(Kepala Bidang PK - LK Dikbud Provinsi Maluku Jahja S Baljanan)

Sebanyak tiga Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di Provinsi Maluku masing - masing Kabupaten Kepulauan Aru,  Seram Bagian Timur (SBT), dan Kota Tual,  dalam tahun ajaran baru 2018 - 2019 siap difungsikan. Demikian hal ini disampaikan Kepala Bidang PK - LK Dikbud Provinsi Maluku Jahja S Baljanan,  kepada koran ini diruang kerjanya,  Rabu (16/5).

Lebih lanjut dikatakan,  untuk proses penerimaan siswa baru pada tiga sekolah luar biasa ini sesuai dengan hasil rapat dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, maka kepala sekolah yang akan ditempatkan pada tiga SLB tersebut telah dipanggil dan mereka telah bersedia untuk melaksanakan tugas sebagai kepala sekolah yang merintis dengan menggunakan nota dinas. Hingga nantinya pada 9 Juli 2018, tiga sekolah luar biasa itu mulai melakukan aktifitas pembelajaran karena siswa telah tersedia disetiap sekolah antara 50 sampai 80 orang.

Ditegaskan pula bahwa pembangunan tiga sekolah luar biasa itu sudah ada sejak 2011, namun tidak difungsikan dan sekarang ini harus difungsikan sesuai dengan kebijakan dari Pemerintah Pusat (Pempus)  yang mempunyai perhatian kepada anak - anak cacat. Selain itu juga anak - anak cacat sangat membutuhkan perhatian dari Pemerintah, dengan cara mendapat pendidikan seperti sekarang ini yang telah kami lakukan. "Kami berharap, dengan cara ini dapat membantu anak - anak cacat untuk bisa memenuhi kebutuhan mereka, dan juga mereka bisa menyalurkan bakat dan ketrampilan yang dimiliki, "tandasnya. ()

(Sambutan  tertulisnya yang dibacakan oleh Kabid Ketenagaan Minggus Patty.)

Pendidikan keluarga harus mampu diterapkan pada satuan pendidikan (sekolah) dari jenjang PAUD, TK - SMA/SMK maupun Sekolah Luar Biasa (SLB). Karena pendidikan keluarga yang ruang lingkup berada dalam kehidupan keluarga kini sudah mulai berubah, sebab Pemerintah Pusat melalui Kemendikbud memberikan perhatian penuh terhadap pendidikan keluarga hingga hal ini diteruskan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi se - Indonesia. Demikian hal ini disampaikan Kadisdikbud Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio,  dalam sambutan  tertulisnya yang dibacakan oleh Kabid Ketenagaan Minggus Patty,  pada acara pembukaan kegiatan Bimtek penyelenggaraan pendidilkan keluarga, dengan menghadirkan para kepala sekolah serta pengawas sebanyak 40 orang mulai dari jenjang PAUD, TK - SMA/SMK dan SLB yang berasal dari 11 Kabupaten/Kota.

(Para kepala sekolah serta pengawas sebanyak 40 orang mulai dari jenjang PAUD, TK - SMA/SMK dan SLB yang berasal dari 11 Kabupaten/Kota.)

Lebih lanjut dikatakan, inti dari kegiatan ini adalah untuk memberikan penguatan bagi pendidik agar dapat diterapkan pada sekolah masing - masing. Untuk itu, diperlukan kemitraan antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sehingga terbentuk ekositem yang mendukung lingkungan sekolah. "Jadi pendidikan keluarga harus dijalankan  berkesinambungan sehingga terjalin ekosistim yang baik dan benar,"ujarnya.

(Ketua Panitia Pelaksana Beduran Kaplale)

Diharapkan dari kegiatan ini para kepala sekolah dan pengawas, bisa menciptakan  pendidikan keluarga yang bermutu dan berkualitas dilingkungan sekolah.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Beduran Kaplale, menambahkan bahwa pendidikan keluarga mempunyai peran yang sangat penting terkait dengan tumbuh kembang anak.  Untuk itu,  kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari di Hotel Golden Palace dan Narasumber berasal dari Pusat dan Daerah yaitu Kepala Seksi Kurikulum SMA Nety Badriah dan
Pengawas Nus Sahulatta, dimana keduanya memiliki sertifikat fasilitator terbaik setelah mewakili Maluku  ditingkat Nasional. ()

(Kepala Seksi Kurikulum SMA Nety Badriah dan
Pengawas Nus Sahulatta)

(23 Siswa SMK Ikut LKS Tingkat Nasional di Mataram)

Sebanyak 23 siswa SMK dilepaskan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Mimi Hudjajani, kemarin, untuk mengikuti Lomba Ketrampilan Siswa (LKS) tingkat Nasional di Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dari 6 - 11 Mei.

(23 siswa SMK yang mewakili Maluku ditingkat Nasional)

Mewakili Kepala Dinas, Hudjajani mengatakan Pemerintah memberikan kepercayaan penuh kepada siswa, untuk itu berjuanglah sebaik mungkin hingga bisa memperoleh yang terbaik untuk mengharumkan nama sekolah masing - masing serta masyarakat Maluku. Bertandinglah dengan sportivitas yang tinggi, tunjukkan kalau Maluku bisa bersaing dengan Provinsi lain yang ada di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Tim Kontingen Salmin Saleh yang juga Kepala Seksi Peserta Didik Bidang SMK,  mengatakan 23 siswa SMK yang mewakili Maluku ditingkat Nasional ini harus berjuang dan sehati agar bisa mempertahankan prestasi seperti tahun lalu di Provinsi Jawa Tengah Kota Solo, yang berada pada peringkat ke- 25 dari 34 Provinsi di Indonesia yang ikut dalam LKS. "Kali ini kami ikut 23 mata lomba dari kurang lebih 50 mata lomba yang dipertandingkan, hingga kami sangat berharap ada siswa yang memberikan terbaik untuk Maluku", tuturnya.

(Ketua Tim Kontingen Salmin Saleh yang juga Kepala Seksi Peserta Didik Bidang SMK)

Lanjutnya, peserta yang dikirim ini terlebih dahulu sudah mengikuti seleksi Kabupaten/Kota. Jadi dimintakan peserta semua harus kompak dengan mengatakan perbedaan itu tetap ada, namun jangan dijadikan sebagai perpecahan karena semua siswa yang ikut lomba ini mesti memacu diri untuk bisa menjadi yang terbaik. Karena kita dari Maluku mengikuti empat kelompok. mata lomba yaitu kelompok teknologi, bisnis dan pariwisata, pertanian dan kryia. ()

Hasil kelulusan Ujian Nasional (UN)  jenjang SMA/SMK tahun pelajaran 2017 - 2018 telah diumumkan secara serentak diseluruh Indonesia termasuk Kota Ambon Provinsi Maluku pada Rabu (2/5). Dari 11 Kabupaten/Kota di Maluku ada dua Kabupaten di Maluku yang mencapai nilai terendah yakni Buru Selatan (Bursel) dan Maluku Barat Daya (MBD). Rata - rata nilai UN peserta didik mencapai 46,45 untuk jenjang SMA/MA dan jenjang SMK 51,19. "Jadi, nilai tertinggi itu dari urutan pertama hingga sepuluh besar ada pada sembilan Kabupaten /Kota, sementara dua Kabupaten Bursel dan MBD tidak masuk," ujar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, kepada pers dikantornya,  kemarin.

Meski begitu, dirinya menuturkan, hasil UN tidak menentukan kelulusan siswa dan total nilai UN tertinggi sepuluh besar dan peringkat pertama pada jurusan IPA jenjang SMA/MA diraih SMA Negeri 1 Ambon dengan nilai 334,00. Sedangkan jenjang SMK peringkat pertama diraih SMK Negeri 1 Masohi dengan capaian nilai 317,50.

Dari capaian nilai UN tahun 2018 lebih banyak diraih oleh SMA Negeri 1 Ambon dengan empat mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia,  Matematika, Fisika dan Biologi dan SMA Negeri Siwalima Ambon. Dimana nilai tertinggi dilihat per mata pelajaran yaitu untuk jurusan IPA dan Bahasa Indonesia 94,00, Bahasa Inggris 94,00, Matematika 87,50 dan mata pelajaran jurusan pilihan 92,50.

Sedangkan nilai terendah Bahasa Indonesia 18,00, Bahasa Inggris 12,00, Matematika 7,5 dan mata pelajaran jurusan pilihan 7,5. Jurusan IPS nilai UN tertinggi untuk Bahasa Indonesia 94,00, Bahasa Inggris 92,00, Matematika 70,00 dan jurusan 80,00. Nilai terendah Bahasa Indonesia 16,00, Bahasa Inggris 8, Matematika 7,5 dan mata pelajaran jurusan 10.
Mata pelajaran UN jenjang SMK tertinggi Bahasa Indonesia 98, Bahasa Inggris 92, Matematika 92,50 dan mata pelajaran jurusan 85. Nilai terendah Bahasa Indonesia 16, Bahasa Inggris 8, Matematika 7,5 dan jurusan 7,5.

Dirinya mengakui bahwa pelaksanaan UN jenjang SMA/MA/SMK berbasis UNBK maupun UNKP di Maluku tahun ini berjalan aman, tertib dan lancar. Meskipun masih terdapat sedikit kekurangan yang harus disempurnakan di tahun -tahun mendatang.

Jadi jumlah peserta UN tahun ini sebanyak 31.342 siswa dari 441 sekolah. Untuk jenjang SMA/MA sebanyak 25.195 siswa, tersebar di 332 sekolah. Dan yang mengikuti UNBK 82 sekolah dengan jumlah siswa 8.367, UNKP 250 sekolah dan jumlah siswa 16.828.

Sedangkan untuk jenjang SMK jumlah peserta ujian sebanyak 6.147 siswa dari 109 sekolah. Peserta UNBK 4.689 siswa dari 62 sekolah dan UNKP 1.458 siswa dari 47 sekolah.  ()

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku, tahun ini kembali mengirimkan 30 pelajar terbaik asal Maluku yang tersebar pada 11 Kabupaten/Kota, untuk mengikuti pendidikan Sarjana (S1) di Universitas Udayana Bali.

Kepada pers diruang kerjanya, kemarin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, mengatakan untuk proses penjaringan itu semua harus sesuai dengan proses seleksi yang dilakukan oleh tim dari Universitas Udayana Bali. Dengan demikian, saya mengajak seluruh siswa - siswi Maluku yang telah selesai mengikuti pendidikan di jenjang SMA Sederajat, untuk mendaftarkan diri di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, dengan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan.

Sembari menegaskan, menyangkut proses penerimaan untuk menjadi mahasiswa dibidang pariwisata Universitas Udayana Bali, Pemerintah Provinsi Maluku tidak punya kewenangan sedikitpun untuk meloloskan siapa pun.

Untuk itu, belajarlah dengan tekun agar bisa memenuhi kuota yang sudah ditentukan oleh pemerintah yang bekerjasama dengan Univeritas Udayana Bali. "Jangan sia - siakan kesempatan atau peluang emas yang telah diberikan pemerintah ini secara cuma - cuma, namun belajarlah dengan giat hingga bisa mengikuti seleksi dan lolos sebagai mahasiswa Udayana Bali, "harapnya. ()

KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU

  • KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU
    Jenderal  Ahmad Yani  Kelurahan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau
    Ambon - Maluku, 97124
  • 0911 352389 - 352367
  • (fax) 0911-352389

Copyright © 2016 Thinkweb. All Rights Reserved