(Narasumber RKPD Tahun 2017)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku menggelar Forum Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), guna meningkatkan kualitas pendidikan
di daerah ini.

Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Pemerintahan, dr. Frona Koedubun, M.Kes mewakili Sekda Maluku Hamin Bin Taher, SE membuka dengan resmi kegiatan tersebut, berlangsung di Marina Hotel, Kamis (9/3/2017).

Dikatakan, Peraturan Pemerintah nomor 147 tahun 2016, tentang Pedoman organisasi perangkat daerah bidang pendidikan dan kebudayaan, dalam sub urusan manajemen pendidikan mengalami perubahan kewenangan pendidikan menengah dan pendidikan khusus kewenangannya berada di Pemerintah Provinsi, sedangkan PAUD dan pendidikan dasar menjadi wewenang Pemerintah Kabupaten/Kota.

Untuk itu Pemprov Maluku berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di mana tahun 2016 lalu Angka Melek Huruf mencapai 99 persen, capaian APK SMA/SMK 87 persen, meskipun capaian hasil integritas penyelenggaraan UN 2016 masih berada di bawah 75 persen.

Sedangkan hasil Uji Kompetensi Guru tahun 2016 meningkat 51,02 persen jika dibandingkan tahun 2015 hanya mencapai 47,38 persen.

Pemprov terus mendorong penggunaan dan BOS yang tepat sasaran sehingga penguatan kapasitas dalam pengelolaan pendidikan menjadi sangat penting, guna peningkatan mamajemen perencanaan dan pengawasan menjadi efektiv, evisien dan bertanggungjawab, melalui pendekatan perencanaan pengawasan pendidikan dan kebudayaan.

Sementara itu ketua Panitia Husein Welaulu melaporkan, tujuan Forum RKPD adalah menyamakan persepsi, menyampaikan dan mensosialisasikan arah kebijakan, serta membangun koodinasi dan menyususn rencana kerja tahun 2018.

Peserta yang mengikuti RKPD berjumlah 60 orang dengan sumber dana DIPA Dinas Dikbud Provinsi Maluku tahun 2016.

(Sumber: http://www.tribun-maluku.com/2017/03/dikbud-maluku-gelar-forum-rkpd.html) 

(Peserta dan Narasumber RKPD Tahun 2017)    

(Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku M. Saleh Thio)

(Suasan tanya jawab para peserta dengan Narasumber)

       

                              

                                      

                                                                               

(Ketua Panita UN Provinsi Maluku Junus Kesaulija, S.Sos, M,Si)

Ketua Panitia UN Propinsi Maluku Nus Kesaulija, mengatakan persentase nilai Ujian Nasional (UN) tahun ajaran 2016 - 2017 untuk Propinsi Maluku dengan jumlah peserta ujian sebanyak 30.907 dari 600 sekolah SMP Sederajat, nilai ketuntasannya malah sangat berbanding yakni tuntas pada mata pelajaran tertentu dan hanya naik pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Misalkan mata pelajaran IPA tuntas 11.718 dan tidak tuntas 19.189. Matematika tuntas 14.064 dan tidak tuntas 16.843. Bahasa Inggris tuntas 15.848 dan tidak tuntas 15.059. Sementara Bahasa Indonesia naik tuntas 20.687 dan tidak tuntas 10.220.

"Jadi, untuk Propinsi Maluku jenjang SMP Sederajat mengalami penurunan disetiap mata pelajaran,"ujarnya, kepada pers dikantornya, kemarin. Dikatakan, sesuai dengan hasil evaluasi Dikbud Propinsi Maluku tiga tahun terakhir ini untuk tahun ajaran 2014 - 2015 peserta ujian 30.629 dari 567 sekolah, nilai ketuntasannya per mata pelajaran bervariasi yakni nilai ketuntasan lebih banyak dari pada nilai tidak tuntas. Untuk tahun ajaran 2015 - 2016 jumlah siswa ujian 30.458 dari 591 sekolah, ketuntasan nilai lebih tinggi dari pada tidak tuntas. Contohnya mata pelajaran Bahasa Indonesia tuntasnya 23 ribu dan tidak tuntas 7 ribu lebih.

"Kalau kita lihat tahun ajaran 2016 - 2017 untuk Propinsi Maluku memang nilai tertinggi ada pada Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), tetapi kita lihat integritasnya artinya nilai kejujurannya itu,"ungkapnya. Menurutnya, untuk UN SMP Sederajat tahun ajaran 2016 - 2017 di Maluku persentase nilai rata - rata per mata pelajaran mengalami penurunan, karena terpengaruh pada beberapa sekolah yang melaksanakan UNBK.

Karena kita tahu bersama bahwa UNBK itu betul - betul jujur, sedangkan UNKP itu perlu dievaluasi dalam arti nilai mereka tinggi itu apakah jujur atau tidak. Kata kepala Balitbang seperti itu untuk saya, kalau kita kaitan dengan daerah memang dievaluasi ada beberapa kabupaten/kota dua tahun terakhir ini lemah yakni Bursel dan SBT. Sekalipun tahun ini SBT nilainya bagus tapi integritas atau kejujurannya itu seperti apa.

Olehnya itu, waktu penyerahan hasil ujian tepatnya 1 Juni ke Dinas Pendidikan kabupaten/kota, kami paparkan persentase UN tiga tahun terakhir, karena kewenangan Pendidikan Dasar termasuk (SD dan SMP) itu sudah menjadi tanggungjawab kabupaten/kota, maka dengan referensi tiga tahun terakhir ini menjadi pola pikir (PR) untuk kabupaten/kota supaya bisa merubah mainsetnya untuk tahun depan bisa sedikit mengalami perubahan seperti pelatihan guru mata pelajaran ditingkatkan dan lainnya itu tanggungjawab kabupaten/kota. Hingga tahun ajaran 2017 - 2018  nilai UN ini juga ada kenaikan, karena betul - betul tiga tahun terakhir ini nilai UN itu mengalami penurunan. ()

( Wakil Direktur Polman Astra Tonny Pongoh bersama Kadisdikbud Propinsi Maluku M. Saleh Thio)

Untuk meningkatkan prestasi SMK di Propinsi Maluku, maka Dikbud  melalui bidang SMK seksi kurikulum melakukan gebrakan, menjajaki kerjasama dengan Politeknik Manufaktur (Polman) Astra, yang berkecimpung dibidang pendidikan.

Perjuangan dari seksi kurikulum akhirnya mendapat respon positif, hingga sejak, pekan kemarin, Wakil Direktur Polman Astra Tonny Pongoh, telah hadir di  Propinsi Maluku Kota Ambon dengan melakukan kunjungan awal ke SMK Siwalima Langur Kabupaten Malra. Selanjutnya hadir di Kota Ambon, bertatap muka dengan para siswa dan guru pada SMK 3 dan SMK 4, yang bertujuan untuk merekrutmen siswa masuk pada Polman Astra. Dari pertemuan tersebut, sempat terjadi dialog yang bertujuan untuk membangun SMK di Maluku, agar kedepan SMK semakin lebih baik dari sekarang.

Dikesempatan yang sama juga, kemarin, Pongoh bersilaturahmi dengan Kadisdikbud Propinsi Maluku M. Saleh Thio, dalam rangka rekrutmen siswa SMK untuk mengikuti pendidikan dengan memproleh beasiswa. Kepada pers, Pongoh menuturkan, Polman Astra merupakan lembaga pendidikan dibawah PT Astra, dengan mempunyai misi pendidikan dan advokasi.  Dan di tahun ini terus punya kepedulian, dimana melirik kawasan Indonesia timur khususnya Propinsi Maluku.

Sebab melihat daerah ini sangat strategi dan paling siap untuk dilakukan seleksi bagi siswa yang siap memperoleh beasiswa, agar dapat melanjutkan pendidikan di Polman Astra. "Yang kita rekrut yaitu siswa punya prestasi dalam juara LKS serta juara kelas, dimana yang paling utama menjadi perhatian kami adalah siswa yang ekonominya lemah atau kurang mampu,"ujarnya. Untuk Maluku sudah dua siswa yang terpilih dari juara LKS masing masing Alexander Matitale dan Harly Hutauruk. Kini kami sementara melakukan seleksi untuk 13 siswa, masing - masing 7 siswa dari SMK 3 dan 6 siswa dari SMK 4. Selain siswa kita juga telah komitmen dengan Kepala Dinas untuk mengadakan pelatihan dan magang selama dua minggu kepada guru sesuai dengan bidang keahlian yang diguluti mereka dan itu juga akan berjalan tahun ini.

"Harapan kami dari kerjasama ini semua siswa mesti berprestasi dan selesai mengenyam pendidikan di Polman Astra dapat kembali untuk membangun Maluku. Dimana siswa SMK Maluku mesti terus berpeluang masuk ke Polman Astra. Sementara itu, Kadisdikbud Propinsi Maluku M. Saleh Thio, mengatakan ini merupakan suatu berkat untuk Maluku hingga kami sangat merespon positif program yang diluncurkan oleh Polman Astra kepada SMK di Maluku."Suatu hal baik yang patut kita syukuri, karena cara seperti ini akan menambah semangat peserta didik di Maluku terutama siswa SMK,"tuturnya. Dengan demikian, saya harapkan kepada semua siswa SMK agar dapat tingkatkan proses belajar sehingga  berkualitas, untuk memenuhi kriteria yang ditentukan oleh Polman Astra. "Sekarang ini sudah dua siswa yang resmi mendapat beasiswa, hingga diharapkan para guru dapat berikan dukungan penuh untuk bertambah lagi siswa memperoleh beasiswa sesuai dengan bidang yang mereka guluti. ()

Setiap tahun Pemerintah Pusat (Pempus) melalui Kemendikbud RI, menyelenggarakan lomba bagi para guru di seluruh Indonesia termasuk Propinsi Maluku Kota Ambon.

Untuk tahun ini, Maluku mengadakan seleksi dari 32 guru berprestasi yang berasal dari 11 kabupaten/kota, di dapatkan 8 guru terbaik untuk mewakili Maluku diajang Nasional, Guru yang berhasil masing - masing untuk jenjang SMA guru berprestasi, Muhammad Jafar Joi Sangadji dari SMAN 3 Ambon, Kepala Sekolah berprestasi Jumila Lattar dari SMA Muhamadiyah Tual dan Pengawas berprestasi Elvis Kolelsy dari Kota Ambon. Sedangkan untuk jenjang SMK guru berprestasi Grace Krisna Loroiani Saiselor dari SMKN 1 Tanimbar Selatan, Apolos P. B. Masek Kepala Sekolah berprestasi SMK Wuarlabobar dari MTB, Pieter Loupatty, Pengawas SMK berprestasi dari Kota Ambon, Hennyw Wenno  Kepala Sekolah berprestasi dari SKB Haruru Maluku Tengah (Malteng), serta Johana Heleng Babena Kepala Sekolah SMAN Tiakor MBD. 

Pada acara pengumuman pemenang sekaligus penutupan, kemarin, Kadisdikbud Propinsi Maluku M. Saleh Thio, dalam sambutannya yang disampaikan Kabid Pembinaan SMA Nus  Kesaulija, mengatakan  setelah berjuang selama dua hari maka telah didapatkan 8 guru terbaik dari 32 peserta. Dan itu sudah merupakan penilaian dari dewan juri yang  profesional, hingga bagi ke 8 guru sesuai dengan predikat masing - masing, saya mintakan berjuanglah dengan sebaik mungkin, kami masyarakat Maluku mendukung dengan doa, agar kehadiran peserta dari Maluku jangan sebagai pengembira, namun dapat membuahkan hasil yang maksimal. "Harus nyatakan kalau guru di Maluku bisa, untuk itu mesti banyak baca serta disiplin tinggi, agar apa yang diimpikan bisa terwujud.
Kalian semua harus kompak serta menjunjung tinggi rasa kebersamaan,"tuturnya.

Diharapkan, melalui pendidik berprestasi ini, kualitas dan pengelolaan pendidikan di sekolah - sekolah akan lebih meningkat. Selain itu para pendidik mesti bermotivasi, menumbuhkembangkan kreativitas dan inovasi. Sementara itu, Panitia Pelaksana Netty Badriah, menambahkan kegiatan seleksi guru, kepala sekolah dan pengawas berprestasi ini berlangsung selama dua hari, dan diikuti 32 peserta dari 11 kabupaten/kota di Maluku. Dan yang berhasil lolos ke tingkat Nasional sebanyak 8 peserta. Mereka itu akan mendapat pembekalan dari para dosen Unpatti untuk persiapan diri ke tingkat Nasional pada bulan Agustus nantinya. (Aza)

   

(Ketua Panita Netti Badriah, S. Pd, M. Si dan Kabid Pembinaan SMA Junus Kesaulija, S.Sos, M,Si)

  

                             (Pemberian Hadiah dari Ketua Panitia)                                

(Para Juara Seleksi Guru Berprestasi bersama Drs Dominggus Patty, M.Si dan

Prof. Dr. F. Leiwakabessy, M.Si)

Sebanyak 7 guru berpestasi yang terdiri dari Guru SD/SMP, Kepala SD/SMP, Pengawas SD/SMP dan Kepala Sekolah TK berhasil mengsisihkan 60 peserta dan siap wakili Maluku ditingkat Nasional pada Agustus mendatang.Mereka bertanding selama dua hari dan akhirnya ditetapkan oleh dewan juri 7 guru yang terbaik untuk siap berjuang ditingkat Nasional.

(Kepala Bidang Ketenagaan Drs. Dominggus Patty)

Dalam arahannya, Kadisdikbud Propinsi Maluku M. Saleh Thio, yang diwakili Kepala Bidang Ketenagaan Drs. Dominggus Patty, menuturkan sebanyak 66 peserta dari 11 kabupaten/kota, sudah berjuang dengan baik dan hasilnya sudah diumumkan ada 7 guru yang berhasil lolos. Kami berharap, mereka dapat berjuang untuk harumkan nama Maluku ditingkat Nasional, hingga Maluku turut punya nama ditingkat Nasional. Masih satu bulan lagi, untuk itu bagi para pemenang teruslah giat  lakukan pemantapan, agar sekali lagi Maluku bisa bicara ditingkat Nasional.

(Ketua Panitia M. Husen. Henaulu, M. Si)

Sementara itu, ketua panitia pelaksana Husen Henaulu, menambahkan 7 guru itu masing - masing untuk guru SD/MI berasal dari SDN Kabean Maluku Tenggara atas nama Albertus Avloubun, untuk guru tingkat SMP/MTS dari SMPN 8 Kota Ambon atas nama Hans Maitimu. Sedangkan untuk kepala sekolah berprestasi tingkat SD dari SDN 1 Latihan SPG, atas nama Corneles Moniharapon Kota Ambon. Untuk tingkat SMP dari SMPN 15 Kota  Ambon atas nama Markus Pattiapon. Untuk tingkat TK dari TK Bukit Taeno Kota Ambon atas Nama Susilaswaty Syauqi, dan bagi pengawas sekolah berprestasi untuk tingkat SD dari Kota Tual atas nama Siti Hindun Lakuy, untuk tingkat SMP dari Kota Ambon atas nama Samuel Lesnussa. Seperti yang diharapkan oleh pemerintah yakni bisa mengharumkan nama Maluku, untuk itu belajarlah dan belajar selama satu bulan kedepan, agar supaya bisa berbuat yang terbaik bagi Maluku. (Aza)

        

 (Penyerahan Penetapan Pemenang Kepada Disdikbud Provinsi Maluku)                (Pemberian Hadiah kepada para Juara)

(Ketua Panitia Bersama, Kepala bidang Ketenagaan, dan Para Juri)

              

                       (Para Peserta dan Panitia Menyanyikan lagu Indonesia Raya)                      

Sebanyak 66 tenaga pendidik dari lima kabupaten/kota yakni Kota Ambon, Malteng, Malra, Aru, MTB, Kota Tual, SBB, SBT, Buru, Bursel, dan MBD, mengikuti seleksi guru, kepala sekolah dan pengawas berprestasi tingkat Propinsi Maluku, yang berlangsung di hotel Golden Palace, Senin (5/6).                                                                                                                                  

     

(Sambutan dari Ketua Panitia M. Husen. Henaulu, S.pd, M.Si)                    (Kabid Ketenagaan Dominggus Patty)

Mewakili Kadisdikbud Propinsi Maluku M. Saleh Thio, Kabid Ketenagaan Minggus Patty, mengatakan pemerintah sekarang ini sangat memperhatikan SDM dan keikutsertaan para guru asal Maluku, salah satunya terkait dengan SDM yang bermutu.Dengan demikian, guru harus bermotivasi sesuai dengan kinerja yang dimiliki agar peroleh penghargaan sebagai wujud perhatian pemerintah. Dan yang paling utama guru harus menjadi motivator kepada para pendidik untuk juga berprestasi pada semua kabupaten/kota di Maluku.

Ini semua untuk menjawab tantangan era globalisasi. Ingat pendidik adalah profesi yang paling mulia hingga berlombalah dengan sportivitas yang tinggi, disiplin dan loyalitas, demi kepentingan daerah ini.Lanjutnya, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun, jadi kiranya para guru dapat berjuang untuk memperoleh yang terbaik untuk mewakili Maluku di tingkat nasional.Kepada dewan juri, saya mintakan untuk dapat memberikan penilaian yang sejujur - jujurnya agar para guru merasa puas.

( Ketua Panitia M. Husen. Henaulu, S.pd, M.Si)

Sementara itu, Ketua Panitia Husen Henaulu, menambahkan tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan motivasi dan profesionalisme guru, kepala sekolah dan pengawas. Dan mereka harus bangun komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan secara merata. Selain itu, pemenang akan mewakili Propinsi Maluku ditingkat nasional pada bulan Agustus mendatang. (Aza)

(Presentasi dari beberapa Peserta)

 

(Para Juri Sedang memberikan Penilaian)

                         

Lebih dari Seribu siswa/i Sekolah Dasar berbaris di Lapangan SMA N 1 Ambon, Kota Ambon. Mereka datang dari sekolah-sekolah yang berada di Kota Ambon maupun Kabupaten Maluku Tengah. Salah satunya SD N 1 Mamala-Morela yang berlokasi di Desa Mamala-Morela, Jazirah Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Mereka sudah harus melakukan perjalanan dari subuh. Semangat para siswa dan guru Mamama-Morela juga nampak pada antusias seluruh siswa dan guru dari perwakilan 86 sekolah di Kota Ambon.

           

Biasanya setiap tahun, mitra lokal Kuark di Kota ambon sering mengadakan OSK  tetapi dalam jumlah sekitar ratusan peserta saja. Tahun ini berbeda, Kota Ambon diberikan kesempatan istimewa menjadi tuan rumah Pembukaan Olimpiade Sains Kuark yang diikuti oleh 92.000 peserta dari 34 Provinsi  di seluruh Indonesia. Tahun ini, Kerjasama Heka Leka dan PT Kuark Internasional  membawa harapan bagi seluruh anak-anak Maluku di berbagai pulau-pulau di Provinsi Maluku. Sebelumnya, kesempatan olimpiade hanya diikuti oleh anak-anak yang mampu membayar uang pendaftaran OSK sedangkan bagi mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi harus menahan diri. Kini, sebuah kesempatan datang bagi anak-anak yang tinggal di desa, pulau, kabupaten atau kota Ambon. semua anak-anak Maluku memperoleh tiket gratis mengikuti Olimpiade Sains Kuark (OSK). Lebih Kurang 4231 peserta OSK yang serempak berebutan tiket semifinal OSK di Provinsi Maluku.

              

     

 

Pada Olimpiade ini bukan hanya siswa/i mengerjakan lembaran soal OSK dalam ruang ujian tetapi setiap peserta Olimpiade diberikan kesempatan  mengasah daya sains melalui Festival Sains Kuark. Festival Sains dibuat dengan tujuan untuk menolong anak mengalami dan mencintai sains dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Walaupun di bawah panas matahari, Peserta OSK di Kota Ambon terlihat bersemangat bermain sambil memecahkan tantangan pada setiap Stand Games Sains.

     

     

 

Jika ada usaha pasti akan berhasil. Ya, mereka sangat menikmati semua permainan sains ini.  Teruslah belajar dan berlatih anak-anak Maluku. Semoga kelak dari antara kalian semua akan lahir banyak Ahli Sains Indonesia

      

Maju Anak Maluku. Katakan “Aku Jagoan Sains. Salam Maluku Cerdas.

Sumber Beritahttp://www.hekaleka.org/2017/02/20/1219-siswa-beributan-tiket-semifinal-osk-di-kota-ambon/ 

Dikbud Seleksi O2SN dan FLS2N Bagi Siswa Berkebutuhan Khusus....Sebanyak 48 siswa berkebutuhan khusus, siap bertanding pada lomba Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)  dan 39 siswa siap mengikuti Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Propinsi untuk menuju pada tingkat Nasional.

Pada acara pembukaan seleksi O2SN dan FLS2N yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Propinsi Maluku, yang berlangsung di Hotel Imperal Inn, kemarin, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku Mimi Hudjajani,  menuturkan pemerintah sekarang ini sangat memberikan perhatian serius bagi warga masyarakat yang berkebutuhan khusus, hingga tidak ada lagi perbedaan antara  normal dan tidak normal. Siapapun dia, semua anak Indonesia yang didalamnya ada Maluku, mesti mempersiapkan SDM mereka dengan sangat baik.

Dimana bagi siswa berkebutuhan khusus, kita harus fokus mereka untuk mendapat pendidikan demi masa depan yang diimpikian. Dan saat ini mereka siap berlomba di bidang olahraga maupum seni dan hal itu merupakan pendidikan ekstrakurikuler,  sehingga kita berharap mereka dapat bertanding dengan menjunjung tinggi sportivitas yakni tidak berorientasi untuk keluar sebagai pemenang, tetapi yang paling penting mereka dapat benar - benar mengenal jati diri dan tidak minder dengan siapapun, tunjukkan kemampuan tanpa ada keraguan.

"O2SN dan FLS2N Ini sebagai ajang olah pikir olah hati dan olah rasa, hingga dimintakan kepada dewan juri  berikanlah penilaian yang sejujur - jujurnya, jangan ada pun sedikit berpihak pada yang lain, karena kalau hal itu terjadi akan berikan bencana kepada kami, dimana mereka nanti tidak lagi bertanding,"tuturnya. Sementara itu, panitia pelaksana turut menambahkan, tujuan dari kegiatan rutin yang setiap tahun di selenggarakan bagi siswa berkebutuhan khusus ini adalah untuk meningkatkan kecintaan terhadap olahraga dan seni. Latih sportivitas dan jalin keakraban diantara sesama siswa. Dan untuk O2SN lomba meliputi Atletik, Bulu Tangkis, Balap Kursi Roda, Botche. Sedangkan untuk FLS2N yaitu Nyanyi Tunggal, Melukis, Desain Grafik dan Pantonim. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini akan mencari siapa yang keluar sebagai juara akan wakili Maluku di tingkat Nasional, yang dilaksanakan pada bulan September 2017, di dua tempat masing - masing Kota Medan dan Surabaya. ()

AMBON adalah kota kedua dalam rangkaian roadshow Pesta Pendidikan (PeKan) 2017. Sebelum Ambon, PeKan berlangsung di Bandung pada 24-25 Februari 2017. Pesta Pendidikan Ambon berlangsung dua hari pada 17-18 Maret 2017 di beberapa lokasi dengan kegiatan yang melibatkan berbagai pihak: pemerintah, siswa, guru, orangtua dan publik yang peduli pada pendidikan.

Pada hari pertama, sesi Ngobrol Publik PeKan berlangsung di 7 lokasi yaitu: SDI Al-Fattah, SMAN 2 Ambon, SMAK 7 Ambon, SMA Kristen YKPM, SMA PGRI 1, SMA Xaverius, SMAN 1 Ambon. Di lokasi-lokasi tsb, berbagai macam sesi dengan topik menarik yang diselenggarakan oleh organisasi dan komunitas yang berasal dari Jakarta maupun Ambon.

Di Aula SDI Al-Fattah, Living Qur’an (LQ) mengadakan sesi Lingkar Pendidik “Metode Pendidikan Agama Islam Yang Menyenangkan Pada Anak dan Remaja” yaitu metode mendidik agama untuk anak dan remaja. Bagaimana menanamkan nilai-nilai agama agar anak mampu mengimlementasikan dlm kehidupan sehari-hari. LQ memberikan tips-tips praktis mendidik agama bagi para guru dan orang tua.

Keluarga Kita kali ini menghadirkan sesi tentang mengasuh anak di era digital, tantangan serta hambatan dan hal-hal yang perlu dilakukan oleh orangtua. Sesi dihadiri sekitar tiga puluh orang peserta, berlokasi di SMAN 2 Ambon.

Kampus Guru Cikal (KGC) menyelenggarakan sesi Pelatihan Guru Merdeka Belajar di Aula SMAN 1 Ambon. Diikuti oleh sekitar lima puluh orang guru, sesi berlangsung selama 6 jam. Bukik Setiawan dari KGC menyebutkan, “Guru yang siap mengajar adalah guru yang terus belajar. Pelatihan Guru Merdeka belajar membantu guru untuk menumbuhkan diri yang merdeka dalam belajar dan juga cara untuk membantu siswa menjadi pelajar yang merdeka dalam belajar.”

Berlokasi di SMA Kristen YKPM, Inibudi melaksanakan Pelatihan Guru Berbudi yaitu pelatihan guru membuat video pelajaran. Guru-guru bersama inibudi akan merancang bersama dan ke depannya mereka akan bisa membuat video sendiri untuk pembelajaran maupun asesmen.

Organisasi dan Komunita dari Ambon juga menyemarakkan Ngobrol Publik di hari pertama PeKan Ambon. Forum Anak Maluku Manise (FAKUM) mengadakan sesi yang berjudul Peran Anak sebagai Pelapor & Pelopor dalam mengurangi Tindak Kekerasan Terhadap Anak. Harapan yang ingin dicapai dari sesi ini adalah anak-anak dapat berpartisipasi dalam mengurangi tindakan kekerasan di sekitarnya dan anak-anak mendapatkan informasi bagaimana cara untuk mengurangi atau mengurangi tindak kekerasan di sekitarnya.

Bengkel Sastra Maluku, di Aula SMKN 7 Ambon mengadakan sesi Peran Sastra Dalam Menumbuhkan Karakter Anak Maluku. Sesi ini mengupas karya Sastra sebagai salah satu pendekatan  untuk  menghidupkan, merawat, membiasakan, melestarikan, mendarah daging kambing nilai-nilai kehidupan (Kedamaian, Penghargaan, Cinta, Toleransi, Kejujuran, Kerendahan Hati, Kerjasama, Kebahagiaan, Tanggung Jawab, Kesederhanaan, Persatuan, dan Kebebasan). Dengan membuat karya sastra, membaca karya sastra, mengapresiasi karya sastra, maka anak dan remaja bahkan semua kita akan mendapat pengalaman batin dan permenungan, sehingga pola pikir dan pola perilaku akan mendapat bobot positif.

Di Aula SMAN 2 Ambon, juga berlangsung sesi dari LPSPL Sorong Satker Ambon dengan topik Konservasi Jenis Ikan untuk Peningkatan Pemberdayaan Masyarakat. Tujuan sesi ini adalah masyarakat pesisir dapat secara mandiri melakukan kegiatan yang bertujuan untuk pemberdayaan kesejahteraan, juga adanya kesadaran untuk menjaga sumber daya alam laut Maluku sebesar 92% dengan mengetahui tata cara pemanfaatannya.

Hari kedua PeKan Ambon yaitu Festival Publik yang terdiri dari Ngobrol Publik 10 Komunitas, Pameran Publik 25 Komunitas serta acara di panggung utama yang diramaikan dengan 3 Talkshow, 13 penampil seni, dan 7 penampil dari sekolah.

Acara dimulai pada pukul 09.00 diawali dengan pembukaan oleh Najelaa Shihab sebagai Inisiator Pesta Pendidikan, Drs. Zulkilfi Anwar, Ak.M.Si selaku Sekda Provinsi Maluku, M.Si, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ambon yaitu Benjamin Kainama S.Pd.

“Pesta Pendidikan murni diinisiasi oleh publik. Pesta Pendidikan adalah bukti bahwa publik berdaya. Di Pesta Pendidikan ini menunjukkan bahwa pendidikan adalah urusan semua orang, berbagai inovasi dan praktik baik dilakukan oleh publik untuk pendidikan. Pesta Pendidikan juga menunjukkan bahwa berbagai stake holder dalam pendidikan dapat bekerja barengan, pemerintah, guru, orangtua, siswa, publik berkumpul untuk mencapai tujuan pendidikan. Harapannya, Pesta Pendidikan tidak dilakukan hanya di dua hari ini saja, namun dapat dilakukan secara rutin dengan berkontribusi pada pendidikan dalam keseharian,” sambutan Najelaa Shihab membuka Pesta Pendidikan. Sambutan juga diberikan oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Maluku dan perwakilan Pemerintan Kota Ambon.

Pemukulan Tifa bersama-sama menandai dibukanya PeKan Ambon. Dari panggung utama, acara berpindah ke Lapangan Merdeka untuk Deklarasi UN Jujur yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. “Mari sukseskan UN bersih!” Himbau Benjamin Kainama, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ambon.

Acara di panggung utama selanjutnya diisi oleh Tari Sahureka-reka dari SDN Hukurila, musik dari Bengkel sastra Maluku, Tarian dari SDI Al-Fatah, Musikalisasi Puisi oleh Starlet Course, Tari Katreji oleh SDN XIII-I Kartika.

Selain di panggung utama, acara juga berlangsung di Pendopo Lapangan Merdeka yaitu Pameran Publik. Pameran Publik adalah display karya para organisasi/komunitas pendidikan dari Jakarta maupun Ambon berisi informasi kegiatan organisasi dan komunitas serta dampak nyata yang telah berhasil dilakukan. Di lokasi Pameran Publik juga tersedia Pojok Bahasa, Pojok Sains dan Pojok Buku. Aktivitas seru juga berlangsung di area Pameran Publik dengan adanya permainan puzzle kardus. Anak-anak yang menghadiri pameran ini, menyusun susunan puzzle yang terbuat dari kardus besar. Permainan ini mengundang tawa dan keseruan anak-anak juga para pengunjung Pameran Publik.

Acara di panggung utama berlanjut dengan Diskusi Publik yang digagas oleh Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK) dengan tajuk “Menyorot 4 Kompetensi  Guru Indonesia”. Sesi ini menghadirkan narasumber Mimi Hudjajani dari Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Benjamin Kainama,S.Pd, Najelaa Shihab (PSPK), Stanley Ferdinandus (Heka Leka) dan Bukik Setiawan (KGC). Sesi ini mengupas semangat dan kemauan belajar para guru di Maluku untuk meningkatkan kompetensi dan kapasitasnya sebagai guru.

Selanjutnya di panggung utama berlangsung penampil seni dari sekolah maupun komunitas pendidikan. Tari Orlapei dari SDN 44 Koneng, Walang Bastori: Teatrikal Drama “Mati Suri”, Tari Maku-maku oleh SDN 15, Tarian dan nyanyian dari SLB Kota Ambon dan SLB Batu Merah, String Ensamble oleh SMPN 4, Musikalisasi Puisi dan Cerpen oleh Kompasianer Amboina, Moderen Dance dari SMA XAVERIUS, Study Group Hekaleka menghadirkan FlashMob, penampilan dari Juara 1 Menyanyi se Kota Ambon dari SMA Xaverius, LPSPL Sorong Satker Ambon menghadirkan Teatrikal Minat Belajar berjudul “Belajar Maka Kita Akan Sukses”.
Sementara itu Ngobrol Publik juga berlangsung di dua Kelas yaitu Kelas A dan Kelas B di area Pendopo Lapangan Merdeka.

Kelas A dimulai oleh komunitas Taman Baca Keta, Mahasen Rumakamar menuturkan alasan berdirinya Taman Baca Keta adalah karena keprihatinannya terhadap rendahnya kemampuan dan minat membaca anak anak di wilayahnya. Taman Baca Keta menampung anak anak yang bersekolah formal maupun yang tidak bersekolah untuk berkumpul dalam kegiatan membaca bersama-sama. Hasil positif telah Nampak dari bertambahnya jumlah anak anak yang datang dan membaca di Taman Baca Keta.

Sesi kedua dilanjutkan oleh komunitas Taman Baca Pelangi. Komunitas yang menekankan pada menumbuhkan minat baca anak melalui perpustakaan ramah anak, khususnya di Indonesia Timur, bekerja dengan cara membangun atau merenovasi perpustakaan di sekolah-sekolah. Saat ini sudah ada sekitar 55 sekolah yang ditangani oleh komunitas ini.

Alpha I Chapter Maluku “Enaknya Studi di Amerika” juga hadir meramaikan ngobrol public di Pekan Ambon. Wiesye. V. Pelupessy dan Rallya Telussa, sukses menginspirasi peserta untuk meraih pendidikan yang tinggi, tidak takut bermimpi dan harus memiliki cita-cita. Peserta dengan antusias menyimak acara ngobrol ini sampai selesai.

Ikatan Guru Indonesia Maluku, hadir di sesi berikutnya dengan tema Literasi Digital bagi Guru di Abad 21. Bapak R.A Sangia, ketua lembaga organisasi IGI Maluku menekankan bahwa guru harus melek teknologi, sehingga mata pelajaran TIK sangat berperan penting dalam mengembangkan keterampilan abad 21 dan bisa diintegrasikan dalam semua mata pelajaran.
Sesi ngobrol publik Kelas A ditutup oleh hadirnya komunitas Walang Baca Air Panas Tulehu yaitu Putihaji Talaohu sebagai founder taman baca ini. Tidak jauh berbeda dengan Taman Baca Keta, Walang Baca Air Panas Tulehu juga memberdayakan masyarakat sekitar untuk terlibat dalam pendidikan membaca, terutama untuk anak-anak. Komunitas ini juga telah bekerjasama dengan mahasiswa diari beberapa Universitas Negri untuk hadir dan mengajar anak anak di wilayah Maluku.

Di Kelas B, diramaikan oleh komunitas-komunitas yang seru. Hadir Kompasioner Amboina (KOMA), Purna Caraka Muda Indonesia (PCMI), English Debating Club Pattimura University, dan juga Komunitas Kejar Mimpi yang membahas berbagai macam tema yang menarik tentang berbagai aspek tentang pendidikan. KOMA, yang mendapatkan sesi pagi, membahas mengenai mengekspresikan Maluku melalui media sosial. Sesi yang dilakukan dalam waktu 45 menit tersebut menjawab pertanyaan tentang bagaimana mengenalkan keindahan Maluku kepada khalayak luas, seperti Pantai Liang dan pantai Natsepa. Tidak hanya membahas cara, membangun komunitas lewat sosial media juga dibahas pada sesi ini. Sesi yang dibawakan oleh Ibu Yusniar ini secara interaktif diikuti oleh siswa dan siswi SMP dan SMA Kota Ambon.

Sesi selanjutnya juga tidak kalah menarik. PCMI mengajak peserta untuk berdiskusi mengenai Duta Muda, bahwa anak muda bisa berkontribusi melakukan perubahan dengan menjadi Duta Muda. Dengan judul kelas yang bertajuk “Duta Muda Bukan Mimpi Belaka”, Aditya membawakan sesi ini dengan menggambarkan cerita-cerita menjadi peserta Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN), dimana PCMI ini adalah perkumpulan dari para alumni PPAN.

Sesi ketiga pada kelas B ini dipimpin oleh English Debating Club Pattimura University. Di sesi ini, para pengajar dan mentor dari klub pengembangan keterampilan debat dalam Bahasa Inggris ini membawakan keterampilan apa saja yang dibutuhkan dalam menghadapi Abad 21. Pada pemaparannya, disampaikan bahwa keterampilan seperti komunikasi dan kreativitas adalah kompetensi yang digali dalam komunitas tersebut lewat kegiatan debat. Banyak pertanyaan menarik yang diajukan oleh para peserta yang hadir di sesi ini, seperti apa saja yang bisa dipersiapkan oleh seseorang yang akan mengikuti debat dan juga seberapa lama harus belajar agar bisa menjadi seorang pelaku debat Bahasa Inggris yang profesional.

Di sesi yang terakhir, Shafiq Pontoh dari Kejar Mimpi mengajak peserta kelas Ngobrol Publik B di Pekan Ambon untuk berdiskusi mengenai mewujudkan mimpi di era digital. Lewat bantuan 5W dan H, Kejar Mimpi ingin mengajak anak muda untuk mewujudkan mimpi apapun yang diinginkannya. Dengan mencatat mimpi dan menggunakan sosial media Kejar Mimpi, harapannya anak-anak mudah di Indonesia bisa lebih bisa mewujudkan mimpinya dengan lebih mudah. Sesi Kejar Mimpi ini sekaligus mengakhiri sesi Ngobrol Publik hari kedua di Ambon. Peserta yang kebanyakan adalah siswa SMP dan SMA memenuhi semua sesi Kelas B ini dan pulang dengan senyum lebar membawa inspirasi.

Kembali ke panggung utama, acara selanjutnya adalah talkshow “Memajukan Pendidikan di Kepulauan Indonesia” bersama Rosiani Putty, Engangement manager inibudi, Yosua Phillipus, Gerakan Kisar Cerdas, Miftah Sabban, Divisi Pendidikan Kelompok Kreatif Anak Banda dan Artika Mantaram, Living Quran (Moderator). Inibudi melaksanakan program Dukung Belajar, yaitu pengiriman video-video pelajaran dalam flash disk ke sekolah-sekolah di kepulauan.

Acara seni kembali mengisi panggung utama, yaitu antara lain: band Safe and Sound membawakan lagu Mengejar matahari, Tarian Hip Hop dari Tahury, kolaborasi Musik dan tarian dan SMA Kristen YPKPM, hip hop/rap dari Tickangpalungku, band The River’z, Manumata hiphop yang seru sekali, penampilan dari Sanggar Manue Nunusaku, Tarian Sasi Lompa, band x-po, Musikalisasi Puisi : Morika Tetelepta – Ardelony Imlabla, band Kanasar, dan penampilan dari Siera Latupeirissa dengan suaranya yang merdu sampai ke hati.
Talkshow terakhir di panggung utama PeKan Ambon menghadirkan Najelaa Shihab, Glenn Fredly dan Figgy Papilaya dengan topik “Kontribusi Musik untuk Pendidikan Indonesia”. Glenn Fredly menyatakan bahwa musik adalah gaya hidup, yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari sehingga harus selalu sesuai konteks sosial di wilayah lahirnya musik tersebut. Figgy Papilaya menyebutkan bahwa musik adalah simbol peradaban yang artinya akan selalu berkait dengan pendidikan. “Musik adalah metode membangun sebuah hubungan dan mempermudah cara mengingat,” tukas Najelaa Shihab. Talkshow ditutup dengan bersama-sama menyanyikan lagu Kasih Ibu, usulan dari penonton yang menyimak talkshow ini.
Glenn Fredly mengakhiri acara di panggung utama dengan membawakan lagu “Tinggikan” yang juga adalah soundtrack dari film Cahaya Dari Timur Beta Maluku. Semua penonton kur menyanyikan lagu ini beriringan dengan senja di Lapangan Merdeka.
Panitia, penonton serta semua relawan yang terlibat flash mob bersama di depan panggung utama, menandakan berakhirnya PeKan Ambon. Danke untuk semua yang telah berpartisipasi. Sampai Bakudapa!

 

Acara seni kembali mengisi panggung utama, yaitu antara lain: band Safe and Sound membawakan lagu Mengejar matahari, Tarian Hip Hop dari Tahury, kolaborasi Musik dan tarian dan SMA Kristen YPKPM, hip hop/rap dari Tickangpalungku, band The River’z, Manumata hiphop yang seru sekali, penampilan dari Sanggar Manue Nunusaku, Tarian Sasi Lompa, band x-po, Musikalisasi Puisi : Morika Tetelepta – Ardelony Imlabla, band Kanasar, dan penampilan dari Siera Latupeirissa dengan suaranya yang merdu sampai ke hati.
Talkshow terakhir di panggung utama PeKan Ambon menghadirkan Najelaa Shihab, Glenn Fredly dan Figgy Papilaya dengan topik “Kontribusi Musik untuk Pendidikan Indonesia”. Glenn Fredly menyatakan bahwa musik adalah gaya hidup, yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari sehingga harus selalu sesuai konteks sosial di wilayah lahirnya musik tersebut. Figgy Papilaya menyebutkan bahwa musik adalah simbol peradaban yang artinya akan selalu berkait dengan pendidikan. “Musik adalah metode membangun sebuah hubungan dan mempermudah cara mengingat,” tukas Najelaa Shihab. Talkshow ditutup dengan bersama-sama menyanyikan lagu Kasih Ibu, usulan dari penonton yang menyimak talkshow ini.
Glenn Fredly mengakhiri acara di panggung utama dengan membawakan lagu “Tinggikan” yang juga adalah soundtrack dari film Cahaya Dari Timur Beta Maluku. Semua penonton kur menyanyikan lagu ini beriringan dengan senja di Lapangan Merdeka.
Panitia, penonton serta semua relawan yang terlibat flash mob bersama di depan panggung utama, menandakan berakhirnya PeKan Ambon. Danke untuk semua yang telah berpartisipasi. Sampai Bakudapa!

  

Sumber Berita: http://pestapendidikan.com/berita/pesta-pendidikan-ambon-satu-hati-untuk-pendidikan-maluku/

Gubernur : Guru Jangan Takut Dipindahkan Asalkan Kerja Profesional....

Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff, dalam acara pembukaan Rapat Koordinasi (Rakor - Red) SMA dan SMK tingkat Propinsi tahun 2017, yang berlangsung di Baileo Siwalima Karpan, Jumat (12/5), menegaskan bahwa seluruh guru jenjang SMA dan SMK di Maluku jangan takut dipindahkan, yang terpenting harus melaksanakan tugas sebagai seorang pendidik dengan  profesional.

Lebih lanjut dikatakan, ini semua sesuai dengan tema yang diusung yakni mewujudkan pendidikan yang bermutu, merata, dan berdaya saing di era global.

Berdasarkan hal itu, maka guru sudah mesti mengetahui tanggungjawab masing - masing untuk terus giat menuntut ilmu, demi masa depan para siswa hingga mereka bisa bersaing pada tingkat Propinsi, Nasional, bahkan Internasional.

Dan pada Rakor ini guru diberikan kesempatan untuk memberikan masukan sesuai dengan kendala yang dihadapi disekolah masing - masing, sehingga pemerintah dapat mengambil kebijakan atau jalan keluar, demi meningkatkan mutu pendidikan yang berkualitas.

Lanjutnya, ada tiga sektor penting yang menjadi perhatian saya selaku gubernur yaitu pendidikan, kesehatan, dan pariwisata.Terutama untuk pendidikan, tidak boleh ada guru yang belum sarjana (S1) baik itu guru PNS maupun guru honor."Ini semua dilakukan agar proses pendidikan di Maluku merata," tutur Gubernur.

Selain itu juga, kata gubernur, karena baru terjadi peralihan kewenangan SMA dan SMK ke Propinsi, maka tidak dipungkiri masih banyak kendala yang dihadapi baik itu menyangkut gaji guru, tunjangan sertifikasi, uang lauk pauk, dana Bos, dan lain sebagainya.

Dengan demikian, kedepan kami akan berupaya agar semua kendala itu dapat teratasi, namun yang paling terpenting adalah guru dalam me jalankan tugasnya harus profesional.

Menurutnya, dari aspek perluasan pendidikan kita harus memastikan bahwa seluruh anak usia sekolah SMA dan SMK di Maluku, tetap mendapatkan layanan pendidikan, artinya tidak ada anak yang putus sekolah setelah tamat dari SMP. Ini menjadi tanggungjawab kita bersama khususnya kepala - kepala sekolah dan guru yang ada di satuan pendidikan.

"Saya harapkan melalui Rakor ini ada solusi yang direkomendasikan kepada saya. Hal yang sama juga saya ingatkan agar kepala sekolah dapat mengelola anggaran Bos secara efektif dan akuntabel. Karena pemerintah telah menyediakan anggaran Bos yang sangat besar bagi sekolah,"tandasnya. Sementara itu, Kadisdikbud Propinsi Maluku M. Saleh Thio, mengatakan Rakor ini pertama kali yang diselenggarakan oleh Dikbud Propinsi Maluku, pasca peralihan SMA dan SMK dari kabupaten/kota ke Propinsi. Hingga dari itu diharapkan, agar para kepala sekolah bisa memanfaatkan Rakor ini sebagai momentum penting untuk meningkatkan mutu pendidikan yang berkualitas di satuan pendidikan masing - masing. Disamping itu, selaku kepala dinas, harapan saya kedepan, agar nilai ketuntasan SMA dan SMK yang ditetapkan oleh Pusat dapat memenuhi standar nilai 5,5 khusus untuk Maluku. (Aza)

KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU

  • KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU
    Jenderal  Ahmad Yani  Kelurahan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau
    Ambon - Maluku, 97124
  • 0911 352389 - 352367
  • (fax) 0911-352389

Copyright © 2016 Thinkweb. All Rights Reserved