ulang Tahun (HUT) PGRI dan Hari Guru Nasional (HGN) Ke-72 tahun 2017 yang jatuh tepat pada (25/11), dan oleh Pengurus PGRI serta Panitia HGN yang melaksanakan jalan santai, dihadiri Gubernur Maluku Said Assagaff,  Sekda Maluku Hamin Bin Thahir, bersama SKPD Lingkup Pemprov Maluku dan Pemkot Ambon, serta  ribuan guru dan siswa yang berasal dari Kota Ambon, Kecamatan Salahutu, Leihitu,  dan Leihitu Barat.

Gubernur dalam sambutannya, memberikan perhatian penuh kepada bidang pendidikan, untuk itu pendidikan di Maluku harus bangkit, ilmu itu tidak akan pernah habis.


Olehnya itu, di HUT Ke-72 ini saya mintakan guru dan siswa mesti bersama - sama menuntut ilmu. Dan para guru harus menjadi teladan serta disiplin, hingga bisa mencerdaskan anak bangsa di Maluku.
Lebih dari itu mesti profesional, sebab guru itu pekerjaan yang mulia dan guru harus berjuang, agar menghasilkan siswa - siswa yang berkualitas.
"Saya tidak pungkiri ditahun ini berbagai lomba yang diikuti oleh Maluku dan telah banyak mengharumkan nama Maluku baik itu siswa normal maupun berkebutuhan khusus, ini semua berkat polesan para guru,"tuturnya.

(Pengurus PGRI serta Panitia HGN yang melaksanakan jalan santai, dihadiri Gubernur Maluku Said Assagaff,  Sekda Maluku Hamin Bin Thahir, bersama SKPD Lingkup Pemprov Maluku dan Pemkot Ambon, serta  ribuan guru dan siswa yang berasal dari Kota Ambon, Kecamatan Salahutu, Leihitu,  dan Leihitu Barat.)


Dengan demikian,  Gubernur mintakan seluruh guru di Maluku dari kota sampai pelosok, harus bangkit gelorakan semangat Kihajar Dewantara.
Sembari berujar. di pelosok masih butuh hadirnya guru seperti yang terjadi di Kabupaten Aru, kiranya para guru punya keinginan terutama anak daerah untuk bisa ciptakan siswa yang baik disana.

(Pengurus PGRI serta Panitia HGN yang melaksanakan jalan santai, dihadiri Gubernur Maluku Said Assagaff,  Sekda Maluku Hamin Bin Thahir, bersama SKPD Lingkup Pemprov Maluku dan Pemkot Ambon, serta  ribuan guru dan siswa yang berasal dari Kota Ambon, Kecamatan Salahutu, Leihitu,  dan Leihitu Barat.)


Sebelum meninggalkan Lapangan Merdeka Ambon, Gubernur dan rombongan menyempatkan diri untuk mengikuti lomba Marching Band yang diikuti oleh siswa Maluku yakni SMAN Siwalima Ambon,  SUPM Waiheru Ambon, SMAN 1 Ambon,  SMAN 2 Ambon, SMA Xaverius Ambon,  MAN 1 Ambon,  MTSN Batu Merah, SMAN 1 Leihitu Barat,  MAN 1 Leihitu, SMA Mediatrix Ambon, SMAN 1 Leihitu, dan MTSN 1 Malteng. Gubernur sangat terharu hingga akan memberikan hadiah bagi juara pertama berupa perlengkapan Marching Band. Sedangkan juara dua Sekda akan berikan pakaian lengkap  dan Kadis juga akan berikan hadiah bagi juara tiga.

Peserta Marching Band 


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio, mengatakan dari HUT PGRI dan HGN tahun ini kami PGRI yang adalah satu satunya organisasi profesi yang punya andil besar dalam mewujudkan manusia bermartabat. Dimana dari gurulah maka kita bisa peroleh ilmu. Untuk itu semua masalah guru jadi perhatian kami, namun kita tidak langsung minta dan dikabulkan semua ada mekanismenya.
Dirinya sangat terpaku melihat begitu gesitnya siswa di Maluku memainkan Marching Band hingga kedepan harus menjadi perhatian para guru. ()

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Maluku M. Saleh Thio

Dari 34 Provinsi di Indonesia, Gubernur Maluku Said Assagaff mewakili Provinsi Maluku, terima Anugerah Penghargaan Kihajar Dewantara 2017 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Dan begitu banyak agenda yang tidak bisa ditinggalkan, maka Gubernur mengutus Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Maluku M. Saleh Thio ke Ibu Kota Negara untuk menerima penghargaan tersebut. Terkait hal ini,  kepada pers diruang kerjanya,  Selasa (21/11), Kadisdikbud Provinsi Maluku M. Saleh Thio,  mengatakan sebelum penghargaan itu diterima tanpa diketahui oleh Pemerintah Provinsi Maluku bahkan Dikbud Provinsi Maluku, Kemendikbud menurunkan tim untuk melihat secara langsung keberadaan Pemerintah Provinsi Maluku dalam menangani masalah pendidikan, yang salah satunya adalah menyangkut Tekonologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Lanjutnya, hasil yang didapatkan Maluku telah melakukan proses itu dengan baik walaupun rentang kendali berbasis kepulauan. Bahkan penyebarannya sangat baik sudah terasa di sekolah - sekolah. Selain itu juga keberpihakan pemerintah kepada tenaga operator dan ada lagi luncuran program Anak Beta Cerdas Digital (ABCD) yang digagas oleh SMA Kristen YPKPM Ambon ini kiranya dapat dijalankan pada semua sekolah di Maluku. Inilah yang membuat Gubernur Maluku bersama lima Gubernur lainnya di Indonesia masing - masing Gubernur Jawa Tengah,  Gubernur Jawa Barat, Gubernur Jawa Timur,  Gubernur Sulawesi Utara,  dan Gubernur Kalimantan Selatan.

Dimana penghargaan itu ada kategorinya, Gubernur Maluku mendapat kategori Anugerah Kihajar Khusus. Sebagai kepala dinas, saya merasa bahagia karena mendapat kesempatan dari Gubernur untuk menerima penghargaan tersebut. Dan juga pada kesempatan yang sama, saya turut memberikan pemaparan menyangkut kondisi pendidikan di Maluku. Dengan demikian,  menyangkut TIK kedepan Gubernur berharap ada hubungan yang akrab antara Gubernur dengan dunia pendidikan yang dilakukan secara Digital. "Ini akan kami respon hingga bisa terealisasi agar dunia pendidikan di Maluku dari tahun ke tahun semakin berkualitas,"tandasnya.  ()

Dikbud Gelar UTN Bagi Para Guru

Uji Kompetensi Guru (UKG) kini diubah nama menjadi Ujian Tulis Nasional (UTN) tahun 2017 terkait kebijakan Pemerintah Pusat maka Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku, diberikan tanggungjawab untuk menyelenggarakan UTN yang dimulai dari guru jenjang SD sampai SMA Sederajat.

Penanggungjawab melalui Dikbud Bidang Ketenagaan dan peserta yang diambil melalui data Dapodik dan rekrutmen peserta berdasarkan kajian dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bukan ketentuan dari Dikbud, dimana Dikbud hanya sebagai perpanjangan tangan untuk terlaksananya UTN. Hingga untuk tahun 2017 sudah dua kali dilaksanakan kegiatan UTN. 

          

Jumlah peserta yang pertama diikuti 557 guru dari 11 Kabupaten/Kota, dan yang lolos hanya 44 guru, dimana pelaksanaannya pada bulan Maret lalu.
Dan sekarang ini kembali lagi dilakukan UTN tahap dua pada bulan November ini dengan jumlah peserta sebanyak 531 guru, berdasarkan jumlah yang tidak lulus pada tahap pertama.

Lebih lanjut penanggungjawab pelaksana dari Dikbud Bidang Ketenagaan Fahri Leka, menambahkan kedepan ini sangat diharapkan ada perhatian para guru untuk mengikuti UTN, sebab ini merupakan pintu masuk untuk mendapatkan sertifikasi. ()

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Maluku M. Saleh Thio,

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku, kemarin, menggelar komba kompetensi siswa (LKS) jenjang SMK dengan 26 mata lomba dan diikuti oleh 11 kabupaten/kota. Kepala Dinas M. Saleh Thio, mengatakan lomba ini berlangsung tiap tahun dan Maluku pun turut punya nama ditingkat Nasional bahkan Internasional.

Untuk itu, sangat diharapkan siswa Maluku yang ikut LKS miliki karakter baik. Selain itu semangat yang tinggi karena memiliki mental juara, hingga siswa harus beretika dan tidak boleh anggap remeh, harus memacu diri sehingga bisa bersaing dengan daerah lain. Sebab prestasi yang didapatkan itu akan membanggakan kita semua. 

"Saya berharap siswa SMK punya sportifitas yang tinggi, agar dapat mewakili Maluku di tingkat Nasional, dan saya juga mintakan kepada dewan juri berikan penilaian seobjektif mungkin, supaya terlihat siswa Maluku yang terbaik dimana menjadi produk unggulan,"ungkapnya. Lebih lanjut dikatakan,  wasit harus patuh aturan dan tingkatkan profesionalisme demi kemajuan Maluku kedepan. Sementara itu, Kabid Pembinaan SMK Gatot Sihabuddin,  menambahkan sesuai dengan lomba yang diturunkan dari Pusat ada kurang lebih 50, namun yang diikuti oleh Maluku hanya 26 mata lomba.

Kami berharap siswa dapat bertanding sebaik mungkin agar bisa mewakili Maluku pada ajang tingkat Nasional. "Kalau tahun lalu ada yang meraih juara pertama, hal itu juga harus terukir dari peserta yang ikut sekarang ini. Kiranya apa yang menjadi dambaan kepala dinas dapat terwujud, dimana harus ada utusan Maluku yang mengibarkan panji siwalima berkumandang,"tuturnya. ()

KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU

  • KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU
    Jenderal  Ahmad Yani  Kelurahan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau
    Ambon - Maluku, 97124
  • 0911 352389 - 352367
  • (fax) 0911-352389

Copyright © 2016 Thinkweb. All Rights Reserved