Lebih dari Seribu siswa/i Sekolah Dasar berbaris di Lapangan SMA N 1 Ambon, Kota Ambon. Mereka datang dari sekolah-sekolah yang berada di Kota Ambon maupun Kabupaten Maluku Tengah. Salah satunya SD N 1 Mamala-Morela yang berlokasi di Desa Mamala-Morela, Jazirah Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Mereka sudah harus melakukan perjalanan dari subuh. Semangat para siswa dan guru Mamama-Morela juga nampak pada antusias seluruh siswa dan guru dari perwakilan 86 sekolah di Kota Ambon.

           

Biasanya setiap tahun, mitra lokal Kuark di Kota ambon sering mengadakan OSK  tetapi dalam jumlah sekitar ratusan peserta saja. Tahun ini berbeda, Kota Ambon diberikan kesempatan istimewa menjadi tuan rumah Pembukaan Olimpiade Sains Kuark yang diikuti oleh 92.000 peserta dari 34 Provinsi  di seluruh Indonesia. Tahun ini, Kerjasama Heka Leka dan PT Kuark Internasional  membawa harapan bagi seluruh anak-anak Maluku di berbagai pulau-pulau di Provinsi Maluku. Sebelumnya, kesempatan olimpiade hanya diikuti oleh anak-anak yang mampu membayar uang pendaftaran OSK sedangkan bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi harus menahan diri. Kini, sebuah kesempatan datang bagi anak-anak yang tinggal di desa, pulau, kabupaten atau kota Ambon. semua anak-anak Maluku memperoleh tiket gratis mengikuti Olimpiade Sains Kuark (OSK). Lebih Kurang 4231 peserta OSK yang serempak berebutan tiket semifinal OSK di Provinsi Maluku.

              

     

 

Pada Olimpiade ini bukan hanya siswa/i mengerjakan lembaran soal OSK dalam ruang ujian tetapi setiap peserta Olimpiade diberikan kesempatan  mengasah daya sains melalui Festival Sains Kuark. Festival Sains dibuat dengan tujuan untuk menolong anak mengalami dan mencintai sains dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Walaupun di bawah panas matahari, Peserta OSK di Kota Ambon terlihat bersemangat bermain sambil memecahkan tantangan pada setiap Stand Games Sains.

     

     

 

Jika ada usaha pasti akan berhasil. Ya, mereka sangat menikmati semua permainan sains ini.  Teruslah belajar dan berlatih anak-anak Maluku. Semoga kelak dari antara kalian semua akan lahir banyak Ahli Sains Indonesia

      

Maju Anak Maluku. Katakan “Aku Jagoan Sains. Salam Maluku Cerdas.

Sumber Beritahttp://www.hekaleka.org/2017/02/20/1219-siswa-beributan-tiket-semifinal-osk-di-kota-ambon/ 

Dikbud Seleksi O2SN dan FLS2N Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus....Sebanyak 48 siswa berkebutuhan khusus, siap bertanding pada lomba Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)  dan 39 siswa siap mengikuti Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Propinsi untuk menuju pada tingkat Nasional.

Pada acara pembukaan seleksi O2SN dan FLS2N yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Propinsi Maluku, yang berlangsung di Hotel Imperal Inn, kemarin, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku Mimi Hudjajani,  menuturkan pemerintah sekarang ini sangat memberikan perhatian serius bagi warga masyarakat yang berkebutuhan khusus, hingga tidak ada lagi perbedaan antara  normal dan tidak normal. Siapapun dia, semua anak Indonesia yang didalamnya ada Maluku, mesti mempersiapkan SDM mereka dengan sangat baik.

Dimana bagi siswa berkebutuhan khusus, kita harus fokus mereka untuk mendapat pendidikan demi masa depan yang diimpikian. Dan saat ini mereka siap berlomba di bidang olahraga maupum seni dan hal itu merupakan pendidikan ekstrakurikuler,  sehingga kita berharap mereka dapat bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas yakni tidak berorientasi untuk keluar sebagai pemenang, tetapi yang paling penting mereka dapat benar - benar mengenal jati diri dan tidak minder dengan siapapun, tunjukkan kemampuan tanpa ada keraguan.

"O2SN dan FLS2N Ini sebagai ajang olah pikir olah hati dan olah rasa, hingga dimintakan kepada dewan juri  berikanlah penilaian yang sejujur - jujurnya, jangan ada pun sedikit berpihak pada yang lain, karena kalau hal itu terjadi akan berikan bencana kepada kami, dimana mereka nanti tidak lagi bertanding,"tuturnya. Sementara itu, panitia pelaksana turut menambahkan, tujuan dari kegiatan rutin yang setiap tahun di selenggarakan bagi siswa berkebutuhan khusus ini adalah untuk meningkatkan kecintaan terhadap olahraga dan seni. Latih sportivitas dan jalin keakraban diantara sesama siswa. Dan untuk O2SN lomba meliputi Atletik, Bulu Tangkis, Balap Kursi Roda, Botche. Sedangkan untuk FLS2N yaitu Nyanyi Tunggal, Melukis, Desain Grafik dan Pantonim. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini akan mencari siapa yang keluar sebagai juara akan wakili Maluku di tingkat Nasional, yang dilaksanakan pada bulan September 2017, di dua tempat masing - masing Kota Medan dan Surabaya. ()

AMBON adalah kota kedua dalam rangkaian roadshow Pesta Pendidikan (PeKan) 2017. Sebelum Ambon, PeKan berlangsung di Bandung pada 24-25 Februari 2017. Pesta Pendidikan Ambon berlangsung dua hari pada 17-18 Maret 2017 di beberapa lokasi dengan kegiatan yang melibatkan berbagai pihak: pemerintah, siswa, guru, orangtua dan publik yang peduli pada pendidikan.

Pada hari pertama, sesi Ngobrol Publik PeKan berlangsung di 7 lokasi yaitu: SDI Al-Fattah, SMAN 2 Ambon, SMAK 7 Ambon, SMA Kristen YKPM, SMA PGRI 1, SMA Xaverius, SMAN 1 Ambon. Di lokasi-lokasi tsb, berbagai macam sesi dengan topik menarik yang diselenggarakan oleh organisasi dan komunitas yang berasal dari Jakarta maupun Ambon.

Di Aula SDI Al-Fattah, Living Qur’an (LQ) mengadakan sesi Lingkar Pendidik “Metode Pendidikan Agama Islam Yang Menyenangkan Pada Anak dan Remaja” yaitu metode mendidik agama untuk anak dan remaja. Bagaimana menanamkan nilai-nilai agama agar anak mampu mengimlementasikan dlm kehidupan sehari-hari. LQ memberikan tips-tips praktis mendidik agama bagi para guru dan orang tua.

Keluarga Kita kali ini menghadirkan sesi tentang mengasuh anak di era digital, tantangan serta hambatan dan hal-hal yang perlu dilakukan oleh orangtua. Sesi dihadiri sekitar tiga puluh orang peserta, berlokasi di SMAN 2 Ambon.

Kampus Guru Cikal (KGC) menyelenggarakan sesi Pelatihan Guru Merdeka Belajar di Aula SMAN 1 Ambon. Diikuti oleh sekitar lima puluh orang guru, sesi berlangsung selama 6 jam. Bukik Setiawan dari KGC menyebutkan, “Guru yang siap mengajar adalah guru yang terus belajar. Pelatihan Guru Merdeka belajar membantu guru untuk menumbuhkan diri yang merdeka dalam belajar dan juga cara untuk membantu siswa menjadi pelajar yang merdeka dalam belajar.”

Berlokasi di SMA Kristen YKPM, Inibudi melaksanakan Pelatihan Guru Berbudi yaitu pelatihan guru membuat video pelajaran. Guru-guru bersama inibudi akan merancang bersama dan ke depannya mereka akan bisa membuat video sendiri untuk pembelajaran maupun asesmen.

Organisasi dan Komunita dari Ambon juga menyemarakkan Ngobrol Publik di hari pertama PeKan Ambon. Forum Anak Maluku Manise (FAKUM) mengadakan sesi yang berjudul Peran Anak sebagai Pelapor & Pelopor dalam mengurangi Tindak Kekerasan Terhadap Anak. Harapan yang ingin dicapai dari sesi ini adalah anak-anak dapat berpartisipasi dalam mengurangi tindakan kekerasan di sekitarnya dan anak-anak mendapatkan informasi bagaimana cara untuk mengurangi atau mengurangi tindak kekerasan di sekitarnya.

Bengkel Sastra Maluku, di Aula SMKN 7 Ambon mengadakan sesi Peran Sastra Dalam Menumbuhkan Karakter Anak Maluku. Sesi ini mengupas karya Sastra sebagai salah satu pendekatan  untuk  menghidupkan, merawat, membiasakan, melestarikan, mendarah daging kambing nilai-nilai kehidupan (Kedamaian, Penghargaan, Cinta, Toleransi, Kejujuran, Kerendahan Hati, Kerjasama, Kebahagiaan, Tanggung Jawab, Kesederhanaan, Persatuan, dan Kebebasan). Dengan membuat karya sastra, membaca karya sastra, mengapresiasi karya sastra, maka anak dan remaja bahkan semua kita akan mendapat pengalaman batin dan permenungan, sehingga pola pikir dan pola perilaku akan mendapat bobot positif.

Di Aula SMAN 2 Ambon, juga berlangsung sesi dari LPSPL Sorong Satker Ambon dengan topik Konservasi Jenis Ikan untuk Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat. Tujuan sesi ini adalah masyarakat pesisir dapat secara mandiri melakukan kegiatan yang bertujuan untuk pemberdayaan kesejahteraan, juga adanya kesadaran untuk menjaga sumber daya alam laut Maluku sebesar 92% dengan mengetahui tata cara pemanfaatannya.

Hari kedua PeKan Ambon yaitu Festival Publik yang terdiri dari Ngobrol Publik 10 Komunitas, Pameran Publik 25 Komunitas serta acara di panggung utama yang diramaikan dengan 3 Talkshow, 13 penampil seni, dan 7 penampil dari sekolah.

Acara dimulai pada pukul 09.00 diawali dengan pembukaan oleh Najelaa Shihab sebagai Inisiator Pesta Pendidikan, Drs. Zulkilfi Anwar, Ak.M.Si selaku Sekda Provinsi Maluku, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ambon yaitu Benjamin Kainama S.Pd.

“Pesta Pendidikan murni diinisiasi oleh publik. Pesta Pendidikan adalah bukti bahwa publik berdaya. Di Pesta Pendidikan ini menunjukkan bahwa pendidikan adalah urusan semua orang, berbagai inovasi dan praktik baik dilakukan oleh publik untuk pendidikan. Pesta Pendidikan juga menunjukkan bahwa berbagai stake holder dalam pendidikan dapat bekerja barengan, pemerintah, guru, orangtua, siswa, publik berkumpul untuk mencapai tujuan pendidikan. Harapannya, Pesta Pendidikan tidak dilakukan hanya di dua hari ini saja, namun dapat dilakukan secara rutin dengan berkontribusi pada pendidikan dalam keseharian,” sambutan Najelaa Shihab membuka Pesta Pendidikan. Sambutan juga diberikan oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku dan perwakilan Pemerintan Kota Ambon.

Pemukulan Tifa bersama-sama menandai dibukanya PeKan Ambon. Dari panggung utama, acara berpindah ke Lapangan Merdeka untuk Deklarasi UN Jujur yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Mari sukseskan UN bersih!” Himbau Benjamin Kainama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ambon.

Acara di panggung utama selanjutnya diisi oleh Tari Sahureka-reka dari SDN Hukurila, musik dari Bengkel sastra Maluku, Tarian dari SDI Al-Fatah, Musikalisasi Puisi oleh Starlet Course, Tari Katreji oleh SDN XIII-I Kartika.

Selain di panggung utama, acara juga berlangsung di Pendopo Lapangan Merdeka yaitu Pameran Publik. Pameran Publik adalah display karya para organisasi/komunitas pendidikan dari Jakarta maupun Ambon berisi informasi kegiatan organisasi dan komunitas serta dampak nyata yang telah berhasil dilakukan. Di lokasi Pameran Publik juga tersedia Pojok Bahasa, Pojok Sains dan Pojok Buku. Aktivitas seru juga berlangsung di area Pameran Publik dengan adanya permainan puzzle kardus. Anak-anak yang menghadiri pameran ini, menyusun susunan puzzle yang terbuat dari kardus besar. Permainan ini mengundang tawa dan keseruan anak-anak juga para pengunjung Pameran Publik.

Acara di panggung utama berlanjut dengan Diskusi Publik yang digagas oleh Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) dengan tajuk “Menyorot 4 Kompetensi  Guru Indonesia”. Sesi ini menghadirkan narasumber Mimi Hudjajani dari Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Benjamin Kainama,S.Pd, Najelaa Shihab (PSPK), Stanley Ferdinandus (Heka Leka) dan Bukik Setiawan (KGC). Sesi ini mengupas semangat dan kemauan belajar para guru di Maluku untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitasnya sebagai guru.

Selanjutnya di panggung utama berlangsung penampil seni dari sekolah maupun komunitas pendidikan. Tari Orlapei dari SDN 44 Koneng, Walang Bastori: Teatrikal Drama “Mati Suri”, Tari Maku-maku oleh SDN 15, Tarian dan nyanyian dari SLB Kota Ambon dan SLB Batu Merah, String Ensamble oleh SMPN 4, Musikalisasi Puisi dan Cerpen oleh Kompasianer Amboina, Moderen Dance dari SMA XAVERIUS, Study Group Hekaleka menghadirkan FlashMob, penampilan dari Juara 1 Menyanyi se Kota Ambon dari SMA Xaverius, LPSPL Sorong Satker Ambon menghadirkan Teatrikal Minat Belajar berjudul “Belajar Maka Kita Akan Sukses”.
Sementara itu Ngobrol Publik juga berlangsung di dua Kelas yaitu Kelas A dan Kelas B di area Pendopo Lapangan Merdeka.

Kelas A dimulai oleh komunitas Taman Baca Keta, Mahasen Rumakamar menuturkan alasan berdirinya Taman Baca Keta adalah karena keprihatinannya terhadap rendahnya kemampuan dan minat membaca anak anak di wilayahnya. Taman Baca Keta menampung anak anak yang bersekolah formal maupun yang tidak bersekolah untuk berkumpul dalam kegiatan membaca bersama-sama. Hasil positif telah Nampak dari bertambahnya jumlah anak anak yang datang dan membaca di Taman Baca Keta.

Sesi kedua dilanjutkan oleh komunitas Taman Baca Pelangi. Komunitas yang menekankan pada menumbuhkan minat baca anak melalui perpustakaan ramah anak, khususnya di Indonesia Timur, bekerja dengan cara membangun atau merenovasi perpustakaan di sekolah-sekolah. Saat ini sudah ada sekitar 55 sekolah yang ditangani oleh komunitas ini.

Alpha I Chapter Maluku “Enaknya Studi di Amerika” juga hadir meramaikan ngobrol public di Pekan Ambon. Wiesye. V. Pelupessy dan Rallya Telussa, sukses menginspirasi peserta untuk meraih pendidikan yang tinggi, tidak takut bermimpi dan harus memiliki cita-cita. Peserta dengan antusias menyimak acara ngobrol ini sampai selesai.

Ikatan Guru Indonesia Maluku, hadir di sesi berikutnya dengan tema Literasi Digital bagi Guru di Abad 21. Bapak R.A Sangia, ketua lembaga organisasi IGI Maluku menekankan bahwa guru harus melek teknologi, sehingga mata pelajaran TIK sangat berperan penting dalam mengembangkan keterampilan abad 21 dan bisa diintegrasikan dalam semua mata pelajaran.
Sesi ngobrol publik Kelas A ditutup oleh hadirnya komunitas Walang Baca Air Panas Tulehu yaitu Putihaji Talaohu sebagai founder taman baca ini. Tidak jauh berbeda dengan Taman Baca Keta, Walang Baca Air Panas Tulehu juga memberdayakan masyarakat sekitar untuk terlibat dalam pendidikan membaca, terutama untuk anak-anak. Komunitas ini juga telah bekerjasama dengan mahasiswa diari beberapa Universitas Negri untuk hadir dan mengajar anak anak di wilayah Maluku.

Di Kelas B, diramaikan oleh komunitas-komunitas yang seru. Hadir Kompasioner Amboina (KOMA), Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI), English Debating Club Pattimura University, dan juga Komunitas Kejar Mimpi yang membahas berbagai macam tema yang menarik tentang berbagai aspek tentang pendidikan. KOMA, yang mendapatkan sesi pagi, membahas mengenai mengekspresikan Maluku melalui media sosial. Sesi yang dilakukan dalam waktu 45 menit tersebut menjawab pertanyaan tentang bagaimana mengenalkan keindahan Maluku kepada khalayak luas, seperti Pantai Liang dan pantai Natsepa. Tidak hanya membahas cara, membangun komunitas lewat sosial media juga dibahas pada sesi ini. Sesi yang dibawakan oleh Ibu Yusniar ini secara interaktif diikuti oleh siswa dan siswi SMP dan SMA Kota Ambon.

Sesi selanjutnya juga tidak kalah menarik. PCMI mengajak peserta untuk berdiskusi mengenai Duta Muda, bahwa anak muda bisa berkontribusi melakukan perubahan dengan menjadi Duta Muda. Dengan judul kelas yang bertajuk “Duta Muda Bukan Mimpi Belaka”, Aditya membawakan sesi ini dengan menggambarkan cerita-cerita menjadi peserta Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN), dimana PCMI ini adalah perkumpulan dari para alumni PPAN.

Sesi ketiga pada kelas B ini dipimpin oleh English Debating Club Pattimura University. Di sesi ini, para pengajar dan mentor dari klub pengembangan keterampilan debat dalam Bahasa Inggris ini membawakan keterampilan apa saja yang dibutuhkan dalam menghadapi Abad 21. Pada pemaparannya, disampaikan bahwa keterampilan seperti komunikasi dan kreativitas adalah kompetensi yang digali dalam komunitas tersebut lewat kegiatan debat. Banyak pertanyaan menarik yang diajukan oleh para peserta yang hadir di sesi ini, seperti apa saja yang bisa dipersiapkan oleh seseorang yang akan mengikuti debat dan juga seberapa lama harus belajar agar bisa menjadi seorang pelaku debat Bahasa Inggris yang profesional.

Di sesi yang terakhir, Shafiq Pontoh dari Kejar Mimpi mengajak peserta kelas Ngobrol Publik B di Pekan Ambon untuk berdiskusi mengenai mewujudkan mimpi di era digital. Lewat bantuan 5W dan H, Kejar Mimpi ingin mengajak anak muda untuk mewujudkan mimpi apapun yang diinginkannya. Dengan mencatat mimpi dan menggunakan sosial media Kejar Mimpi, harapannya anak-anak mudah di Indonesia bisa lebih bisa mewujudkan mimpinya dengan lebih mudah. Sesi Kejar Mimpi ini sekaligus mengakhiri sesi Ngobrol Publik hari kedua di Ambon. Peserta yang kebanyakan adalah siswa SMP dan SMA memenuhi semua sesi Kelas B ini dan pulang dengan senyum lebar membawa inspirasi.

Kembali ke panggung utama, acara selanjutnya adalah talkshow “Memajukan Pendidikan di Kepulauan Indonesia” bersama Rosiani Putty, Engangement manager inibudi, Yosua Phillipus, Gerakan Kisar Cerdas, Miftah Sabban, Divisi Pendidikan Kelompok Kreatif Anak Banda dan Artika Mantaram, Living Quran (Moderator). Inibudi melaksanakan program Dukung Belajar, yaitu pengiriman video-video pelajaran dalam flash disk ke sekolah-sekolah di kepulauan.

Acara seni kembali mengisi panggung utama, yaitu antara lain: band Safe and Sound membawakan lagu Mengejar matahari, Tarian Hip Hop dari Tahury, kolaborasi Musik dan tarian dan SMA Kristen YPKPM, hip hop/rap dari Tickangpalungku, band The River’z, Manumata hiphop yang seru sekali, penampilan dari Sanggar Manue Nunusaku, Tarian Sasi Lompa, band x-po, Musikalisasi Puisi : Morika Tetelepta – Ardelony Imlabla, band Kanasar, dan penampilan dari Siera Latupeirissa dengan suaranya yang merdu sampai ke hati.
Talkshow terakhir di panggung utama PeKan Ambon menghadirkan Najelaa Shihab, Glenn Fredly dan Figgy Papilaya dengan topik “Kontribusi Musik untuk Pendidikan Indonesia”. Glenn Fredly menyatakan bahwa musik adalah gaya hidup, yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari sehingga harus selalu sesuai konteks sosial di wilayah lahirnya musik tersebut. Figgy Papilaya menyebutkan bahwa musik adalah simbol peradaban yang artinya akan selalu berkait dengan pendidikan. “Musik adalah metode membangun sebuah hubungan dan mempermudah cara mengingat,” tukas Najelaa Shihab. Talkshow ditutup dengan bersama-sama menyanyikan lagu Kasih Ibu, usulan dari penonton yang menyimak talkshow ini.
Glenn Fredly mengakhiri acara di panggung utama dengan membawakan lagu “Tinggikan” yang juga adalah soundtrack dari film Cahaya Dari Timur Beta Maluku. Semua penonton kur menyanyikan lagu ini beriringan dengan senja di Lapangan Merdeka.
Panitia, penonton serta semua relawan yang terlibat flash mob bersama di depan panggung utama, menandakan berakhirnya PeKan Ambon. Danke untuk semua yang telah berpartisipasi. Sampai Bakudapa!

 

Acara seni kembali mengisi panggung utama, yaitu antara lain: band Safe and Sound membawakan lagu Mengejar matahari, Tarian Hip Hop dari Tahury, kolaborasi Musik dan tarian dan SMA Kristen YPKPM, hip hop/rap dari Tickangpalungku, band The River’z, Manumata hiphop yang seru sekali, penampilan dari Sanggar Manue Nunusaku, Tarian Sasi Lompa, band x-po, Musikalisasi Puisi : Morika Tetelepta – Ardelony Imlabla, band Kanasar, dan penampilan dari Siera Latupeirissa dengan suaranya yang merdu sampai ke hati.
Talkshow terakhir di panggung utama PeKan Ambon menghadirkan Najelaa Shihab, Glenn Fredly dan Figgy Papilaya dengan topik “Kontribusi Musik untuk Pendidikan Indonesia”. Glenn Fredly menyatakan bahwa musik adalah gaya hidup, yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari sehingga harus selalu sesuai konteks sosial di wilayah lahirnya musik tersebut. Figgy Papilaya menyebutkan bahwa musik adalah simbol peradaban yang artinya akan selalu berkait dengan pendidikan. “Musik adalah metode membangun sebuah hubungan dan mempermudah cara mengingat,” tukas Najelaa Shihab. Talkshow ditutup dengan bersama-sama menyanyikan lagu Kasih Ibu, usulan dari penonton yang menyimak talkshow ini.
Glenn Fredly mengakhiri acara di panggung utama dengan membawakan lagu “Tinggikan” yang juga adalah soundtrack dari film Cahaya Dari Timur Beta Maluku. Semua penonton kur menyanyikan lagu ini beriringan dengan senja di Lapangan Merdeka.
Panitia, penonton serta semua relawan yang terlibat flash mob bersama di depan panggung utama, menandakan berakhirnya PeKan Ambon. Danke untuk semua yang telah berpartisipasi. Sampai Bakudapa!

  

Sumber Berita: http://pestapendidikan.com/berita/pesta-pendidikan-ambon-satu-hati-untuk-pendidikan-maluku/

Gubernur : Guru Jangan Takut Dipindahkan Asalkan Kerja Profesional....

Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff, dalam acara pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor - Red) SMA dan SMK tingkat Propinsi tahun 2017, yang berlangsung di Baileo Siwalima Karpan, Jumat (12/5), menegaskan bahwa seluruh guru jenjang SMA dan SMK di Maluku jangan takut dipindahkan, yang terpenting harus melaksanakan tugas sebagai seorang pendidik dengan  profesional.

Lebih lanjut dikatakan, ini semua sesuai dengan tema yang diusung yakni mewujudkan pendidikan yang bermutu, merata, dan berdaya saing di era global.

Berdasarkan hal itu, maka guru sudah mesti mengetahui tanggungjawab masing - masing untuk terus giat menuntut ilmu, demi masa depan para siswa hingga mereka bisa bersaing pada tingkat Propinsi, Nasional, bahkan Internasional.

Dan pada Rakor ini guru diberikan kesempatan untuk memberikan masukan sesuai dengan kendala yang dihadapi disekolah masing - masing, sehingga pemerintah dapat mengambil kebijakan atau jalan keluar, demi meningkatkan mutu pendidikan yang berkualitas.

Lanjutnya, ada tiga sektor penting yang menjadi perhatian saya selaku gubernur yaitu pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.Terutama untuk pendidikan, tidak boleh ada guru yang belum sarjana (S1) baik itu guru PNS maupun guru honor."Ini semua dilakukan agar proses pendidikan di Maluku merata," tutur Gubernur.

Selain itu juga, kata gubernur, karena baru terjadi peralihan kewenangan SMA dan SMK ke Propinsi, maka tidak dipungkiri masih banyak kendala yang dihadapi baik itu menyangkut gaji guru, tunjangan sertifikasi, uang lauk pauk, dana Bos, dan lain sebagainya.

Dengan demikian, kedepan kami akan berupaya agar semua kendala itu dapat teratasi, namun yang paling terpenting adalah guru dalam me jalankan tugasnya harus profesional.

Menurutnya, dari aspek perluasan pendidikan kita harus memastikan bahwa seluruh anak usia sekolah SMA dan SMK di Maluku, tetap mendapatkan layanan pendidikan, artinya tidak ada anak yang putus sekolah setelah tamat dari SMP. Ini menjadi tanggungjawab kita bersama khususnya kepala - kepala sekolah dan guru yang ada di satuan pendidikan.

"Saya harapkan melalui Rakor ini ada solusi yang direkomendasikan kepada saya. Hal yang sama juga saya ingatkan agar kepala sekolah dapat mengelola anggaran Bos secara efektif dan akuntabel. Karena pemerintah telah menyediakan anggaran Bos yang sangat besar bagi sekolah,"tandasnya. Sementara itu, Kadisdikbud Propinsi Maluku M. Saleh Thio, mengatakan Rakor ini pertama kali yang diselenggarakan oleh Dikbud Propinsi Maluku, pasca peralihan SMA dan SMK dari kabupaten/kota ke Propinsi. Hingga dari itu diharapkan, agar para kepala sekolah bisa memanfaatkan Rakor ini sebagai momentum penting untuk meningkatkan mutu pendidikan yang berkualitas di satuan pendidikan masing - masing. Disamping itu, selaku kepala dinas, harapan saya kedepan, agar nilai ketuntasan SMA dan SMK yang ditetapkan oleh Pusat dapat memenuhi standar nilai 5,5 khusus untuk Maluku. (Aza)

Sebanyak 54 siswa  dari 10 kabupaten/kota se-Maluku, mengikuti lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP tingkat Propinsi tahun 2017, yang berlangsung di SMP Negeri 4 Ambon, Sabtu (13/5).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku M. Saleh Thio, dalam sambutannya yang disampaikan Kabid Ketenagaan Minggus Patty, mengatakan lomba OSN merupakan kegiatan akbar yang diselenggarakan setiap tahun oleh Pempus melalui Kemendikbud RI.

Dan kegiataan tahunan ini dilaksanakan sebagai upaya mengimplementasikan UU Nomor 20 tahun 2003 yakni pendidikan nasional berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdasarkan anak bangsa di Indonesia termasuk kita di bumi Maluku. 

Lanjutnya, lomba ini dilakukan untuk membentuk siswa mengenal jati diri yang didalamnya akan tertanam pendidikan karakter, dan dari lomba OSN ini kita akan dapati siswa yang memiliki kelebihan pada mata pelajaran Matematika, IPA dan IPS, yang selama ini mereka tekuni.

Diharapkan, siswa yang mengikuti lomba OSN ini bisa percaya diri dan menjunjung tinggi sportivitas, sebab dari lomba ini yang terbaik akan mewakili Maluku di tingkat Nasional. Sementara itu, Ketua Panitia Husen Henaulu, dalam laporannya, menyebutkan para siswa yang mengikuti lomba OSN tingkat Propinsi ini telah melalui seleksi antar siswa SMP pada tingkat kabupaten/kota.

Dan dari 11 kabupaten/kota hanya Seram Bagian Barat (SBB) yang tidak ikut pada lomba OSN, hingga dari 60 siswa yang siap berlomba kini tinggal 54 siswa. Kegiatan ini akan berlangsung selama satu hari, dan mereka yang telah dibagi pada tiga mata pelajaran masing-masing Matematika, IPS, dan IPA, akan berjuang dengan kemampuan yang dimiliki.

Karena tujuannya adalah untuk memotivasi siswa mencintai mata pelajaran IPA, IPS dan Matematika. Selain  itu juga kegiatan OSN ini dapat memberikan spirit bagi sekolah di Maluku, agar berperan aktif pada bidang sains. Dengan menambahkan, semua naskah soal yang dikerjakan siswa didatangkan dari Pusat, setelah siswa selesai mengerjakan, maka dikembalikan ke Pusat untuk diperiksa setelah itu barulah diumumkan siapa saja yang keluar sebagai juara untuk mewakili Maluku di tingkat Nasional. (Aza)

Hari ini sembilan tahun sudah MPR RI melakukan kerjasama dengan seluruh sekolah SMA di Indonesia termasuk di Maluku pada kegiatan lomba cerdas cermat empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika, dengan tujuan agar para siswa benar - benar membentuk jati diri mereka menjadi generasi muda yang berkualitas.


Lomba Cerdas Cermat ini berlangsung di Aula kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku, kemarin. Kadisdikbud Provinsi Maluku Muhammad Saleh Thio, dalam sambutannya, menuturkan lomba cerdas cermat yang dilakukan MPR RI merupakan suatu kegiatan penting untuk meningkatkan kecerdasan bagi generasi muda. Dan untuk Maluku sendiri, para siswa mesti berkomitmen ciptakan generasi cerdas sesuai dambaan Pemerintah Provinsi Maluku. Untuk itulah, maka generasi muda harus lebih berkomitmen terhadap perjuangan sejarah yang sekarang ini dilakukan lewat generasi muda yaitu miliki intelektual tinggi dalam segala bidang.


Semuanya sebagai satu tujuan untuk membangun persatuan bangsa dalam kalangan generasi muda, sebab bangsa yang berkarakter adalah bangsa yang tetap hidup diatas fondasi yang kokoh, hingga selaku pimpinan, saya sangat bersyukur dilaksanakannya kegiatan empat pilar kebangsaan melalui cerdas cermat. Untuk itu, para siswa Maluku yang telah lolos di tingkat Kabupaten/Kota dan kini berlaga di tingkat Provinsi menuju tingkat Nasional, haruslah menyiapkan diri dengan matang dan dapat memberikan yang terbaik bagi daerahnya dan juga Maluku tercinta.Selain itu diharapkan para siswa mesti menunjukan prestasi sampai ke dunia internasional, Maluku harus buktikan bisa bersaing pada dunia pendidikan di pasar global. Kita berkomitmen melalui empat pilar kebangsaan, maka Maluku terutama generasi mudanya dapat memiliki derajat yang tinggi dengan bangsa lain. Hingga bagi 9 regu dari 6 Kabupaten/Kota masing - masing Kota Ambon, Seram Bagian Barat (SBB), Maluku Tengah (Malteng), Maluku Tenggara Barat (MTB), Maluku Barat Daya (MBD), dan Kepulauan Aru, berlombalah dengan sebaik mungkin dan tunjukan kemampuan masing – masing agar bisa berhasil dan akan menuju ke tingkat Nasional untuk mewakili Provinsi Maluku.


“Saya berharap, tim juri dalam penilaian dapat berlaku jujur, sehingga yang menang itulah yang benar-benar terbaik,”harap Thio.
Sementara itu mewakili Ketua MPR RI, Kepala Biro Administrasi dan Pengawasan F. Suhermana, menuturkan memang benar sudah sembilan tahun pihaknya melakukan kerjasama dengan pemeritah di seluruh Indonesia dalam kegiatan lomba cerdas cermat empat pilar kebangsaan kepada para siswa tingkat SMA. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membangun semangat nasionalisme dari para generasi muda Indonesia agar dapat lebih lagi memahami empat pilar yang didalamnya ada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

“Mudah – mudahan para siswa dapat mengimplementasikannya ke lingkungannya serta teman - teman sesama generasi muda. Kalian harus jadi agen untuk sebarkan empat pilar kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari baik dilingkungan sekolah maupun diluar lingkungan,”tandas Suhermana


Untuk Meningkatkan kinerja pendidikan di Maluku, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku, mengadakan Forum Rencana Kerja Pembangunan Daerah Bidang Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2016 di Ballrom Hotel Pacific, Jl. Cendrawasih Ambon, Rabu (17/2).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio,M.Si membacakan sambutan tertulis Gubernur Maluku, mengatakan sampai saat ini dirinya boleh berlega hati karena pendidikan didaerah ini makin membaik.

School In The Cloud
Waktu : Kamis 28 Jan 2016 Pukul 09:00-16:00 WIT
Tempat : SMP Negeri 6
Pembicara : Ramya Prajna

Seminar Value Alignment (Sebagai Sarana untuk Menyatukan Nilai dan Visi Pendidik untuk membawa perubahan di bidang pendidikan)
Waktu : Rabu 27 Jan 2016 Pukul 09:00-12:00 WIT

Ini Budi "Pengembangan Metode Belajar Kreatif melalui Video"
Waktu : Kamis 28 Jan 2016 Pukul 09:00-17:00 WIT
Tempat : Lab Multimedia SMK Negeri 7
Pembicara : Wilita Putrinda

KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU

  • KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU
    Jenderal  Ahmad Yani  Kelurahan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau
    Ambon - Maluku, 97124
  • 0911 352389 - 352367
  • (fax) 0911-352389

Copyright © 2016 Thinkweb. All Rights Reserved