(Ustadz Syarif Bakry Astry)

Untuk menghadapi    tantangan dibulan suci Ramadhan 1439 Hijriah tahun 2018, maka keluarga besar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku melaksanakan Buka Puasa bersama dengan menghadirkan para Kepala SMA/SMK se-Kota Ambon dan seluruh ASN lingkup Dikbud Provinsi Maluku,  Senin (28/5), dengan tema "peran Ramadhan dalam pertumbuhan budi pekerti dan karakter warga pendidikan".

(Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Drs. M. Saleh Thio)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Drs. M. Saleh Thio, dalam arahannya, kepada para pegawai muslim maupun kristen berharap dapat memaknai bulan suci Ramadhan dengan benar, agar perilaku bisa memberikan sesuatu yang berguna bagi proses pembaharuan pendidikan di bumi Maluku. Dimana pendidikan dapat bertumbuh dan didalamnya karakter anak didik maupun pendidik, jadi yang terbaik sesuai dengan tema yang dihembuskan pada buka puasa bersama ini.

(Foto Serba Serbi Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Dikbud Maluku)

Lanjutnya, pendidikan mesti menjadi perhatian semua insan pendidikan, agar apa yang baik bisa terwujud. Sementara itu, Ustadz Syarif Bakry Astry, dalam taujiahnya, menyampaikan pendidikan sebagai ujung tombak kuatnya suatu negara dan hal itu mesti terus dilafalkan setiap saat, dan tepat di bulan Ramadhan ini kita semua harus gaungkan terutama dalam setiap doa, agar dikabulkan Allah Swt.
Pendidikan yang didalamnya bentuk karakter pendidik dan anak didik, semakin diberkati yang maha kuasa.  Karena pendidikan berkaitan juga dengan orang kaya dan miskin, tapi bagi Allah kaya bukan mulia, miskin bukan kehinaan, sebab dimata Allah semuanya sama.

Dengan mengingatkan, tujuan puasa yakni menjaga perasaan untuk timbulkan rasa sayang dan orang berpuasa sungguh - sungguh doanya di ijabah saat mereka berbuka, dimana Allah mengajarkan pendidikan yang baik kerja dulu, baru peroleh upah dimana akan masuk surga. ()

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku,  kemarin, menggelar rapat perencanaan terpadu  dengan melibatkan seluruh dinas pendidikan yang ada pada 11 Kabupaten/Kota.
Mimi Hudjajani selaku Sekretaris Dikbud, mengatakan kegiatan ini menjadi tanggungjawab bersama untuk merancang suatu pendidikan yang baik dan berkualitas serta merancangkan pendidikan yang tepat sasaran. Hingga kegiatan ini janganlah dipandang sepeleh, tetapi harus dipandang terhormat  untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara  perencanaan, penganggaran, dan pengawasan program pendidikan.

Lanjutnya, setiap peserta dapat mengembangkan diri agar pendidikan memperoleh manfaat demi kesejahteraan umat manusia. Sembari menegaskan, persoalan pendidikan sangat mendapat perhatian pusat dengan mengusahakan penyelenggaraan satu sistem pendidikan Nasional dengan meningkatkan ketakwaan, keimanan, serta ahlak mulia, dalam rangka kecerdasan hidup berbangsa.
Untuk itu, perencanaan dan penganggaran harus terintegrasi sebab merupakan kunci untuk mencapai efektifitas dan efisiensi pelaksanaan program.

Selain itu, kegiatan ini juga sebagai awal yang baik untuk merajut kembali pembangunan pendidikan yang holistik, tematik dan terintegrasi.

Sementara itu,  Ketua Panitia Pelaksana Dur Kaplale, dalam laporannya,  menuturkan peserta yang ikut dalam kegiatan ini berjumlah 22 orang yang berasal dari 11 Kabupaten/Kota terdiri dari Kasubag Perencanaan dan Staf Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Ditambah dengan 10 orang dari Provinsi hingga keseluruhan peserta berjumlah 32 orang. Sedangkan Narasumber 2 orang dari Kemendikbud dan 2 orang dari Pemerintah Provinsi Maluku yakni Staf Bappeda dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku. ()

Seluruh SMP di Indonesia termasuk Maluku telah mendengar hasil kelulusan pada Jumat (25/5),  dan Dikbud melaksanakan jumpa pers untuk mengumumkan presentase kelulusan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Drs. M. Saleh Thio, didampingi Ketua Panitia UN Provinsi tahun 2018 Fentje Mandaku, dan Kasubag Perencanaan Husein Henaulu, kepada pers, kemarin, menjelaskan tahun ini presentase kelulusan terjadi kenaikan sebesar 20 persen jika dibandingkan tahun lalu,  dimana dari 51,23 naik tahun ini 51,64.

Untuk itu, Kepala Dinas menyatakan sangat bersyukur dalam pelaksanaan UN SMP baik itu UNBK maupun UNKP, boleh berjalan dengan lancar sampai dengan kini pengumuman hasil kelulusan. "Saya boleh berlegah, seluruh SMP di Maluku proses pendidikannya sudah merata, ini terlihat dari hasil yang boleh dicapai para peserta didik,"tuturnya.

Senada dengan itu, Mandaku selaku Ketua Panitia UN, merincikan nilai rata - rata yang dicapai dalam tahun ini yakni 51,64 dan empat mata pelajaran ujian Nasional untuk UNBK yakni Bahasa Indonesia 98 diraih oleh siswa SMP Negeri 2  Ambon, Bahasa Inggris 96 diraih SMP Lentera, Matematika 100 diraih SMP Lentera dan IPA 87,5  dua sekolah miliki nilai sama yaitu SMP Kalam Kudus dan SMP 4 Kairatu dari Kabupaten SBB. 

Menurutnya,  nilai ujian yang mendominasi nilai tertinggi ada pada Kota Ambon selanjutnya Kabupaten/Kota lainnya juga nilai cukup baik hanya ada tiga Kabupaten/Kota yang tidak ikut UNBK yakni MBD, Bursel dan SBT. Dengan menjelaskan, tahun ini jumlah siswa SMP yang mengikuti UN sebanyak 36. 494 siswa, dari 733 sekolah dan yang melaksanakan  UNBK ada 8. 0276 siswa dengan jumlah sekolah 88. Sedangkan UNKP siswa berjumlah 28. 220 dari 645 sekolah.
Mengakhiri jumpa pers,  Kepala Dinas menyatakan apa yang telah kami dapatkan sekarang ini merupakan suatu prestasi yang perlu disemangati, karena ada siswa yang memperoleh nilai 100.

Diharapkan tahun depan, kiranya semua sekolah bisa seperti sekarang ini, harus terus berprestasi untuk meningkatkan mutu pendidikan. Apalagi tahun depan, semua sekolah sudah harus UNBK sesuai dengan SOP dari Kemendikbud. Hingga menyangkut hal itu, kami akan memberikan seruan yang sifatnya instruksi ke seluruh satuan pendidikan. ()

Proses penerimaan siswa baru masuk SMA Negeri Siwalima Ambon telah dilakukan dan peserta didik yang terdaftar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Maluku sebanyak 678 siswa. Dimana tes seleksi akan berlangsung pada Rabu (30/5) dan Kamis (31/5) untuk seluruh Kabupaten/Kota. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Drs. M. Saleh Thio,  kepada pers dikantornya,  Senin (28/5).

Lanjutnya,  Untuk Kota Ambon ada dua lokasi tes masing - masing SMA Negeri 2 Ambon dan SMA Negeri Siwalima Ambon. Sedangkan Kabupaten/Kota lainnya tersebar pada 22 titik. Dan tes seleksi yang akan mereka jalani yakni Bahasa Inggris,  Matematika, Biologi, Fisika,  Kimia, Tes Potensi Akademik (TPA),  dan IQ (Intelejensi).

Sementara itu,  Kepala Seksi Peserta Didik Bidang SMA Dikbud Maluku Mansur Sabban,  menambahkan sesuai dengan siswa yang terdaftar pada Dikbud Maluku ada 678 siswa, namun tidak menutup kemungkinan seandainya ada siswa yang masih berkeinginan untuk masuk SMA Siwalima, maka kami akan tetap menampung untuk mengikuti tes. Dan harus kami jelaskan kouta untuk masuk SMA Siwalima berdasarkan daya tampung asrama sebanyak 78 siswa. Hingga kami berharap siswa yang mengikuti tes dan berkeinginan masuk SMA Siwalima mesti benar - benar memiliki kemampuan dalam segala hal, agar bisa mengikuti proses pendidikan selama tiga tahun sesuai dengan kebijakan yang telah ditentukan.

Ditambahkan pula,  Dikbud berkewenangan pada proses penerimaan siswa saja. Sedangkan untuk tes sampai dengan menyatakan siswa lulus seleksi masuk SMA Siwalima itu adalah kewenangan panitia seleksi yang adalah tim dari Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon. ()

(Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kota Ambon)

Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Kota Ambon,  Rabu (9/5), bertempat di Aula SMK Muhammadiyah Ambon,  melakukan Penandatanganan kerjasamasama (MoU) dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Maluku tentang pembinaan dan pemberdayaan Granat pada jenjang SMA/MA dan SMK Sederajat se-Pulau Ambon sekaligus Launching dan Pengukuhan DPR Granat SMK Muhammadiyah Ambon periode 2018 -2019 dan seminar Hardiknas PD IPM Maluku. Tema yang diusung yakni penyuluhan anti narkotika secara holistik,  integral dan berkelanjutan bagi guru atau dosen dan pelajar.

Granat merupakan organisasi yang bersifat sosial, mandiri dan terbuka tanpa membeda bedakan asal usul, suku, agama, ras, dan golongan. Granat didirikan dengan tujuan menyelamatkan bangsa Indonesia khususnya generasi muda dari ancaman bahaya akibat peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba. Selain itu juga hadirnya Granat dalam rangka memerangi peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba.

Ahmad Ilham Sipahutar selaku Ketua DPC Granat Kota Ambon, yang juga Komandan Brigade BKPRMI Maluku ini dalam arahannya, mengatakan bahwa Indonesia saat ini menjadi pasar terbesar di Asia untuk penjualan dan peredaran narkotika. Kondisi ini diperparah masyarakat kita saat ini sering acuh terhadap lingkungan, ditambah lagi minimnya komunikasi melalui forum warga. Bahkan seringkali masyarakat melihat dan mendengar terjadi transaksi narkotika terjadi dilingkungannya, namun hanya diam dan tidak berbuat apa - apa, hal inilah yang membuat susah dan gagal upaya pemberantasan narkotika tanpa partisipasi aktif masyarakat yang ada.

Dikatakan lebih lanjut,  khusus dikalangan Pelajar, berdasarkan data penelitian Puslitkes Universitas Indonesia (UI) dan Badan Narkotika Nasional (BNN) pada 2016 lalu, hasil penelitian ini menyebutkan pengguna narkoba pelajar dan mahasiswa mencapai 27,32 persen.  Angka ini kemungkinan bisa terus meningkat kembali, karena beredarnya sejumlah narkotika jenis baru dari waktu ke waktu. Penggunan narkotika dikalangan pelajar dan mahasiswa ini disebabkan usia mereka yang labil dan mudah dipengaruhi. Dimana awalnya mereka hanya mencoba - coba, hingga akhirnya menjadi pemakai teratur atau aktif dan kecanduan. Apalagi saat ini para pelajar dan mahasiswa masih tetap menjadi sasaran peredaran narkotika potensial. Untuk itulah, maka DPC Granat Kota Ambon menganggap penting melebarkan sayap melalui Rayon ke jenjang SMA/MA dan SMK, dalam rangka deteksi dini dan lebih maksimalnya P4GN bagi generasi muda usia sekolah tentunya. "Jadi, masalah narkotika ini memerlukan perhatian yang luar biasa. Karena kalau orang sudah menggunakan narkoba, tentunya akan menjadi penyakit jiwa dan narkoba adalah musuh bersama kita.  Untuk itu dengan hadirnya Granat disekolah, maka pencegahan bahaya narkoba dapat dihancurkan,"ujarnya.

(Kepala Seksi Kurikulum SMA Dikbud Provinsi Maluku Netty Badriah yang mewakili Kepala Dinas)

Sementara itu,  Kepala Seksi Kurikulum SMA Dikbud Provinsi Maluku Netty Badriah yang mewakili Kepala Dinas,  menuturkan bahwa pemerintah  memberikan apresiasi dan mendukung sepenuhnya program kerja yang dilakukan oleh DPC Granat Kota Ambon. Hal ini penting karena masuknya narkotika dikalangan pelajar itu sangat mudah yakni melalui rokok. Untuk itu, pengembangan karakter dan pendidikan keluarga bagi pelajar harus terus digelorakan disekolah. Mengingat, bahaya narkoba dapat merusak masa depan generasi muda kita di Maluku. Dengan adanya pengukuhan Granat SMK Muhammadiyah ini akan menjadi contoh atau pilot project bagi sekolah - sekolah lainnya di Kota Ambon dan Maluku. "Narkoba itu sangat mengganggu karena dapat merusak otak kita dan pelajar harus bisa memerangi narkoba,"harapnya.

Senada dengan itu,  Kepala SMK Muhammadiyah Ambon Yasmin Kamsurya, mengajak para pelajar untuk memberantas narkoba. Apalagi pengukuhan pelajar SMK Muhammadiyah oleh Granat ini tentunya menjadi sekolah pertama di Kota Ambon Provinsi Maluku, yang mana akan menjadi duta - duta narkoba di Maluku.

"Saya memberikan warning untuk kita mulai dengan gerakan sadar merokok, agar kemudian kita tidak memberikan virus yang berbahaya disekolah."ungkapnya.
Hal yang sama juga dikatakan oleh Ketua PD IPM Maluku Jamin Nurlette, menambahkan bahwa kita bekali diri dengan ilmu pengetahuan dan teknologi hingga kita dapat memberantas narkoba, karena narkoba sangat jahat bagi kalangan pelajar sebagai generasi muda Maluku.
Hadir dalam acara ini juga Ketua DPD Granat Provinsi Maluku Yani Salampessy dan Pengurus PGRI Provinsi Maluku. ()

(Kepala Bidang PK - LK Dikbud Provinsi Maluku Jahja S Baljanan)

Sebanyak tiga Sekolah Luar Biasa (SLB) yang ada di Provinsi Maluku masing - masing Kabupaten Kepulauan Aru,  Seram Bagian Timur (SBT), dan Kota Tual,  dalam tahun ajaran baru 2018 - 2019 siap difungsikan. Demikian hal ini disampaikan Kepala Bidang PK - LK Dikbud Provinsi Maluku Jahja S Baljanan,  kepada koran ini diruang kerjanya,  Rabu (16/5).

Lebih lanjut dikatakan,  untuk proses penerimaan siswa baru pada tiga sekolah luar biasa ini sesuai dengan hasil rapat dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio, maka kepala sekolah yang akan ditempatkan pada tiga SLB tersebut telah dipanggil dan mereka telah bersedia untuk melaksanakan tugas sebagai kepala sekolah yang merintis dengan menggunakan nota dinas. Hingga nantinya pada 9 Juli 2018, tiga sekolah luar biasa itu mulai melakukan aktifitas pembelajaran karena siswa telah tersedia disetiap sekolah antara 50 sampai 80 orang.

Ditegaskan pula bahwa pembangunan tiga sekolah luar biasa itu sudah ada sejak 2011, namun tidak difungsikan dan sekarang ini harus difungsikan sesuai dengan kebijakan dari Pemerintah Pusat (Pempus)  yang mempunyai perhatian kepada anak - anak cacat. Selain itu juga anak - anak cacat sangat membutuhkan perhatian dari Pemerintah, dengan cara mendapat pendidikan seperti sekarang ini yang telah kami lakukan. "Kami berharap, dengan cara ini dapat membantu anak - anak cacat untuk bisa memenuhi kebutuhan mereka, dan juga mereka bisa menyalurkan bakat dan ketrampilan yang dimiliki, "tandasnya. ()

(Sambutan  tertulisnya yang dibacakan oleh Kabid Ketenagaan Minggus Patty.)

Pendidikan keluarga harus mampu diterapkan pada satuan pendidikan (sekolah) dari jenjang PAUD, TK - SMA/SMK maupun Sekolah Luar Biasa (SLB). Karena pendidikan keluarga yang ruang lingkup berada dalam kehidupan keluarga kini sudah mulai berubah, sebab Pemerintah Pusat melalui Kemendikbud memberikan perhatian penuh terhadap pendidikan keluarga hingga hal ini diteruskan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi se - Indonesia. Demikian hal ini disampaikan Kadisdikbud Provinsi Maluku Drs. M. Saleh Thio,  dalam sambutan  tertulisnya yang dibacakan oleh Kabid Ketenagaan Minggus Patty,  pada acara pembukaan kegiatan Bimtek penyelenggaraan pendidilkan keluarga, dengan menghadirkan para kepala sekolah serta pengawas sebanyak 40 orang mulai dari jenjang PAUD, TK - SMA/SMK dan SLB yang berasal dari 11 Kabupaten/Kota.

(Para kepala sekolah serta pengawas sebanyak 40 orang mulai dari jenjang PAUD, TK - SMA/SMK dan SLB yang berasal dari 11 Kabupaten/Kota.)

Lebih lanjut dikatakan, inti dari kegiatan ini adalah untuk memberikan penguatan bagi pendidik agar dapat diterapkan pada sekolah masing - masing. Untuk itu, diperlukan kemitraan antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sehingga terbentuk ekositem yang mendukung lingkungan sekolah. "Jadi pendidikan keluarga harus dijalankan  berkesinambungan sehingga terjalin ekosistim yang baik dan benar,"ujarnya.

(Ketua Panitia Pelaksana Beduran Kaplale)

Diharapkan dari kegiatan ini para kepala sekolah dan pengawas, bisa menciptakan  pendidikan keluarga yang bermutu dan berkualitas dilingkungan sekolah.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Beduran Kaplale, menambahkan bahwa pendidikan keluarga mempunyai peran yang sangat penting terkait dengan tumbuh kembang anak.  Untuk itu,  kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari di Hotel Golden Palace dan Narasumber berasal dari Pusat dan Daerah yaitu Kepala Seksi Kurikulum SMA Nety Badriah dan
Pengawas Nus Sahulatta, dimana keduanya memiliki sertifikat fasilitator terbaik setelah mewakili Maluku  ditingkat Nasional. ()

(Kepala Seksi Kurikulum SMA Nety Badriah dan
Pengawas Nus Sahulatta)

(23 Siswa SMK Ikut LKS Tingkat Nasional di Mataram)

Sebanyak 23 siswa SMK dilepaskan oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Mimi Hudjajani, kemarin, untuk mengikuti Lomba Ketrampilan Siswa (LKS) tingkat Nasional di Kota Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dari 6 - 11 Mei.

(23 siswa SMK yang mewakili Maluku ditingkat Nasional)

Mewakili Kepala Dinas, Hudjajani mengatakan Pemerintah memberikan kepercayaan penuh kepada siswa, untuk itu berjuanglah sebaik mungkin hingga bisa memperoleh yang terbaik untuk mengharumkan nama sekolah masing - masing serta masyarakat Maluku. Bertandinglah dengan sportivitas yang tinggi, tunjukkan kalau Maluku bisa bersaing dengan Provinsi lain yang ada di Indonesia.

Sementara itu, Ketua Tim Kontingen Salmin Saleh yang juga Kepala Seksi Peserta Didik Bidang SMK,  mengatakan 23 siswa SMK yang mewakili Maluku ditingkat Nasional ini harus berjuang dan sehati agar bisa mempertahankan prestasi seperti tahun lalu di Provinsi Jawa Tengah Kota Solo, yang berada pada peringkat ke- 25 dari 34 Provinsi di Indonesia yang ikut dalam LKS. "Kali ini kami ikut 23 mata lomba dari kurang lebih 50 mata lomba yang dipertandingkan, hingga kami sangat berharap ada siswa yang memberikan terbaik untuk Maluku", tuturnya.

(Ketua Tim Kontingen Salmin Saleh yang juga Kepala Seksi Peserta Didik Bidang SMK)

Lanjutnya, peserta yang dikirim ini terlebih dahulu sudah mengikuti seleksi Kabupaten/Kota. Jadi dimintakan peserta semua harus kompak dengan mengatakan perbedaan itu tetap ada, namun jangan dijadikan sebagai perpecahan karena semua siswa yang ikut lomba ini mesti memacu diri untuk bisa menjadi yang terbaik. Karena kita dari Maluku mengikuti empat kelompok. mata lomba yaitu kelompok teknologi, bisnis dan pariwisata, pertanian dan kryia. ()

KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU

  • KANTOR DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN PROVINSI MALUKU
    Jenderal  Ahmad Yani  Kelurahan Batu Gajah, Kecamatan Sirimau
    Ambon - Maluku, 97124
  • 0911 352389 - 352367
  • (fax) 0911-352389

Copyright © 2016 Thinkweb. All Rights Reserved