(Sekretaris Dikbud Maluku Mimi Hudjajani)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku, menggelar kegiatan Bimtek peningkatan kapasitas Pokja pendidikan keluarga tahun 2018, yang berlangsung di Hotel Golden Palace pada 26 - 28 September 2018.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio,  dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekretaris Dikbud Maluku Mimi Hudjajani,  mengatakan dengan adanya kegiatan ini maka kinerja pembangunan pendidikan di Maluku semakin baik terutama dalam mensukseskan seluruh program dan agenda pemerintahan dibidang pendidikan, khususnya pengembangan pendidikan keluarga yang kemudian akan berdampak positif terhadap harmonisasi satuan pendidikan, keluarga dan masyarakat. 

 

Dikatakan, salah satu prinsip penyelenggaraan pendidikan sebagaimana amanat UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional pasal 4 ayat 6 menyatakan bahwa pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. Untuk mewujudkan prinsip penyelenggaraan pendidikan Nasional tersebut diperlukan kemitraan yang kuat antara keluarga, satuan pendidikan dan masyarakat yang kita sebut dengan Tri Sentra Pendidikan, sehingga terbentuk ekosistem yang mendukung lingkungan pendidikan yang kondusif bagi ruang belajar anak. "Hal ini harus diawali dengan kebijakan pendidikan melalui peningkatan kapasitas pelaku pendidikan keluarga, dalam penyelenggaraan sistem pendidikan untuk kemudian mendorong satuan pendidikan mengimplementasikannya secara berkesinambungan,"ujarnya. 

Untuk itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku bekerjasama dengan Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga Ditjen Paud dan Dikmas Kemendikbud RI,  merasa perlu untuk menyelenggarakan kegiatan Bimtek peningkatan Pokja pendidikan keluarga dengan harapan kiranya kegiatan ini dapat melahirkan sebuah keselarasan program Pokja pendidikan keluarga setiap Kabupaten/Kota dengan Provinsi dan Pusat. "Keselarasan program tersebut harus dapat dijadikan bahan rencana tindak lanjut untuk penanganan pendidikan keluarga kedepan, dengan berbasis pada suatu diagnosa masalah,  tantangan, arah kebijakan setiap Kabupaten/Kota serta baseline data yang akurat terutama untuk jumlah sekolah yang telah melaksanakan pengembangan pendidikan keluarga maupun sekolah yang belum di intervensi,"tuturnya. 

Diingatkan supaya para peserta kegiatan dapat menjadikan Bimtek ini sebagai wahana penongkatan kapasitas diri serta upaya mewujudkan kerjasama dan keselarasan program pendidikan disekolah, keluarga dan masyarakat, dalam membangun ekosistem pendidikan yang membutuhkan karakter dan budaya berprestasi peserta didik. ()

(Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio)

Penguatan karakter bangsa sebagai Nawacita dari Presiden RI Joko Widodo dan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, sangat punya arti penting untuk membentuk jati diri anak bangsa yang dilakukan melalui kepramukaan. Dimana kegiatan itu melalui ekstrakurikuler yang dilaksanakan selesai jam sekolah. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, saat membuka kegiatan penguatan pendidikan karakter siswa SMA melalui kepramukaan (kepak) 2018, yang berlangsung di bumi Gonzalo, kemarin.

  

Lebih lanjut dikatakan, pramuka sebagai bagian penting untuk menguatkan anak bangsa pada tingkat SMA sederajat bahkan juga SMP/SD. Sebab kita tahu bersama saat ini telah terjadi regradasi yaitu penurunan moral, sehingga kembali dikuatkan melalui pendidikan karakter dan pramuka yang juga disisipkan dalam proses pendidikan. 

Dirinya berharap, agar peserta didik yang mendapat kesempatan ikut dalam kegiatan ini mesti tekun, agar bisa kembali ke sekolah masing-masing untuk telorkan kepada anak bangsa lainnya disekolah masing-masing. 

Sementara itu panitia pelaksana Jery Keliduan, menambahkan peserta yang ikut kegiatan kepramukaan ini terdiri dari 11 Kabupaten/Kota, dan tujuannya yaitu untuk memberikan penguatan bagi siswa, agar dapat membentuk mental yang baik, religius, sikap teloransi, saling menolong dan saling mengasihi. Selanjutnya Narasumber dari kegiatan ini terdiri dari Kemendikbud RI, Dikbud, unsur pramuka dan unsur lainnya. ()

(Andre Parera guru matematika pada SMA Negeri 1 Ambon mendapat peringkat terbaik)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, menerangkan guru Maluku terus tunjukkan prestasi yang gemilang, dimana beberapa waktu lalu Andre Parera guru matematika pada SMA Negeri 1 Ambon mendapat peringkat terbaik, saat mengikuti pendidikan matematikan dengan mengunakan kalkulator casio. 

Untuk itu,  kata Thio, ini harus menjadi perhatian para guru di Maluku untuk terus memacu diri, serta juga perhatian pemerintah untuk memajukan pendidikan.

Sementara itu, Kasie Kurikulum Bidang SMA Netty Badriah, menambahkan dirinya mewakili Kadis bersama Andre Parera menuju ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI untuk menerima penghargaan, dimana Parera salah satu peserta Maluku yang terbaik dari peserta se-Indonesia, sebagai pengguna kalkulator casio untuk pembelajaran matematika.  

Lebih Lanjut dikatakan, dari 34 Provinsi di Indonesia hanya 9 Provinsi yang terpilih dan Maluku terbaik dari kegiatan Kemendikbud yang bekerjasama dengan pihak casio. Hingga dilakukan penandatangan kerjasama (MoU) untuk diberlakukannya proses pendidikan pelajaran matematika dengan menggunakan kalkulator casio. 

"Kedepan apa yang telah didapat oleh Parera, akan ditindaklanjutkan kepada para guru matematika untuk diteruskan ke siswa jenjang SMA/SMK dan juga dilanjutkan ke jenjang SMP bahkan SD."tuturnya.  ()

(Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, saat menerima guru SMA Negeri 4 Ambon Roymon Lemosol sang pemenang puisi se-Asean, yang didamping Kepala SMA Negeri 4 Ambon Henny Haurissa)

Pendidikan di Maluku terus menunjukkan kualitas yang datangnya dari guru maupun siswa. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, saat menerima guru SMA Negeri 4 Ambon Roymon Lemosol sang pemenang puisi se-Asean, yang didamping Kepala SMA Negeri 4 Ambon Henny Haurissa, Selasa (2/10).

Lebih lanjut dijelaskan, prestasi ini kembali merupakan anugerah dari yang maha kuasa untuk dunia pendidikan di Maluku, sebab tidak terbayangkan kalau puisi pilihan dengan judul "pulang" dari Roymon bisa mencuat hingga mengalahkan 1000 peserta guru se-Asean dan mendapat juara pertama. Acara gerakan 1000 guru Asean menulis puisi ini berlangsung di Jakarta tepatnya lokasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada akhir September lalu. 

Sebagai penanggungjawab  pendidikan di Maluku, saya sangat bersyukur serta berharap apa yang telah dilakukan oleh peserta didik maupun tenaga pendidik di Provinsi Maluku, bisa menjadi motivasi bagi yang lainnya, agar terus berkompetisi hingga kedepan ada guru dan siswa yang bisa mengharumkan nama sekolah, pribadi, dan juga Provinsi tercinta Maluku. 

"Sekali lagi, selaku kepala dinas saya mau sampaikan Pemerintah Provinsi Maluku sangat berterima kasih untuk semua jasa yang sudah diperlihatkan komponen dunia pendidikan, dimana terus memberikan yang terbaik untuk Maluku baik itu ditingkat Nasional maupun Internasional."tandasnya. ()

Anak merupakan anugerah  terindah, yang dikaruniai Tuhan bagi orangtua, sekalipun ada anak yang terlahir dengan berkebutuhan khusus atau cacat, namun Tuhan menganugerahkan mereka kemampuan yang sama, bahkan lebih dari anak-anak normal. Seperti yang ditunjukkan oleh sejumlah anak berkebutuhan khusus dalam pameran kreativitas siswa dan guru Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam pameran yang digelar oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Mimi Hudjadjani, ketika menutup pameran dan lomba kreativitas siswa dan guru SLB dalam bidang kewirausahaan, menuturkan rasa gembira dan rasa syukurnya karena acara yang berlangsung selama dua hari tersebut berjalan  dengan sukses dan lancar. "Saya mengapresiasi hasil karya kreativitas anak dan para pengajar sekolah luar biasa ini, karena hasil-hasil karya yang ditampilkan dalam pameran merupakan hasil kerja keras bersama seluruh komponen sekolah. Semoga apa yang dihasilkan saat ini menjadi motivasi untuk berkarya lebih baik lagi pada masa yang akan datang, dan menjadi motivasi yang sangat berharga baik oleh yang mendapat juara dalam lomba maupun yang tidak mendapat juara."tuturnya.

(Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Mimi Hudjadjani)

Bagi yang mendapat juara, saya mengucapkan selamat sukses dan bagi yang belum janganlah berputus asa, terus berkarya, terus berlatih, terus berjuang, agar pada waktu-waktu yang akan datang dapat menghasilkan sesuatu yang lebih baik dan membanggakan.

Hudjajani juga menyampaikan salam hormatnya kepada siswa maupun staf pengajar yang ada di Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat yang tak sempat mengikuti rombongan ke Ambon.

Pada akhir sambutannya, Sekretaris Dikbud ini menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan ada kekurangan maupun kekeliruan.

Sementara itu, Ketua Dewan Juri Nicko Risakotta, mengatakan sistem penilaian yang dilakukan berdasarkan juknis dari pusat, dimana kriteria unsur penilaian lebih mengarah kepada kekhasan atau karakteristik daerah. Ada tiga penilaian yang dilakukan yakni lomba kreativitas anak Juara I diraih oleh SLB Karya Kasih Tuna Rungu. Lomba stand kreatif Juara I diraih oleh SLB Leleani 2 Latuhalat. Dan lomba revitalisasi pengelolaan pendidikan dan ketrampilan Juara I diraih oleh SLB Negeri Kota Ambon."Jadi ada 13 SLB yang mengikuti pameran ini hanya tiga SLB yang akan mewakili Maluku ke tingkat Nasional tepatnya di Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah pada 5 hingga 9 Oktober nantinya, "tandasnya. ()

Gubernur Maluku Said Assagaff menyatakan anak- anak berkebutuhan khusus yang ada pada Sekolah Luar Biasa (SLB) harus dibuat berinovasi, pada acara  pembukaan lomba festival inovasi kewirausahaan yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku, Senin (24/9). Sambutan tertulis Gubernur ini disampaikan Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM Halim Daties. Lebih lanjut dikatakan, sesuai dengan tema "berkaryalah demi kemandirian untuk menapak hari esok yang penuh harapan", membuat kita mesti berusaha agar siswa berkebutuhan khusus mampu berinovasi melalui ketrampilan yang diberikan Tuhan.

Ditegaskan pula, anak-anak cacat tidak boleh disembunyikan oleh orangtua, sebab mereka sangat diperhatikan oleh Negara seperti halnya anak normal. "Dengan lomba ini bagi anak-anak yang saya sayangi berjuanglah terus

tunjukan kemampuan agar bisa berlaga ditingkat Nasional, ingat jerih payah kalian diperhitungkan yang kuasa,"tuturnya.

Dimintakan, agar para guru bisa mengembangkan potensi anak didik supaya menjadi manusia yang kreatif. Berusahalah supaya empat aspek kompetensi yaitu ilmu pengetahuan, sikap dan moral, ketrampilan dan keimanan, telah dimiliki para siswa agar mereka siap berkompetensi.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kabid Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PK - LK) Dikbud Provinsi Maluku Jahja S Baljanan, mengatakan kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah bagi siswa cacat ini adalah untuk menumbuhkan kepercayaan diri sesuai ketrampilan yang dimiliki, dan dari kegiatan ini diharapkan apa yang dibuat siswa berkebutuhan khusus mendapat tempat dihati masyarakat.

Peserta yang ikut dalam kegiatan pameran ini sebanyak 13 SLB yang berasal dari tujuh kabupaten/kota. Dimana pameran ini berlangsung selama tiga hari, dihalaman kantor Dikbud Maluku dan akan dinilai oleh dewan juri yang berasal dari Diperindag Provinsi Maluku, Pariwisata Provinsi Maluku dan SMK Negeri 5 Ambon.

Selain itu juga ditambahkan pula Henny Saimima bahwa peserta akan dinilai dengan seobjektif mungkin oleh juri dan yang keluar sebagsi juara satu akan mewakili Maluku pada tingkat Nasional yang berlangsung di Semarang pada (5-9/10) "Saya kira, pameran ini merupakan kali pertama yang dilakukan Dikbud dibawah kepemimpinan Drs. M. Saleh Thio, namun hasil karya siswa berkebutuhan khusus sangat unik dan terampil hingga prodak merekadipasarkan,"tandasnya. ()

SMA Negeri 12 Ambon membuat prestasi gemilang ditingkat Nasional tahun ini dengan meraih dua juara masing-masing juara harapan satu lomba cerdas cermat MPR RI tingkat Nasional dan juara tiga Nasional lomba tari dan lagu yang juga masih berkaitan dengan lomba cerdas cermat MPR RI.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, kepada pers diruang kerjanya,  kemarin, menuturkan setelah mendapat kabar gembira itu langsung mengungkapkan puji syukur kepada Tuhan karena telah memberikan yang terbaik bagi Maluku tercinta.

Ini suatu hal yang sangat mengembirakan, sebab bisa tampil terbaik dengan menggunguli kurang lebih 30 Provinsi lainnya di Indonesia.


Dengan prestasi yang baik itu berarti anak-anak Maluku, telah perlihatkan kalau mereka tidak kalah saingannya dengan siswa lainnya yang telah maju di Indonesia. Hingga harapan saya, bagi yang telah mencapai prestasi gemilang itu teruslah berprestasi.

Selain itu, bagi sekolah lain yang ada di Maluku bergiatlah untuk dapat berprestasi diberbagai bidang baik itu akademik maupun non akademik. ()

 

(Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, saat membaca sambutan tertulis Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku tepat pukul 07.30 Wit, melaksanakan HUT RI Ke-73 dan bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, saat membaca sambutan tertulis Gubernur Maluku Ir. Said Assagaff,  menuturkan, dalam mengisi kemerdekaan sekarang ini yang patut kita berjuang adalah untuk mensejahterakan masyarakat.

Dimana kini diusia negara yang sudah 73 tahun yang dilakukan mesti melawan ketidakadilan, kemiskinan, keterbelakangan, keterisolasian, dan lainnya. 

"Sudah tidak lagi seperti zaman merebut kemerdekaan pakai bambu runcing, senjata, dan lainnya. "Jadi sebagai aktor birokrasi ASN dilingkup Pemerintah Propinsi Maluku harus mampu menjadi garda terdepan pembangunan, dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat,"ujarnya. 

Karena itu,  kita mesti bercermin kepada para Pahlawan dengan gigih berjuang tanpa rasa takut, demi memperoleh kemerdekaan. Ini menjadi pelajaran yang berarti bagi aparatur sipil negara, agar bekerja berjuang sesuai bidang tugas dan kerja masing-masing, dimana sesuai tema pusat "kerja kita prestasi bangsa". Yang berkaitan dengan pemerintahan Jokowi-JK yang juga berkaitan dengan Visi  Assagaff-Sahuburua yakni mantapnya pembangunan Maluku yang rukun, religius, damai sejahtera, aman, berkualitas dijiwai semangat siwalima berbasis kepulauan secara berkelanjutan. Hingga untuk memaknai semuanya itu, saya mintakan ASN di Maluku miliki integritas, profesional, netral dan bebas dari intervensi politik. Bersih dari unsur KKN, mampu memberikan pelayanan publik  berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Disamping itu, ASN harus berperan menjadi perekat bangsa, hindari kepentingan pribadi dan golongan dan dahulukan kepentingan bersama. 

Hadir dalam upacara 17 Agustus ini semua ASN lingkup Dikbud Provinsi Maluku diantara seluruh kepala bidang, kepala seksi, beserta staf. ()

Penyerahan Qurban oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Propinsi Maluku melalui Majelis Taklim Nurul Amaliah, yang diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio. Dalam acara berbagi kasih itu, Thio mengatakan apa yang dibuat panitia sangat luar biasa, sebab telah melaksanakan perintah Allah Swt dengan penuh tanggungjawab.  Dan ini semua atas Ridhonya, hingga kita patut naikkan syukur karena kita tahu kalau Allah Swt selalu berpihak kepada orang-orang yang lemah dan berkekurangan.

(Kanan) Ketua Majelis Taklim Nur Amalia M. Husein Henaulu

 Lanjutnya, saling peduli dengan sesama itu merupakan suatu kewajiban umat terutama warga Dikbud Maluku, karena dengan cara inilah kita beramal untuk memperoleh pahala dari Allah Swt. Dengan menambahkan, walaupun Hari Raya Idul Adha sudah merupakan rutinitas yang berlangsung tiap tahun, namun ini tidak boleh kendor dalam peduli kasih karena mesti terus giat.

 "Itulah yang membuat Allah Swt memberikan rahmat bagi kita. Selanjutnya dimintakan kepada para penerima hewan qurban, agar terimalah amal dari Dikbud dengan penuh keihklasan dan membagilah dengan mereka yang sangat membutuhkan."tuturnya.

(Penyerahan 3 hewan Qurban dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Prov. Maluku)

Sementara itu, Ketua Majelis Taklim Nur Amalia M. Husein Henaulu, mengatakan penyerahan tiga hewan qurban ini diberikan kepada Masjid As Salamah Air Salobar,  Yayasan Nurul Ikhlas Air Besar, Masjid Baiturrahman Batu Merah Dalam. Dimana pemberian tiga ekor sapi ini merupakan sumbangsih dari keluarga besar Nurul Amalia. "semoga kedepan kegiatan ini bisa ditingkatkan dan menjadi amalan kita kepada Allah Swt, "tandasnya. ()

(Kadisdikbud Maluku Drs. M. Saleh Thio)

Untuk mengevaluasi kegiatan 2018 dan menyusun program 2019, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku, kemarin, menggelar desiminasi program SMA. Kadisdikbud Maluku Drs. M. Saleh Thio, dalam arahannya, mengatakan pertemuan desiminasi ini sangat penting dan strategis, karena sebagai forum evaluasi  tanggungjawab tuntutan publik dibidang pendidikan.

  

Lanjutnya, soal evaluasi jelas dan pasti ada suka maupun duka, sebab saya telah mendapat banyak masukan hingga tentu akan ada perubahan. Dengan harapan, kedepan harus ada perubahan dalam proses pembelajaran, dimana peningkatan mutu mesti terus dikedepankan. Dan yang utama 2019 sudah mesti seluruh sekolah SMA melaksanakan proses belajar mengajar dengan berbasis komputer, hingga dituntut semua sekolah agar bisa melakukan pembenahan demi kemajuan pendidikan yang lebih baik di Propinsi Maluku. Selain itu juga, disinggung soal penerimaan siswa baru di Maluku yang masih tidak merata, disebutkan siswa yang akan mengijakkan kaki di bangku SMA ada kurang lebih 23 ribu. "Banyak yang menumpuk pada beberapa SMA dan bahkan ada SMA yang tidak ada siswa baru. Untuk itu, sekali lagi kegiatan ini sangat penting dan diminta menyampaikan kendala sekolah masing-masing untuk dibahas dan kita ambil solusinya, "harapnya.

  

Sementara itu, ketua panitia pelaksana Netty Badriah, menambahkan untuk kegiatan desiminasi ini ada terbagi dua tahap yakni tahap pertama melibatkan tujuh kabupaten/kota yakni Kota Ambon, SBB, SBT, Aru, Bursel, MBD, Malra dan tahap kedua yakni Malteng,  Buru, Kota Tual, dan MTB. ()

KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU

  • KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU
    Jenderal  Ahmad Yani  Kelurahan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau
    Ambon - Maluku, 97124
  • 0911 352389 - 352367
  • (fax) 0911-352389

Copyright © 2016 Thinkweb. All Rights Reserved