(Sekretaris Dikbud Maluku Mimi Hudjajani)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku yang dinahkodai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs. M. Saleh Thio, sangat memperhatikan pembangunan dunia pendidikan dalam segala segi, seperti halnya, kemarin, diselenggarakan workshop dana transfer daerah bidang pendidikan tahun 2018. 

Kadis dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Dikbud Maluku Mimi Hudjajani, mengakui persoalan dana pendidikan itu sangat penting untuk diketahui dan mesti berjalan transparan. Hal ini disampaikan ketika membuka acara pembukaan workshop dana transfer daerah bidang pendidikan tahun 2018, yang berlangsung di hotel Golden Palace.

     

(Para Peserta dari 11 kebupaten/kota)

Lebih lanjut dijelaskan, soal dana daerah untuk pendidikan mesti terarah dan transparan itu semua demi peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku dibidang pendidikan. Ditambahkan, melalui dana desentralisasi yang merupakan bantuan pusat, bekerjasama dengan daerah perlu menjadi perhatian terhadap pelaksanaan dana fisik dan non fisik. Selain itu didalamnya ada dana intensif para guru yang juga mesti menjadi perhatian bagi seluruh peserta yang ada di kabupaten/kota, yang mana semuanya mesti pahami berbagai ketentuan terhadap pengelolaan dana, pahami regulasi soal pengelolaan, peruntukan sampai pada pertanggungjawabannya. 

Selanjutnya program pusat ini mesti disingkrongkan, agar berjalan benar serta berpijak pada good govermance bersih dan berwibawa. Sementara itu, panitia pelaksana Husein Henaulu, mengatakan kegiatan ini melibatkan berbagai kepentingan pusat/daerah dan kebupaten/kota, guna menetapkan dana pendidikan tahun 2018. Hingga perlu jadi perhatian sebab dana pusat dipakai untuk pendukung pembangunan pendidikan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan harmonisasi, koordinasi dan menyusun rancangan. Untuk itu peserta terdiri dari dua utusan dari masing-masing kabupaten/kota, agar dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh tanggujawab. ()

 

(Dikbud Peduli Kasih Terhadap Bencana Sulteng)

Keluarga Besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku termasuk sekolah jenjang SMA/SMK dan MK3S  mengumpulkan bantuan dana sebesar Rp. 60 Juta dan seragam sekolah sebanyak 7 koli kepada korban bencana Tsunami Palu, Sigi, dan Donggala,  Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). 

Kadisdikbud Provinsi Maluku Bapak. M. Saleh Thio, Rabu (7/11), mengatakan pemberian bantuan ini sebagai bentuk wujud nyata kepedulian sosial siswa-siswi SMA/SMK di Maluku, terhadap musibah yang dialami oleh masyarakat pendidikan di Provinsi Sulteng. 

(Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff)

Untuk itu, diharapkan dengan adanya bantuan uang tunai maupun seragam sekolah yang diberikan ini dapat meringankan beban para korban bencana Tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala. 

"Harapan saya selaku kepala dinas,  semoga bantuan ini menjadi suatu kepribadian yang tulus dari para siswa SMA/SMK di Maluku terhadap sesama warga pendidikan di Palu, Sigi, dan Donggala. "harapnya. ()

(Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff, melaunching pembangunan jaringan pendidikan berbasis Informasi Teknologi (IT))

Gubernur Maluku, Ir. Said Assagaff, melaunching pembangunan jaringan pendidikan berbasis Informasi Teknologi (IT) melalui Sistim Informasi Integrasi Pendidikan (SIIP), yang berlangsung di SMK Negeri 7 Ambon, Selasa (6/11).

Gubernur menuturkan, untuk memajukan pendidikan diera globalisasi saat ini, maka perlu adanya pembangunan jaringan pendidikan berbasis IT, yang sangat mendukung aspek transparansi pengelolaan dan informasi sekolah, sekaligus memperpendek rentang kendali pengawasan sekolah. 

Lanjutnya, pembangunan jaringan pendidikan berbasis IT, akan memudahkan stakeholder pendidikan termasuk orangtua siswa, untuk setiap saat dapat memonitoring perkembangan pendidikan anak-anak mereka disekolah. 

Karena itu, Gubernur berharap, dengan pembangunan jaringan pendidikan berbasis IT ini tentunya sekolah SMA/SMK di Maluku, dapat lebih menerapkan manajemen pendidikan modern, gurunya berinovasi untuk mengembangkan model-model pembelajaran berbasis teknologi, siswa termotivasi menemukan sumber belajar, dan orangtua atau masyarakat semakin terpacu untuk membantu pengembangan pendidikan berkualitas disekolah.

(Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio)

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio,  mengatakan dengan launchingnya pembangunan jaringan pendidikan berbasis IT yang dilakukan Gubernur ini maka memudahkan sekolah untuk berkomunikasi. Apalagi ada sepuluh sekolah jenjang SMA/SMK di Maluku mendapatkan bantuan sarana prasarana berupa komputer sebanyak 15 unit, yang tersebar pada enam Kabupaten/Kota yakni Kota Ambon, SBB, SBT,  Malteng,  Buru, dan Bursel.

Senada dengan itu, Kepala SMK Negeri 7 Ambon Drs. Saiful,  menuturkan sangat bersyukur karena SMK 7 dijadikan sebagai pilot project, yang mana semua data masuk mesti melalui sekolah ini. Selanjutnya kini sudah sangat memudahkan pemerintah dalam hal ini Dikbud Maluku, seandainya mau berkomunikasi bisa melalui perangkat ini dan menjangkau ke 11 Kabupaten/Kota. Namun masih juga ada titik lemahnya, karena ada beberapa sekolah masih menggunakan modem, hingga kami juga berharap ada perhatian pemerintah sebab kedepan kami diperhadapkan dengan UNBK. ()

 

(Sekretaris Dikbud Maluku Mimi Hudjajani)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku, menggelar kegiatan Bimtek peningkatan kapasitas Pokja pendidikan keluarga tahun 2018, yang berlangsung di Hotel Golden Palace pada 26 - 28 September 2018.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio,  dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Dikbud Maluku Mimi Hudjajani,  mengatakan dengan adanya kegiatan ini maka kinerja pembangunan pendidikan di Maluku semakin baik terutama dalam mensukseskan seluruh program dan agenda pemerintahan dibidang pendidikan, khususnya pengembangan pendidikan keluarga yang kemudian akan berdampak positif terhadap harmonisasi satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat. 

 

Dikatakan, salah satu prinsip penyelenggaraan pendidikan sebagaimana amanat UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional pasal 4 ayat 6 menyatakan bahwa pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. Untuk mewujudkan prinsip penyelenggaraan pendidikan Nasional tersebut diperlukan kemitraan yang kuat antara keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat yang kita sebut dengan Tri Sentra Pendidikan, sehingga terbentuk ekosistem yang mendukung lingkungan pendidikan yang kondusif bagi ruang belajar anak. "Hal ini harus diawali dengan kebijakan pendidikan melalui peningkatan kapasitas pelaku pendidikan keluarga, dalam penyelenggaraan sistem pendidikan untuk kemudian mendorong satuan pendidikan mengimplementasikannya secara berkesinambungan,"ujarnya. 

Untuk itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Ditjen Paud dan Dikmas Kemendikbud RI,  merasa perlu untuk menyelenggarakan kegiatan Bimtek peningkatan Pokja pendidikan keluarga dengan harapan kiranya kegiatan ini dapat melahirkan sebuah keselarasan program Pokja pendidikan keluarga setiap Kabupaten/Kota dengan Provinsi dan Pusat. "Keselarasan program tersebut harus dapat dijadikan bahan rencana tindak lanjut untuk penanganan pendidikan keluarga kedepan, dengan berbasis pada suatu diagnosa masalah,  tantangan, arah kebijakan setiap Kabupaten/Kota serta baseline data yang akurat terutama untuk jumlah sekolah yang telah melaksanakan pengembangan pendidikan keluarga maupun sekolah yang belum di intervensi,"tuturnya. 

Diingatkan supaya para peserta kegiatan dapat menjadikan Bimtek ini sebagai wahana penongkatan kapasitas diri serta upaya mewujudkan kerjasama dan keselarasan program pendidikan disekolah, keluarga dan masyarakat, dalam membangun ekosistem pendidikan yang membutuhkan karakter dan budaya berprestasi peserta didik. ()

(Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio)

Penguatan karakter bangsa sebagai Nawacita dari Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, sangat punya arti penting untuk membentuk jati diri anak bangsa yang dilakukan melalui kepramukaan. Dimana kegiatan itu melalui ekstrakurikuler yang dilaksanakan selesai jam sekolah. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, saat membuka kegiatan penguatan pendidikan karakter siswa SMA melalui kepramukaan (kepak) 2018, yang berlangsung di bumi Gonzalo, kemarin.

  

Lebih lanjut dikatakan, pramuka sebagai bagian penting untuk menguatkan anak bangsa pada tingkat SMA sederajat bahkan juga SMP/SD. Sebab kita tahu bersama saat ini telah terjadi regradasi yaitu penurunan moral, sehingga kembali dikuatkan melalui pendidikan karakter dan pramuka yang juga disisipkan dalam proses pendidikan. 

Dirinya berharap, agar peserta didik yang mendapat kesempatan ikut dalam kegiatan ini mesti tekun, agar bisa kembali ke sekolah masing-masing untuk telorkan kepada anak bangsa lainnya disekolah masing-masing. 

Sementara itu panitia pelaksana Jery Keliduan, menambahkan peserta yang ikut kegiatan kepramukaan ini terdiri dari 11 Kabupaten/Kota, dan tujuannya yaitu untuk memberikan penguatan bagi siswa, agar dapat membentuk mental yang baik, religius, sikap teloransi, saling menolong dan saling mengasihi. Selanjutnya Narasumber dari kegiatan ini terdiri dari Kemendikbud RI, Dikbud, unsur pramuka dan unsur lainnya. ()

(Andre Parera guru matematika pada SMA Negeri 1 Ambon mendapat peringkat terbaik)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, menerangkan guru Maluku terus tunjukkan prestasi yang gemilang, dimana beberapa waktu lalu Andre Parera guru matematika pada SMA Negeri 1 Ambon mendapat peringkat terbaik, saat mengikuti pendidikan matematikan dengan mengunakan kalkulator casio. 

Untuk itu,  kata Thio, ini harus menjadi perhatian para guru di Maluku untuk terus memacu diri, serta juga perhatian pemerintah untuk memajukan pendidikan.

Sementara itu, Kasie Kurikulum Bidang SMA Netty Badriah, menambahkan dirinya mewakili Kadis bersama Andre Parera menuju ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk menerima penghargaan, dimana Parera salah satu peserta Maluku yang terbaik dari peserta se-Indonesia, sebagai pengguna kalkulator casio untuk pembelajaran matematika.  

Lebih Lanjut dikatakan, dari 34 Provinsi di Indonesia hanya 9 Provinsi yang terpilih dan Maluku terbaik dari kegiatan Kemendikbud yang bekerjasama dengan pihak casio. Hingga dilakukan penandatangan kerjasama (MoU) untuk diberlakukannya proses pendidikan pelajaran matematika dengan menggunakan kalkulator casio. 

"Kedepan apa yang telah didapat oleh Parera, akan ditindaklanjutkan kepada para guru matematika untuk diteruskan ke siswa jenjang SMA/SMK dan juga dilanjutkan ke jenjang SMP bahkan SD."tuturnya.  ()

(Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, saat menerima guru SMA Negeri 4 Ambon Roymon Lemosol sang pemenang puisi se-Asean, yang didamping Kepala SMA Negeri 4 Ambon Henny Haurissa)

Pendidikan di Maluku terus menunjukkan kualitas yang datangnya dari guru maupun siswa. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, saat menerima guru SMA Negeri 4 Ambon Roymon Lemosol sang pemenang puisi se-Asean, yang didamping Kepala SMA Negeri 4 Ambon Henny Haurissa, Selasa (2/10).

Lebih lanjut dijelaskan, prestasi ini kembali merupakan anugerah dari yang maha kuasa untuk dunia pendidikan di Maluku, sebab tidak terbayangkan kalau puisi pilihan dengan judul "pulang" dari Roymon bisa mencuat hingga mengalahkan 1000 peserta guru se-Asean dan mendapat juara pertama. Acara gerakan 1000 guru Asean menulis puisi ini berlangsung di Jakarta tepatnya lokasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada akhir September lalu. 

Sebagai penanggungjawab  pendidikan di Maluku, saya sangat bersyukur serta berharap apa yang telah dilakukan oleh peserta didik maupun tenaga pendidik di Provinsi Maluku, bisa menjadi motivasi bagi yang lainnya, agar terus berkompetisi hingga kedepan ada guru dan siswa yang bisa mengharumkan nama sekolah, pribadi, dan juga Provinsi tercinta Maluku. 

"Sekali lagi, selaku kepala dinas saya mau sampaikan Pemerintah Provinsi Maluku sangat berterima kasih untuk semua jasa yang sudah diperlihatkan komponen dunia pendidikan, dimana terus memberikan yang terbaik untuk Maluku baik itu ditingkat Nasional maupun Internasional."tandasnya. ()

Anak merupakan anugerah  terindah, yang dikaruniai Tuhan bagi orangtua, sekalipun ada anak yang terlahir dengan berkebutuhan khusus atau cacat, namun Tuhan menganugerahkan mereka kemampuan yang sama, bahkan lebih dari anak-anak normal. Seperti yang ditunjukkan oleh sejumlah anak berkebutuhan khusus dalam pameran kreativitas siswa dan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam pameran yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Mimi Hudjadjani, ketika menutup pameran dan lomba kreativitas siswa dan guru SLB dalam bidang kewirausahaan, menuturkan rasa gembira dan rasa syukurnya karena acara yang berlangsung selama dua hari tersebut berjalan  dengan sukses dan lancar. "Saya mengapresiasi hasil karya kreativitas anak dan para pengajar sekolah luar biasa ini, karena hasil-hasil karya yang ditampilkan dalam pameran merupakan hasil kerja keras bersama seluruh komponen sekolah. Semoga apa yang dihasilkan saat ini menjadi motivasi untuk berkarya lebih baik lagi pada masa yang akan datang, dan menjadi motivasi yang sangat berharga baik oleh yang mendapat juara dalam lomba maupun yang tidak mendapat juara."tuturnya.

(Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Mimi Hudjadjani)

Bagi yang mendapat juara, saya mengucapkan selamat sukses dan bagi yang belum janganlah berputus asa, terus berkarya, terus berlatih, terus berjuang, agar pada waktu-waktu yang akan datang dapat menghasilkan sesuatu yang lebih baik dan membanggakan.

Hudjajani juga menyampaikan salam hormatnya kepada siswa maupun staf pengajar yang ada di Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat yang tak sempat mengikuti rombongan ke Ambon.

Pada akhir sambutannya, Sekretaris Dikbud ini menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan ada kekurangan maupun kekeliruan.

Sementara itu, Ketua Dewan Juri Nicko Risakotta, mengatakan sistem penilaian yang dilakukan berdasarkan juknis dari pusat, dimana kriteria unsur penilaian lebih mengarah kepada kekhasan atau karakteristik daerah. Ada tiga penilaian yang dilakukan yakni lomba kreativitas anak Juara I diraih oleh SLB Karya Kasih Tuna Rungu. Lomba stand kreatif Juara I diraih oleh SLB Leleani 2 Latuhalat. Dan lomba revitalisasi pengelolaan pendidikan dan ketrampilan Juara I diraih oleh SLB Negeri Kota Ambon."Jadi ada 13 SLB yang mengikuti pameran ini hanya tiga SLB yang akan mewakili Maluku ke tingkat Nasional tepatnya di Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah pada 5 hingga 9 Oktober nantinya, "tandasnya. ()

Gubernur Maluku Said Assagaff menyatakan anak- anak berkebutuhan khusus yang ada pada Sekolah Luar Biasa (SLB) harus dibuat berinovasi, pada acara  pembukaan lomba festival inovasi kewirausahaan yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku, Senin (24/9). Sambutan tertulis Gubernur ini disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Halim Daties. Lebih lanjut dikatakan, sesuai dengan tema "berkaryalah demi kemandirian untuk menapak hari esok yang penuh harapan", membuat kita mesti berusaha agar siswa berkebutuhan khusus mampu berinovasi melalui ketrampilan yang diberikan Tuhan.

Ditegaskan pula, anak-anak cacat tidak boleh disembunyikan oleh orangtua, sebab mereka sangat diperhatikan oleh Negara seperti halnya anak normal. "Dengan lomba ini bagi anak-anak yang saya sayangi berjuanglah terus

tunjukan kemampuan agar bisa berlaga ditingkat Nasional, ingat jerih payah kalian diperhitungkan yang kuasa,"tuturnya.

Dimintakan, agar para guru bisa mengembangkan potensi anak didik supaya menjadi manusia yang kreatif. Berusahalah supaya empat aspek kompetensi yaitu ilmu pengetahuan, sikap dan moral, ketrampilan dan keimanan, telah dimiliki para siswa agar mereka siap berkompetensi.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kabid Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PK - LK) Dikbud Provinsi Maluku Jahja S Baljanan, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah bagi siswa cacat ini adalah untuk menumbuhkan kepercayaan diri sesuai ketrampilan yang dimiliki, dan dari kegiatan ini diharapkan apa yang dibuat siswa berkebutuhan khusus mendapat tempat dihati masyarakat.

Peserta yang ikut dalam kegiatan pameran ini sebanyak 13 SLB yang berasal dari tujuh kabupaten/kota. Dimana pameran ini berlangsung selama tiga hari, dihalaman kantor Dikbud Maluku dan akan dinilai oleh dewan juri yang berasal dari Diperindag Provinsi Maluku, Pariwisata Provinsi Maluku dan SMK Negeri 5 Ambon.

Selain itu juga ditambahkan pula Henny Saimima bahwa peserta akan dinilai dengan seobjektif mungkin oleh juri dan yang keluar sebagsi juara satu akan mewakili Maluku pada tingkat Nasional yang berlangsung di Semarang pada (5-9/10) "Saya kira, pameran ini merupakan kali pertama yang dilakukan Dikbud dibawah kepemimpinan Drs. M. Saleh Thio, namun hasil karya siswa berkebutuhan khusus sangat unik dan terampil hingga prodak merekadipasarkan,"tandasnya. ()

SMA Negeri 12 Ambon membuat prestasi gemilang ditingkat Nasional tahun ini dengan meraih dua juara masing-masing juara harapan satu lomba cerdas cermat MPR RI tingkat Nasional dan juara tiga Nasional lomba tari dan lagu yang juga masih berkaitan dengan lomba cerdas cermat MPR RI.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, kepada pers diruang kerjanya,  kemarin, menuturkan setelah mendapat kabar gembira itu langsung mengungkapkan puji syukur kepada Tuhan karena telah memberikan yang terbaik bagi Maluku tercinta.

Ini suatu hal yang sangat mengembirakan, sebab bisa tampil terbaik dengan menggunguli kurang lebih 30 Provinsi lainnya di Indonesia.


Dengan prestasi yang baik itu berarti anak-anak Maluku, telah perlihatkan kalau mereka tidak kalah saingannya dengan siswa lainnya yang telah maju di Indonesia. Hingga harapan saya, bagi yang telah mencapai prestasi gemilang itu teruslah berprestasi.

Selain itu, bagi sekolah lain yang ada di Maluku bergiatlah untuk dapat berprestasi diberbagai bidang baik itu akademik maupun non akademik. ()

 

KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU

  • KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU
    Jenderal  Ahmad Yani  Kelurahan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau
    Ambon - Maluku, 97124
  • 0911 352389 - 352367
  • (fax) 0911-352389

Copyright © 2016 Thinkweb. All Rights Reserved