Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Muhammad Saleh Thio, didampinggi Pengurus PGRI Maluku

melakukan pertemuan bersama Gubernur Maluku Said Assagaff

Menjelang Peringatan Hari  Guru Nasional (HGN) dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ke-72 tahun 2017 di bulan Nopember mendatang, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku akan menggelar berbagai lomba, yakni Hipme PGRI, Karya Tulis Ilmiah, Marshing Band dan Senam PGRI.

"Untuk lomba Marshing Band di peruntukkan kepada siswa, sedangkan lomba lainnya diperuntukkan kepada guru. Dimana untuk tempat pelaksanaan lomba akan berlangsung di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku dan SMA Negeri 1 Ambon,"ujar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Muhammad Saleh Thio, didampinggi Pengurus PGRI Maluku, kepada wartawan usai melakukan pertemuan bersama Gubernur Maluku Said Assagaff, kemarin.
Dikatakan, berbagai lomba dimaksud akan mulai berlangsung pada 17 Nopember, yang akan dicanangkan langsung oleh Gubernur, di Lapangan Merdeka Ambon. Begitu juga pada acara puncak Peringatan HGN dan HUT PGRI, yang akan dipimpin langsung oleh Gubernur selaku Inspektur Upacara (Irup).

"Dari hasil pertemuan bersama kami, Gubernur bersedia untuk mengikuti kedua kegiatan dimaksud,"tuturnya.
Menurutnya, kedua kegiatan tersebut di bawah sorotan tema "Membangkitkan Kesadaran Kolektif Guru Dalam Meningkatkan Disiplin dan Etos Kerja untuk Penguatan Pendidikan Karakter". Yang diharapkan, mutu pendidikan tetap menjadi komitmen bagi seluruh insan pendidikan di Maluku.

Untuk itu, kata Thio,  perlu ada terobosan dari PGRI, melalui upaya maupun program dalam mewujudkan Maluku cerdas. Ditanya mengenai pemerataan guru, kata orang nomor satu di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, pihaknya sementara ini lagi mengkaji terkait hal tersebut.
"Sementara ini kita lagi kaji, tempat mana yang kebanyakan guru maupun  kekurangan guru. Setelah itu baru kita lakukan penataan lebih lanjut,"tandasnya.  ()

Penanggungjawab Dana Bos Provinsi Henny Saimima, kepada koran ini diruang kerjanya, Kamis (2/11), mengatakan penyaluran dana Bos jenjang SD dan SMP untuk Triwulan III telah tersalur ke 11 kabupaten/kota.

Dikatakan,  penyaluran Bos ini langsung ditransfer ke rekening kepala sekolah dengan jumlah yang diberikan masih sama yakni untuk siswa jenjang SD bantuan yang diberikan sebesar Rp. 800 ribu persiswa pertahun. Sedangkan siswa SMP sebesar Rp. 1 juta persiswa pertahun. Lanjutnya, untuk tahun 2017 ini dilakukan penyaluran dana Bos sebanyak empat kali, karena itu masih tinggal satu tahap lagi yang akan disalurkan pada bulan Desember yakni triwulan IV.

Dirinya berharap, melalui penyaluran dana Bos ini juga harus ada perhatian penuh dari sekolah - sekolah guna mempertanggungjawabkan bantuan dari Pemerintah Pusat (Pempus) ini karena dengan pertanggungjawaban tersebut membuat Maluku bisa kembali mendapatkan penyaluran dana Bos dari Pusat.

"Sekarang ini untuk bantuan dana Bos tidak hanya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang mempunyai tanggungjawab, tetapi sudah ada lagi Kementerian Keuangan,  sehingga pertanggungjawaban itu sangat penting. Hingga Dikbud bisa melakukan pertanggungjawaban,"tuturnya. ()

Untuk mencerdaskan kehidupan bangsa terutama generasi muda, maka pemerintah terus melakukan berbagai perhatian, Kamis (2/11), bertempat di Hotel Golden Palace,  Dikbud Provinsi Maluku menggelar kegiatan implementasi kurikukum 2013 bagi guru SMK.

Sekretaris Dikbud Provinsi Maluku Mimi Hudjajani

Menyangkut hal itu,  Sekretaris Dikbud Provinsi Maluku Mimi Hudjajani,  mengatakan sekarang ini pemerintah mulai dari Pusat sampai ke Provinsi mempunyai perhatian yang sangat besar bagi sekolah kejuruan. Dengan demikian,  melalui kegiatan implementasi tersebut akan menjawab kurikukum yang terbaik bagi peserta didik.

Lanjutnya,  kedepan ini standar kompetensi kelulusan sangat diutamakan. Untuk itu,  peserta didik sudah harus disiapkan dengan kurikulum yang sesuai, sehingga tidak menyulitkan mereka dalam proses pendidikan. Dirinya berharap, melalui kegiatan ini dapat diikuti dengan baik oleh para guru SMK terutama mereka semua adalah guru produktif.

 

Sementara itu,  panitia pelaksana Lantara Habir,  menambahkan dilaksanakannya kegiatan implementasi kurikulum ini dapat terencana dengan baik, sebab saat ini kita masih menggunakan dua kurikulum dalam pembelajaran yakni KTSP 2006 dan kurikulum 2013. Dimana nantinya KTSP 2006 akan berakhir pada tahun 2019 dan 2020 seluruh sekolah secara menyeluruh menggunakan kurikulum 2013. Hingga  kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menyamakan persepsi.

Dan kegiatan berlangsung selama tiga hari, kemudian pembawa materi dari pusat dan daerah dengan peserta terdiri dari 11 kabupaten/kota, yang diikuti oleh seluruh guru produktif. ()

(Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sma melaksanakan workshop penulisan soal berstandar USBN dan UN SMA 2017)

Untuk meningkatkan hasil Ujian Nasional (UN), Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sma melaksanakan workshop penulisan soal berstandar USBN dan UN SMA 2017. Kegiatan berlangsung di SMA Negeri 2 Ambon selama tiga hari dari 16 hingga 18 Oktober, dihadiri oleh MKKS Kota Ambon, MKKS Leihitu, MKKS Leihitu Barat,  MKKS Salahutu dan MKKS Haruku.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio, mengatakan pihaknya memberikan apresiasi terhadap workshop yang dilaksanakan MKKS dalam menjawab mutu pendidikan di Maluku.

"Kita perlu melakukan program di lingkup Pendidikan Provinsi Maluku terkait sekolah makanya, kita harus selalu melakukan pembinaan dan pengawasan serta evaluasi terhadap mutu pendidikan di Maluku,''ujarnya.
Sementara itu, Ketua MKKS SMA Kota Ambon A. R. Tahalele, menambahkan workshop yang dilakukan untuk mengumuli mutu pendidikan SMA yang belum terlalu baik, karena hasil UN menunjukkan mutu pendidikan pada tingkat SMA di Maluku masih terlalu rendah. ()

(Kadis Pendidikan Provinsi Maluku, Dr. M. Saleh Thio. M. Si sebagai pembicara.)

Universitas Pattimura Ambon Jurusan Pendidikan FMIPA menggelar kuliah umum dengan tema, “Potret Kualitas Pendidikan di Maluku” di aula Rektorat Unpatti, Kamis, (5/10) dengan menghadirkan Kadis Pendidikan Provinsi Maluku, Dr. M. Saleh Thio. M. Si sebagai pembicara.

      


Kadis Pendidikan Provinsi Maluku, Dr. M. Saleh Thio. M. Si sangat mengapresiasi kegiatan ini dan bangga hadir ditengah-tengah mahasiswa untuk memberikan informasi pendidikan yang ada di Maluku.

  

“Dengan adanya kegiatan ini, informasi tentang pendidikan yang ada di Maluku dapat dibagi dengan masyarakat luas sehingga sesuai dengan tagline yang diangkat pada kuliah umum hari ini (kemarin-red) untuk menjadikan masyarakat Maluku yang cerdas,” kata Saleh Thio saat ditemui oleh wartawan usai kegiatan.


Ketua Jurusan FMIPA Unpatti, Dr. Anderson Pallinusa, mengaku, kuliah umum ini rutin setiap tahun digelar untuk mahasiswa baru.

(Ketua Jurusan FMIPA Unpatti, Dr. Anderson Pallinusa)

“Namun kali ini kami memberikan kesempatan kepada Kadis Pendidikan Provinsi agar dapat mengetahui gambaran tentang output input proses dari tenaga guru yang nantinya dikeluarkan oleh FKIP dan Dinas Pendidikan Provinsi sebagai penerima,” ujar Anderson. ()

  

(dok. kuliah umum dengan tema, “Potret Kualitas Pendidikan di Maluku” )

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud)  Provinsi Maluku, kemarin,  menyelenggarakan workshop dana transfer daerah bidang pendidikan tingkat Provinsi Maluku tahun 2017.

(Para peserta dan panitia menyanyikan lagu Indonesia Raya)

Terkait hal ini, Sekretaris Dikbud Provinsi Maluku Mimi Hudjajani,  menuturkan tahun 2017 ini pemerintah pusat telah menganggarkan Dana Alokasi Khusus (DAK)  bidang pendidikan kepada Provinsi dan Kabupaten/Kota di Maluku dalam bentuk DAK fisik dan non fisik. Dimana DAK fisik diperuntukkan untuk pembangunan ruang kelas baru,  pembangunan laboratorium,  rehabilitasi ruang belajar,  pembangunan ruang dan peralatan praktek siswa.  Sedangkan DAK non fisik diperuntukkan untuk tunjangan profesi guru,  tambahan penghasilan,  tunjangan khusus,  BOSNAS dan BOP PAUD.

(Sekretaris Dikbud Provinsi Maluku Mimi Hudjajani)

Karena itu,  workshop ini sangat penting dan strategis guna memfasilitasi koordinasi dan sinkronisasi perencanaan dan pelaksanaan dana transfer daerah bidang pendidikan baik itu pada tingkat Pusat,  Provinsi dan Kabupaten/Kota. Dengan demikian,  salah satu bentuk hubungan keuangan pusat dan daerah dalam bidang pendidikan yakni dana transfer daerah yang bersumber dari pendapatan APBN, dialokasikan atau ditransfer kepada daerah untuk membiayai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah sehingga dapat membantu mengurangi beban biaya kegiatan khusus yang harus ditanggung oleh pemerintah daerah. Untuk itulah,  diharapkan kemampuan pemerintah daerah untuk manajemen pembangunan pendidikan menjadi lebih lincah,  akurat dan tepat.

                    

(Parapeserta dan narasumber yang mengikuti Kegiatan workshop dana transfer daerah bidang pendidikan tingkat Provinsi Maluku tahun 2017)


Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Husein Henaulu,  mengatakan maksud dari pelaksanaan workshop ini untuk meningkatkan harmonisasi pelaksanaan dana transfer daerah bidang pendidikan di Provinsi Maluku. Dengan tujuan dapat menyamakan persepsi tentang pembangunan dan penyelenggaraan dana transfer daerah serta membangun koordinasi dan menyusun rencana kerja pelaksanaan program pendidikan melalui DAK tahun 2018.

(Ketua Panitia Pelaksana Husein Henaulu)


Peserta kegiatan workshop ini berjumlah 33 orang, yang berasal dari 11 kabupaten/kota di Maluku. Selain itu juga workshop ini menghadirkan Narasumber Pusat dari Kemendikbud RI dan Narasumber Daerah dari BPKD Provinsi Maluku. ()

     

(Peserta, panitia, dan narasumber kegiatan workshop)

Untuk memberikan pemahaman kepada para ASN Dikbud Provinsi Maluku Bidang SMA Seksi Kurikulum,  Rabu (20/9), menyelenggarakan sosialisasi persamaan persepsi untuk penanganan dokumen kurikulum 1, 2, 3, bagi ASN dan juga pengawas SMA dilingkup Dikbud Provinsi Maluku. 

(ASN dan juga pengawas SMA Dikbud Provinsi Maluku)

Tujuannya adalah untuk memberikan pencerahan dan pemahaman terkait dengan pembuatan kurikulum, agar para pengawas yang akan turun ke sekolah - sekolah bisa memahami dan mengerti.  Demikian hal ini disampaikan Kabid Pembinaan SMA Nus Kesaulija, kepada pers dikantornya..  Lanjutnya,  sosialisasi ini sangat penting sehingga saat mereka turun untuk melakukan monitoring dan pengawasan tidak ada masalah. Sementara itu,  Kepala Seksi Kurikulum Netty Badriah, menambahkan menyangkut dokumen yang dijelaskan ada terbagi tiga dimana dokumen satu itu akan diperiksa oleh tim verifikasi dan validasi Dikbud Provinsi.

Sedangkan dokumen 2, dan 3 diperiksa disekolah oleh pengawas. Hingga jelas kegiatan ini sangat penting dengan menghadirkan pegawai dan pengawas, agar tidak terjadi perbedaan persepsi. Apabila dokumen belum dibuat oleh sekolah atau pun sudah dibuat, namun disahkan maka dokumen tersebut dinyatakan tidak sah. Dengan perincian dokumen 1 itu berkaitan dengan berbagai hal yang terkait dengan proses pendidikan yang harus diketahui oleh Dikbud. Sedangkan dokumen 2 yakni silabus dan dokumen 3 rencana pembelajaran.

Menyangkut semuanya itu Dikbud Provinsi melalui Seksi Kurikulum telah merekapitulasi ada sebanyak 247 sekolah jenjang SMA dan baru 5 sekolah yang melaksanakan Kurikulum 2013 (K-13) diantaranya SMA Negeri Siwalima Ambon,  SMAN 1 Ambon,  SMAN 3 Ambon,  SMA Saparua, dan SMA Kei Kecil.  Sedangkan sekolah lainnya masih bercampur antara KTSP 2006 dan Kurikulum 2013. ()

(Pagelaran seni dan budaya Maluku tahun 2017)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud)  Provinsi Maluku menggelar pegelaran seni dan budaya,  yang dipusatkan pada halaman Pattimura Park,  Selasa (19/9). Kadisdikbud Provinsi Maluku M. Saleh Thio,  dalam sambutannya, yang dibacakan Sekretaris Dikbud Provinsi Maluku Mimi Hudjajani,  mengatakan kesenian sebagai salah satu cara untuk mengekspresikan rasa juga memiliki potensi besar dan efektif sebagai media pembelajaran yang dapat digunakan untuk mendukung tumbuh kembang jiwa terutama anak - anak. Namun,  demikian sangat disayangkan melihat fakta bahwa Indonesia kini dikuasai oleh panggung entertainment yang kurang memberikan nilai penting pada pesan - pesan edukatif baik melalui bentuk penyajian atau pesan moral lainnya.

Dimana seni pertunjukan yang memiliki pesan edukatif dan nilai - nilai luhur yang bersumber dari kearifan budaya lokal sudah sangat langka. Kondisi ini sangat ironis mengingat anak - anak sebagai kader masa depan budaya bangsa terkhusus kebudayaan Maluku yang kita banggakan. Lanjutnya,  Dikbud Provinsi Maluku sebagai lembaga utama pendidikan yang menaungi 11 Kabupaten/kota memiliki visi dan misi dalam memajukan pendidikan anak - anak Maluku serta melestarikan dan mengembangkan budaya Maluku. "Jadi Dikbud Provinsi telah banyak bekerjasama dengan Kemendikbud serta stakeholder terkait guna membina dan mengembangkan para pendidik dan pelaku seni,  dengan harapan hasil karya dan karsa dapat lebih berkualitas dan dipertanggungjawabkan atas nama Maluku baik itu tingkat Nasional bahkan Internasional, "tuturnya.


Selain itu juga pada pagelaran seni dan budaya ini kita akan saksikan 10 penampilan terbaik berupa tari,  musik tradisional dan hawaiian serta teater yang merupakan perwakilan dari sanggar - sanggar terpilih dan diantaranya merupakan siswa - siswi berprestasi dari beberapa sekolah di Kota Ambon. "Semoga melalui pagelaran seni dan budaya ini tidak hanya sekedar memberikan hiburan, tetapi lebih dimaknai sebagai media edukasi yang berisi pesan moral yang baik bagi anak - anak kita, "tandasnya. Sementara itu,  Kepala Seksi Kesenian Dikbud Provinsi Maluku Sitti Basing,  mengatakan pagelaran seni dan budaya Maluku telah dilaksanakan selama dua tahun berturut - turut dan kedepannya kami berharap dapat menjadi agenda tetap tahunan bagi bidang kebudayaan.

                              

(Kepala Seksi Kesenian Dikbud Provinsi Maluku Sitti Basing)                                            (Dok.Pagelaran seni dan budaya Maluku tahun 2017)

Pagelaran seni dan budaya Maluku tahun 2017 saat ini akan menampilkan 10 pertunjukkan yang mencakup seni tari dari empat sanggar yakni sanggar Khayla dari Kota Ambon, sanggar Tifa Siwalima dari Kota Ambon,  sanggar Ulupaha dari Seith Malteng. Dan Group Siwarima dari seksi kesenian Dikbud Provinsi Maluku yang pada bulan Juli lalu telah tampil pada ajang gelar koreografi Indonesia di Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur. Dengan demikian,  pertunjukkan seni musik terdiri dari empat sanggar di Kota Ambon yaitu sanggar Papala Latuhalat,  Group Tahuri Hutumuri,  Hawaiian Band,  dan Gruop Siwarima dari seksi kesenian Dikbud Provinsi Maluku yang pada bulan Agustus lalu tampil pada gelar karawitan muda Indonesia di Kota Cilegon Provinsi Banten. Untuk pertunjukkan teater kami percayakan pada dua sanggar yaitu Bengkel Teater Embun dan sanggar Teater Kabaresi. ()

(Dok. Pagelaran seni dan budaya Maluku tahun 2017)

(Penanggungjawab gaji guru kontrak pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Husein Henaulu)

Penanggungjawab gaji guru kontrak pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Husein Henaulu, kepada pers diruang kerjanya, Kamis (14/9), mengatakan tahun ini pembayaran gaji guru kontrak masuk triwulan ketiga tepat dibulan september dan sesuai aturan dibulan ini juga harus terjadi proses pembayaran.

Maka kami telah melakukan semua proses hingga pembayaran gaji guru kontrak akan terealisasi pada pekan depan. Dimana pembayaran itu akan ditransfer ke masing - masing rekening para guru kontrak yang tersebar pada 11 kabupaten/kota dengan jumlah 1.530 orang. Dengan perincian satu bulan gaji guru kontrak dibayar Rp.1.015.000 karena akan dibayar selama tiga bulan maka total gaji yang akan didapatkan berjumlah Rp.3.045.000. Lanjutnya, menyangkut hak - hak para guru kontrak ini kami akan prioritaskan, supaya tidak ada lagi masalah yang nantinya bisa merugikan kami sendiri.

Dan ini merupakan kebijakan yang diambil oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Muhammad Saleh Thio. Dengan harapan, agar para guru kontrak dapat menikmati apa yang menjadi perjuangan mereka selama tiga bulan sebagai guru kontrak dalam proses belajar mengajar."Kami berharap, agar para guru kontrak setelah mendapat hak mereka, kiranya dapat melaksanakan kewajiban proses belajar mengajar dengan penuh rasa tanggungjawab,"tandasnya. ()

                       

(Dok. Proses pembayaran Gaji triwulan III kepada guru kontrak)

Tahun ini, Taman Budaya Maluku menjadi tuan rumah temu karya Taman Budaya se-Indonesia dan pameran besar seni rupa, dengan tema "Ekpresi Perdaban Kebangsaan".


Dalam pembukaan yang berlangsung di halaman taman budaya Maluku, selasa (12/9). Gubernur Ir. Said Assagaff dalam sambutannya berharap temu karya Taman Budaya se-Indonesia dapat menjadi momentum pengemban seni budaya secara efektif sebagai sumber inspirasi pembangunan perdaban bangsa. Mengingat pembangunan bangsa yang tidak berdasar  pada nilai-nilai kearifan local atau kecerdasan lokal akan kering atau gersang dan kehilangan konteksnya.

(Taman Budaya Maluku menjadi tuan rumah temu karya Taman Budaya se-Indonesia dan pameran besar seni rupa)

"Pada saat yang sama tentu kita sangat mengharapkan seni budaya kita yang sangat kaya ini bisa diintegrasikan di dalam proses pembelajaran di dunia pendidikan, karena pendidikan merupakan salah satu intstrumen transfotmasi peradaban yang sangat efektif,"ujarnya.


Apalagi menurutnya, pendidikan seni budaya dan ketrampilan memiliki peranan sangat besar dalam pembentukan pribadi  peserta didik yang harmonis untuk mencapai multikecerdasan yang terdiri atas kecerdasan intrapersonal, interpersonal, visual spasial, musikal, lingustik, logi matematik, naturalis serta kecerdasan spiritual, moral dan emosional. Hal ini pula menjadi visi pembangunan Maluku, yaitu Mantapnya pembangunan Maluku yang rukun, religius, damai, sejahtera, aman, berkualitas dan demokratis dijiwai semangat siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan.


Dikatakan, dalam menghadapi pelbagai persoalan yang nyaris menimbulkan disintegrasi bangsa dewasa ini, seperti maraknya praktek politik identitas berdasarkan agama, suku, bangsa serta masifnya praktek-praktek ujaran-ujaran kebencian dan fitnah (hoax) di media sosial. Maka melalui tema temu karya taman budaya se-Indonesia "Ekspresi Peradaban Kebangsaan, dirinya berharap dapat kembali merajut ikatan-ikatan keadaban atau persaudaraan sejati sesama anak bangsa melalui karya seni dan budaya. Karena seni adalah media dialog dan perjumpaan yang mampu melampaui semua sekat-sekat agama, suku, bangsa, warna kulit bahkan negara.


Sementara itu, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang diwakili Direktur Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudyaan, Kemendikbud RI Gunawan, dalam sambutannya, berharap seniman yang hadir dalam pameran dalam berkolabarosi dengan seniman Maluku dalam mengembangkan seni rupa.
"Kalau perlu ada residensi untuk saling bertukar pikiran khusunya seni rupa karena kita lihat ambon begitu banyak potensi,"ucapnya.
Tak hanya itu, dirinya mengiginkan kedeoannya taman budaya Maluku dapat dikembangkan lebih lagi dalam menumbuhkan kreatifitas para seniman.
Dijelaskan, tahun 2018 kementrian pendidikan dan kebudayaan akan mengembangkan platfon Indonesiana, dan diharapkan Maluku bisa menjadi salah satu tuan rumab penyelenggaraan ivent dimaksud.
"Jadi Idonesianna itu, dimana pemda menjadi tuan rumah tetapi kami yang akan mengundang seniman dari luar untuk datang berkolaborasi bersama di daerah yang dituju,"pungkasya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio, mengatakan tujuan penyelenggaraan temu karya Taman Budaya se-Indonesia dan pameran besar seni rupa, yakni tercapainya koneksi kebangsaan yang memperkokoh integrtas, nasionalisme, melalui seni budaya yang berdampak baik pada tegak dan kokohnya NKRI.

(Keluarga besar Disdikbud bersama Gubernur Maluku)

Serta memperkuat proses edukasi melalui bidang seni budaya untuk menjawab upaya pendidikan dan kebudayaan dalam membentuk karakter dan mendorong terjadinya peningkatan produktivitas seni rupa Indonesia untuk menjawab pertumbuhan ekonomi kreatif bidang seni budaya. ()

KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU

  • KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU
    Jenderal  Ahmad Yani  Kelurahan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau
    Ambon - Maluku, 97124
  • 0911 352389 - 352367
  • (fax) 0911-352389

Copyright © 2016 Thinkweb. All Rights Reserved