Kabid Pembinaan SMA Dikbud Provinsi Maluku Nus Kesaulija,  mengatakan tahun ini Provinsi Maluku mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Kemendikbud RI bagi SMA di Provinsi Maluku ada kurang lebih 90 paket, diantaranya 43 Ruang Kelas Baru (RKB), dan ada laboratorium maupun rehabilitasi sekolah untuk tahun anggaran 2016 - 2017. 

Diharapkan,  tahun depan mungkin lebih banyak lagi, sesuai analisis kebutuhan sekolah. Dimana,  bagi sekolah - sekolah yang belum mempunyai laboratorium,  perpustakaan, ruang kelas baru, peralatan laboratorium maupun perpustakaan dan buku - buku,  secara bertahap akan terpenuhi sesuai kebutuhan sekolah.

Menurutnya, untuk Provinsi Maluku kalau kita lihat sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan sekolah punya sarana prasarana dan tenaga guru yang lengkap, hingga diharapkan kedepan dalam kaitan dengan pemenuhan delapan Standar Nasional Pendidikan Maluku bisa terpenuhi.

 "Kalau kita lihat kaitan dengan hasil Akreditasi di Maluku memang belum banyak yang masih belum Akreditasi,  karena sarana prasarana yang dimiliki belum lengkap, "tuturnya. ()

Tenaga pendidik (guru) produktif yang mempunyai kemampuan untuk melakukan proses belajar mengajar pada sekolah kejuruan sangat minim di Kota Ambon Provinsi Maluku. Hingga hal tersebut menjadi keresahan sebagain kepala sokolah, dan sangat mengharapkan ada perhatian Pemerintah Provinsi dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku,  agar para guru produktif bisa terus ada untuk menggantikan para guru produktif yang sebentar lagi akan pensiun. 

Menanggapi hal itu Kabid Pembinaan SMK Dikbud Provinsi Maluku Gatot Sihabuddin, menuturkan memang soal guru produktif sampai dengan hari ini menjadi perhatian serius Dikbud, hingga diberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang kini sementara magang untuk masuk program guru produktif. Selain itu juga diharapkan, ada perekrutmen dari dunia usaha maupun dunia industri. Dengan menyebutkan, kalau soal guru produktif sampai dengan hari ini guru produktif belum mencukupi 50 persen.

Untuk itu,  kedepan Dikbud akan berusaha agar supaya tuntutan dari para sekolah kejuruan di Maluku ini bisa mendapatkan guru produktif dapat terpenuhi. ()

Untuk mencegah maraknya pemberitaan yang tidak benar di Medsos, Selasa (16/8), Pemerintah Pusat (Pempus) melalui tiga Kementrian masing - masing Kementrian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementrian Komunikasi dan Informatika serta Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, menyelenggarakan sosialisasi gerakan nasional revolusi mental (GNRM)  melalui Medsos bersama pelajar dan Netizen di Maluku yang berjumlah 50 peserta, yang berlangsung selama dua hari.

 Kadisdikbud Provinsi Maluku M. Saleh Thio,  mengatakan sosialisasi gerakan nasional revolusi mental ini sangat penting dan bagi pelajar yang mendapat kesempatan harus mengikuti dengan sebaik - baiknya, dan bisa meneruskan kepada teman yang lain disekolah, agar pemberitaan Hoax dapat terhindar dari kehidupan generasi muda Maluku. Lanjutnya, perkembangan teknologi sekarang ini sangat benar - benar dahsyat, jadi kepedulian pemerintah untuk memberikan pencerahan kepada generasi muda sangat positif untuk mengubah pola pikir anak  - anak Maluku yang tadinya berpikiran sempit menjadi luas. Hingga tidak ada lagi hal  - hal yang tidak menyenangkan di Medsos.

Sementara itu, salah satu pembicara Rizky Sisindra, yang merupakan utusan dari Kementrian Koordinator dan Pembangunan Manusia, mengatakan GNRM merupakan nama yang ditetapkan sebagai upaya bersama untuk menangkal Hoax di Medsos. Karena itu, semua punya peranan untuk memberikan citra yang baik bagi generasi muda dan saat ini kami lakukan untuk pelajar, karena Medsos menjadi kegemaran mereka. Dikatakan, baru beberapa jam dengan anak usia sekolah di Maluku terlihat mereka sangat kritis, terjadi dialog yang sangat mengharukan hingga saya memberikan penghargaan yang tinggi, walaupun diusia sekolah mereka sudah punya minat dibidang politik maupun birokrasi. Sementara itu, panitia pelaksana dari Kemendikbud Holi Glora, mengatakan kegiatan ini berlangsung pada 34 Provinsi di Indonesia dan nantinya disetiap Provinsi akan dilakulan kompetisi untuk diambil dua siswa terbaik sebagai utusan dari  Provinsi untuk bertanding di Jakarta pada November mendatang. ()

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku sangat bersuka cita merayakan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-72 tahun 2017, walaupun disadari ke depan tanggung jawab dan tantangan sangat besar, sebab sekarang ini kewenangan SMA/SMK ada di bawah kendali Dikbud Provinsi Maluku. Untuk itu, sebagai pimpinan di lingkup Dikbud Provinsi Maluku, M. Saleh Thio, meminta kepada seluruh guru dan PNS di lingkup Dikbud sebagai aparatur Negara harus bekerja seprofesional mungkin.

Mengedepankan hidup gotong royong dan membersihkan diri dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Sebagai manusia yang bermartabat harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, yang mana kita semua ada dalam lingkup tanggung jawab mengabdi kepada Negara. Saya menyadari dari waktu ke waktu harus terus berupaya agar pendidikan di era kemerdekaan ini bisa memberikan yang terbaik bagi seluruh insan yang ada di Maluku.

Di kesempatan ini juga akan diberikan Satya Lencana bagi mereka yang telah berprestasi menjalankan tanggung jawab untuk dunia pendidikan, yang nantinya langsung diberikan oleh Gubernur, hingga diharapkan dapat menjadikan hal itu sebagai penghargaan, lebih memotivasi diri agar pendidikan di Maluku lebih baik. Ditambahkan pula,  usia yang ke-72 tahun ini dunia pendidikan sudah semakin baik terlihat dari pelaksanaan UN tahun ajaran 2016-2017 hasil yang diberikan oleh para siswa sudah maksimal. Ini akan terus kami pacu hingga pendidikan di Maluku semakin memiliki warna.

Hadir dalam upacara pengibaran bendera di halaman Dikbud Provinsi Maluku,  Kamis (17/8), para siswa-siswi dari SMA Kristen YPKPM Ambon dengan mengkumandangkan lagu-lagu perjuangan. Selesai upacara disambut dengan pemotongan tumpeng oleh Kadisdikbud Provinsi yang diserahkan langsung kepada beberapa pegawai yang memasuki masa pensiun salah satunya Ibrahim Parera, dan juga Paskibraka tingkat Provinsi dan para peserta didik. ()

Festival pendidikan untuk tahun kedua yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku, yang bekerjasama dengan Yayasan Hekaleka pimpinan Stenly Ferdinandus. Gubernur dalam sambutannya, memberikan apresiasi dan penuh kebangaan kepada dinas yang dipimpin Muhammad Saleh Thio, karena sudah mampu menggairahkan seluruh komponen pendidikan untuk menyatakan anak Maluku siap berkompetisi dalam dunia pendidikan. Dan hal penting yang dirinya minta adalah pendidikan harus merata di seluruh Maluku, agar Maluku siap bertarung dengan mutu yang baik. Lanjutnya, sebagai orang Maluku kami harus bangga karena Tuhan telah berikan kelimpahan bagi negeri ini, dimana laut dan darat memiliki kelimpahan berkat yang mesti dikelola dengan sumber daya manusia (SDM) yang memadai. Hingga lewat pendidikanlah, maka ke depan Maluku akan semakin baik dapat bersanding dengan Provinsi lainnya di Indonesia. "Jadi melalui festival pendidikan kita nyatakan tekad guru di Maluku, harus merdeka agar dapat memerdekakan generasi emas Maluku yang penuh dengan inovatif. Dengan demikian, transformasi mutu pendidikan harus tercipta, hingga jelas pendidikan menjadi tanggungjawab bersama. Untuk itu, pada kesempatan ini saya ingin mengetuk pintu hati dunia usaha untuk marilah kita sana-sama majukan pendidikan, jangan pernah merasa rugi untuk dunia pendidikan, sebab dari situlah kita mampu berbuat banyak bisa jadi Presiden, Gubernur, dan lainnya. Saya sangat perhatikan pendidikan sehingga dua tahun ini kirimkan 30 siswa berpretasi untuk kuliah di luar Maluku dengan memberikan beasiswa, sekali lagi saya berikan apresiasi penuh bagi Dikbud terus berkarya pendidikan dapat merata di seluruh Maluku melalui penyebaran guru," tuturnya.

Kiri Gubernur Provinsi Maluku dan kanan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku

Sementara itu, Kadisdikbud Provinsi Maluku M. Saleh Thio, mengatakan suksesnya festival pendidikan adalah kemurahan Tuhan, sebab kami ingin berikan yang terbaik bagi generasi penerus daerah ini. "Selaku Kadis, saya sangat terharu terhadap kepedulian seleruh komponen pendidikan dan dengan penuh semangat dirinya mengajak semua masyarakat terus berjuang tingkatkan mutu pendidikan di Maluku," ungkapnya. Selain itu, kata Thio, doa yang menjadi harapan Gubernur, untuk pemerataan guru jadi perhatian serius dirinya, selaku orang nomor satu d ibidang pendidikan. ()

Kabid Pembinaan SMK Gatot Sihabuddin

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku, Kamis (20/7), menggelar kegiatan workshop spektrum keahlian SMK tahun 2017, yang berlangsung di Hotel Golden Palace. Terkait hal ini, Kadisdikbud Provinsi Maluku M. Saleh Thio,  dalam sambutannya yang dibacakan Kabid Pembinaan SMK Gatot Sihabuddin, mengatakan Presiden RI Joko Widodo memberikan perhatian khusus bagi SMK dan menginstruksikan Mendikbud RI untuk merevitalisasi SMK.

Keseriusan Presiden RI tersebut ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya Inpres Nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing SDM Indonesia. Dalam Inpres tersebut Presiden RI menginstruksikan Kemendikbud agar mensinergikan kerja antar kementrian dan lembaga terkait guna mempersiapkan dan meningkatkan kemampuan SMK untuk menghadapi daya saing di pasar internasional. Dan kepada Gubernur di seluruh Indonesia agar memberikan kemudahan dan kesempatan kepada masyarakat, untuk mendapatkan pelayanan SMK yang bermutu. Dengan demikian, kegiatan workshop ini merupakan momentum yang baik supaya para guru SMK harus memproaktif bagaimana pemetaan sekolah, pemetaan bidang keahlian, program keahlian dan pemetaan kompetensi keahlian SMK ke depan yang baik. Selain itu,  menginventarisasi permasalahan-permasalahan yang terjadi dan bagaimana pemecahannya, baik yang dapat dilakukan oleh sekolah, pemerintah kabupaten/kota, provinsi maupun pusat. Dimana,  permasalahan pendidikan SMK di Maluku yang sangat krusial saat ini, yakni minimnya sarana prasarana berupa ruang kelas, bengkel kerja siswa, perpustakaan,  laboratorium, peralatan dan penunjang praktek. Kemudian minimnya SDM, yaitu jumlah guru produktif tidak sebanding dengan jumlah jurusan atau kompetensi yang tersedia, guru produktif yang mengajar saat ini banyak yang telah masuk masa persiapan pensiun. Dan masih terdapat guru produktif yang belum diangkat menjadi PNS bahkan ada di antara mereka yang mengajar mendapat honor yang tidak sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan juga ada yang tidak mendapat honor.

Lebih lanjut dikatakan,  permasalahan pendidikan SMK juga karena minimnya siswa lulusan SMP Sederajat untuk melanjutkan ke SMK hal ini disebabkan karena minimnya promosi pihak sekolah kepada masyarakat untuk memperkenalkan program keahlian, hasil karya siswa dan lulusan SMK yang terserap pada dunia usaha, dunia industri, serta dapat menciptakan lapangan kerja sendiri. Olehnya itu, saya berharap, dengan kegiatan ini segera membuat pemetaan bidang keahlian, program keahlian dan kompetensi keahlian SMK sesuai dengan kebutuhan pangsa pasar dan keunggulan lokal di tiap Kabupaten/kota, sehingga dapat melahirkan sebuah rekomendasi yang bisa menjawab permasalahan SMK di Maluku ke depan. ()

Direncanakan pada 4-5 Agustus 2017, kembali untuk kedua kalinya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud)  Provinsi Maluku akan menggelar festival pendidikan, yang akan dipusatkan di Lapangan Merdeka dan dibuka langsung oleh Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff. Dan sebelum semuanya berlangsung pihak Dikbud Provinsi Maluku bersama penanggungjawab kegiatan dari Yayasan Hekaleka yang dipimpin Stenly Ferdinandus, serta para kepala sekolah SMA mengadakan rapat koordinasi, di Aula Dikbud Provinsi Maluku, kemarin.

Kadisdikbud Provinsi Maluku M. Saleh Thio, dalam arahannya, menuturkan festival pendidikan ini dibuat untuk diartikan sebagai suatu kegembiraan yang harus dirasakan seluruh elemen pendidikan, dan juga masyarakat. Jadi, sekali lagi festival pendidikan ini mempunyai nilai positif dengan kebahagiaan. Untuk itu, marilah kita dukung dengan penuh tanggungjawab, agar festival pendidikan ini berjalan dengan sempurna.

Sementara itu, Stenly Ferdinandus dari Yayasan Hekaleka, menjelaskan dari kegiatan festival pendidikan ini Maluku bisa cerdas, sebab Kadis sangat intens dengan pendidikan, hingga kiranya mulai dari Kota Ambon acara ini akan bergelora sampai ke seluruh kabupaten/kota di bumi Maluku. Ditambahkan pula, pada kegiatan festival pendidikan yang dilakukan tahun lalu Maluku telah mendapatkan penghargaan dari Mendikbud RI kala itu, Anies Baswedan. Dengan demikian, tahun ini kami siapkan juga acara menarik yang semuanya berkaitan dengan pendidikan, yaitu festival dongeng untuk bunda Paud, pertemuan untuk pendidikan antara guru dan orangtua, robot air untuk jenjang SMP/SMA, robot TIK, lomba foto grafic, talk show, dan festival sains untuk SD. Hadir pembicara Nasional dan Internasional serta Badan Arkeologi akan tampilkan budaya Maluku serta donor darah dari PMI. "Ini merupakan seluruh kegiatan yang telah disiapkan untuk menyambut festival pendidikan yang kedua kalinya dilaksanakan Dikbud Provinsi Maluku di bawah kepemimpinan M. Saleh Thio," tandasnya.  ()

Sesuai dengan data yang masuk ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku, sampai dengan sekarang ini ada sebanyak 7111 anak berkebutuhan khusus yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Maluku. Dan jelas mereka harus mendapat pendidikan yang layak sebagaimana masyarakat lainnya di Indonesia, lebih lagi di Maluku.

Kegiatan Penyusunan Program Anggaran Pembinaan Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK)

Terkait hal tersebut, maka Pemerintah Pusat (Pempus) kini mempunyai perhatian khusus yang diteruskan ke semua Provinsi, salah satunya Maluku dengan mengadakan kegiatan penyusunan program anggaran pembinaan pendidikan khusus layanan khusus (PKLK) terhadap 13 Kepala Sekolah Luar Biasa dari 7 kabupaten/kota di Maluku, yang berlangsung di Hotel Imperal Inn,  Selasa (25/7).

Kadisdikbud Provinsi Maluku M. Saleh Thio,  dalam arahannya yang disampaikan Kabid PKLK Jahja S. Baljanan, mengatakan semua anak di Maluku tanpa terkecuali harus mendapat pendidikan yang layak. Dengan demikian, anak-anak berkebutuhan khusus juga mesti menjadi perhatian pemerintah dan kegiatan yang dilakukan ini melibatkan kabupaten/kota untuk menyusun anggaran kebutuhan mereka, sehingga harus menjadi perhatian serius dari para kepala sekolah untuk dapat mampu membuat program yang terbaik bagi para penyandang cacat. Dengan tujuan utama, yaitu agar semua program dapat berjalan baik, sebab sampai hari ini anak-anak tersebut belum diberi perhatian yang sesuai. "Sekali lagi, saya minta semua komponen dapat bahu-membahu untuk melihat anak berkebutuhan khusus. Sebab sampai dengan hari ini masih ada beberapa kabupaten yang belum memiliki sekolah khusus dan juga masih ada segelintir orang memandang mereka dengan sebelah mata," tandasnya. 

Sementara itu, Panitia Pelaksana La Jhoni, turut menambahkan, tujuan dari acara ini adalah menyamakan persepsi dan memberikan masukan, menyusun program evaluasi kegiatan serta sosialisasikan ke PKLK. Narasumber terdiri dari pusat dan daerah, sementara para peserta terdiri dari para kepala sekolah serta penanggungjawab anggaran sebanyak 26 orang. ()

Sebanyak 110 siswa jenjang SMA yang berasal dari 11 Kabupaten/Kota se-Maluku, digembleng Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku untuk mengikuti kegiatan penguatan karakter melalui kepramukaan. Kadisdikbud Provinsi Maluku M. Saleh Thio,  pada acara pembukaan yang berlangsung di Wisma Gonzalo, kemarin, mengatakan pendidikan karakter saat ini menjadi perhatian pemerintah, hingga dimasukkan dalam proses pembelajaran dan yang paling utama diberikan para guru, yakni pendidikan kepramukaan, sebagai bagian dari kegiatan ekstra kurikuler.

Kadisdikbud Provinsi Maluku M. Saleh Thio

Lanjutnya, sesuai dengan kebijakan pemerintah itu maka pendidikan karakter jadi perhatian penting, sehingga harus dimplementasikan kepada semua peserta didik. Seperti halnya yang kini sementara dilakukan oleh Dikbud, yakni dengan berkumpulnya seluruh siswa SMA se-Maluku, pada kegiatan penguatan karakter melalui kepramukaan untuk diajarkan tentang pendidikan karakter, baik itu secara teori maupun praktek.

Dengan demikian,  selaku kepala dinas,  saya mengharapkan bagi seluruh siswa agar dapat bertanggungjawab dan menyatakan sikap mengedepankan apa yang menjadi kewajiban siswa sebagai pelajar yang mesti menuntut ilmu tanpa pamrih. Lebih lagi, dapat menjauhkan diri dari tindakan radikalisme, narkoba, tawuran antar pelajar,  dan lainnya yang tidak sepadan dengan pendidikan karakter. "Harapan saya agar 110 siswa yang mengikuti kegiatan ini benar-benar memfokuskan diri mereka sebagai pelajar yang taat, disiplin, dan bertanggungjawab," harapnya.  ()

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Maluku M. Saleh Thio, mengimbau  seluruh sekolah terutama pada jenjang SMA/SMK  tidak melakukan pungutan liar (pungli) untuk pakaian seragam dan melakukan kekerasan di sekolah. “Jangan melakukan pungli dan hindari kekerasan bagi siswa baru di sekolah,” imbaunya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Maluku M. Saleh Thio


Guna menghindari hal itu, pihaknya telah berkordinasi dengan ketua dan pengurus Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK se-Maluku.  “Kami telah berkordinasi dan bersepakat dilarang satuan pendidikan melakukan pungutan liar pakaian seragam di sekolah. Kami arahkan bagi semua siswa harus membeli pakaian seragam di toko penjual perlengkapan kebutuhan sekolah,” ujarnya.


Instruksi ini telah disampaikan ke sekolah, karena itu kata Thio, hingga kini tidak ada laporan pungli untuk pembelian pakaian seragam siswa baru tahun 2017.
Orang nomor satu di Disdikbud Provinsi Maluku itu juga mengingatkan agar satuan pendidikan dalam melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) terhadap siswa baru menghindari kekerasan.


Apalagi, dia menegaskan, upaya meminalisir potensi kekerasan di sekolah dan pungli merupakan bagian dari upaya mendukung kebijakan Mendikbud RI Muhadjir Effendy tentang Sekolah Aman. “Karena itu diharapkan sekolah-sekolah jangan melakukan kekerasan. Untuk Maluku, sudah dilarang melakukan pungli pakaian seragam disekolah maupun kekerasan,” tegasnya. ()

KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU

  • KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU
    Jenderal  Ahmad Yani  Kelurahan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau
    Ambon - Maluku, 97124
  • 0911 352389 - 352367
  • (fax) 0911-352389

Copyright © 2016 Thinkweb. All Rights Reserved