(Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku M. Saleh Thio)

AMBON,.-Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku M. Saleh Thio,  mengakui kalau persiapan menjelang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP) telah mencapai 96,66 persen. Sisa empat persen dikarenakan ada tujuh sekolah dari empat kabupaten yang sementara sinkronisasi peserta UN.

"Jumlah itu tersebar di empat kabupaten yakni Maluku Tenggah dan Buru Selatan satu sekolah, Maluku Tenggara Barat tiga sekolag,  serta Kepulauan Aru dua sekolah. Masing-masing setingkat SMP dan MTs, " ujarnya dalam jumpa pers dikantor Dikbud,  Jumat (2/3).

Dijelaskan,  peserta ujian UNBK dan UNKP tingkat SMA, MA,  SMK, SMP/MTs, Paket B dan Paket C di Maluku sebanyak 69.324 siswa dari 1.229 sekolah.

Menurut dia,  kalau dilihat dari data junlah siswa dan sekolah tingkat SMA, MA,  SMK yang akab mebgikuti UNBK untuk tahun ajaran 2017-2018, mengalamk peningkatan. Dimana tahun kemarin (2016-2017), UNBK hanya diikuti 57 sekolah. Sedankan tahun tahun ini 137 sekolah.

Mengenai jadwal ujian sendiri. Untuk SMK akan berlangsung ditanggal 2-5 April. SMA-MA 9-13 April. Untuk ujian susulan akan berlangsung 17-18 April.

Jadwal untuk SMP-MTs berlangsung di 27-30 April. Untuk Paket C 27-30 April,  paket B 4-7 Mey,  dan ujian susulan 11-14 Mey.

"Sedangkan pendistribusian soal sudah dilakukan dari sekarang,  terutama untuk kabupaten terluar dari pusat kota provinsi, "tandasnya. ()

(Dikbud Ikut Rembuk Nasional)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, bersama staff, pekan kemarin, mengikuti rembuk Nasional yang dilaksanakan oleh Kemendikbud RI dan dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo. Pada pertemuan itu tema yang diusung yakni "Menguatkan Pendidikan Memajukan Kebudayaan". Kepala Dinas menegaskan bahwa rembuk Nasional yang dilaksanakan Kemendikbud RI yang pertama yakni membicarakan revitalisasi serta pendidikan advokasi.

Dari kegiatan ini SMK mendapat perhatian dalam hal guru mesti memiliki kompetensi hingga Kepala Dinas dituntut untuk menjadikan SMK sebagai bagian yang benar - benar memiliki kemampuan dan keahlian, yang didalamnya pendidikan karakter harus menjadi penguatan

.

Lebih lanjut, Kepala Dinas,  menegaskan, Mendikbud RI Muhajir Effendi menegaskan sesuai dengan kebijakan Presiden membangun pendidikan harus dari pinggiran, maka hal itu mesti menjadi perhatian Kepala Dinas seluruh Indonesia termasuk Maluku. Dimana sekolah - sekolah yang ada pada daerah terluar menjadi tanggungjawab bersama untuk kemajuan pendidikan. Mendikbud menyinggung soal dana 20 persen yang dialokasikan untuk pendidikan adalah berupa pendapatan daerah dan APBD. Dan ditambahkan menyangkut pendidikan karakter harus menjadi basis disekolah - sekolah dengan tujuan ciptakan budaya tertib bagi siswa. Selain itu ada lagi soal Pilkada,  menurut Mendikbud, kebanyakan guru juga ikut terbawa - bawa hingga dikambingkan. Untuk itu, harus menjadi perhatian bahwa guru tidak boleh terlibat pada Pilkada dalam bentuk apapun.  ()

(Arahan dari Kepala Dinas pendidikan dan kebudayaan Drs. M Saleh Thio)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, kemarin, menggelar Forum SKPD bidang pendidikan dan kebudayaan dengan tema "Membangun Pendidikan dan Kebudayaan yang Merata Berkeadilan dan Berkualitas". Kepala Dinas Drs. M Saleh Thio, dalam arahannya,  menuturkan kegiatan ini sangat penting dan menjadi tanggungjawab bersama seluruh elemen pendidikan.

(Ibu Sekretaris bersama seluruh Kabid Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku)

Ini bukan hal yang baru, sebab dari tahun ke tahun kegiatan ini rutin dilaksanakan, namun yang harus jadi tanggungjawab kita bersama adalah melakukan perubahan demi kemajuan dunia pendidikan di bumi Maluku dengan melakukan evaluasi terhadap berbagai masalah pendidikan yang kita hadapi di Maluku.

(Para Peserta kegiatan SKPD dari 11 Kabupaten/Kota Provinsi Maluku)


Dikatakan lebih lanjut, sekarang ini sesuai perubahan Nomenklatur  SMA/SMK dibawah tanggungjawab Dikbud, hingga tugas sudah semakin besar. "Jadi, pada pertemuan ini mestilah evaluasi dan menyempurnakan semua yang menjadi tanggungjawab kita yang paling utama untuk pendidikan,"tuturnya.

(Husein Henaulu selaku Ketua Panitia)

Sementara itu, Husein Henaulu selaku Ketua Panitia, menambahkan kegiatan Forum SKPD ini menghadirkan peserta dari 11 Kabupaten/Kota, dengan tujuan untuk menyampaikan arah kebijakan serta mengevaluasi program 2017 dan membahas isu pendidikan 2018 serta hasil yang diharapkan seluruh hal yang dibahas untuk ditindaklanjuti.

Dengan demikian, kegiatan ini menghadirkan peserta dari SKPD terkait, agar seluruh masalah pendidikan bisa dapat dibahas bersama untuk mendapatkan jalan keluar yang terbaik demi kemajuan pendidikan di Maluku. ()

(Dikbud Gelar Penyusunan USBN SMA)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku, dalam menghadapi Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2017 - 2018 turut punya peranan penting terutama untuk proses UN SMA dan Sederajat, dimana terkait dengan tanggungjawab itu, kemarin, Bidang SMA melalui Seksi Kurikulum melaksanakan penyusunan soal USBN SMA tingkat Provinsi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, dalam sambutannya yang disampaikan Kabid SMA Nus Kesaulija, mengatakan penyusunan soal USBN yang dilakukan ini sangat penting, mengingat proses penyusunan soal perbandingannya 75 persen dari Provinsi dan 25 persen dari Pusat, hingga untuk mendapatkan 75 soal tersebut maka diharuskan kerjasama yang baik dari seluruh guru mata pelajaran di Kabupaten/Kota yang terhimpun dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dalam hal penyusunan soal USBN.

Dikatakan lebih lanjut, para guru mata pelajaran yang diberi tanggungjawab untuk menyusun soal haruslah mengikuti dengan penuh tanggungjawab demi kemajuan pendidikan di Maluku.
Sementara itu, Panitia Pelaksana Netty Badriah, menambahkan menyangkut penyusunan soal USBN ini diberikan kepercayaan mulai dari Kabupaten/Kota dalam hal ini MGMP selanjutnya soal - soal tersebut diverifikasi ole MGMP baru dimasukan ke Provinsi.

Untuk itu, kami datangkan tim Pusat apakah soal - soal yang dibuat sudah sesuai kisi - kisi atau belum. "Kalau sudah sesuai maka digabungkan 75 soal Provinsi dan 25 soal Pusat, setelah itu dilingking atau digabung dan Dikbud Provinsi bertanggungjawab sampai dengan membuat master soal, setelah itu dikembalikan ke Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota untuk diserahkan ke sekolah - sekolah dan digandakan dengan menggunakan dana BOS,"tuturnya.

Lanjutnya, untuk diketahui USBN tahun ini beda dengan tahun lalu, karena sekarang semua mata pelajaran masuk baik itu K-13 maupun KTSP 2006 hingga kita harus lebih serius dalam proses penyusunan soal USBN SMA.
Dengan demikian, kegiatan ini dibuat selama lima hari dan kami akan dapatkan hasil yang baik demi kemajuan pendidikan di Provinsi Maluku. ()

(Peletakan Batu Pertama Gedung PGRIoleh Gubernur Maluku)

Ribuan tenaga pendidik di Provinsi Maluku, Selasa (13/2), boleh berlega hati karena Gubernur Maluku Said Assagaff, telah melakukan peletakan batu pertama berdirinya gedung PGRI yang refresentatif, di Desa Poka yang berhadapan langsung dengan Kampus Universitas Pattimura. Gubernur mengatakan,  saya bahagia atas peletakan batu pertama gedung PGRI ini karena pembangunan rumah guru yang merupakan aspirasi seluruh guru di Maluku telah ada dan dipusatkan pada Kota Ambon.

(Peletakan batu pertama oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku yang juga Ketua Umum PGRI Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio bersama staff Dikbud)

Ditegaskan Gubernur, pembangunan gedung PGRI sangat diperlukan sebagai wadah terhimpunnya para guru di Maluku.  Untuk itu,  dukungan para guru sangat diperlukan agar secepatnya pembangunan itu bisa diselesaikan sebelum masa jabatan saya berakhir.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku yang juga Ketua Umum PGRI Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio bersama staff Dikbud,  sangat bersuka cita karena apa yang selama ini didambakan kini terwujud yakni hadirnya gedung PGRI yang telah dilakukan peletakan batu pertama oleh Gubernur Maluku.

Hal yang sama dikatakan Wakil Ketua PGRI Provinsi Maluku Nizham Toekan, menuturkan pencanangan gedung PGRI oleh Gubernur ini sudah disampaikan empat bulan lalu saat HUT PGRI,  hal itu bersamaan dengan pencanangan seragam batik Maluku oleh seluruh guru.
Lebih lanjut dikatakan, gedung PGRI ini akan dilakukan ntuk pertemuan para guru se-Maluku, tidak hanya untuk ruang administrasi dan organisasi guru, tetapi yang paling inti sebagai pusat kelengkapan guru yang adalah organisasi profesi. Yang mana akan dijadikan pusat sentral untuk langsung berhubungan dengan PGRI Pusat,  hingga para guru bisa mengakses berbagai kebijakan Pusat maupun Provinsi dengan menggunakan internet.

Dengan demikian,  harapan kami selaku Pengurus PGRI baik Kabupaten/Kota maupun Provinsi, dengan hadirnya gedung PGRI yang akan dilengkapi dengan fasilitas maka guru dapat benar - benar memperlihatkan jati guru dalam hal ini jadikan generasi muda Maluku yang bermutu, berkualitas dan berkarakter. ()


(Gubernur resmikan sarana prasana Pendidikan di Malteng)

Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff,  Kamis (25/1), meresmikan sejumlah sarana dan prasarana pendidikan yang dibangun Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku melalui bantuan Pemerintah Pusat (Pempus) di Negeri Waraka,  Kecamatan Teluk Elfaputih Kabupaten Maluku Tengah (Malteng). Dengan sangat antusias, Gubernur mengatakan hadir di Negeri Waraka ini karena mempunyai kecintaan terhadap dunia pendidikan. Sekaligus bersama warga masyarakat merayakan HUT Waraka Yang Ke-204 tahun 2018.

Ini momentum yang sangat bersejarah, dimana saya ada di hati warga masyarakat Malteng. Dan sebaliknya seluruh masyarakat Malteng ada di hati saya. Lanjutnya,  sesuai dengan Visi dan Misi Pemerintah Provinsi Maluku beriring dengan pergantian tahun,  tidak boleh ada lagi anak Maluku yang tidak pintar.

Hingga seandainya tahun depan saya masih diberikan kepercayaan, maka proses mengajar di Maluku akan dilakukan dengan memantau proses pendidikan melalui Digital. Hal itu,  telah saya komunikasikan dengan Dikbud Provinsi Maluku dibawah pimpinan M. Saleh Thio,  telah ditemukan orang untuk merancangnya dengan tujuan dunia pendidikan di Maluku harus maju dan berkualitas.

"Suatu hal penting yang harus saya ungkapkan Dangke banyak atas dukungan Doa, untuk bangun Negeri tercinta Maluku yang dilakukan dengan hati, " tuturnya. Untuk itu,  marilah kita bergotong royong raih kebersamaan bangun pendidikan tanpa mengenal lelah. Dengan peresmian sarana dan prasarana pendidikan yang baru saya lakukan,  Pemprov Maluku dalam hal ini para guru dan seluruh siswa dapat menerimanya dengan penuh suka cita dan terus belajar dan belajar, karena masa depan Maluku tergantung dari generasi kalian.

(Penyerahan Kapal Latih 20 GT oleh Gubernur)

Selain itu,  disinggung tahun ini adalah tahun politik,  saya mintakan seluruh warga Malteng bantu ciptakan kedamaian,  jauhkan diri dari tindakan tidak terpuji, serahkan semua gejolak yang terjadi pada aparat keamanan. Sementara itu,  Bupati Malteng Tuasikal Abua,  sangat berterima kasih kepada Pemprov Maluku dan Pempus,  karena telah banyak sarana dan prasarana pendidikan yang tersedia untuk pembangunan generasi cerdas di Malteng. "Kami terus berharap, kedepan sarana dan prasarana pendidikan dapat menjadi perhatian Pemerintah,"ujarnya. Selain itu kualitas pendidikan juga harus berjalan seimbang dengan hadirnya mutu guru yang berkualitas.


Disisi lain,  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio,  dalam laporannya,  mengatakan saat ini suasana hati para guru dan siswa sangat menggembirakan karena telah hadirnya sarana dan prasarana pendidikan yang memadai untuk menunjang proses pembelajaran di Bumi Pamahanusa. Gubernur, kami para insan pendidikan, berterima kasih karena sampai habisnya masa kepemimpinan Gubernur, sudah banyak berbuat untuk dunia pendidikan diantaranya pemberian Bosda,  guru kontrak, bertambahnya sertifikasi guru. Namun,  kami akui masih ada tantangan hingga kedepan program yang telah disepakati yaitu Anak Beta Cerdas Digital (ABCD), dan semua guru telah diwajibkan untuk menggunakan Leptop guna membantu proses pendidikan secara Digital.


Hadir pada peresmian sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Malteng tersebut yakni para Pimpinan SKPD Pemprov Maluku, Pimpinan SKPD Malteng, para tokoh agama, para Raja, dan sebagian besar Pejabat dan Staff Lingkup Dikbud Provinsi Maluku. ()

(Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio)

Pasca peresmian sejumlah sekolah jenjang SMA/SMK di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB),  Rabu (17/1), sebagian besar guru yang hadir menyatakan sangat mengharapkan sentuhan dari Pemerintah baik itu Pusat maupun Daerah untuk memajukan pendidikan di Bumi Saka Mese Nusa. Salah satu guru La Ode Zaman,  mengatakan di SBB masih banyak guru berstatus honorer.

(Gubernur bersama para Gurudi SBB)


Untuk itu,  kami sangat berharap agar status honor bisa ditingkatkan dalam artian menjadi PNS, agar guru dapat bekerja dengan serius untuk memberikan ilmu kepada para siswa.

Lanjutnya, dengan status yang masih honor atau terombang ambing ini terkadang tidak ada guru yang melakukan proses pembelajaran dan itu berimbas kepada siswa. Dimana,  mereka tidak mendapat ilmu padahal sekarang ini sudah mendekati pelaksanaan Ujian Nasional (UN), yang mana siswa harus terus mendapat penguatan supaya bisa mengikuti pelaksanaan UN dengan baik.

Dengan demikian, Pemerintah dimintakan untuk dapat membantu agar pendidikan di SBB tidak terkendala dengan cara - cara seperti ini. Lebih lanjut, La Ode Zaman, mengharapkan agar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio,  jangan hanya memberikan perhatian ke Infrastruktur saja, namun mutu pendidikan harus terus digenjot untuk menjadikan Maluku berkualitas dan para guru honorer mendapat perhatian serius dari Pemerintah. ()

(Gubernur Resmikan Sarana Prasarana SMA/SMK di SBB)

Kepedulian Gubernur Maluku Said Assagaff untuk menjadikan pendidikan sebagai prioritas pembangunan sangat terbukti. Dengan diresmikannya Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SMA Negeri Huamual,  Pembangunan Laboratorium IPA SMA Negeri 4 SBB,  Satu Pos Satpam SMA Negeri 1 Kairatu,  Laboratorium IPA SMA Negeri Pulau Manipa, Laboratorium IPA SMA Muhammadiyah.

 

(Peresmian ruang kelas baru oleh Gubernur)

Kemudian Pembangunan SMA Muhammadiyah Kelapa Dua, SMK Muhammadiyah Patinea Desa Kawa, dan SMA Negeri 6 Kairatu. Sekaligus penyerahan Asset Pendidikan Dana DAK 2017, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti yang ditandatangani langsung oleh Gubernur. Dan juga satu buah kapal tangkap kepada SMA Negeri 1 SBB.

Gubernur menyatakan sangat berbahagia bisa meresmikan sekolah yang ada di Kabupaten SBB. Ini sebagai wujid kepedulian Pemerintah untuk membangun pendidikan di Maluku. Dengan tujuan, agar anak - anak Maluku tidak boleh ada yang putus sekolah, semuanya harus cerdas. Gubernur menekankan bahwa tidak boleh ada anak Maluku yang tidak bersekolah, mereka semua harus jadi anak yang pintar untuk bisa menjadi pemimpin. Karena sekarang ini sesuai dengan laporan Pempus Maluku masuk dalam 12 Provinsi terbaik di Indonesia, dan itu semua karena perjuangan pendidikan. Jadi harus didorong untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Gubernur menuturkan di Kabupaten SBB ini kedepan tidak hanya kita membangun sekolah, tetapi akademik dalam artian cabang Unpatti harus ada di SBB,  hingga mempermudah proses pendidikan bagi masyarakat SBB.
Selain itu juga, saya akan buka perdagangan dan bisnis karena SBB mempunyai peluang yang sangat besar.

Hingga saya mengajak seluruh masyarakat Maluku terutama SBB, marilah membangun Maluku yang bermartabat, aman, religius,  sejahtera, dan demokratis.
Sementara itu,  Bupati SBB Muhammad Yasin Payapo,  mengatakan sangat memberikan apresiasi penuh kepada Pemerintah Provinsi Maluku dalam hal ini Gubernur, karena punya perhatian besar kepada Bumi Saka Mese Nusa. "Sebagai pimpinan didaerah,  saya berjanji akan membantu dan mendukung mutu pendidikan sehingga harapan Gubernur bisa terwujud dan anak - anak SBB,  tidak ada lagi yang putus sekolah,"ujarnya. Lanjut Bupati,  perhatian Pemerintah masih terus kami butuhkan karena masih banyak guru di SBB yang belum produktif khususnya di jenjang SMK. Selain itu, standar pendidikan di SBB perlu ditingkatkan.

Senada dengan itu,  Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio,  mengatakan untuk proses peresmian sarana prasarana SMA/SMK di SBB, Dikbud butuh persiapan selama tujuh hari untuk menghadirkan Gubernur dan kami sangat bersyukur bisa berjalan dengan baik. Bahkan seluruh warga pendidikan di SBB, ungkapkan terima kasih kepada Gubernur untuk komitmen membangun pendidikan.

(Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio)

Dengan merincikan Rp. 16.018.732.986 untuk pembangunan USB, pembangunan laboratorium, pembangunan RKB,  pembangunan RPS,  rehabilitasi gedung sekolah dan pengadaan peralatan praktek siswa. Kemudian Rp. 100.365.050.000 untuk sarana prasarana sekolah SMA/SMK di Maluku. Bantuan Bosda untuk siswa SMA/MA/SMK Rp. 43.000.000.000. Dan guru kontrak Provinsi Maluku untuk 1.530 guru kontrak dengan anggaran sebesar Rp. 18.635.400.000.
Menurut Kepala Dinas, ini semua menimbulkan semangat stakeholder pendidikan hingga walaupun terjadi rentang kendali yang cukup sulit, tetapi semua berpartisipasi untuk memajukan pendidikan yang sekarang ini disebut Program Anak Beta Cerdas Digital (ABCD). Dengan beralihnya kewenangan SMA/SMK di Provinsi, maka sekarang ini jumlah guru di Maluku sebanyak 4.934 guru.

"Apa yang dibuat oleh Gubernur sampai dengan saat ini, merupakan suatu kesantunan yang menjadi perhatian para guru di Negeri tercinta Maluku, "tandasnya. ()

KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU

  • KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU
    Jenderal  Ahmad Yani  Kelurahan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau
    Ambon - Maluku, 97124
  • 0911 352389 - 352367
  • (fax) 0911-352389

Copyright © 2016 Thinkweb. All Rights Reserved