(Suasana UNBK SMK 5 Negeri Ambon)

Sampai hari ini pelaksanaan UN sudah berlangsung selama tiga hari dan pada SMK Negeri 5 Ambon. Menurut Kepala SMK Negeri 5 Ambon Elsina Aunalal yang didampingi oleh Wakasek Kurikulum Joice Likumahwa, mengatakan UNBK hari pertama berjalan lancar namun pada hari kedua ujian terjadi gangguan sinyal disaat siswa sementara bekerja. Namun untunglah gangguan itu tidak berlangsung lama,  hingga siswa dapat kembali bekerja.

Dimana siswa SMK 5 ada sebanyak 47 siswa yang ikut UNBK dengan menggunakan dua siff. Sementara itu juga ada 22 siswa SMK PGRI yang turut melaksanakan ujian hingga untuk SMK 5 terjadi proses ujian sebanyak 3 siff dengan mata pelajaran Bahasa Inggris untuk hari ketiga dan kami dilayani satu proktor.

"Harapan kami, kiranya UNBK dapat berjalan lancar hingga hari ini sesuai dengan program keahlian mereka,"tandasnya. ()

(Suasana UNBK SMK Muhamadiyah)

Untuk tahun kedua SMK Muhammadiyah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dengan jumlah siswa sebanyak 91. Kepada pers diruang kerjanya, Selasa (3/4), Kepala SMK Muhammadiyah Ambon Yasmin Kamsurya yang didampingi Wakasek Kurikulum Sulawati Lanudu, mengatakan hari kedua pelaksanaan UNBK disekolah ini berjalan aman dan lancar, dengan mata pelajaran Matematika, tanpa ada kendala apapun. Karena 91 siswa maka kita menggunakan tiga siff dalam UNBK, dengan jumlah komputer yang dimiliki sebanyak 30 dan ujian berlangsung pukul 08.00 - 16.00 Wit.

Dirinya menuturkan, sebelum pelaksanaan UNBK dilakukan para siswa telah menjalani proses pemantapan dengan cara melakukan penambahan jam mata pelajaran dan sesuai dengan pemantauan kami hasil yang dibuat sangat memuaskan,  karena siswa benar - benar telah siap.
Dirinya mengharapkan, sampai dengan selesainya ujian para siswa harus belajar dan menjaga kesehatan serta tinggalkan aktivitas - aktivitas yang tidak menguntungkan agar memperoleh nilai yang memuaskan.

Sementara itu,  Ketua Yayasan Muhammadiyah yang juga Pimpinan Perserikatan Bidang Pendidikan Ahmad Kubangun,  turut menambahkan saya sudah 15 tahun lebih menjabat ketua yayasan dan di tahun ini proses pendidikan sudah semakin baik dimana tuntutan kompetensi boleh diajar oleh guru yang profesional dan memiliki keahlian. Namun yang harus ditambahkan untuk siswa mau menciptakan lapangan pekerjaan itu belum bisa terpenuhi karena sarana prasarana tidak memadai. Lanjutnya,  untuk lingkungan SMK Muhammadiyah sarana sudah sangat baik hanya perlu ada pagar yang mengelilingi sekolah agar tidak terjadi hal - hal uang tidak diinginkan.

Sedangkan animo siswa dari tahun ke tahun semakin meningkat.  Sebagai ketua yayasan, saya telah mintakan kepada kepala sekolah untuk tidak banyak meminta sumbangan dari orangtua,  kami menggunakan dana Bosnas dan Bosda yang diberikan oleh pemerintah dan untuk siswa kelas XII yang kini sedang bergulat dengan UNBK,  kami harapkan mereka bisa melaksanakan ujian dengan sebaik - baiknya demi menggapai masa depan yang cemerlang. ()

(Sekertaris Daerah (Sekda) Maluku Hamin Bin Thahir didampinggi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio)

Sekertaris Daerah (Sekda) Maluku Hamin Bin Thahir didampinggi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, meninjau pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA/MA, di SMA Negeri 1 Ambon, Senin (9/4), sekaligus dengan penekanan tombol token sebagai tanda dimulainya pelaksanaan UN. Namun sebelum dimulainya pelaksanaan UN, Sekda menyempatkan memberikan arahan kepada seluruh siswa maupun guru, yang juga dihadiri jajaran Dikbud Provinsi Maluku. 

(Para Siswa SMA Negeri 1 Ambon yang akan melaksanakan UN)

Dalam arahannya, Sekda mengatakan UN pada prinsipnya bertujuan untuk mengukur capaian standar kompetensi lulusan peserta didik secara nasional, dan hasilnya digunakan sebagai bahan pemetaan mutu pendidikan, sekaligus pertimbangan dalam pemberian bantuan sarana prasarana pendidikan, karena itu UN menjadi penting untuk diselenggarakan.

(Arahan dari Sekertaris Daerah (Sekda) Maluku Hamin Bin Thahir kepada para Siswa dan Guru)

Dijelaskan, pelaksanaan UN untuk jenjang SMA/MA di diikuti sebanyak 332 sekolah dengan jumlah siswa 36.195 siswa. 82 sekolah diantaranya melaksanakan UNBK atau sekitar sebesar 24,70 persen.

Untuk kota Ambon, kata Sekda, jumlah sekolah pelaksanaan UN tingkat SMA/MA sebanyak 41 sekolah dengan jumlah peserta ujian sebanyak 5.040 siswa dan 15 sekolah diantaranya menggunakan UNBK, sedangkan 23 sekolah masih menggunakan UNKP, untuk SMA Negeri 1 Ambon menggunanakan UNBK dengan jumlah peserta ujian sebanyak 261 siswa. Walaupun pelaksanaan UNBK lebih banyak berada di sekolah Kota Ambon, namun dirinya menargetkan di tahun 2019 seluruh wilayah di Provinsi Maluku sudah bisa terjangkau.

"Insya Allah di tahun 2019 seluruh sekolah sudah bisa melaksanakan UNBK. Sehingga tidak hanya di Kota Ambon yang menggunakan sistem komputer, tetapi semua SMA bahkan sampai SMP sudah menggunakan sistem UNBK dalam UN,"tuturnya.
Dirinya menghimbau, kepada seluruh siswa maupun guru untuk bersama - sama menyukseskan UN ini dengan penuh kejujuran dan tunjukanlah integritas saudara dalam mengerjakan tugas -tugas saudara demi meningkatkan mutu pendidikan di Maluku yang kita cinta ini.

(Sekertaris Daerah (Sekda) Maluku bersama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio,)

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, berharap agar tema UN tahun ini “Prestasi Jujur Utama” akan dilakukan oleh seluruh siswa maupun Guru.

Sehingga bisa mendapatkan hasil yang baik, dan bisa bersaing dengan daerah lain. Menurutnya, dari hasil pengawasan yang dilakukan pada hari pertama UN, tidak ada masalah yang berarti. Sehingga diharapkan UN tingkat SMA/MA bisa berjalan lancar hingga akhir pelaksanaan UN. ()

(Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon A. G. Latuheru)

Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon A. G. Latuheru dimintakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku untuk membuka sampul ujian atau menekan tombol token Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun pelajaran 2017 - 2018 pada SMA Kristen YPKPM Ambon.

Kepada pers,  Senin (9/4), Latuheru memberikan apresiasi bagi SMK Kristen yang sudah dari tahun lalu menjalankan UNBK dan di tahun ini lagi disertai dengan diluncurkannya PIN "prestasi penting jujur nomor satu" yang digunakan seluruh peserta ujian.

Dengan cara seperti ini sesuatu hal yang baik bagi siswa dan juga guru, hingga harus diikuti oleh sekolah lain supaya siswa di Maluku khususnya Kota Ambon kedepan akan lebih baik.
Sementara itu, Kepala SMA Kristen Ambon Dra. Elonamayo,  menambahkan hari ini ada sebanyak 246 siswa mengikuti UNBK, dengan menggunakan 80 unit komputer, hingga penerapan yang kami tempuh dalam UNBK ini terbagi tiga siff dengan tiga server serta satu cadangan dan tiga proktor.

(Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon A. G. Latuheru bersama Kepala SMA Kristen Ambon Dra. Elonamayo)

Lebih lanjut dikatakan, tahun ini nilai ujian yang ditentukan pusat harus 5,6 hingga kami sangat berharap siswa bisa mendapatkan target itu bahkan lebih, agar dapat melanjutkan ke Perguruan Tinggi tanpa masalah namun yang kami mintakan dari siswa adalah kejujuran karena itu sangat penting. Selain itu juga walaupun oleh pemerintah telah memberikan hak bagi guru untuk menetapkan kelulusan, tetapi yang paling penting nilai mesti sesuai dengan target dari pusat.  ()

Sebanyak 511 siswa SMA Negeri 11 Ambon melaksanakan Ujian Nasional Pensil Kertas (UNKP) tahun pelajaran 2017 - 2018. Kepala pers diruang kerjanya,  Selasa (10/4), Kepala SMA Negeri 11 Ambon Hilal Wattiheluw, mengatakan pelaksanaan UN dari hari pertama sampai hari kedua berjalan lancar, tertib dan terkendali. Karena sarana prasarana dipersiapkan dengan matang, dimana siswa terbagi dalam 27 ruang, setiap ruang terdiri dari 20 siswa dan UNKP mulai tepat pukul 10.30 - 12.30 Wit sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.


"Harapan kami, kiranya siswa dapat memahami semua pelajaran yang selama ini telah diberikan para guru untuk dipelajari siswa dengan baik, agar hasil ujian bisa memuaskan siswa dan kami para guru. Sebab semua soal yang diujiankan disusun oleh Pusat melalui Balitbang,"tuturnya.


Ditambahkan pula, tahun 2019 semua sekolah di Indonesia termasuk Maluku sudah harus UNBK hingga SMA 11 tahun depan apapun terjadi akan melaksanakan UNBK, karena ini sudah merupakan suatu kebutuhan. Dan kami memang pada saat melaksanakan USBN sudah uji coba untuk menuju UNBK hingga tidak ada alasan lagi bagi SMA 11 untuk menunda UNBK tahun depan, sebab tahun ini kami telah memiliki 100 unit komputer.


Untuk itu,  semuanya akan kami matangkan supaya tidak menjadi hambatan di tahun ajaran 2018 - 2019. ()

(Kunjungan oleh PLT Gubernur Maluku Z. Sahuburua didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M Saleh Thio)

Hari ini seluruh SMK di Indonesia termasuk Provinsi Maluku secara serempak menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2017 - 2018 baik itu UNBK maupun UNKP. PLT Gubernur Maluku Z. Sahuburua, Senin (2/4), berkenan membuka sampul Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada SMK Negeri 7 Ambon, yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M Saleh Thio, dan Ketua Panitia UN Provinsi Fentje Mandaku.

Sahuburua meminta agar siswa dapat menyiapkan mental dan harus jujur serta bertanggungjawab, dalam mengerjakan soal ujian sehingga bisa memperoleh nilai yang baik.

Lanjutnya, menyangkut proses ujian dengan menggunakan komputer ini sangat tepat dan hal ini akan menjadi perhatian pemerintah, agar Maluku dapat bersaing dengan Provinsi lain di Indonesia. Ditambahkan pula, menyangkut ada terjadinya kekurangan naskah soal ujian, itu hal biasa dan itu akan diperbaiki hingga tidak ada lagi kekurangan. "Saya sempat menjadi guru SMK selama 11 tahun dan pernah juga mengajar di SMK 7, jadi saya berharap 163 siswa yang mengikuti UNBK ini mampu menyelesaikan semua mata pelajaran dengan baik demi masa depan yang gemilang,"tuturnya.

Sementara itu, Thio selaku Kepala Dinas merasa bersyukur bahwa proses UN boleh berjalan lancar dan sukses tanpa ada kendala yang berarti. Dan untuk tahun ini sebanyak 30 persen sekolah kejuruan yang tidak melaksanakan UNBK.

Hal yang sama juga dikatakan Kepala SMK Negeri 7 Ambon Drs. Saiful, mengatakan seluruh siswa hadir dalam pelaksanaan UNBK dan 163 siswa SMK 7 ini dalam proses ujian dibagi tiga siff, dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia dan UN berlangsung selama empat hari. Dirinya berharap, agar siswa menyiapkan diri dengan matang dan bantuan orangtua sangat penting, supaya siswa dapat malaksanakan dan mengikuti UN tanpa ada beban. ()

(Pelatihan kepada 103 Proktor mulai dari jenjang SMP, SMA/SMK Sederajat yang melaksanakan UNBK.)

Dalam rangka mengantisipasi masalah yang muncul dalam pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku melakukan pelatihan kepada 103 Proktor mulai dari jenjang SMP, SMA/SMK Sederajat yang melaksanakan UNBK.

Pelatihan yang berlangsung di SMK Negeri 7 Ambon, akan berlangsung mulau dari 21 – 23 Maret, dengan menghadirkan Narasumber dari Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Pusat, yang menangani teknis aplikasi Ujian Nasional. "Peserta yang mengikuti pelatihan merupakan Proktor utama dari masing - masing sekolah yang melaksanakan UNBK,"ujar Helpdesk Provinsi Jesie Nikijuluw, kepada wartawan disela - sela pelatihan, Rabu (21/3).

Dirinya berharap dari pelatihan ini, Proktor yang dilatih mampu menularkan ilmunya kepada Proktor lainnya, apalagi yang belum paham cara menginstal PHD sampai menjalankan server pada saat ujian tanpa ada gangguan apapun.

Sementara itu, Ketua Panitia Ujian Nasional Provinsi Maluku Fentje Mandaku, mengatakan pelatihan Proktor melibatkan 11 Kabupaten/Kota berdasarkan rasio sekolah yang melaksanakan UNBK.
Menurutnya, pelatihan ini sebagai bentuk ikhtiar dari Panitia Ujian Nasional Provinsi untuk dapat menyelesaikan atau menjawab kemungkinan masalah yang muncul dalam pelaksanaan UNBK. "Saya berharap, dari pelatihan ini Proktor dapat menguasai tentang komputer dan jaringannya, sehingga seluruh proses UNBK dapat berjalan dengan baik dan lancar di Maluku,"harapnya. ()

Dari seluruh sekolah di Kota Ambon Provinsi Maluku yang kini sedang melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), satu satunya sekolah yang menggunakan komputer hanya SMA Kristen YPKPM Ambon yang merupakan sekolah swasta.

(Pelaksanaan USBN Swngan menggunakan Komputer)

Ketika melakukan peninjauan langsung ke SMA Kristen,  Senin (19/3), Kabid Pembinaan SMA Nus Kesaulija, mengatakan ujian sekolah berbasis komputer yang dilaksanakan SMA Kristen ini merupakan suatu hal yang unik dan harus dicontohi oleh sekolah lain di Maluku khususnya sekolah negeri.

Hingga kami patut memberikan penghargaan kepada kepala sekolah serta dewan guru, karena merupakan kemajuan mutu pendidikan sebab SMA Kristen sudah menunjukkan integritas dan dari sinilah akan memacu sekolah - sekolah lain juga untuk berjuang menggunakan komputer.

Sementara itu, Kepala SMA Kristen YPKPM Ambon ELonamayo Laturiuw, menjelaskan hari ini para siswa SMA Kristen telah mengikuti USBN berbasis komputer, karena kami telah mempersiapkan infrastruktur sejak tahun 2016, dan di tahun 2017 telah melakukan Launcing Program Anak Beta Cerdas Digital (ABCD). Selain itu kami melakukan evaluasi dan memperoleh titik akhir bahwa USBN tahun ini dengan komputer. "Itu semua berkat bantuan Pemerintah serta para Alumni, hingga kita bisa miliki komputer dan 246 siswa boleh ujian berbasis komputer,"tuturnya.

Ditambahkan pula, 246 siswa ini dalam proses ujian sekolah berbasis komputer ini dibagi dalam tiga siff, dimana hari pertama ujian yakni Pendidikan Agama Kristen dan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (POK). Namun ujian sekolah sekarang ini dengan cara offline. ()

(Pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional dengan Komputer)

Hari ini (Senin - Red) seluruh sekolah jenjang SMA Sederajat di Indonesia termasuk Provinsi Maluku,  melaksanakan ujian sekolah berstandar Nasional (USBN) dengan 14 mata pelajaran yang diujiankan baik itu secara kertas dan pensil maupun komputer.

(Pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional dengan Pensil dan Kertas)

Terkait hal itu, Kabid Pembinaan SMA Dikbud Provinsi Maluku Nus Kesaulija, mengatakan sebelum ujian berlangsung telah diserahkan master soal dan diperbanyak oleh sekolah masing -masing. Dan dihari pertama sesuai pantauan ujian berlangsung aman dan lancar, tidak ada kendala apapun. Untuk itu, kami sangat berharap ada perhatian dari masyarakat agar dapat menjaga keamanan dan ketertiban, sebab ujian sekolah ini akan berakhir pada Selasa (27/3).

Selain itu juga dari pantauan koran ini ke beberapa sekolah antara lain SMA Negeri I Ambon, menurut Kepala SMA 1 Dra. C. Mustamu,  bahwa ada 261 siswa yang  mengikuti ujian dengan penuh suka cita. Hal ini terlihat dari kesiapan para siswa itu sendiri dalam menjawab soal - soal ujian. Kemudian tidak ada kendala yang dihadapi dalam proses Ujian Sekolah Kertas Pensil (USKP). Begitu pula di SMA Negeri 2 Ambon, menurut Kepala SMA 2 Petrus Sapulette, bahwa dengan jumlah siswa 460 yang mengikuti USKP, semuanya berjalan lancar dan tidak ada kendala. Dimana hari pertama yang diujiankan adalah Bahasa Indonesia dan Pendidikan Agama.

Menyangkut proses ujian hari kedua, pimpinan sekolah menyatakan master soal yang diberikan Dikbud Provinsi ke sekolah kami tidak langsung menggandakannya, tetapi kami kembali mengacak soal - soal tersebut dengan tujuan agar para siswa tidak boleh terkocek dengan kunci jawaban mereka, namun mereka mesti belajar untuk bisa menyelesaikan soal tersebut.

Dengan demikian, harapan para kepala sokolah supaya masyarakat dapat membantu menjaga keamanan agar para siswa dalam mengikuti ujian dari hari pertama sampai terakhir, tidak mengalami gangguan dalam bentuk apapun. ()

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku melalui Bidang Budaya, menggelar kegiatan pemberian dukungan penghargaan dan kerjasama di bidang budaya, yang berlangsung di Hotel Everbrigth Belakang Soya Ambon, Senin (12/3).

(Kepala Dinas  Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, Msi)

Kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas  Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, Msi, tersebut berlangsung selama dua hari. Peserta berasal dari 11 Kabupaten/Kota di Maluku sebanyak 20 orang yang terdiri dari para pelaku seni dan budaya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku dalam sambutannya, mengatakan budaya merupakan sesuatu yang terkesan klasik dan tradisional, namun sesuatu yang klasik itu perlu dijaga dan dipelihara bahkan dilestarikan.

Saat ini dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) yang begitu pesat, tetapi negara masih memberikan ruang yang seluas - luasnya untuk budaya dan budaya itu tetap ada bahkan dilestarikan. Karenanya patut diberikan apresiasi terhadap kesempatan itu.
Dikatakan, Maluku punya beragam budaya baik yang telah dikenal oleh masyarakat Indonesia maupun masyarakat Internasional, tetapi banyak juga budaya - budaya yang masih tersimpan dan belum diketahui publik.

(Suasana Kegiatan Pemberian Dukungan Penghargaan Bidang Budaya)

Budaya Maluku seperti tarian dan kesenian sudah dipertontonkan kepada masyarakat Eropa maupun  Asia. "Nah lewat acara di hari ini saya menghimbau, agar budaya -budaya yang dimiliki oleh bapak/ibu peserta dapat dikembangkan. Seandainya memenuhi kriteria maka akan diusulkan ke Pusat, guna mengikuti nominasi untuk mendapat penghargaan,"ujar Kepala Dinas.

Menurutnya,  tahun lalu budaya sasi lompa di Pulau Haruku mendapat penghargaan Pak Elisa Keysa mendapat pengharagaan dari Pemerintah Pusat. Dengan demikian,  diharapkan pada tahun -tahun mendatang ada juga yang mendapat penghargaan.

Sebelumnya Ketua Panitia Jemmy Wattilete, ketika menyampaikan laporan panitia menyebutkan tujuan kegiatan ini adalah memberikan penguatan pemberian dukungan pengahragaan kepada pelaku seni dan budaya, mengsosialisasikan tentang penghargaan yang akan  diberikan, memberikan penjelasan dan pemahaman terkait penilaian karya budaya, dan pengusulan karya budaya peserta
Pada tahun 2014 diusulkan 4 (empat) orang dengan karyanya , tahun 2016 4 (empat) orang, tahun 2017 12 orang. Sasi lompa diusulkan sejak tahun 2014.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan tifa oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku didampingi Kabid Kebudayaan Dinas Pendikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Darwin Lawalatta. ()

KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU

  • KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU
    Jenderal  Ahmad Yani  Kelurahan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau
    Ambon - Maluku, 97124
  • 0911 352389 - 352367
  • (fax) 0911-352389

Copyright © 2016 Thinkweb. All Rights Reserved