(Kadis Pendidikan Provinsi Maluku, Dr. M. Saleh Thio. M. Si sebagai pembicara.)

Universitas Pattimura Ambon Jurusan Pendidikan FMIPA menggelar kuliah umum dengan tema, “Potret Kualitas Pendidikan di Maluku” di aula Rektorat Unpatti, Kamis, (5/10) dengan menghadirkan Kadis Pendidikan Provinsi Maluku, Dr. M. Saleh Thio. M. Si sebagai pembicara.

      


Kadis Pendidikan Provinsi Maluku, Dr. M. Saleh Thio. M. Si sangat mengapresiasi kegiatan ini dan bangga hadir ditengah-tengah mahasiswa untuk memberikan informasi pendidikan yang ada di Maluku.

  

“Dengan adanya kegiatan ini, informasi tentang pendidikan yang ada di Maluku dapat dibagi dengan masyarakat luas sehingga sesuai dengan tagline yang diangkat pada kuliah umum hari ini (kemarin-red) untuk menjadikan masyarakat Maluku yang cerdas,” kata Saleh Thio saat ditemui oleh wartawan usai kegiatan.


Ketua Jurusan FMIPA Unpatti, Dr. Anderson Pallinusa, mengaku, kuliah umum ini rutin setiap tahun digelar untuk mahasiswa baru.

(Ketua Jurusan FMIPA Unpatti, Dr. Anderson Pallinusa)

“Namun kali ini kami memberikan kesempatan kepada Kadis Pendidikan Provinsi agar dapat mengetahui gambaran tentang output input proses dari tenaga guru yang nantinya dikeluarkan oleh FKIP dan Dinas Pendidikan Provinsi sebagai penerima,” ujar Anderson. ()

  

(dok. kuliah umum dengan tema, “Potret Kualitas Pendidikan di Maluku” )

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud)  Provinsi Maluku, kemarin,  menyelenggarakan workshop dana transfer daerah bidang pendidikan tingkat Provinsi Maluku tahun 2017.

(Para peserta dan panitia menyanyikan lagu Indonesia Raya)

Terkait hal ini, Sekretaris Dikbud Provinsi Maluku Mimi Hudjajani,  menuturkan tahun 2017 ini pemerintah pusat telah menganggarkan Dana Alokasi Khusus (DAK)  bidang pendidikan kepada Provinsi dan Kabupaten/Kota di Maluku dalam bentuk DAK fisik dan non fisik. Dimana DAK fisik diperuntukkan untuk pembangunan ruang kelas baru,  pembangunan laboratorium,  rehabilitasi ruang belajar,  pembangunan ruang dan peralatan praktek siswa.  Sedangkan DAK non fisik diperuntukkan untuk tunjangan profesi guru,  tambahan penghasilan,  tunjangan khusus,  BOSNAS dan BOP PAUD.

(Sekretaris Dikbud Provinsi Maluku Mimi Hudjajani)

Karena itu,  workshop ini sangat penting dan strategis guna memfasilitasi koordinasi dan sinkronisasi perencanaan dan pelaksanaan dana transfer daerah bidang pendidikan baik itu pada tingkat Pusat,  Provinsi dan Kabupaten/Kota. Dengan demikian,  salah satu bentuk hubungan keuangan pusat dan daerah dalam bidang pendidikan yakni dana transfer daerah yang bersumber dari pendapatan APBN, dialokasikan atau ditransfer kepada daerah untuk membiayai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah sehingga dapat membantu mengurangi beban biaya kegiatan khusus yang harus ditanggung oleh pemerintah daerah. Untuk itulah,  diharapkan kemampuan pemerintah daerah untuk manajemen pembangunan pendidikan menjadi lebih lincah,  akurat dan tepat.

                    

(Parapeserta dan narasumber yang mengikuti Kegiatan workshop dana transfer daerah bidang pendidikan tingkat Provinsi Maluku tahun 2017)


Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Husein Henaulu,  mengatakan maksud dari pelaksanaan workshop ini untuk meningkatkan harmonisasi pelaksanaan dana transfer daerah bidang pendidikan di Provinsi Maluku. Dengan tujuan dapat menyamakan persepsi tentang pembangunan dan penyelenggaraan dana transfer daerah serta membangun koordinasi dan menyusun rencana kerja pelaksanaan program pendidikan melalui DAK tahun 2018.

(Ketua Panitia Pelaksana Husein Henaulu)


Peserta kegiatan workshop ini berjumlah 33 orang, yang berasal dari 11 kabupaten/kota di Maluku. Selain itu juga workshop ini menghadirkan Narasumber Pusat dari Kemendikbud RI dan Narasumber Daerah dari BPKD Provinsi Maluku. ()

     

(Peserta, panitia, dan narasumber kegiatan workshop)

Untuk memberikan pemahaman kepada para ASN Dikbud Provinsi Maluku Bidang SMA Seksi Kurikulum,  Rabu (20/9), menyelenggarakan sosialisasi persamaan persepsi untuk penanganan dokumen kurikulum 1, 2, 3, bagi ASN dan juga pengawas SMA dilingkup Dikbud Provinsi Maluku. 

(ASN dan juga pengawas SMA Dikbud Provinsi Maluku)

Tujuannya adalah untuk memberikan pencerahan dan pemahaman terkait dengan pembuatan kurikulum, agar para pengawas yang akan turun ke sekolah - sekolah bisa memahami dan mengerti.  Demikian hal ini disampaikan Kabid Pembinaan SMA Nus Kesaulija, kepada pers dikantornya..  Lanjutnya,  sosialisasi ini sangat penting sehingga saat mereka turun untuk melakukan monitoring dan pengawasan tidak ada masalah. Sementara itu,  Kepala Seksi Kurikulum Netty Badriah, menambahkan menyangkut dokumen yang dijelaskan ada terbagi tiga dimana dokumen satu itu akan diperiksa oleh tim verifikasi dan validasi Dikbud Provinsi.

Sedangkan dokumen 2, dan 3 diperiksa disekolah oleh pengawas. Hingga jelas kegiatan ini sangat penting dengan menghadirkan pegawai dan pengawas, agar tidak terjadi perbedaan persepsi. Apabila dokumen belum dibuat oleh sekolah atau pun sudah dibuat, namun disahkan maka dokumen tersebut dinyatakan tidak sah. Dengan perincian dokumen 1 itu berkaitan dengan berbagai hal yang terkait dengan proses pendidikan yang harus diketahui oleh Dikbud. Sedangkan dokumen 2 yakni silabus dan dokumen 3 rencana pembelajaran.

Menyangkut semuanya itu Dikbud Provinsi melalui Seksi Kurikulum telah merekapitulasi ada sebanyak 247 sekolah jenjang SMA dan baru 5 sekolah yang melaksanakan Kurikulum 2013 (K-13) diantaranya SMA Negeri Siwalima Ambon,  SMAN 1 Ambon,  SMAN 3 Ambon,  SMA Saparua, dan SMA Kei Kecil.  Sedangkan sekolah lainnya masih bercampur antara KTSP 2006 dan Kurikulum 2013. ()

(Pagelaran seni dan budaya Maluku tahun 2017)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud)  Provinsi Maluku menggelar pegelaran seni dan budaya,  yang dipusatkan pada halaman Pattimura Park,  Selasa (19/9). Kadisdikbud Provinsi Maluku M. Saleh Thio,  dalam sambutannya, yang dibacakan Sekretaris Dikbud Provinsi Maluku Mimi Hudjajani,  mengatakan kesenian sebagai salah satu cara untuk mengekspresikan rasa juga memiliki potensi besar dan efektif sebagai media pembelajaran yang dapat digunakan untuk mendukung tumbuh kembang jiwa terutama anak - anak. Namun,  demikian sangat disayangkan melihat fakta bahwa Indonesia kini dikuasai oleh panggung entertainment yang kurang memberikan nilai penting pada pesan - pesan edukatif baik melalui bentuk penyajian atau pesan moral lainnya.

Dimana seni pertunjukan yang memiliki pesan edukatif dan nilai - nilai luhur yang bersumber dari kearifan budaya lokal sudah sangat langka. Kondisi ini sangat ironis mengingat anak - anak sebagai kader masa depan budaya bangsa terkhusus kebudayaan Maluku yang kita banggakan. Lanjutnya,  Dikbud Provinsi Maluku sebagai lembaga utama pendidikan yang menaungi 11 Kabupaten/kota memiliki visi dan misi dalam memajukan pendidikan anak - anak Maluku serta melestarikan dan mengembangkan budaya Maluku. "Jadi Dikbud Provinsi telah banyak bekerjasama dengan Kemendikbud serta stakeholder terkait guna membina dan mengembangkan para pendidik dan pelaku seni,  dengan harapan hasil karya dan karsa dapat lebih berkualitas dan dipertanggungjawabkan atas nama Maluku baik itu tingkat Nasional bahkan Internasional, "tuturnya.


Selain itu juga pada pagelaran seni dan budaya ini kita akan saksikan 10 penampilan terbaik berupa tari,  musik tradisional dan hawaiian serta teater yang merupakan perwakilan dari sanggar - sanggar terpilih dan diantaranya merupakan siswa - siswi berprestasi dari beberapa sekolah di Kota Ambon. "Semoga melalui pagelaran seni dan budaya ini tidak hanya sekedar memberikan hiburan, tetapi lebih dimaknai sebagai media edukasi yang berisi pesan moral yang baik bagi anak - anak kita, "tandasnya. Sementara itu,  Kepala Seksi Kesenian Dikbud Provinsi Maluku Sitti Basing,  mengatakan pagelaran seni dan budaya Maluku telah dilaksanakan selama dua tahun berturut - turut dan kedepannya kami berharap dapat menjadi agenda tetap tahunan bagi bidang kebudayaan.

                              

(Kepala Seksi Kesenian Dikbud Provinsi Maluku Sitti Basing)                                            (Dok.Pagelaran seni dan budaya Maluku tahun 2017)

Pagelaran seni dan budaya Maluku tahun 2017 saat ini akan menampilkan 10 pertunjukkan yang mencakup seni tari dari empat sanggar yakni sanggar Khayla dari Kota Ambon, sanggar Tifa Siwalima dari Kota Ambon,  sanggar Ulupaha dari Seith Malteng. Dan Group Siwarima dari seksi kesenian Dikbud Provinsi Maluku yang pada bulan Juli lalu telah tampil pada ajang gelar koreografi Indonesia di Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur. Dengan demikian,  pertunjukkan seni musik terdiri dari empat sanggar di Kota Ambon yaitu sanggar Papala Latuhalat,  Group Tahuri Hutumuri,  Hawaiian Band,  dan Gruop Siwarima dari seksi kesenian Dikbud Provinsi Maluku yang pada bulan Agustus lalu tampil pada gelar karawitan muda Indonesia di Kota Cilegon Provinsi Banten. Untuk pertunjukkan teater kami percayakan pada dua sanggar yaitu Bengkel Teater Embun dan sanggar Teater Kabaresi. ()

(Dok. Pagelaran seni dan budaya Maluku tahun 2017)

(Penanggungjawab gaji guru kontrak pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Husein Henaulu)

Penanggungjawab gaji guru kontrak pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Husein Henaulu, kepada pers diruang kerjanya, Kamis (14/9), mengatakan tahun ini pembayaran gaji guru kontrak masuk triwulan ketiga tepat dibulan september dan sesuai aturan dibulan ini juga harus terjadi proses pembayaran.

Maka kami telah melakukan semua proses hingga pembayaran gaji guru kontrak akan terealisasi pada pekan depan. Dimana pembayaran itu akan ditransfer ke masing - masing rekening para guru kontrak yang tersebar pada 11 kabupaten/kota dengan jumlah 1.530 orang. Dengan perincian satu bulan gaji guru kontrak dibayar Rp.1.015.000 karena akan dibayar selama tiga bulan maka total gaji yang akan didapatkan berjumlah Rp.3.045.000. Lanjutnya, menyangkut hak - hak para guru kontrak ini kami akan prioritaskan, supaya tidak ada lagi masalah yang nantinya bisa merugikan kami sendiri.

Dan ini merupakan kebijakan yang diambil oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Muhammad Saleh Thio. Dengan harapan, agar para guru kontrak dapat menikmati apa yang menjadi perjuangan mereka selama tiga bulan sebagai guru kontrak dalam proses belajar mengajar."Kami berharap, agar para guru kontrak setelah mendapat hak mereka, kiranya dapat melaksanakan kewajiban proses belajar mengajar dengan penuh rasa tanggungjawab,"tandasnya. ()

                       

(Dok. Proses pembayaran Gaji triwulan III kepada guru kontrak)

Tahun ini, Taman Budaya Maluku menjadi tuan rumah temu karya Taman Budaya se-Indonesia dan pameran besar seni rupa, dengan tema "Ekpresi Perdaban Kebangsaan".


Dalam pembukaan yang berlangsung di halaman taman budaya Maluku, selasa (12/9). Gubernur Ir. Said Assagaff dalam sambutannya berharap temu karya Taman Budaya se-Indonesia dapat menjadi momentum pengemban seni budaya secara efektif sebagai sumber inspirasi pembangunan perdaban bangsa. Mengingat pembangunan bangsa yang tidak berdasar  pada nilai-nilai kearifan local atau kecerdasan lokal akan kering atau gersang dan kehilangan konteksnya.

(Taman Budaya Maluku menjadi tuan rumah temu karya Taman Budaya se-Indonesia dan pameran besar seni rupa)

"Pada saat yang sama tentu kita sangat mengharapkan seni budaya kita yang sangat kaya ini bisa diintegrasikan di dalam proses pembelajaran di dunia pendidikan, karena pendidikan merupakan salah satu intstrumen transfotmasi peradaban yang sangat efektif,"ujarnya.


Apalagi menurutnya, pendidikan seni budaya dan ketrampilan memiliki peranan sangat besar dalam pembentukan pribadi  peserta didik yang harmonis untuk mencapai multikecerdasan yang terdiri atas kecerdasan intrapersonal, interpersonal, visual spasial, musikal, lingustik, logi matematik, naturalis serta kecerdasan spiritual, moral dan emosional. Hal ini pula menjadi visi pembangunan Maluku, yaitu Mantapnya pembangunan Maluku yang rukun, religius, damai, sejahtera, aman, berkualitas dan demokratis dijiwai semangat siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan.


Dikatakan, dalam menghadapi pelbagai persoalan yang nyaris menimbulkan disintegrasi bangsa dewasa ini, seperti maraknya praktek politik identitas berdasarkan agama, suku, bangsa serta masifnya praktek-praktek ujaran-ujaran kebencian dan fitnah (hoax) di media sosial. Maka melalui tema temu karya taman budaya se-Indonesia "Ekspresi Peradaban Kebangsaan, dirinya berharap dapat kembali merajut ikatan-ikatan keadaban atau persaudaraan sejati sesama anak bangsa melalui karya seni dan budaya. Karena seni adalah media dialog dan perjumpaan yang mampu melampaui semua sekat-sekat agama, suku, bangsa, warna kulit bahkan negara.


Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang diwakili Direktur Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudyaan, Kemendikbud RI Gunawan, dalam sambutannya, berharap seniman yang hadir dalam pameran dalam berkolabarosi dengan seniman Maluku dalam mengembangkan seni rupa.
"Kalau perlu ada residensi untuk saling bertukar pikiran khusunya seni rupa karena kita lihat ambon begitu banyak potensi,"ucapnya.
Tak hanya itu, dirinya mengiginkan kedeoannya taman budaya Maluku dapat dikembangkan lebih lagi dalam menumbuhkan kreatifitas para seniman.
Dijelaskan, tahun 2018 kementrian pendidikan dan kebudayaan akan mengembangkan platfon Indonesiana, dan diharapkan Maluku bisa menjadi salah satu tuan rumab penyelenggaraan ivent dimaksud.
"Jadi Idonesianna itu, dimana pemda menjadi tuan rumah tetapi kami yang akan mengundang seniman dari luar untuk datang berkolaborasi bersama di daerah yang dituju,"pungkasya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio, mengatakan tujuan penyelenggaraan temu karya Taman Budaya se-Indonesia dan pameran besar seni rupa, yakni tercapainya koneksi kebangsaan yang memperkokoh integrtas, nasionalisme, melalui seni budaya yang berdampak baik pada tegak dan kokohnya NKRI.

(Keluarga besar Disdikbud bersama Gubernur Maluku)

Serta memperkuat proses edukasi melalui bidang seni budaya untuk menjawab upaya pendidikan dan kebudayaan dalam membentuk karakter dan mendorong terjadinya peningkatan produktivitas seni rupa Indonesia untuk menjawab pertumbuhan ekonomi kreatif bidang seni budaya. ()

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio, kepada pers diruang kerjanya, Rabu (13/9), menuturkan sangat berbahagia dan bangga atas prestasi yang diukir siswa berkebutuhan khusus ditingkat Nasional pada lomba 02SN. Pasalnya, dalam tahun 2017 ini secara berturut - turut menyabet juara satu pada ivent nasional dan berhasil menyumbangkan medali emas bagi Maluku.

Lanjutnya, pemerintah sangat memberikan apresiasi penuh kepada para siswa catat karena tidak terbayangkan kemenangan itu didapatkan dari mereka. Dengan demikian, para siswa berkebutuhan khusus akan mendapat perhatian dari pemerintah dengan tidak ada perbedaan antara siswa berkebutuhan khusus dengan siswa normal.

Karena itu, setiap moment yang dibuat pemerintah pusat dengan melibatkan para peserta didik yang berkebutuhan khusus diberikan kesempatan seluas - luasnya untuk mereka mengikuti moment apapun sesuai kemampuan dan keahlian yang mereka miliki, untuk itu secara tidak langsung kita telah kembangkan minat yang dimiliki oleh mereka."Sekali lagi kebanggan ini sangat terasa disaat panji - panji siwalima berkumandang yang mana itu dipersembahkan oleh anak - anak berkebutuhan khusus seperti Modesta Angwarmase,"tuturnya. Sementara itu, Kepala Seksi Peserta Didik PKLK Henny Saimima, menambahkan keberhasilan yang diraih oleh peserta didik berkebutuhan khusus ini karena kita semua kompak dan bekerja dengan hati, untuk merangkul mereka dan akhirnya mereka bisa memberikan yang terbaik bagi Maluku. ()

Menyikapi ke-47 guru SMA/SMK yang mengusulkan kenaikan pangkat namun salah sasaran. Kepada pers diruang kerjanya, Rabu (13/9), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio, meluruskan pemberitaan yang menyudutkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku dengan menyatakan 47 guru tersebut memang telah melakukan pengusulan kenaikan pangkat, tetapi melalui orang - orang yang tida bertanggungjawab.

(Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio)

Dimana mereka katakan sangat dekat dan punya relasi dengan pihak Dikbud, hingga dapat melakukan pengurusan dengan mudah. Namun kenyataannya sampai saat ini pengusulan itu tidak terealisasi. Setelah pengecekan di BKD Provinsi barulah diketahui bahwa ke-47 guru itu tidak punya petunjuk dari Dikbud untuk usulan kenaikan pangkat. Dengan demikian, kami telah melakukan pembenahan dan mereka yang telah salah arah itu telah diusulkan untuk mendapat kenaikan pangkat tetapi nantinya pada tahun 2018. Sebab proses pengurusan kenaikan pangkat yang satu tahun dua kali itu dua tahun sebelumnya sudah harus ada pengusulan seperti yang sekarang ini ada sebanyak 115 guru telah berproses kenaikan pangkat yang nantinya berlangsung pada Oktober.

Dirinya menegaskan, menyangkut persoalan kenaikan pangkat seandainya ada oknum dari Dikbud yang coba - coba melanggar aturan maka mereka itu akan diberikan sanksi bahkan kalau saya pun berbuat hal yang melanggar aturan tetap akan diproses. Thio menambahkan, sejak 1 Januari 2017 semua kewenangan guru SMA/SMK telah beralih ke Provinsi hingga segala persoalan guru menjadi tanggungjawab penuh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku. ()

Ketua Kontingan O2SN tingkat Nasional untuk Provinsi Maluku Ibrahim Parera, melalui telepon selulernya, kemarin, menuturkan perjalanan tim 02SN Maluku menuju tingkat Nasional tidak sia - sia karena berhasil memperoleh medali emas melalui lari 80 meter putri pada jenjang SDLB dari Saumlaki atas nama Modesta Angwarmase.

Dan juga juara II karate putri jenjang SMK Deilan Telussa. Masih ada lagi Stevanus Ferdinandus juara II karate dari SMPN 9 Ambon, dan ada lagi juara harapan I lomba lari 80 meter jenjang SMPLB. Dengan perolehan kurang lebih 3 medali diantaranya 1 medali emas, dan 2 medali perak, serta juga juara harapan telah membawa panji - panji siwalima berkibar ditingkat Nasional. Ini jelas sangat membanggakan kita semua baik saya sebagai Ketua Kontingen maupun para siswa yang mengikuti lomba 02SN. Dengan demikian, Maluku kembali menorehkan prestasi dibidang olahraga.

"Sebagai ketua kontingen saya merasa bahagia karena selama membawa kontingen Maluku ke tingkat Nasional untuk keempat kali dimasa terakhir pengabdian untuk Dikbud Provinsi Maluku tidak sia - sia karena peserta Maluku telah menunjukkan prestasi yang membanggakan saya,"tuturnya. ()

(Kadisdikbud Provinsi Maluku M. Saleh Thio bersama Ketua Majelis Taklim Amalia Dikbud Provinsi Maluku Husein Henaulu

menyerahkan tiga hewan kurban)

Dikbud Provinsi Maluku menyerahkan tiga hewan kurban kepada masing - masing SMA Negeri Siwalima Ambon, SMA Negeri 11 Ambon, Masjid Amal Shaleh Kebun Cengkeh. Dan sumbangan berupa uang diberikan kepada Masjid Jabal Rahman Gunung Malintang,  Panitia Kurban Dusun Air Manis Negeri Laha,  Masjid Jabal Ahuru,  dan Masjid An Nur Jalan Baru.

Kadisdikbud Provinsi Maluku M. Saleh Thio,  menuturkan penyerahan hewan kurban ini meruapakan partisipasi dari seluruh warga Dikbud dan menyangkut pemberian bantuan tiap tahun diberikan pada perayaan hari - hari besar keagamaan.

Kadisdikbud Provinsi Maluku M. Saleh Thio

Kali ini tepat 1 September tiga ekor sapi diberikan sebagai kurban dengan harapan semangat kurban dapat memotivasi pengabdian untuk kita bisa membangun dunia pendidikan di Maluku untuk lebih baik dari sekarang. Selanjutnya kurban mempunyai arti penting yang mana kita saling membagi kasih terutama bagi mereka yang berhak menerimanya. Dengan demikian, hal itu sangat punya kaitan dalam membangun mental umat dan sebagai bagian dari kehidupan yang tidak terpisah untuk mencerdaskan anak bangsa maka Dikbud menyatakan sikap saling menolong dengan memberikan hewan kurban di tahun ini.

Sementara itu, Ketua Majelis Taklim Amalia Dikbud Provinsi Maluku Husein Henaulu,  mengatakan penyerahan hewan kurban ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun yang memiliki makna saling asih dan asuh.  Hingga Dikbud berpartisipasi melalui Anggota Majelis Taklim Amalia serta warga Dikbud lainnya dan mendapat tiga ekor sapi untuk disumbangkan kepada mereka yang membutuhkan.  ()

 

(Keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku)

KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU

  • KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU
    Jenderal  Ahmad Yani  Kelurahan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau
    Ambon - Maluku, 97124
  • 0911 352389 - 352367
  • (fax) 0911-352389

Copyright © 2016 Thinkweb. All Rights Reserved