(Sekretaris Dikbud Maluku Mimi Hudjajani)

Untuk memantapkan Ujian Nasional (UN) yang berlangsung ditahun 2019, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku dibawah pimpinan Bapak Drs. M. Saleh Thio, terus berusaha dengan berbagai cara untuk dapat mendongkrak hasil kelulusan siswa SMA/SMK dan Sederajat, agar tidak lagi terjadi pengulangan bagi para siswa. Hingga digelar lagi bimbingan teknis (bimtek-red) Kurikulum 2013 (K-13) bagi guru SMK se-Maluku yang berlangsung di Hotel Imperal Inn, kemarin. Kadis dalam arahan yang disampaikan Sekretaris Dikbud Maluku Mimi Hudjajani, kepada peserta bimtek menyatakan, pendidikan sekarang ini sudah semakin rumit hingga guru mesti benar-benar siap dalam berbagai hal baik itu soal nilai budaya, kemampuan berbahasa, ilmu pengetahuan dan tidak ketinggalan pendidikan karakter. Sebab K-13 menuntut guru dan siswa mestib sama-sama aktif, hingga intisari pembelajaran harus dikuasai guru, selanjutnya untuk K-13 proses pembelajaran siswa SMK beda dengan SMA. Untuk SMK guru mesti menyusun peta pendidikan berdasarkan kompetensi yang sudah dibagikan seperti halnya Kota Ambon ada pada bidang pariwisata dan kesehatan. 

 

Untuk itu, bagi guru yang ikut haruslah bertanggungjawab dalam mengikuti kegiatan, juga dimintakan Narasumber Pusat dapat telorkan ataupun transferkan semua ilmu bagi para peserta. Karena semua sekolah telah disiapkan tahun depan melaksanakan UNBK, hingga menuntut guru untuk dapat menyiapkan siswa dengan baik. 

(Panitia pelaksana dalam hal ini Kepala Seksi Kurikulum SMK Selly Pelupessy)

Sementara itu, panitia pelaksana dalam hal ini Kepala Seksi Kurikulum SMK Selly Pelupessy, mengatakan dibuatnya kegiatan ini supaya para guru dapat siapkan satuan pendidikan secara terencana sampai tahun 2020 dengan K-13 dan tujuannya untuk menyamakan persepsi K-13 sebagai tuntutan abad 21 serta model pembelajaran mesti sesuai. Dimintakan guru yang hadir ikut dengan saksama, sebab nantinya jadi pioner dan yang ikut dalam bimtek ini adalah semua guru produktif SMK sebanyak 38 orang berasal dari 11 Kabupaten/Kota. ()

(Kepala Seksi Kurikulum SMA Dikbud Maluku Netty Badriah)

Kepala Seksi Kurikulum SMA Dikbud Maluku Netty Badriah, bersama pers, kemarin, berkesempatan mengunjungi SMA Angkasa Laha untuk melihat keberadaan serta kesiapan sekolah tersebut dalam proses pendidikan terutama siswa kelas XII yang siap menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun pelajaran 2018-2019.

Kepada pers, Kepala SMA Angkasa Pura Laha Dra. H. M. Lewerissa, mengungkapkan siswa SMA Angkasa telah siap untuk melaksanakan UNBK di tahun depan dan untuk tahun kedua sekolah ini melaksanakan UNBK. 

Lanjutnya, peserta ujian sebanyak 123 siswa dimana terjadi kenaikan dari tahun lalu. Saat ditanyakan berapa banyak komputer yang dimiliki sekolah, kata dia, untuk sekarang ini ada sebanyak 62 unit komputer ditambah dengan 3 server, dan kami sangat yakin itu sudah bisa untuk siswa gunakan pada UNBK tahun depan. 

Menurutnya, tahun lalu kita berlakukan tiga siff dalam pelaksanaan UNBK dan diperkirakan dengan telah ada penambahan komputer, maka nantinya kita bisa gunakan 2 siff saja. Sementara itu, Netty Badriah,  menambahkan sesuai dengan kesepakatan bersama dalam Rakor telah disiasati seluruh guru mesti memiliki leptop "one teacher one leptop" hingga seandainya ada terjadi kekurangan komputer disekolah, maka bisa digunakan leptop milik para guru, yang pasti sesuai kebijakan pusat tahun depan harus semua sekolah UNBK. ()

(Workshop implementasi K-13)

Pendidikan di Kota Ambon Provinsi Maluku terus diusahakan untuk lebih baik dari hari ke hari, bahkan berganti tahun. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayasn Provinsi Maluku Bapak Drs. M. Saleh Thio, pada acara pembukaan workshop implementasi kurikulum 2013 yang dilakukan SMA Swasta Klaster Kota Ambon, yang berlangsung di SMA LKMD Laha, kemarin. Lebih lanjut dikatakan, selaku kepala dinas, saya sangat memberikan penghargaan dan apresiasi kepada enam sekolah swasta jenjang SMA yang terus pahami tingkatkan mutu pendidikan, baik itu terhadap guru maupun siswa untuk bisa mendapatkan mutu yang berkualitas. 

Menurutnya, soal pendidikan mesti menjadi perhatian bersama karena cita-cita bangsa ini adalah mencerdasarkan anak bangsa, hingga kita di Maluku mesti berjuang. Apalagi pendidikan sebagai unjung tombak dan tidak dipungkuri sampai hari ini masalah pendidikan cukup banyak, salah satunya persiapan UNBK tahun 2019. Namun Dikbud telah melakukan monitoring, sekarang ini banyak sekali sekolah yang telah menjawab kondisi pendidikan dii bumi Maluku, yang mana berjuang menjadikan generasi muda Maluku cerdas serta guru juga memiliki kecerdasan. 

 

(Para Peserta Workshop yang berasal Dari Guru pendidikan SMA)

Sementara itu, Koordinator SMA Swasta Klaster Kota Ambon Adriana Tatipatta yang juga Kepala SMA Swasta Kristen Passo, mengatakan ada enam sekolah SMA Swasta yang masuk dalam klaster terakhir Kota Ambon yakni SMA Swasta Kristen Passo, SMA LKMD Laha, SMA Swasta 45, SMA Swasta PGRI 2, SMA Swasta Gemah 7, dan SMA Swasta Advent, sudah tiga bulan ini menjalankan implementasi K-13. Untuk itu, sekolah mesti kerja keras dalam rangka mempersiapkan guru dan siswa, agar benar-benar memahami K-13. "Jadi,  workshop implementasi K-13 ini dilaksanakan selama sehari dan para guru digembleng untuk memahami K-13, walau sudah tiga bulan masih terasa kurang, karena tujuannya memperoleh yang terbaik dari fasilitator terhadap K-13."ujarnya. 

Untuk kegiatan ini peserta  berjumlah 110 orang berasal dari guru pendidikan SMA klaster sebanyak 90 orang, kepala sekolah 6 orang, dan juga guru dari SMP LKMD Laha 6 orang, dan kegiatan workshop ini menggunakan dana BOS. ()

(Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku yang Bapak Drs. M. Saleh Thio)

Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2018/2019 yang akan dilaksanakan secara serentak diseluruh Indonesia termasuk Maluku dengan berbasis online, maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku yang dipimpin Bapak Drs. M. Saleh Thio, terus melakukan monitoring ke sekolah-sekolah khusus jenjang SMA/SMK.

Kepada pers, kemarin, orang nomor satu di Dikbud Maluku ini mengatakan sebagai institusi yang punya tanggungjawab penuh dalam mempersiapkan sekolah menuju UNBK, hingga sudah sepatutnya punya kepedulian agar sekolah- sekolah juga merasa tidak sendiri dalam mempersiapkan diri mengjadapi UNBK, namun perhatian pemerintah melalui Dikbud ada. Lanjutnya, sesuai dengan hasil monitoring terdapat masih banyak sekolah yang mesti dibenahi baik itu IT maupun fasilitas infrastrukturnya, hingga jelas semuanya akan menjadi perhatian kami dan yang pasti UN tahun depan seluruh siswa SMA/SMK di Maluku sudah harus UNBK. ()

(Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Bapak Drs. M. Saleh Thio)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Bapak Drs. M. Saleh Thio, mengungkapkan kedepan ini SMK sangat di butuhkan untuk menciptakan daya saing, hingga sumber daya manusia (SDM) yang diutamakan. Kadis mengatakan hal ini saat membuka Lomba Ketrampilan Siswa (LKS) jenjang SMK tingkat Provinsi yang siap menuju tingkat Nasional, di Hotel Golden Palace, Senin (22/10).

Ditegaskan, LKS merupakan suatu kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap tahun dan membuat kita dapat mengetahui kemampuan para siswa, untuk kedepan siap menerobos tantangan yang dihadapi, dimana serba serbi IT.  Selanjutnya pendidikan diamanatkan pada UUD 1945 ialah mencerdasarkan kehidupan bangsa, salah satunya LKS yang dibuat pada jenjang SMK. 

Kadis berharap siswa Maluku harus siap menghadapi dunia usaha atau industri, yang mana hal itu sudah merupakan keahlian siswa SMK. "Jadi berlombalah dengan sebaik mungkin, sebab kalianlah sebagai duta yang mewakili Maluku diajang Nasional, siapkan diri agar bisa berhasil pada tingkat Provinsi dan itu juga mesti bisa berhasil ditingkat Nasional."tuturnya.

Sementara itu, panitia pelaksana Lantara Habil,  mengatakan LKS jenjang SMK ini dilaksanakan sebagai salah satu wadah uji kualitas pendidikan, serta sebagai wadah mengasah kreatifitas dan inovasi siswa, untuk berkompetisi sesuai keahlian yang dimiliki. 

Kegiatan akan berlangsung selama empat hari dan diikuti oleh 72 siswa SMK yang berasal dari tujuh kabupaten/kota masing- masing Kota Ambon, Kota Tual, Malra, Malteng, MTB, SBB, dan Bursel.

LKS kali ini mengikutsertakan 10 mata lomba dari 13 bidang yang ada di jenjang SMK Provinsi Maluku. 

Juri yang akan berikan penilaian berasal dari Akademisi serta pelaku dunia usaha, karena dari kegiatan ini akan didapatkan 10 siswa terbaik untuk mewakili Maluku pada ajang tingkat Nasional tepatnya di Yogyakarta. ()

 

KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU

  • KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU
    Jenderal  Ahmad Yani  Kelurahan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau
    Ambon - Maluku, 97124
  • 0911 352389 - 352367
  • (fax) 0911-352389

Copyright © 2016 Thinkweb. All Rights Reserved