(Sambutan  tertulisnya yang dibacakan oleh Kabid Ketenagaan Minggus Patty.)

Pendidikan keluarga harus mampu diterapkan pada satuan pendidikan (sekolah) dari jenjang PAUD, TK - SMA/SMK maupun Sekolah Luar Biasa (SLB). Karena pendidikan keluarga yang ruang lingkup berada dalam kehidupan keluarga kini sudah mulai berubah, sebab Pemerintah Pusat melalui Kemendikbud memberikan perhatian penuh terhadap pendidikan keluarga hingga hal ini diteruskan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi se - Indonesia. Demikian hal ini disampaikan Kadisdikbud Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio,  dalam sambutan  tertulisnya yang dibacakan oleh Kabid Ketenagaan Minggus Patty,  pada acara pembukaan kegiatan Bimtek penyelenggaraan pendidilkan keluarga, dengan menghadirkan para kepala sekolah serta pengawas sebanyak 40 orang mulai dari jenjang PAUD, TK - SMA/SMK dan SLB yang berasal dari 11 Kabupaten/Kota.

(Para kepala sekolah serta pengawas sebanyak 40 orang mulai dari jenjang PAUD, TK - SMA/SMK dan SLB yang berasal dari 11 Kabupaten/Kota.)

Lebih lanjut dikatakan, inti dari kegiatan ini adalah untuk memberikan penguatan bagi pendidik agar dapat diterapkan pada sekolah masing - masing. Untuk itu, diperlukan kemitraan antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sehingga terbentuk ekositem yang mendukung lingkungan sekolah. "Jadi pendidikan keluarga harus dijalankan  berkesinambungan sehingga terjalin ekosistim yang baik dan benar,"ujarnya.

(Ketua Panitia Pelaksana Beduran Kaplale)

Diharapkan dari kegiatan ini para kepala sekolah dan pengawas, bisa menciptakan  pendidikan keluarga yang bermutu dan berkualitas dilingkungan sekolah.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Beduran Kaplale, menambahkan bahwa pendidikan keluarga mempunyai peran yang sangat penting terkait dengan tumbuh kembang anak.  Untuk itu,  kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari di Hotel Golden Palace dan Narasumber berasal dari Pusat dan Daerah yaitu Kepala Seksi Kurikulum SMA Nety Badriah dan
Pengawas Nus Sahulatta, dimana keduanya memiliki sertifikat fasilitator terbaik setelah mewakili Maluku  ditingkat Nasional. ()

(Kepala Seksi Kurikulum SMA Nety Badriah dan
Pengawas Nus Sahulatta)

(23 Siswa SMK Ikut LKS Tingkat Nasional di Mataram)

Sebanyak 23 siswa SMK dilepaskan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Mimi Hudjajani, kemarin, untuk mengikuti Lomba Ketrampilan Siswa (LKS) tingkat Nasional di Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dari 6 - 11 Mei.

(23 siswa SMK yang mewakili Maluku ditingkat Nasional)

Mewakili Kepala Dinas, Hudjajani mengatakan Pemerintah memberikan kepercayaan penuh kepada siswa, untuk itu berjuanglah sebaik mungkin hingga bisa memperoleh yang terbaik untuk mengharumkan nama sekolah masing - masing serta masyarakat Maluku. Bertandinglah dengan sportivitas yang tinggi, tunjukkan kalau Maluku bisa bersaing dengan Provinsi lain yang ada di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Tim Kontingen Salmin Saleh yang juga Kepala Seksi Peserta Didik Bidang SMK,  mengatakan 23 siswa SMK yang mewakili Maluku ditingkat Nasional ini harus berjuang dan sehati agar bisa mempertahankan prestasi seperti tahun lalu di Provinsi Jawa Tengah Kota Solo, yang berada pada peringkat ke- 25 dari 34 Provinsi di Indonesia yang ikut dalam LKS. "Kali ini kami ikut 23 mata lomba dari kurang lebih 50 mata lomba yang dipertandingkan, hingga kami sangat berharap ada siswa yang memberikan terbaik untuk Maluku", tuturnya.

(Ketua Tim Kontingen Salmin Saleh yang juga Kepala Seksi Peserta Didik Bidang SMK)

Lanjutnya, peserta yang dikirim ini terlebih dahulu sudah mengikuti seleksi Kabupaten/Kota. Jadi dimintakan peserta semua harus kompak dengan mengatakan perbedaan itu tetap ada, namun jangan dijadikan sebagai perpecahan karena semua siswa yang ikut lomba ini mesti memacu diri untuk bisa menjadi yang terbaik. Karena kita dari Maluku mengikuti empat kelompok. mata lomba yaitu kelompok teknologi, bisnis dan pariwisata, pertanian dan kryia. ()

Hasil kelulusan Ujian Nasional (UN)  jenjang SMA/SMK tahun pelajaran 2017 - 2018 telah diumumkan secara serentak diseluruh Indonesia termasuk Kota Ambon Provinsi Maluku pada Rabu (2/5). Dari 11 Kabupaten/Kota di Maluku ada dua Kabupaten di Maluku yang mencapai nilai terendah yakni Buru Selatan (Bursel) dan Maluku Barat Daya (MBD). Rata - rata nilai UN peserta didik mencapai 46,45 untuk jenjang SMA/MA dan jenjang SMK 51,19. "Jadi, nilai tertinggi itu dari urutan pertama hingga sepuluh besar ada pada sembilan Kabupaten /Kota, sementara dua Kabupaten Bursel dan MBD tidak masuk," ujar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, kepada pers dikantornya,  kemarin.

Meski begitu, dirinya menuturkan, hasil UN tidak menentukan kelulusan siswa dan total nilai UN tertinggi sepuluh besar dan peringkat pertama pada jurusan IPA jenjang SMA/MA diraih SMA Negeri 1 Ambon dengan nilai 334,00. Sedangkan jenjang SMK peringkat pertama diraih SMK Negeri 1 Masohi dengan capaian nilai 317,50.

Dari capaian nilai UN tahun 2018 lebih banyak diraih oleh SMA Negeri 1 Ambon dengan empat mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia,  Matematika, Fisika dan Biologi dan SMA Negeri Siwalima Ambon. Dimana nilai tertinggi dilihat per mata pelajaran yaitu untuk jurusan IPA dan Bahasa Indonesia 94,00, Bahasa Inggris 94,00, Matematika 87,50 dan mata pelajaran jurusan pilihan 92,50.

Sedangkan nilai terendah Bahasa Indonesia 18,00, Bahasa Inggris 12,00, Matematika 7,5 dan mata pelajaran jurusan pilihan 7,5. Jurusan IPS nilai UN tertinggi untuk Bahasa Indonesia 94,00, Bahasa Inggris 92,00, Matematika 70,00 dan jurusan 80,00. Nilai terendah Bahasa Indonesia 16,00, Bahasa Inggris 8, Matematika 7,5 dan mata pelajaran jurusan 10.
Mata pelajaran UN jenjang SMK tertinggi Bahasa Indonesia 98, Bahasa Inggris 92, Matematika 92,50 dan mata pelajaran jurusan 85. Nilai terendah Bahasa Indonesia 16, Bahasa Inggris 8, Matematika 7,5 dan jurusan 7,5.

Dirinya mengakui bahwa pelaksanaan UN jenjang SMA/MA/SMK berbasis UNBK maupun UNKP di Maluku tahun ini berjalan aman, tertib dan lancar. Meskipun masih terdapat sedikit kekurangan yang harus disempurnakan di tahun -tahun mendatang.

Jadi jumlah peserta UN tahun ini sebanyak 31.342 siswa dari 441 sekolah. Untuk jenjang SMA/MA sebanyak 25.195 siswa, tersebar di 332 sekolah. Dan yang mengikuti UNBK 82 sekolah dengan jumlah siswa 8.367, UNKP 250 sekolah dan jumlah siswa 16.828.

Sedangkan untuk jenjang SMK jumlah peserta ujian sebanyak 6.147 siswa dari 109 sekolah. Peserta UNBK 4.689 siswa dari 62 sekolah dan UNKP 1.458 siswa dari 47 sekolah.  ()

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku, tahun ini kembali mengirimkan 30 pelajar terbaik asal Maluku yang tersebar pada 11 Kabupaten/Kota, untuk mengikuti pendidikan Sarjana (S1) di Universitas Udayana Bali.

Kepada pers diruang kerjanya, kemarin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, mengatakan untuk proses penjaringan itu semua harus sesuai dengan proses seleksi yang dilakukan oleh tim dari Universitas Udayana Bali. Dengan demikian, saya mengajak seluruh siswa - siswi Maluku yang telah selesai mengikuti pendidikan di jenjang SMA Sederajat, untuk mendaftarkan diri di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, dengan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Sembari menegaskan, menyangkut proses penerimaan untuk menjadi mahasiswa dibidang pariwisata Universitas Udayana Bali, Pemerintah Provinsi Maluku tidak punya kewenangan sedikitpun untuk meloloskan siapa pun.

Untuk itu, belajarlah dengan tekun agar bisa memenuhi kuota yang sudah ditentukan oleh pemerintah yang bekerjasama dengan Univeritas Udayana Bali. "Jangan sia - siakan kesempatan atau peluang emas yang telah diberikan pemerintah ini secara cuma - cuma, namun belajarlah dengan giat hingga bisa mengikuti seleksi dan lolos sebagai mahasiswa Udayana Bali, "harapnya. ()

                           

                  

Foto serba serbi Upacara Hardiknas tahun 2018 dihalaman Kantor Dikbud Provinsi Maluku, Rabu (2/5).

(Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio)

Hari ini (Rabu - Red) seluruh sekolah SMA/SMK Sederajat di Indonesia termasuk Provinsi Maluku telah memperoleh hasil Ujian Nasional (UN) dan untuk Maluku yang peroleh rangking tertinggi ada pada SMA Negeri 1 Ambon dibawah kepemimpinan Dra. C. Mustamu, dengan jumlah nilai 334.00 pada mata pelajaran IPA. Demikian hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, kepada pers diruang rapat lantai I Dikbud Provinsi, Rabu (2/5).

Dirinya mengatakan, sangat bersyukur dan pelaksanaan UN sampai dengan terima hasil semuanya berjalan lancar, walaupun disadari masih ada kendala. Hasil yang telah diberikan para siswa di Maluku cukup mengembirakan, karena tidak hanya Kota Ambon saja yang mendominasi nilai terbaik, namun sembilan Kabupaten/Kota telah menunjukkan kemampuan sama - sama saling bersaing dan hanya dua kabupaten yang masih duduk tempat yaitu Buru Selatan (Bursel) dan Maluku Barat Daya (MBD). Hingga kedepan akan menjadi perhatian Dikbud Provinsi. 

Dengan demikian, untuk nilai yang didapatkan siswa ada yang tertinggi dan juga terendah, bagi yang terendah ada ujian perbaikan, hingga bagi siswa yang nantinya mendapatkan nilai terendah diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan. (SIL)

(Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio)

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun ini dipusatkan untuk menguatkan pendidikan dan memajukan kebudayaan, dikarenakan keduanya merupakan elemen yang tidak dapat dipisahkan yang telah diwariskan tokoh pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Inilah merupakan sambutan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhajir Effendy, yang dibacakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, mewakili Plt Gubernur Maluku yang sudah dijadwalkan menjadi Irup, namun berhalangan karena masih diluar daerah.

Lebih lanjut dikatakan, Hardiknas kali ini mesti menjadi refleksi terhadap usaha yang telah diperjuangkan serta menerawang untuk proyeksi kedepan, hingga apa yang menjadi dambaan guna mencapai cita - cita bersama. Dengan semua itulah, maka  kita berkomitmen membangun pendidikan disinari oleh kebudayaan nasional, hingga dengan semua itu kita satukan tekad "menguatkan pendidikan dan memajukan pendidikan". Sembari mengakui, kondisi pendidikan dan kebudayaan sampai hari ini masih jauh dari jangkauan, hingga mesti kerja keras perluas pendidikan yang berkwalitas. Dikatakan pula, pendidikan dan kebudayaan tidak terpisahkan dengan infrastruktur dan itu semua menjadi perhatian serta kepedulian. Sebab dari situlah, kita dapat mencetak SDM untuk siap menghadapi perubahan zaman. Hal itu juga sesuai pencanangan pembangunan SDM dari Presiden dan Wakil presiden.

Olehnya itu,  hal itu menjadi peran pendidikan dan kebudayaan semakin besar, dan semua yang telah disebutkan itu kami minta dukungan dari guru dan masyarakat, karena merekalah sumber kekuatan untuk memperbaiki kinerja dunia pendidikan dan kebudayaan.
Upacara berlangsung dihalaman kantor Dikbud Provinsi dan dihadiri oleh seluruh Kepala SMA/SMK se-Kota Ambon, Forum SKPD Pemprov Maluku, dan Rektor Unpatti serta tamu undangan lainnya. ()

(Upacara memperingai HARDIKNAS)

Dalam rangka memperingati perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh setiap tahunnya pada 2 Mei, wajib diselengagarakan oleh Pemerintah diseluruh Indonesia termasuk Provinsi Maluku, dan tahun ini penyelenggaraan Hardiknas ada bedanya dari tahun - tahun sebelumnya. Dikarenakan permintaan Plt Gubernur Maluku Zety Sahuburua bahwa upacara Hardiknas dilaksanakan pada kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku tepatnya pada halaman Dikbud Provinsi, dan Plt Gubernur akan bertindak sebagai Inspektur upacara (Irup). Hal ini dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, kepada pers diruang kerjanya Senin (30/4).

(Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio)

Lebih lanjut dikatakan, sebelum puncak Hardiknas sudah sejak awal bulan April seluruh komunitas pendidikan telah melakukan berbagai rangkaian kegiatan yang semuanya dilakukan untuk memperingati Hardiknas yang merupakan memontum sangat bersejarah terhadap selurun insan pendidikan baik itu berupa kemah untuk siswa maupun workshop kepada para guru serta kegiatan lainnya.

Menurutnya, nanti pada saat upacara Plt Gubernur akan membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhajir Efendy. "Untuk menyambut 2 Mei ini,  sebagai pimpinan pada lembaga pendidikan sangat mengharapkan agar para guru dapat bertanggungjawab dalam proses pembelajaran dan siswa mesti lebih tekun belajar, hingga bisa mendapatkan hasil yang berkualitas demi masa depan yang telah menanti didepan. Ingat sekali lagi belajar dan belajarlah dengan tekun, kalau ingin sukses."tandasnya.  ()

(Plt Gubernur Maluku Zeth Sahuburua)

Plt Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, Sabtu (28/4), membuka secara resmi pelatihan persiapan mengikuti tes seleksi taruna/taruni Akmil/Akpol untuk siswa jenjang SMA/SMK Sederajat, yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku, yang berlangsung di Hotel Golden Palace. Dihadapan para peserta yang berjumlah 100 orang itu, Sahuburua mengatakan, sangat bersyukur dan berbahagia kegiatan yang menjadi impian dirinya dan Pak Said Assagaff, dapat terlaksana dengan baik untuk merekrut generasi muda Maluku dibidang militer, dimana sesuai kouta 5 orang itu bisa terpenuhi. Dan kami mulai menjaring siswa dari Kota Ambon dan sekitarnya, karena jelas ini sangat mendesak, hingga yang sekarang akan dibimbing haruslah dengan tekun mengikuti kegiatan seleksi ini.

(Plt Gubernur Maluku, Zeth Sahuburua bersama Kadis Prov Maluku. Bpk. M. Thio Saleh)

Sahuburua menuturkan, ada lima hal penting yang dimiliki yaitu prestasi, dedikasi, disiplin, loyalitas dan kemandirian diri. Kalau hal ini diperhatikan, maka angkatan pertama yang sementara akan dilatih oleh Kodam XVI Pattimura dan Polda Maluku bisa menghasilkan 5 terbaik dari Maluku pada Akmil/Akpol. Dan mesti diingat pemerintah melaksanakan kegiatan ini tidak untuk membedakan suka atau agama,  sebab kita semua adalah satu. Hingga harus ingat pesan para leluhur, saling melindungi, harus sejahtera, dan ikut melaksanakan ketertiban. "Jadi peserta didik harus mampu tampil terbaik, agar bisa menjadi pimpinan, apapun tantangannya, hadapilah tanpa pamrih serta berdoa. Jangan kalah sebab Maluku punya andil besar untuk NKRI, hingga itu mesti menjadi motivasi buat kalian sebagai penerus muda Maluku,"tuturnya.

 

(Para Peserta tes seleksi taruna/taruni Akmil/Akpol untuk siswa jenjang SMA/SMK Sederajat)

Lanjutnya,  untuk menggapai semua itu maka belajar dan belajar sebagai modal utama untuk sukses.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Selly Pelupessy, mengatakan pada kegiatan ini kami menyiapkan peserta didik dengan baik untuk bisa ada pada kuota yang ditentukan. Dimana kegiatan seleksi ini berlangsung selama tiga hari dengan jumlah peserta 100 orang dan semuanya berasal dari Kota Ambon. Narasumber dari Kodam XVI Pattimura dan Polda Maluku. Selain itu juga yang membuat hingga kegiatan ini terlaksana andil paling besar ada pada Plt Gubernur Makuku Zety Sahuburua. 

(Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Drs. Haji La Siteny)

SMP Negeri 2 Ambon yang dipimpin Drs. Haji La Siteny, Senin (23/4), sebanyak 391 melaksanakan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) yang tepat dimulai 10.30 Wit. Kepada pers diruang kerjanya,  Siteny menuturkan buka sampul ujian dilakukan Kepala BKD Kota Ambon Benny Sellano, yang difokuskan dihalaman sekolah. Sellano mengharapkan agar siswa tidak boleh terpancing dengan jawaban yang dihembuskan oleh orang - orang yang tidak bertanggungjawab. Siswa mesti yakin dengan apa yang selama ini didapatkan dalam bimbingan belajar yang disampaikan para guru.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Ambon Drs. Haji La Siteny, menegaskan bahwa naskah soal ujian datang tepat waktu dan tidak ada yang kurang, hingga semua siswa dapat serentak bekerja sesuai waktu yang sudah ditentukan yaitu pukul 10.30 Wit. Dirinya berharap, agar para siswa dapat mengerjakan semua soal dengan baik dan benar, dan usahakanlah percaya diri tidak boleh meminta jawaban dari teman, itu jelas merugikan diri sendiri.

Untuk SMP 2 untuk mengawasi siswa kita kerjasama dengan SMP 17, SMP 19, SMP Kusu - Kusu dan SMP Al Hilal dan ujian akan berlangsung selama empat hari dengan mata pelajaran hari pertama Bahasa Indonesia, kedua Matematika, ketiga Bahasa Inggris dan keempat IPA. "Kami dewan guru sangat berharap, sampai dengan selesai ujian tidak ada kendala yang dihadapi baik itu dalam sekolah maupun diluar sekolah,"tandasnya. ()

KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU

  • KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU
    Jenderal  Ahmad Yani  Kelurahan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau
    Ambon - Maluku, 97124
  • 0911 352389 - 352367
  • (fax) 0911-352389

Copyright © 2016 Thinkweb. All Rights Reserved