(Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Ambon Drs. Janthe Mahulette)

Hari ini seluruh SMP di Indonesia termasuk Maluku menyelenggarakan Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2017 - 2018 baik itu UNBK maupun UNKP. Untuk SMP Negeri 6 Ambon dari awal berlakunya UNBK sudah mulai melaksanakannya bahkan ini tahun ketiga.

Wakil Walikota Ambon Syarif Hadler, Senin (23/4), secara resmi membuka sampul ujian atau menekan tombol token berlangsungnya UNBK di hari pertama UN dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Selaku pimpinan di Kota Ambon,  Wawali berharap bagi peserta didik yang berjumlah 330, dapat melaksanakan UN tanpa beban. Dan nilai yang diberikan bisa memuaskan untuk bisa melanjutkan bangku pendidikan di jenjang SMA Sederajat.

Selama empat hari siswa harus benar - benar tekun belajar, jauhkan diri dari tindakan - tindakan tidak terpuji agar dapat melaksanakan UN dengan sebaik - baiknya.
Sementara itu,  Kepala SMP Negeri 6 Ambon Drs. Janjthe Mahulette, mengatakan hari pertama UN dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dan sementara UNBK berlangsung terjadi gangguan dari Pusat hingga siswa ada yang sudah selesai mengerjakan naskah soal bahkan ada yang belum. Saya berharap,  gangguan dapat terselesaikan hingga UNBK hari pertama sampai hari terakhir berjalan lancar karena proses ujian kami menggunakan tiga siff.

Dikatakan lebih lanjut, kalau ada terjadi gangguan maka waktu akan ditambahkan karena pada prinsipnya siswa tidak boleh dirugikan. Selain itu,  dirinya mengharapkan agar siswa bisa teliti dalam membaca soal - soal ujian, harus tertib agar nilai yang diperoleh dapat memuaskan mereka. ()

(Sekda Maluku didampinggi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio)

Di hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMP/MTs di Maluku, yang akan berlangsung dari 23 -26 April mendatang, Seketaris Daerah (Sekda) Maluku Hamin Bin Thahir, berkesempatan untuk meninjau secara langsung pelaksanaan UN di SMP Katolik Ambon, yang merupakan salah satu sekolah yang menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Dalam tinjauannya pukul 07.30 Wit, Sekda Maluku didampinggi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, berkesempatan untuk memberikan arahan, sebelum dilakukannya penekanan tombol Token sebagai tanda berlangsungnya proses ujian.
Dihadapan 80 peserta ujian, Sekda dalam membacakan sambutan Plt Gubernur Maluku Zeth Sahuburua, menghimbau agar seluruh siswa tidak boleh menganggap UN sebagai momok ketakutan.

(Arahan dan Tinjauan Sekda Maluku didampinggi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio)

Untuk itu, masing-masing siswa harus percaya kepada kemampuan yang dimiliki, sesuai proses pendidikan yang dijalani selama tiga tahun di SMP Katolik. "Yakinlah bahwa dengan belajar sungguh-sungguh akan mendapat hasil yang terbaik,"ujarnya.

Tak lupa dirinya berpesan kepada seluruh dewan guru untuk terus memberikan semangat bagi siswa dan tetap mendampinggi siswa selama proses ujian.
Dirinya menilai, UN merupakan penilaian kompetensi peserta didik secara nasional dan menjadi salah satu indikator pengukuran mutu pedidikan setiap tahunnya. Dengan hasil UN dapat diketahui mutu sekolah secara komprehensip, akan kelihatan sekolah mana saja yang mutunya telah baik, bahkan masih rendah dan perlu intervensi lebih dari Pemerintah, guna akselerasi peningkatan mutu pendidikan.

(UN di SMP Katolik Ambon, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK))

Lebih lanjut, dikatakan, UN pada prinsipnya bertujuan untuk mengukur capaian standar kompetensi lulusan peserta didik secara nasional, dan hasilnya digunakan sebagai bahan pemetaan mutu pendidikan, sekaligus pertimbangan dalam pemberian bantuan sarana prasaran pendidikan. Karena itu ujian nasional menjadi penting untuk diselenggarakan. "Saya berharap, agar pelaksanaan UN di seluruh Provinsi Maluku yang mulai dilaksanakan secara serentak hari ini, dapat berlangsung dengan tertib, aman dan lancar dengan tetap mengutamakan kejujuran,"tuturnya.

Sementara itu, Kepala SMP Katolik Ambon Pastor Zandhy Ohoiledwarin, mengatakan sebelum menghadapi UN pihaknya telah melakukan berbagai persiapan kepada siswa baik itu mental maupun kemampuan ilmu melalui tryout.

Dikatakan lebih lanjut, pelaksanaan UN di SMP  Katolik juga melibatkan 19 peserta dari dua sekolah lain yang beraveliasi, yakni SMP Santo Andreas Ahuru dan SMP Xaxerius Passo. Sehingga total siswa mengikuti UNBK disekolah ini menjadi 99 siswa, yang terbagi dalam tiga sesi, sesi pertama 40, kedua 40 dan ketiga 19 peserta ujian. Tak lupa dirinya menghimbau, kepada orangtua siswa agar supaya tidak membiarkan dan mengizinkan anak untuk mencari bocoran soal maupun kunci jawaban yang beredar dikalangan masyarakat, karena UNBK kemungkinan untuk terjadinya kebocoran soal sangat kecil.  ()

(Seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SMP tingkat Provinsi tahun 2018)

Sebanyak 55 siswa dari sembilan Kabupaten/Kota di Provinsi Maluku mengikuti seleksi Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SMP tingkat Provinsi tahun 2018. Proses seleksi ini dilakukan pada tiga mata pelajaran yakni Matematika, IPA dan IPS.

(Kabid Ketenagaan Minggus Patty)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kabid Ketenagaan Minggus Patty, mengatakan kegiatan ini sangat bergensi karena akan diikuti oleh siswa dari 34 Provinsi di Indonesia. Apalagi kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun oleh Dikbud Provinsi dengan mendatangkan para siswa dari Kabupaten/Kota. "Saya yakin,  anak - anak Maluku adalah anak - anak yang genius dan ini adalah kesempatan emas untuk berlomba, hingga kegiatan ini dilakukan untuk memilih yang terbaik, karena dari tingkat Provinsi akan berlanjut ke tingkat Nasional bahkan Internasional,"ujarnya, saat acara pembukaan OSN SMP yang berlangsung di Hotel Biz Ambon,  Sabtu (21/4).

Dengan demikian, diharapkan agar para siswa dari sembilan Kabupaten/Kota ini mampu menunjukkan kualitas mereka dalam mengikuti proses seleksi tingkat Provinsi untuk menuju ke tingkat Nasional yang akan berlangsung di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Husein Henaulu, mengatakan pelaksanaan OSN merupakan bagian yang sangat penting dan strategis dalam rangka mempersiapkan peserta didik yang dapat bersaing dibidang sains, sehingga Pemprov Maluku dan Pempus dalam hal ini Kemendikbud RI menyelenggarakan kegiatan ini. .

(Ketua Panitia Pelaksana Husein Henaulu)

Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini yakni menyediakan wahana bagi peserta didik jenjang SMP dalam mengembangkan minat dan bakat yang dimiliki masing - masing siswa.

Dikatakan lebih lanjut, 0SN SMP ini hanya dihadiri sembilan Kabupaten/Kota, dan dua Kabupaten tidak ikut yakni Seram Bagian Barat (SBB) dan Buru.  Lomba dilaksanakan sehari yang berlangsung di SMP Negeri 4 Ambon, dengan tiga mata pelajaran yang diikuti 55 siswa yakni Matematika 18 orang,  IPS 18 orang dan IPA 19 orang.  ()

             

(Proses seleksi tingkat Provinsi)

(BP3 Jayapura yang di wakili Panitia Pusat dari BP3 Jemi Victor Papialy)

Balai Pendidikan dan Pelatihan Penerbangan (BP3) Jayapura melakukan kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku melalui Bidang SMA tepatnya Seksi Kurikulum, untuk mengikuti seleksi calon taruna - taruni AU di Jayapura. Terkait hal itu,  Kepala Seksi Kurikulum SMA Neti Badriah,  mengatakan sebelum proses seleksi berlangsung pihak BP3 Jayapura meminta kerjasama dengan Dikbud Provinsi untuk mengsosialisasikan ke sekolah - sekolah agar anak - anak Maluku masuk menjadi calon taruna - taruni AU.

(Kepala Seksi Kurikulum SMA Neti Badriah)

Dan kini ada 15 siswa yang siap mengikuti seleksi rekrutmen calon taruna - taruni AU. Dimana semua siswa berasal dari Kota Ambon. Lanjutnya, sebelum seleksi berlangsung ada himbauan dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio,  bagi para siswa agar dapat mengikuti seleksi dengan baik, sebab anak - anak Maluku mesti menjadi anak - anak yang hebat. Untuk itu,  dengan kemampuan yang dimiliki ikutilah proses seleksi ini dengan jujur, siapa yang berhasil akan menjadi calon taruna - taruni AU yang tangguh.

Untuk tes tertulis sehari ini ada tiga mata pelajaran ilmu pengetahuan yang diikuti yakni Matematika, Bahasa Inggris, dan Fisika. Selanjutnya masih ada tes kesehatan,  physikotes dan wawancara. "Saya kira, seleksi ini baru pertama kali kerjasama dengan pihak Dikbud, maka kami berharap agar para siswa dapat memperoleh nilai terbaik,"harapnya
Sementara itu,  Panitia Pusat dari BP3 Jemi Victor Papialy,  menambahkan ini sudah ketiga kali kegiatan seleksi dilakukan. Dimana dua kalinya kerjasama dengan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku dan kali ketiga dengan Dikbud Provinsi Maluku dan ada empat Provinsi yang masuk yakni Maluku,  Papua,  Papua Barat,  dan Maluku Utara.

Semua hasil seleksi akan dikirimkan ke Pusat untuk diproses, siapa yang memperoleh nilai tertinggi akan bergabung dengan BP3 di Jayapura.()

(Pembukaan Kegiatan OSN Jenjang SMA Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio)

Sembilan siswa Maluku dari jenjang SMA siap mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun 2018 yang akan berlangsung di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.

Terkait hal itu, pada acara pembukaan kegiatan OSN SMA tingkat Provinsi Maluku tahun 2018, Rabu (18/4), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio,  memberikan penghargaan kepada para siswa berprestasi yang kini mengikuti OSN tingkat Provinsi. Menurutnya, lomba ini merupakan suatu kompetisi hingga haruslah berlomba dengan sehat. Jangan ada yang merasa tidak bisa bersaing. "Kalian merupakan duta dari setiap Kabupaten/Kota untuk siap bertanding menjadi perwakilan Maluku ditingkat Nasional,"ujarnya. Untuk itu, seleksi akan berlangsung selama sehari, pasti ada yang memperoleh nilai yang terbaik,  itulah yang siap menjadi duta Maluku, hingga bagi siswa yang belum berhasil jangan pesimis, namun berjuang terus agar bisa memperoleh yang terbaik pula.

(Para Siswa-siswi yang siap mengikuti seleksi OSN tingkat provinsi)

Lanjutnya, seleksi Nasional akan terus berlanjut ke Internasional sehingga siswa Maluku harus benar - benar siap. "Saya berpesan, agar para siswa milikilah jati diri yang baik, junjung tinggi sportifitas dan harus memiliki integritas,"tuturnya. Dengan memberikan filosopi bila belajar maka akan berubah, kalau tidak berubah maka akan tertinggal.

Sementara itu,  Ketua Panitia Pelaksana Neti Badriah,  mengatakan ada sembilan mata pelajaran yang diikuti siswa yakni
Fisika, Kimia,  Matematika,  Biologi, Ekonomi,  Astronomi,  Kebumian,  Geografi,  Informatika. Dengan jumlah siswa yang mengikuti tes seleksi 0SN sebanyak 130 orang yang berasal dari 11 Kabupaten/Kota.

(Paling kiri, Ketua Panitia Pelaksana Neti Badriah)

Dengan demikian, olimpiade sains ini juga sebagai strategi untuk mengeksplorasi kemampuan siswa dalam bidang sains dan mencapai puncak potensi terbaiknya. Karena itu, tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk menyeleksi siswa yang mempunyai kompetensi atau kemampuan dalam bidangnya masing - masing serta menyiapkan calon peserta 0SN yang diandalkan untuk mewakili Indonesia dalam rangka Olimpiade tingkat Internasional.
Proses seleksi berlangsung sehari di SMA Negeri 2 Ambon. ()

(Suasana Seleksi Kegiatan OSN jenjang SMA Tingkat Provinsi)

KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU

  • KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU
    Jenderal  Ahmad Yani  Kelurahan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau
    Ambon - Maluku, 97124
  • 0911 352389 - 352367
  • (fax) 0911-352389

Copyright © 2016 Thinkweb. All Rights Reserved