Dari seluruh sekolah di Kota Ambon Provinsi Maluku yang kini sedang melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), satu satunya sekolah yang menggunakan komputer hanya SMA Kristen YPKPM Ambon yang merupakan sekolah swasta.

(Pelaksanaan USBN Swngan menggunakan Komputer)

Ketika melakukan peninjauan langsung ke SMA Kristen,  Senin (19/3), Kabid Pembinaan SMA Nus Kesaulija, mengatakan ujian sekolah berbasis komputer yang dilaksanakan SMA Kristen ini merupakan suatu hal yang unik dan harus dicontohi oleh sekolah lain di Maluku khususnya sekolah negeri.

Hingga kami patut memberikan penghargaan kepada kepala sekolah serta dewan guru, karena merupakan kemajuan mutu pendidikan sebab SMA Kristen sudah menunjukkan integritas dan dari sinilah akan memacu sekolah - sekolah lain juga untuk berjuang menggunakan komputer.

Sementara itu, Kepala SMA Kristen YPKPM Ambon ELonamayo Laturiuw, menjelaskan hari ini para siswa SMA Kristen telah mengikuti USBN berbasis komputer, karena kami telah mempersiapkan infrastruktur sejak tahun 2016, dan di tahun 2017 telah melakukan Launcing Program Anak Beta Cerdas Digital (ABCD). Selain itu kami melakukan evaluasi dan memperoleh titik akhir bahwa USBN tahun ini dengan komputer. "Itu semua berkat bantuan Pemerintah serta para Alumni, hingga kita bisa miliki komputer dan 246 siswa boleh ujian berbasis komputer,"tuturnya.

Ditambahkan pula, 246 siswa ini dalam proses ujian sekolah berbasis komputer ini dibagi dalam tiga siff, dimana hari pertama ujian yakni Pendidikan Agama Kristen dan Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (POK). Namun ujian sekolah sekarang ini dengan cara offline. ()

(Pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional dengan Komputer)

Hari ini (Senin - Red) seluruh sekolah jenjang SMA Sederajat di Indonesia termasuk Provinsi Maluku,  melaksanakan ujian sekolah berstandar Nasional (USBN) dengan 14 mata pelajaran yang diujiankan baik itu secara kertas dan pensil maupun komputer.

(Pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional dengan Pensil dan Kertas)

Terkait hal itu, Kabid Pembinaan SMA Dikbud Provinsi Maluku Nus Kesaulija, mengatakan sebelum ujian berlangsung telah diserahkan master soal dan diperbanyak oleh sekolah masing -masing. Dan dihari pertama sesuai pantauan ujian berlangsung aman dan lancar, tidak ada kendala apapun. Untuk itu, kami sangat berharap ada perhatian dari masyarakat agar dapat menjaga keamanan dan ketertiban, sebab ujian sekolah ini akan berakhir pada Selasa (27/3).

Selain itu juga dari pantauan koran ini ke beberapa sekolah antara lain SMA Negeri I Ambon, menurut Kepala SMA 1 Dra. C. Mustamu,  bahwa ada 261 siswa yang  mengikuti ujian dengan penuh suka cita. Hal ini terlihat dari kesiapan para siswa itu sendiri dalam menjawab soal - soal ujian. Kemudian tidak ada kendala yang dihadapi dalam proses Ujian Sekolah Kertas Pensil (USKP). Begitu pula di SMA Negeri 2 Ambon, menurut Kepala SMA 2 Petrus Sapulette, bahwa dengan jumlah siswa 460 yang mengikuti USKP, semuanya berjalan lancar dan tidak ada kendala. Dimana hari pertama yang diujiankan adalah Bahasa Indonesia dan Pendidikan Agama.

Menyangkut proses ujian hari kedua, pimpinan sekolah menyatakan master soal yang diberikan Dikbud Provinsi ke sekolah kami tidak langsung menggandakannya, tetapi kami kembali mengacak soal - soal tersebut dengan tujuan agar para siswa tidak boleh terkocek dengan kunci jawaban mereka, namun mereka mesti belajar untuk bisa menyelesaikan soal tersebut.

Dengan demikian, harapan para kepala sokolah supaya masyarakat dapat membantu menjaga keamanan agar para siswa dalam mengikuti ujian dari hari pertama sampai terakhir, tidak mengalami gangguan dalam bentuk apapun. ()

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku melalui Bidang Budaya, menggelar kegiatan pemberian dukungan penghargaan dan kerjasama di bidang budaya, yang berlangsung di Hotel Everbrigth Belakang Soya Ambon, Senin (12/3).

(Kepala Dinas  Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, Msi)

Kegiatan yang dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas  Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, Msi, tersebut berlangsung selama dua hari. Peserta berasal dari 11 Kabupaten/Kota di Maluku sebanyak 20 orang yang terdiri dari para pelaku seni dan budaya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku dalam sambutannya, mengatakan budaya merupakan sesuatu yang terkesan klasik dan tradisional, namun sesuatu yang klasik itu perlu dijaga dan dipelihara bahkan dilestarikan.

Saat ini dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) yang begitu pesat, tetapi negara masih memberikan ruang yang seluas - luasnya untuk budaya dan budaya itu tetap ada bahkan dilestarikan. Karenanya patut diberikan apresiasi terhadap kesempatan itu.
Dikatakan, Maluku punya beragam budaya baik yang telah dikenal oleh masyarakat Indonesia maupun masyarakat Internasional, tetapi banyak juga budaya - budaya yang masih tersimpan dan belum diketahui publik.

(Suasana Kegiatan Pemberian Dukungan Penghargaan Bidang Budaya)

Budaya Maluku seperti tarian dan kesenian sudah dipertontonkan kepada masyarakat Eropa maupun  Asia. "Nah lewat acara di hari ini saya menghimbau, agar budaya -budaya yang dimiliki oleh bapak/ibu peserta dapat dikembangkan. Seandainya memenuhi kriteria maka akan diusulkan ke Pusat, guna mengikuti nominasi untuk mendapat penghargaan,"ujar Kepala Dinas.

Menurutnya,  tahun lalu budaya sasi lompa di Pulau Haruku mendapat penghargaan Pak Elisa Keysa mendapat pengharagaan dari Pemerintah Pusat. Dengan demikian,  diharapkan pada tahun -tahun mendatang ada juga yang mendapat penghargaan.

Sebelumnya Ketua Panitia Jemmy Wattilete, ketika menyampaikan laporan panitia menyebutkan tujuan kegiatan ini adalah memberikan penguatan pemberian dukungan pengahragaan kepada pelaku seni dan budaya, mengsosialisasikan tentang penghargaan yang akan  diberikan, memberikan penjelasan dan pemahaman terkait penilaian karya budaya, dan pengusulan karya budaya peserta
Pada tahun 2014 diusulkan 4 (empat) orang dengan karyanya , tahun 2016 4 (empat) orang, tahun 2017 12 orang. Sasi lompa diusulkan sejak tahun 2014.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan tifa oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku didampingi Kabid Kebudayaan Dinas Pendikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Darwin Lawalatta. ()

(Penandatanganan MoU naskah hibah dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos))

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud)  Provinsi Maluku,  Selasa (6/3),  menggelar penandatanganan MoU naskah hibah dana Bantuan Operasional Sekolah (Bos)  jenjang SD - SMP tahun 2018, yang berlangsung dikantor Dikbud Provinsi Maluku.

Hadir dalam penandatanganan ini yakni Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon Fahmi Salatalohy, Kepala Dinas Pendidikan Malteng Azkam Tuasikal, Kepala Dinas Pendidikan SBT Ahmad Rumaratu dan Kepala Dinas Pendidikan Malra Clemens Welafubun. Terkait hal ini,  Sekretaris Dikbud Provinsi Maluku Mimi Hudjajani, menuturkan jika hari ini ditandatangani maka selambat - lambatnya tujuh hari kedepan dana Bos dicairkan ke satuan pendidikan (sekolah). 

(Hadir juga Sekretaris Dikbud Provinsi Maluku Mimi Hudjajani)

Olehnya itu,  hal - hal yang menjadi hambatan atau kendala di tahun 2017 bisa diperbaiki dengan baik, karena Kabupaten/Kota menerima dana Bos Pertriwulan dan langsung masuk ke rekening sekolah masing - masing. Sementara itu,  Kadis Pendidikan Kota Ambon Fahmi Salatalohy,  mengatakan penandatanganan naskah hibah dana Bos di Provinsi ini merupakan pemacu semangat bagi satuan pendidikan dan untuk SD dan SMP Kota Ambon dijatahi dana Bos diatas Rp 5 Miliar lebih.

(Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon Fahmi Salatalohy, Kepala Dinas Pendidikan Malteng Azkam Tuasikal)

"Selama ini pemerintah tidak pernah meninggalkan kita, itu tetap ada hanya butuh waktu lebih bersabar, sehingga proses pendidikan penyaluran dana Bos ini bisa berjalan dengan baik dan yang paling penting adalah kinerja, "ujarnya. Olehnya itu,  dengan anggaran ini maka satuan pendidikan mampu meningkatkan kinerjanya, karena selama ini banyak mengeluh tentang dana Bos bahkan sampai diproses ujian Pemantapan dan Tryout.

(Foto II)

Hal yang sama juga diakui Tuasikal,  menurutnya, dengan adanya penandatangan naskah hibah dana Bos SD - SMP ini maka diharapkan tujuh hari kedepan dana ini tersalur dan sekolah dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawab itu lebih maksimal lagi.  Apalagi menyongsong UN baik itu SD maupun SMP.  ()

(Sosialisasi Ujian Nasional (UN)sekolah untuk SMA/SMK Sederajat Se-Maluku)

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku, kemarin,  melakukan sosialisasi Ujian Nasional (UN) tingkat Provinsi Maluku tahun pelajaran 2017 - 2018 dengan menghadirkan seluruh kepala sekolah SMA/SMK Sederajat Se-Maluku dan Sekretaris Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Kemendikbud RI Dr. Kiki Yuliati.

(Sekretaris Dikbud Provinsi Maluku Mimi Hudjajani dan Sekretaris Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Kemendikbud RI Dr. Kiki Yuliati)

Sekretaris Dikbud Provinsi Maluku Mimi Hudjajani, mengatakan tujuan pelaksanaan sosialisasi UN ini dalam rangka untuk memperkuat pemahaman terkait dengan kebijakan pemerintah terhadap pelaksanaan ujian sekolah berstandar Nasional (USBN) dan memperkuat pemahamanan sumber daya manusia yang akan melakukan sosialisasi UN di 11 Kabupaten/Kota.

Menurutnya, UN ini merupakan kegiatan pengujian kompetensi mata pelajaran yang diajarkan para guru kepada peserta didik. Karena itu, atas pelaksanaan sosialiasi UN ini maka perlu ada suatu standar strategis pelaksanaannya. Dengan demikian, terselenggaranya sosialisasi UN ini atas kerjasama dari semua elemen pendidikan dan yang menjadi catatan penting adalah keterlibatan panitia ujian, pengawas maupun pemerhati pendidikan, yang bekerja secara profesional, akuntabel dan dapat dipertanggungjawabkan. "Saya berharap, agar para guru bisa menyiapkan siswanya hingga nilai yang diperoleh dalam pelaksanaan UN nantinya juga memuaskan, dan lebih penting dapat memenuhi standar nilai 5,5 itu yang menjadi keberhasilan kita,"harapnya.

(Sekretaris Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Kemendikbud RI Dr. Kiki Yuliati)

Sementara itu, Ketua Panitia UN Provinsi Maluku Fentje Mandaku, menuturkan setelah dilakukan sosialisasi UN ditingkat Provinsi, kemudian akan dilakukan sosialisasi ditingkat Kabupaten/Kota oleh Panitia UN Provinsi untuk SMA/SMK dan juga akan dilakukan oleh Dinas Kabupaten/Kota untuk SD/MI dan SMP/MTs.

Senada dengan itu, Sekretaris BSNP Kemendikbud RI Dr. Kiki Yuliati, mengharapkan agar pelaksananaan UN di Provinsi Maluku dapat berjalan aman, lancar, dan sukses. Karena tahun ini proses pemindaian lembaran jawaban ujian Nasional (LJUN) untuk SMA/SMK Sederajat penanggungjawabnya ada pada LPMP Provinsi Maluku bukan lagi Perguruan Tinggi. Sebaliknya untuk SD/SMP Sederajat penanggungjawabnya ada pada Dikbud Provinsi Maluku. ()

KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU

  • KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU
    Jenderal  Ahmad Yani  Kelurahan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau
    Ambon - Maluku, 97124
  • 0911 352389 - 352367
  • (fax) 0911-352389

Copyright © 2016 Thinkweb. All Rights Reserved