Tenaga pendidik (guru) produktif yang mempunyai kemampuan untuk melakukan proses belajar mengajar pada sekolah kejuruan sangat minim di Kota Ambon Provinsi Maluku. Hingga hal tersebut menjadi keresahan sebagain kepala sokolah, dan sangat mengharapkan ada perhatian Pemerintah Provinsi dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku,  agar para guru produktif bisa terus ada untuk menggantikan para guru produktif yang sebentar lagi akan pensiun. 

Menanggapi hal itu Kabid Pembinaan SMK Dikbud Provinsi Maluku Gatot Sihabuddin, menuturkan memang soal guru produktif sampai dengan hari ini menjadi perhatian serius Dikbud, hingga diberikan kesempatan kepada para mahasiswa yang kini sementara magang untuk masuk program guru produktif. Selain itu juga diharapkan, ada perekrutmen dari dunia usaha maupun dunia industri. Dengan menyebutkan, kalau soal guru produktif sampai dengan hari ini guru produktif belum mencukupi 50 persen.

Untuk itu,  kedepan Dikbud akan berusaha agar supaya tuntutan dari para sekolah kejuruan di Maluku ini bisa mendapatkan guru produktif dapat terpenuhi. ()

Untuk mencegah maraknya pemberitaan yang tidak benar di Medsos, Selasa (16/8), Pemerintah Pusat (Pempus) melalui tiga Kementrian masing - masing Kementrian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementrian Komunikasi dan Informatika serta Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, menyelenggarakan sosialisasi gerakan nasional revolusi mental (GNRM)  melalui Medsos bersama pelajar dan Netizen di Maluku yang berjumlah 50 peserta, yang berlangsung selama dua hari.

 Kadisdikbud Provinsi Maluku M. Saleh Thio,  mengatakan sosialisasi gerakan nasional revolusi mental ini sangat penting dan bagi pelajar yang mendapat kesempatan harus mengikuti dengan sebaik - baiknya, dan bisa meneruskan kepada teman yang lain disekolah, agar pemberitaan Hoax dapat terhindar dari kehidupan generasi muda Maluku. Lanjutnya, perkembangan teknologi sekarang ini sangat benar - benar dahsyat, jadi kepedulian pemerintah untuk memberikan pencerahan kepada generasi muda sangat positif untuk mengubah pola pikir anak  - anak Maluku yang tadinya berpikiran sempit menjadi luas. Hingga tidak ada lagi hal  - hal yang tidak menyenangkan di Medsos.

Sementara itu, salah satu pembicara Rizky Sisindra, yang merupakan utusan dari Kementrian Koordinator dan Pembangunan Manusia, mengatakan GNRM merupakan nama yang ditetapkan sebagai upaya bersama untuk menangkal Hoax di Medsos. Karena itu, semua punya peranan untuk memberikan citra yang baik bagi generasi muda dan saat ini kami lakukan untuk pelajar, karena Medsos menjadi kegemaran mereka. Dikatakan, baru beberapa jam dengan anak usia sekolah di Maluku terlihat mereka sangat kritis, terjadi dialog yang sangat mengharukan hingga saya memberikan penghargaan yang tinggi, walaupun diusia sekolah mereka sudah punya minat dibidang politik maupun birokrasi. Sementara itu, panitia pelaksana dari Kemendikbud Holi Glora, mengatakan kegiatan ini berlangsung pada 34 Provinsi di Indonesia dan nantinya disetiap Provinsi akan dilakulan kompetisi untuk diambil dua siswa terbaik sebagai utusan dari  Provinsi untuk bertanding di Jakarta pada November mendatang. ()

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku sangat bersuka cita merayakan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-72 tahun 2017, walaupun disadari ke depan tanggung jawab dan tantangan sangat besar, sebab sekarang ini kewenangan SMA/SMK ada di bawah kendali Dikbud Provinsi Maluku. Untuk itu, sebagai pimpinan di lingkup Dikbud Provinsi Maluku, M. Saleh Thio, meminta kepada seluruh guru dan PNS di lingkup Dikbud sebagai aparatur Negara harus bekerja seprofesional mungkin.

Mengedepankan hidup gotong royong dan membersihkan diri dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Sebagai manusia yang bermartabat harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, yang mana kita semua ada dalam lingkup tanggung jawab mengabdi kepada Negara. Saya menyadari dari waktu ke waktu harus terus berupaya agar pendidikan di era kemerdekaan ini bisa memberikan yang terbaik bagi seluruh insan yang ada di Maluku.

Di kesempatan ini juga akan diberikan Satya Lencana bagi mereka yang telah berprestasi menjalankan tanggung jawab untuk dunia pendidikan, yang nantinya langsung diberikan oleh Gubernur, hingga diharapkan dapat menjadikan hal itu sebagai penghargaan, lebih memotivasi diri agar pendidikan di Maluku lebih baik. Ditambahkan pula,  usia yang ke-72 tahun ini dunia pendidikan sudah semakin baik terlihat dari pelaksanaan UN tahun ajaran 2016-2017 hasil yang diberikan oleh para siswa sudah maksimal. Ini akan terus kami pacu hingga pendidikan di Maluku semakin memiliki warna.

Hadir dalam upacara pengibaran bendera di halaman Dikbud Provinsi Maluku,  Kamis (17/8), para siswa-siswi dari SMA Kristen YPKPM Ambon dengan mengkumandangkan lagu-lagu perjuangan. Selesai upacara disambut dengan pemotongan tumpeng oleh Kadisdikbud Provinsi yang diserahkan langsung kepada beberapa pegawai yang memasuki masa pensiun salah satunya Ibrahim Parera, dan juga Paskibraka tingkat Provinsi dan para peserta didik. ()

Festival pendidikan untuk tahun kedua yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku, yang bekerjasama dengan Yayasan Hekaleka pimpinan Stenly Ferdinandus. Gubernur dalam sambutannya, memberikan apresiasi dan penuh kebangaan kepada dinas yang dipimpin Muhammad Saleh Thio, karena sudah mampu menggairahkan seluruh komponen pendidikan untuk menyatakan anak Maluku siap berkompetisi dalam dunia pendidikan. Dan hal penting yang dirinya minta adalah pendidikan harus merata di seluruh Maluku, agar Maluku siap bertarung dengan mutu yang baik. Lanjutnya, sebagai orang Maluku kami harus bangga karena Tuhan telah berikan kelimpahan bagi negeri ini, dimana laut dan darat memiliki kelimpahan berkat yang mesti dikelola dengan sumber daya manusia (SDM) yang memadai. Hingga lewat pendidikanlah, maka ke depan Maluku akan semakin baik dapat bersanding dengan Provinsi lainnya di Indonesia. "Jadi melalui festival pendidikan kita nyatakan tekad guru di Maluku, harus merdeka agar dapat memerdekakan generasi emas Maluku yang penuh dengan inovatif. Dengan demikian, transformasi mutu pendidikan harus tercipta, hingga jelas pendidikan menjadi tanggungjawab bersama. Untuk itu, pada kesempatan ini saya ingin mengetuk pintu hati dunia usaha untuk marilah kita sana-sama majukan pendidikan, jangan pernah merasa rugi untuk dunia pendidikan, sebab dari situlah kita mampu berbuat banyak bisa jadi Presiden, Gubernur, dan lainnya. Saya sangat perhatikan pendidikan sehingga dua tahun ini kirimkan 30 siswa berpretasi untuk kuliah di luar Maluku dengan memberikan beasiswa, sekali lagi saya berikan apresiasi penuh bagi Dikbud terus berkarya pendidikan dapat merata di seluruh Maluku melalui penyebaran guru," tuturnya.

Kiri Gubernur Provinsi Maluku dan kanan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku

Sementara itu, Kadisdikbud Provinsi Maluku M. Saleh Thio, mengatakan suksesnya festival pendidikan adalah kemurahan Tuhan, sebab kami ingin berikan yang terbaik bagi generasi penerus daerah ini. "Selaku Kadis, saya sangat terharu terhadap kepedulian seleruh komponen pendidikan dan dengan penuh semangat dirinya mengajak semua masyarakat terus berjuang tingkatkan mutu pendidikan di Maluku," ungkapnya. Selain itu, kata Thio, doa yang menjadi harapan Gubernur, untuk pemerataan guru jadi perhatian serius dirinya, selaku orang nomor satu d ibidang pendidikan. ()

Kabid Pembinaan SMK Gatot Sihabuddin

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku, Kamis (20/7), menggelar kegiatan workshop spektrum keahlian SMK tahun 2017, yang berlangsung di Hotel Golden Palace. Terkait hal ini, Kadisdikbud Provinsi Maluku M. Saleh Thio,  dalam sambutannya yang dibacakan Kabid Pembinaan SMK Gatot Sihabuddin, mengatakan Presiden RI Joko Widodo memberikan perhatian khusus bagi SMK dan menginstruksikan Mendikbud RI untuk merevitalisasi SMK.

Keseriusan Presiden RI tersebut ditindaklanjuti dengan dikeluarkannya Inpres Nomor 9 tahun 2016 tentang revitalisasi SMK dalam rangka peningkatan kualitas dan daya saing SDM Indonesia. Dalam Inpres tersebut Presiden RI menginstruksikan Kemendikbud agar mensinergikan kerja antar kementrian dan lembaga terkait guna mempersiapkan dan meningkatkan kemampuan SMK untuk menghadapi daya saing di pasar internasional. Dan kepada Gubernur di seluruh Indonesia agar memberikan kemudahan dan kesempatan kepada masyarakat, untuk mendapatkan pelayanan SMK yang bermutu. Dengan demikian, kegiatan workshop ini merupakan momentum yang baik supaya para guru SMK harus memproaktif bagaimana pemetaan sekolah, pemetaan bidang keahlian, program keahlian dan pemetaan kompetensi keahlian SMK ke depan yang baik. Selain itu,  menginventarisasi permasalahan-permasalahan yang terjadi dan bagaimana pemecahannya, baik yang dapat dilakukan oleh sekolah, pemerintah kabupaten/kota, provinsi maupun pusat. Dimana,  permasalahan pendidikan SMK di Maluku yang sangat krusial saat ini, yakni minimnya sarana prasarana berupa ruang kelas, bengkel kerja siswa, perpustakaan,  laboratorium, peralatan dan penunjang praktek. Kemudian minimnya SDM, yaitu jumlah guru produktif tidak sebanding dengan jumlah jurusan atau kompetensi yang tersedia, guru produktif yang mengajar saat ini banyak yang telah masuk masa persiapan pensiun. Dan masih terdapat guru produktif yang belum diangkat menjadi PNS bahkan ada di antara mereka yang mengajar mendapat honor yang tidak sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan juga ada yang tidak mendapat honor.

Lebih lanjut dikatakan,  permasalahan pendidikan SMK juga karena minimnya siswa lulusan SMP Sederajat untuk melanjutkan ke SMK hal ini disebabkan karena minimnya promosi pihak sekolah kepada masyarakat untuk memperkenalkan program keahlian, hasil karya siswa dan lulusan SMK yang terserap pada dunia usaha, dunia industri, serta dapat menciptakan lapangan kerja sendiri. Olehnya itu, saya berharap, dengan kegiatan ini segera membuat pemetaan bidang keahlian, program keahlian dan kompetensi keahlian SMK sesuai dengan kebutuhan pangsa pasar dan keunggulan lokal di tiap Kabupaten/kota, sehingga dapat melahirkan sebuah rekomendasi yang bisa menjawab permasalahan SMK di Maluku ke depan. ()

KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU

  • KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU
    Jenderal  Ahmad Yani  Kelurahan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau
    Ambon - Maluku, 97124
  • 0911 352389 - 352367
  • (fax) 0911-352389

Copyright © 2016 Thinkweb. All Rights Reserved