(Sosialisasi Ujian Nasional (UN)sekolah untuk SMA/SMK Sederajat Se-Maluku)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku, kemarin,  melakukan sosialisasi Ujian Nasional (UN) tingkat Provinsi Maluku tahun pelajaran 2017 - 2018 dengan menghadirkan seluruh kepala sekolah SMA/SMK Sederajat Se-Maluku dan Sekretaris Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Kemendikbud RI Dr. Kiki Yuliati.

(Sekretaris Dikbud Provinsi Maluku Mimi Hudjajani dan Sekretaris Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Kemendikbud RI Dr. Kiki Yuliati)

Sekretaris Dikbud Provinsi Maluku Mimi Hudjajani, mengatakan tujuan pelaksanaan sosialisasi UN ini dalam rangka untuk memperkuat pemahaman terkait dengan kebijakan pemerintah terhadap pelaksanaan ujian sekolah berstandar Nasional (USBN) dan memperkuat pemahamanan sumber daya manusia yang akan melakukan sosialisasi UN di 11 Kabupaten/Kota.

Menurutnya, UN ini merupakan kegiatan pengujian kompetensi mata pelajaran yang diajarkan para guru kepada peserta didik. Karena itu, atas pelaksanaan sosialiasi UN ini maka perlu ada suatu standar strategis pelaksanaannya. Dengan demikian, terselenggaranya sosialisasi UN ini atas kerjasama dari semua elemen pendidikan dan yang menjadi catatan penting adalah keterlibatan panitia ujian, pengawas maupun pemerhati pendidikan, yang bekerja secara profesional, akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan. "Saya berharap, agar para guru bisa menyiapkan siswanya hingga nilai yang diperoleh dalam pelaksanaan UN nantinya juga memuaskan, dan lebih penting dapat memenuhi standar nilai 5,5 itu yang menjadi keberhasilan kita,"harapnya.

(Sekretaris Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Kemendikbud RI Dr. Kiki Yuliati)

Sementara itu, Ketua Panitia UN Provinsi Maluku Fentje Mandaku, menuturkan setelah dilakukan sosialisasi UN ditingkat Provinsi, kemudian akan dilakukan sosialisasi ditingkat Kabupaten/Kota oleh Panitia UN Provinsi untuk SMA/SMK dan juga akan dilakukan oleh Dinas Kabupaten/Kota untuk SD/MI dan SMP/MTs.

Senada dengan itu, Sekretaris BSNP Kemendikbud RI Dr. Kiki Yuliati, mengharapkan agar pelaksananaan UN di Provinsi Maluku dapat berjalan aman, lancar, dan sukses. Karena tahun ini proses pemindaian lembaran jawaban ujian Nasional (LJUN) untuk SMA/SMK Sederajat penanggungjawabnya ada pada LPMP Provinsi Maluku bukan lagi Perguruan Tinggi. Sebaliknya untuk SD/SMP Sederajat penanggungjawabnya ada pada Dikbud Provinsi Maluku. ()

(Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio)

Sebanyak 31.774 siswa jenjang SMA/SMK Sederajat siap mengikuti Ujian Nasional (UN)  tahun pelajaran 2017 - 2018, yang akan berlangsung pada 7 April mendatang. Demikian hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio,  kepada pers dikantornya,  kemarin.


Lanjutnya,  sesuai monitoring yang dilakukan Dikbud pada 11 Kabupaten/Kota di Maluku yakni ditemukan seluruh siswa SMA/SMK Sederajat telah siap untuk menghadapi pelaksanaan UN, yang diikuti dengan tryout pertama dan kedua saat ini sementara dilakukan. Sebagai pimpinan pada dunia pendidikan, saya berharap para siswa kelas XII bisa mengerjakan semua soal ujian karena sebelumnya mereka telah diberikan pembekalan pada setiap mata pelajaran yang akan diujiankan. Dikatakan lebih lanjut,  seperti yang diharapkan Plt Gubernur Maluku Zety Sahuburua, para siswa bisa mencapai target nilai 5,5 itu pun menjadi harapan kami Dikbud.

Bahkan kalau bisa melebihi nilai yang ditentukan, karena itu mempermudah para siswa untuk bisa melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi sesuai dengan keinginan mereka masing - masing.

Apalagi, UN kali masih belum seluruh sekolah melakukan UNBK, namun itu bukan menjadi masalah karena kita tahu bahwa kesiapan infrastruktur yang menjadi hambatan, tetapi baik itu UNBK maupun UNKP hasilnya itu yang lebih diutamakan dimana kini kuantitas bukan yang dikejar namun kualitas yang menjadi perhatian."Jadi, belajar dan belajar itulah yang harus diutamakan para siswa, "tuturnya. ()

(Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Maluku Zeth Sahuburua dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku M. Saleh Thio)

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Maluku Zeth Sahuburua berharap di tahun-tahun mendatang, semakin banyak putra-putri Maluku yang berhasil lolos mengikuti pendidikan di Akademi Militer (Akmil) maupun Akademi Kepolisian (Akpol).

‘’Kalau kita lihat, setiap tahun anak-anak lulusan SMA atau SMK ramai-ramai mengikuti seleksi Akmil, baik Angkatan Darat, Angkatan Udara, Angkatan Laut maupun Akpol, namun anak-anak kita di Maluku sangat kurang,’’ ujar Sahuburua saat pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku M. Saleh Thio dan para kepala sekolah SMA serta SMK se-Kota Ambon, di lantai 6 Kantor Gubernur Maluku, Jumat (2/1).

(para Kepala Sekolah SMA dan SMK se-kota Ambon)



Pertemuan yang dipimpin Plt. Gubernur Maluku ini, digelar dalam rangka menyikapi persoalan kurang atau minimnya putra-putri Maluku yang terjaring seleksi Akademi Militer maupun Akademi Kepolisian setiap tahunnya.

‘’Mengapa kita kurang? Ini disebakan karena ada berbagai faktor yang menyebabkan mereka tidak lulus. Pertama masalah kesehatan dan faktor yang sangat menentukan sekali yaitu psikotest. Karena ini merupakan salah satu persyaratan dasar yang mewajibkan mereka ikut seleksi dan lulus test,’’ ungkap Sahuburua.

Menyangkut kualitas pendidikan, kata Sahuburua, Provinsi Maluku tidak kalah dengan daerah lainnya. Hanya  masalah kesehatan dan psikotest saja yang menjadi kendala.

Itu sebabnya, pada berbagai pertemuan secara internal dengan pimpinan TNI maupun Polri di Maluku, Sahuburua mengaku, selalu membicarakan bagaimana jalan keluar untuk mengatasi persoalan tersebut.

‘’Nah, kita akan minta dari pihak Polda, Kodam, Danlantamal, dan Danlanud, agar perwira-perwira muda mereka yang memiliki kualitas, untuk mendidik anak-anak kita dengan memberikan kuliah khusus. Terlebih untuk psikotest dan masalah kesehatan dan faktor-faktor lain, yang mempunyai kaitan dengan seleksi penerimaan pada Akademi yang ada,’’ harap Sahuburua.

Langkah-langkah yang dilakukan setelah pertemuan bersama Kepala Dinas Provinsi Maluku, Saleh Thio dan Kepala Sekolah SMA-SMK se-Kota Ambon, disebut Sahuburua, yaitu mengambil putra-putri terbaik yang berkualitas yang ingin melanjutkan pendidikan pada Akademi Angkat Darat, Akademi Angkatan Laut, Akademi Angkatan Udara maupun Akademi Kepolisian.

‘’Memang kelihatannya kita sudah terlambat, karena sudah dekat dengan waktu ujian. Tapi marilah kita lakukan pada kondisi yang sekarang ini, biar pun sedikit," imbuhnya.

(para Kepala Sekolah SMA dan SMK se-kota Ambon. foto II)



Sahuburua minta, untuk tahun ini dipersiapkan 100 orang lulusan dari SMA dan SMK, yang nantinya dibagi dalam tiga (3) kelas, dengan pertimbangan kira-kira satu (1) kelas menampung 30 hingga 35 orang.

"Nanti setelah sekolah mereka berakhir, maka mereka akan mengikuti pendidikan khususnya psikotest. Nah di situlah kita akan melihat kemampuan mereka,’’ tuturnya.

Harapannya, menurut Sahuburua, di tahun ini putra-putri asal Maluku bisa bersaing untuk mengikuti tes Akademi Militer serta Akademi Kepolisian.
‘’Harapan saya, tahun ini bisa diterima 10 sampai dengan 20 orang, akan sangat baik sekali. Sehingga ke depan anak-anak kita dari Maluku dapat juga mendapat jenderal di Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Kepolisian. Itu kebanggaan kita,’’ ujarnya.

Dengan apa yang dilakukan saat ini, Sahuburua berharap akan terus berlanjut. "Mudah-mudahan kesiapan ini dapat kita lakukan dengan baik, dan  program pertama ini dapat dilanjutkan di tahun yang akan datang. Jadi ini peletakan dasar untuk tahun-tahun yang akan datang," pungkasnya.()

(Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku M. Saleh Thio)

AMBON,.-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku M. Saleh Thio,  mengakui kalau persiapan menjelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) telah mencapai 96,66 persen. Sisa empat persen dikarenakan ada tujuh sekolah dari empat kabupaten yang sementara sinkronisasi peserta UN.

"Jumlah itu tersebar di empat kabupaten yakni Maluku Tenggah dan Buru Selatan satu sekolah, Maluku Tenggara Barat tiga sekolag,  serta Kepulauan Aru dua sekolah. Masing-masing setingkat SMP dan MTs, " ujarnya dalam jumpa pers dikantor Dikbud,  Jumat (2/3).

Dijelaskan,  peserta ujian UNBK dan UNKP tingkat SMA, MA,  SMK, SMP/MTs, Paket B dan Paket C di Maluku sebanyak 69.324 siswa dari 1.229 sekolah.

Menurut dia,  kalau dilihat dari data junlah siswa dan sekolah tingkat SMA, MA,  SMK yang akab mebgikuti UNBK untuk tahun ajaran 2017-2018, mengalamk peningkatan. Dimana tahun kemarin (2016-2017), UNBK hanya diikuti 57 sekolah. Sedankan tahun tahun ini 137 sekolah.

Mengenai jadwal ujian sendiri. Untuk SMK akan berlangsung ditanggal 2-5 April. SMA-MA 9-13 April. Untuk ujian susulan akan berlangsung 17-18 April.

Jadwal untuk SMP-MTs berlangsung di 27-30 April. Untuk Paket C 27-30 April,  paket B 4-7 Mey,  dan ujian susulan 11-14 Mey.

"Sedangkan pendistribusian soal sudah dilakukan dari sekarang,  terutama untuk kabupaten terluar dari pusat kota provinsi, "tandasnya. ()

(Dikbud Ikut Rembuk Nasional)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, bersama staff, pekan kemarin, mengikuti rembuk Nasional yang dilaksanakan oleh Kemendikbud RI dan dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Pada pertemuan itu tema yang diusung yakni "Menguatkan Pendidikan Memajukan Kebudayaan". Kepala Dinas menegaskan bahwa rembuk Nasional yang dilaksanakan Kemendikbud RI yang pertama yakni membicarakan revitalisasi serta pendidikan advokasi.

Dari kegiatan ini SMK mendapat perhatian dalam hal guru mesti memiliki kompetensi hingga Kepala Dinas dituntut untuk menjadikan SMK sebagai bagian yang benar - benar memiliki kemampuan dan keahlian, yang didalamnya pendidikan karakter harus menjadi penguatan

.

Lebih lanjut, Kepala Dinas,  menegaskan, Mendikbud RI Muhajir Effendi menegaskan sesuai dengan kebijakan Presiden membangun pendidikan harus dari pinggiran, maka hal itu mesti menjadi perhatian Kepala Dinas seluruh Indonesia termasuk Maluku. Dimana sekolah - sekolah yang ada pada daerah terluar menjadi tanggungjawab bersama untuk kemajuan pendidikan. Mendikbud menyinggung soal dana 20 persen yang dialokasikan untuk pendidikan adalah berupa pendapatan daerah dan APBD. Dan ditambahkan menyangkut pendidikan karakter harus menjadi basis disekolah - sekolah dengan tujuan ciptakan budaya tertib bagi siswa. Selain itu ada lagi soal Pilkada,  menurut Mendikbud, kebanyakan guru juga ikut terbawa - bawa hingga dikambingkan. Untuk itu, harus menjadi perhatian bahwa guru tidak boleh terlibat pada Pilkada dalam bentuk apapun.  ()

(Arahan dari Kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan Drs. M Saleh Thio)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, kemarin, menggelar Forum SKPD bidang pendidikan dan kebudayaan dengan tema "Membangun Pendidikan dan Kebudayaan yang Merata Berkeadilan dan Berkualitas". Kepala Dinas Drs. M Saleh Thio, dalam arahannya,  menuturkan kegiatan ini sangat penting dan menjadi tanggungjawab bersama seluruh elemen pendidikan.

(Ibu Sekretaris bersama seluruh Kabid Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku)

Ini bukan hal yang baru, sebab dari tahun ke tahun kegiatan ini rutin dilaksanakan, namun yang harus jadi tanggungjawab kita bersama adalah melakukan perubahan demi kemajuan dunia pendidikan di bumi Maluku dengan melakukan evaluasi terhadap berbagai masalah pendidikan yang kita hadapi di Maluku.

(Para Peserta kegiatan SKPD dari 11 Kabupaten/Kota Provinsi Maluku)


Dikatakan lebih lanjut, sekarang ini sesuai perubahan Nomenklatur  SMA/SMK dibawah tanggungjawab Dikbud, hingga tugas sudah semakin besar. "Jadi, pada pertemuan ini mestilah evaluasi dan menyempurnakan semua yang menjadi tanggungjawab kita yang paling utama untuk pendidikan,"tuturnya.

(Husein Henaulu selaku Ketua Panitia)

Sementara itu, Husein Henaulu selaku Ketua Panitia, menambahkan kegiatan Forum SKPD ini menghadirkan peserta dari 11 Kabupaten/Kota, dengan tujuan untuk menyampaikan arah kebijakan serta mengevaluasi program 2017 dan membahas isu pendidikan 2018 serta hasil yang diharapkan seluruh hal yang dibahas untuk ditindaklanjuti.

Dengan demikian, kegiatan ini menghadirkan peserta dari SKPD terkait, agar seluruh masalah pendidikan bisa dapat dibahas bersama untuk mendapatkan jalan keluar yang terbaik demi kemajuan pendidikan di Maluku. ()

(Dikbud Gelar Penyusunan USBN SMA)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku, dalam menghadapi Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2017 - 2018 turut punya peranan penting terutama untuk proses UN SMA dan Sederajat, dimana terkait dengan tanggungjawab itu, kemarin, Bidang SMA melalui Seksi Kurikulum melaksanakan penyusunan soal USBN SMA tingkat Provinsi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, dalam sambutannya yang disampaikan Kabid SMA Nus Kesaulija, mengatakan penyusunan soal USBN yang dilakukan ini sangat penting, mengingat proses penyusunan soal perbandingannya 75 persen dari Provinsi dan 25 persen dari Pusat, hingga untuk mendapatkan 75 soal tersebut maka diharuskan kerjasama yang baik dari seluruh guru mata pelajaran di Kabupaten/Kota yang terhimpun dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dalam hal penyusunan soal USBN.

Dikatakan lebih lanjut, para guru mata pelajaran yang diberi tanggungjawab untuk menyusun soal haruslah mengikuti dengan penuh tanggungjawab demi kemajuan pendidikan di Maluku.
Sementara itu, Panitia Pelaksana Netty Badriah, menambahkan menyangkut penyusunan soal USBN ini diberikan kepercayaan mulai dari Kabupaten/Kota dalam hal ini MGMP selanjutnya soal - soal tersebut diverifikasi ole MGMP baru dimasukan ke Provinsi.

Untuk itu, kami datangkan tim Pusat apakah soal - soal yang dibuat sudah sesuai kisi - kisi atau belum. "Kalau sudah sesuai maka digabungkan 75 soal Provinsi dan 25 soal Pusat, setelah itu dilingking atau digabung dan Dikbud Provinsi bertanggungjawab sampai dengan membuat master soal, setelah itu dikembalikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk diserahkan ke sekolah - sekolah dan digandakan dengan menggunakan dana BOS,"tuturnya.

Lanjutnya, untuk diketahui USBN tahun ini beda dengan tahun lalu, karena sekarang semua mata pelajaran masuk baik itu K-13 maupun KTSP 2006 hingga kita harus lebih serius dalam proses penyusunan soal USBN SMA.
Dengan demikian, kegiatan ini dibuat selama lima hari dan kami akan dapatkan hasil yang baik demi kemajuan pendidikan di Provinsi Maluku. ()

(Peletakan Batu Pertama Gedung PGRIoleh Gubernur Maluku)

Ribuan tenaga pendidik di Provinsi Maluku, Selasa (13/2), boleh berlega hati karena Gubernur Maluku Said Assagaff, telah melakukan peletakan batu pertama berdirinya gedung PGRI yang refresentatif, di Desa Poka yang berhadapan langsung dengan Kampus Universitas Pattimura. Gubernur mengatakan,  saya bahagia atas peletakan batu pertama gedung PGRI ini karena pembangunan rumah guru yang merupakan aspirasi seluruh guru di Maluku telah ada dan dipusatkan pada Kota Ambon.

(Peletakan batu pertama oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku yang juga Ketua Umum PGRI Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio bersama staff Dikbud)

Ditegaskan Gubernur, pembangunan gedung PGRI sangat diperlukan sebagai wadah terhimpunnya para guru di Maluku.  Untuk itu,  dukungan para guru sangat diperlukan agar secepatnya pembangunan itu bisa diselesaikan sebelum masa jabatan saya berakhir.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku yang juga Ketua Umum PGRI Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio bersama staff Dikbud,  sangat bersuka cita karena apa yang selama ini didambakan kini terwujud yakni hadirnya gedung PGRI yang telah dilakukan peletakan batu pertama oleh Gubernur Maluku.

Hal yang sama dikatakan Wakil Ketua PGRI Provinsi Maluku Nizham Toekan, menuturkan pencanangan gedung PGRI oleh Gubernur ini sudah disampaikan empat bulan lalu saat HUT PGRI,  hal itu bersamaan dengan pencanangan seragam batik Maluku oleh seluruh guru.
Lebih lanjut dikatakan, gedung PGRI ini akan dilakukan ntuk pertemuan para guru se-Maluku, tidak hanya untuk ruang administrasi dan organisasi guru, tetapi yang paling inti sebagai pusat kelengkapan guru yang adalah organisasi profesi. Yang mana akan dijadikan pusat sentral untuk langsung berhubungan dengan PGRI Pusat,  hingga para guru bisa mengakses berbagai kebijakan Pusat maupun Provinsi dengan menggunakan internet.

Dengan demikian,  harapan kami selaku Pengurus PGRI baik Kabupaten/Kota maupun Provinsi, dengan hadirnya gedung PGRI yang akan dilengkapi dengan fasilitas maka guru dapat benar - benar memperlihatkan jati guru dalam hal ini jadikan generasi muda Maluku yang bermutu, berkualitas dan berkarakter. ()


KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU

  • KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU
    Jenderal  Ahmad Yani  Kelurahan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau
    Ambon - Maluku, 97124
  • 0911 352389 - 352367
  • (fax) 0911-352389

Copyright © 2016 Thinkweb. All Rights Reserved