Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio, kepada pers diruang kerjanya, Rabu (13/9), menuturkan sangat berbahagia dan bangga atas prestasi yang diukir siswa berkebutuhan khusus ditingkat Nasional pada lomba 02SN. Pasalnya, dalam tahun 2017 ini secara berturut - turut menyabet juara satu pada ivent nasional dan berhasil menyumbangkan medali emas bagi Maluku.

Lanjutnya, pemerintah sangat memberikan apresiasi penuh kepada para siswa catat karena tidak terbayangkan kemenangan itu didapatkan dari mereka. Dengan demikian, para siswa berkebutuhan khusus akan mendapat perhatian dari pemerintah dengan tidak ada perbedaan antara siswa berkebutuhan khusus dengan siswa normal.

Karena itu, setiap moment yang dibuat pemerintah pusat dengan melibatkan para peserta didik yang berkebutuhan khusus diberikan kesempatan seluas - luasnya untuk mereka mengikuti moment apapun sesuai kemampuan dan keahlian yang mereka miliki, untuk itu secara tidak langsung kita telah kembangkan minat yang dimiliki oleh mereka."Sekali lagi kebanggan ini sangat terasa disaat panji - panji siwalima berkumandang yang mana itu dipersembahkan oleh anak - anak berkebutuhan khusus seperti Modesta Angwarmase,"tuturnya. Sementara itu, Kepala Seksi Peserta Didik PKLK Henny Saimima, menambahkan keberhasilan yang diraih oleh peserta didik berkebutuhan khusus ini karena kita semua kompak dan bekerja dengan hati, untuk merangkul mereka dan akhirnya mereka bisa memberikan yang terbaik bagi Maluku. ()

Menyikapi ke-47 guru SMA/SMK yang mengusulkan kenaikan pangkat namun salah sasaran. Kepada pers diruang kerjanya, Rabu (13/9), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio, meluruskan pemberitaan yang menyudutkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku dengan menyatakan 47 guru tersebut memang telah melakukan pengusulan kenaikan pangkat, tetapi melalui orang - orang yang tida bertanggungjawab.

(Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio)

Dimana mereka katakan sangat dekat dan punya relasi dengan pihak Dikbud, hingga dapat melakukan pengurusan dengan mudah. Namun kenyataannya sampai saat ini pengusulan itu tidak terealisasi. Setelah pengecekan di BKD Provinsi barulah diketahui bahwa ke-47 guru itu tidak punya petunjuk dari Dikbud untuk usulan kenaikan pangkat. Dengan demikian, kami telah melakukan pembenahan dan mereka yang telah salah arah itu telah diusulkan untuk mendapat kenaikan pangkat tetapi nantinya pada tahun 2018. Sebab proses pengurusan kenaikan pangkat yang satu tahun dua kali itu dua tahun sebelumnya sudah harus ada pengusulan seperti yang sekarang ini ada sebanyak 115 guru telah berproses kenaikan pangkat yang nantinya berlangsung pada Oktober.

Dirinya menegaskan, menyangkut persoalan kenaikan pangkat seandainya ada oknum dari Dikbud yang coba - coba melanggar aturan maka mereka itu akan diberikan sanksi bahkan kalau saya pun berbuat hal yang melanggar aturan tetap akan diproses. Thio menambahkan, sejak 1 Januari 2017 semua kewenangan guru SMA/SMK telah beralih ke Provinsi hingga segala persoalan guru menjadi tanggungjawab penuh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku. ()

Ketua Kontingan O2SN tingkat Nasional untuk Provinsi Maluku Ibrahim Parera, melalui telepon selulernya, kemarin, menuturkan perjalanan tim 02SN Maluku menuju tingkat Nasional tidak sia - sia karena berhasil memperoleh medali emas melalui lari 80 meter putri pada jenjang SDLB dari Saumlaki atas nama Modesta Angwarmase.

Dan juga juara II karate putri jenjang SMK Deilan Telussa. Masih ada lagi Stevanus Ferdinandus juara II karate dari SMPN 9 Ambon, dan ada lagi juara harapan I lomba lari 80 meter jenjang SMPLB. Dengan perolehan kurang lebih 3 medali diantaranya 1 medali emas, dan 2 medali perak, serta juga juara harapan telah membawa panji - panji siwalima berkibar ditingkat Nasional. Ini jelas sangat membanggakan kita semua baik saya sebagai Ketua Kontingen maupun para siswa yang mengikuti lomba 02SN. Dengan demikian, Maluku kembali menorehkan prestasi dibidang olahraga.

"Sebagai ketua kontingen saya merasa bahagia karena selama membawa kontingen Maluku ke tingkat Nasional untuk keempat kali dimasa terakhir pengabdian untuk Dikbud Provinsi Maluku tidak sia - sia karena peserta Maluku telah menunjukkan prestasi yang membanggakan saya,"tuturnya. ()

(Kadisdikbud Provinsi Maluku M. Saleh Thio bersama Ketua Majelis Taklim Amalia Dikbud Provinsi Maluku Husein Henaulu

menyerahkan tiga hewan kurban)

Dikbud Provinsi Maluku menyerahkan tiga hewan kurban kepada masing - masing SMA Negeri Siwalima Ambon, SMA Negeri 11 Ambon, Masjid Amal Shaleh Kebun Cengkeh. Dan sumbangan berupa uang diberikan kepada Masjid Jabal Rahman Gunung Malintang,  Panitia Kurban Dusun Air Manis Negeri Laha,  Masjid Jabal Ahuru,  dan Masjid An Nur Jalan Baru.

Kadisdikbud Provinsi Maluku M. Saleh Thio,  menuturkan penyerahan hewan kurban ini meruapakan partisipasi dari seluruh warga Dikbud dan menyangkut pemberian bantuan tiap tahun diberikan pada perayaan hari - hari besar keagamaan.

Kadisdikbud Provinsi Maluku M. Saleh Thio

Kali ini tepat 1 September tiga ekor sapi diberikan sebagai kurban dengan harapan semangat kurban dapat memotivasi pengabdian untuk kita bisa membangun dunia pendidikan di Maluku untuk lebih baik dari sekarang. Selanjutnya kurban mempunyai arti penting yang mana kita saling membagi kasih terutama bagi mereka yang berhak menerimanya. Dengan demikian, hal itu sangat punya kaitan dalam membangun mental umat dan sebagai bagian dari kehidupan yang tidak terpisah untuk mencerdaskan anak bangsa maka Dikbud menyatakan sikap saling menolong dengan memberikan hewan kurban di tahun ini.

Sementara itu, Ketua Majelis Taklim Amalia Dikbud Provinsi Maluku Husein Henaulu,  mengatakan penyerahan hewan kurban ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang memiliki makna saling asih dan asuh.  Hingga Dikbud berpartisipasi melalui Anggota Majelis Taklim Amalia serta warga Dikbud lainnya dan mendapat tiga ekor sapi untuk disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan.  ()

 

(Keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku)

Setiap tahun Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) diselenggarakan dengan tanggungjawab ada pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku.

(Kadisdikbud Provinsi Maluku M. Saleh Thio)

Terkait hal itu, Kadisdikbud Provinsi Maluku M. Saleh Thio, menuturkan kegiatan FLS2N ini sudah bukan barang baru, karena setiap tahun dilaksanakan yang dimulai dari tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi sampai Nasional. Hingga bagi peserta yang kini lolos ditingkat Provinsi, saya mau katakan, ini suatu anugerah yang mana kalian tidak hanya ada dalam proses akademik, namun diberikan kemampuan oleh Tuhan melalui minat yang dimiliki. Untuk itu, saya memotivasikan kalian tidak hanya pada olah pikir, namun olah rasa, olah hati, olah suara, dan lainnya, mesti turut jalan seimbang. Dengan menegaskan, sudah menjadi tanggungjawab kami untuk berjuang melahirkan siswa yang berkualitas serta miliki jiwa seni yang tinggi.

"Saya berpesan agar lomba yang akan digelar selama tiga hari ini, jadilah siswa yang miliki kreativitas, junjung sportivitas, saling mengenal satu dengan lainnya, dan kepercayaan diri mesti diutamakan. Lebih dari itu, selama acara berlangsung harus menjaga kesehatan serta rajin berdoa, agar apa yang diimpikan dapat terwujud. Sementara itu, bagi dewan juri diharapkan bisa memberikan penilaian yang seobjektif mungkin, hindari diri dari tindakan tidak benar yang membuat peserta kecewa,  agar peserta yang siap mewakili Maluku bisa membanggakan Maluku ditingkat Nasional. Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Seksi SMK
Salmin Saleh, menambahkan FLS2N SMK adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan akademik dengan sebutan non akademik (ekstra kulikuler). 

Kegiatan ini dibuat dengan tujuan untuk memupuk persatuan dan kesatuan antara sesama anak bangsa, dan juga untuk saling menghargai seni budaya masing - masing daerah. Untuk tahun ini Maluku akan mengirimkan 6 siswa ke tingkat Nasional masing - masing dari lomba nyanyi solo dikuti 11 kabupaten/kota, tari tradisional diikuti Kota Ambon, Malteng, MTB.

Lomba cipta dan baca puisi diikuti 11 kabupaten/kota. Solo gitar klasik dari Kota Ambon, film pendek Kota Ambon dan solo piano klasik Kota Ambon. Hingga jumlah seluruh peserta yang ikut tingkat Provinsi sebanyak 41 orang, mereka akan bertanding pada dua tempat yakni hotel Imperial Inn dan taman budaya, yang keluar sebagai juara akan ikut tingkat Nasional yang akan berlangsung pada 24 - 30 September di Kupang Provinsi NTT. Dirinya merincikan, peserta dari Kota Ambon 11, Tual 2, Malteng 7,  Malra 2, MTB 7, SBB 2, SBT 2, BURU 2, BURSEL 2 dan Aru 2.
Sedangkan juri diambil dari seniman dan budayawan Maluku serta tim taman budaya.  ()

Kabid Pembinaan SMA Dikbud Provinsi Maluku Nus Kesaulija,  mengatakan tahun ini Provinsi Maluku mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kemendikbud RI bagi SMA di Provinsi Maluku ada kurang lebih 90 paket, diantaranya 43 Ruang Kelas Baru (RKB), dan ada laboratorium maupun rehabilitasi sekolah untuk tahun anggaran 2016 - 2017. 

Diharapkan,  tahun depan mungkin lebih banyak lagi, sesuai analisis kebutuhan sekolah. Dimana,  bagi sekolah - sekolah yang belum mempunyai laboratorium,  perpustakaan, ruang kelas baru, peralatan laboratorium maupun perpustakaan dan buku - buku,  secara bertahap akan terpenuhi sesuai kebutuhan sekolah.

Menurutnya, untuk Provinsi Maluku kalau kita lihat sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan sekolah punya sarana prasarana dan tenaga guru yang lengkap, hingga diharapkan kedepan dalam kaitan dengan pemenuhan delapan Standar Nasional Pendidikan Maluku bisa terpenuhi.

 "Kalau kita lihat kaitan dengan hasil Akreditasi di Maluku memang belum banyak yang masih belum Akreditasi,  karena sarana prasarana yang dimiliki belum lengkap, "tuturnya. ()

Tenaga pendidik (guru) produktif yang mempunyai kemampuan untuk melakukan proses belajar mengajar pada sekolah kejuruan sangat minim di Kota Ambon Provinsi Maluku. Hingga hal tersebut menjadi keresahan sebagain kepala sokolah, dan sangat mengharapkan ada perhatian Pemerintah Provinsi dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku,  agar para guru produktif bisa terus ada untuk menggantikan para guru produktif yang sebentar lagi akan pensiun. 

Menanggapi hal itu Kabid Pembinaan SMK Dikbud Provinsi Maluku Gatot Sihabuddin, menuturkan memang soal guru produktif sampai dengan hari ini menjadi perhatian serius Dikbud, hingga diberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang kini sementara magang untuk masuk program guru produktif. Selain itu juga diharapkan, ada perekrutmen dari dunia usaha maupun dunia industri. Dengan menyebutkan, kalau soal guru produktif sampai dengan hari ini guru produktif belum mencukupi 50 persen.

Untuk itu,  kedepan Dikbud akan berusaha agar supaya tuntutan dari para sekolah kejuruan di Maluku ini bisa mendapatkan guru produktif dapat terpenuhi. ()

Untuk mencegah maraknya pemberitaan yang tidak benar di Medsos, Selasa (16/8), Pemerintah Pusat (Pempus) melalui tiga Kementrian masing - masing Kementrian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementrian Komunikasi dan Informatika serta Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, menyelenggarakan sosialisasi gerakan nasional revolusi mental (GNRM)  melalui Medsos bersama pelajar dan Netizen di Maluku yang berjumlah 50 peserta, yang berlangsung selama dua hari.

 Kadisdikbud Provinsi Maluku M. Saleh Thio,  mengatakan sosialisasi gerakan nasional revolusi mental ini sangat penting dan bagi pelajar yang mendapat kesempatan harus mengikuti dengan sebaik - baiknya, dan bisa meneruskan kepada teman yang lain disekolah, agar pemberitaan Hoax dapat terhindar dari kehidupan generasi muda Maluku. Lanjutnya, perkembangan teknologi sekarang ini sangat benar - benar dahsyat, jadi kepedulian pemerintah untuk memberikan pencerahan kepada generasi muda sangat positif untuk mengubah pola pikir anak  - anak Maluku yang tadinya berpikiran sempit menjadi luas. Hingga tidak ada lagi hal  - hal yang tidak menyenangkan di Medsos.

Sementara itu, salah satu pembicara Rizky Sisindra, yang merupakan utusan dari Kementrian Koordinator dan Pembangunan Manusia, mengatakan GNRM merupakan nama yang ditetapkan sebagai upaya bersama untuk menangkal Hoax di Medsos. Karena itu, semua punya peranan untuk memberikan citra yang baik bagi generasi muda dan saat ini kami lakukan untuk pelajar, karena Medsos menjadi kegemaran mereka. Dikatakan, baru beberapa jam dengan anak usia sekolah di Maluku terlihat mereka sangat kritis, terjadi dialog yang sangat mengharukan hingga saya memberikan penghargaan yang tinggi, walaupun diusia sekolah mereka sudah punya minat dibidang politik maupun birokrasi. Sementara itu, panitia pelaksana dari Kemendikbud Holi Glora, mengatakan kegiatan ini berlangsung pada 34 Provinsi di Indonesia dan nantinya disetiap Provinsi akan dilakulan kompetisi untuk diambil dua siswa terbaik sebagai utusan dari  Provinsi untuk bertanding di Jakarta pada November mendatang. ()

KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU

  • KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU
    Jenderal  Ahmad Yani  Kelurahan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau
    Ambon - Maluku, 97124
  • 0911 352389 - 352367
  • (fax) 0911-352389

Copyright © 2016 Thinkweb. All Rights Reserved